ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(54)


__ADS_3

"Aku teruskan ya. Setelah kita naik ke kelas 2 itu aku putus sama dia," kata Ney.


"Kok bisa? Sudah cocok kan padahal," balas Arnila.


"Selingkuh juga?" Tanya Rita yang masa bodo sama jawabannya.


"Bukaaan aslinya aku tidak selingkuh kalau waktu SMP mah,"


"Oh, cuma waktu SMP saja tidak selingkuhnya," kata Rita yang membuat Ney salah mengucap.


"Lanjut! Bayu cerita kan sudah ada perubahan perilaku dia kalau aku telepon susah banget dapat balasan dari dia, terus di sms juga dia tidak balas sama sekali. Baru 3 hari kemudian ya sudah basi, dia balas. Akhirnya Bayu menjelaskan sesuatu yang membuat dunia aku runtuh seketika," kata Ney dengan lebay.


"Tunggu sebentar," potong Rita.


"Apa lagi sih?" Tanya Ney kesal.


"Kamu selama pacaran dengan Bayu itu tidak mungkin berjalan biasa saja. Kalian sudah melakukan apa?" Tanya Rita yang membuat syok Arnila.


"Ya Allah, Rita jangan suudzon deh!" kata Arnila yang tidak setuju.


"Kamu ini terlalu polos deh, mana ada pacaran biasa kalau berhubungan dengan Ney. Tidak ada! Kebanyakan perempuan Jakarta kan begajulan,"


"Aku juga orang Jakarta, Ri jangan begitu. Kamu bilang begitu sama saja menyindir aku," kata Arnila.


"Iya tuh! Jangan seenaknya bicara," sambung Ney.


"Ini mengetik bukan bicara!"


"Oh iya ya," kata Ney berpikir.


"Lagian yang aku maksud kan orang yang sudah aku kenal lama kalau Arnila kan aku tidak tahu tapi dari bagaimana dia memperlakukan orang lain sudah terlihat kalau kamu orangnya baik. Kalau Ney kan sudah terlihat beda. Kebanyakan bukan berarti semuanya memang begitu, yang ngga pasti ada beberapa biji," jelas Rita membuat Arnila lega.


"Jadi kamu sudah melakukan apa saja?" Arnila bertanya lagi pada Ney.

__ADS_1


"Yaa kita cuma sampai ******* ( ciuman bibir ) saja kok sama Making Love," kata Ney yang entah ya dia bilang ini dengan wajah malu - malu atau malah senang. Soalnya apa - apa yang menurut kebanyakan perempuan memalukan atau menjijikan, bagi dia itu semua menyenangkan. Jadi memang beda sekali.


"HAH!!!" Teriak Rita dan Arnila bersamaan dalam WAnya.


"Benar kan," kata Rita yang sudah pasti ya ada ekornya.


"Wah gila kamu! Sumpah parah banget gaya pacarannya," kata Arnila. Aneh ya dia kan yang paling dekat sama Ney masa tidak tahu? Rita yang jauh saja sudah ketahuan.


"Itu perdana sama Bayu! Ya habis aku sayang dia sih, dia yang minta tapi tidak sampai 'masuk', kok," kata Ney.


Hoooeeekkk ishhhhh aslinya... Rita hanya menggelengkan kepalanya saja dan tidak bisa berpikir apapun soal itu. Kalian pasti tahu apa maksud Masuk yang tanda kutip satu itu, tidak perlu dijelaskan author ya.. memang pergaulan Ney itu parah banget karena orangtuanya kan jauh di Jakarta. Seharusnya anak yang usia segini jangan terlalu dilepas begitu saja, Rita heran dengan orangtuanya. Apakah benar orang tuanya yang melepaskan dia untuk mandiri ataukah Ney yang ingin?


Orang Jakarta begitu lho pergaulannya berbeda dengan orang Bandung. "Sayang itu tidak seperti itu. Kalau pacar kamu sampai meminta itu, sudah jelas lelaki tidak baik. Itu hanya nafsu bukan sayang, kalau lelaki baik pasti menjaga kamu supaya kamu tidak kenapa - napa. Pokoknya lelaki yang pikirannya selalu negatif atau jorok pasti jelek ujungnya. Lah kamunya juga mau saja ya memang 11 12 ternyata ya. Memang cocok aku setuju kata Arnila, lanjutannya bagaimana?" Sudah pasti sih pernyataan Rita membuat kepala Ney pecah!


"Iya iya aku terima kritikkan kamu! Terus di saat dia ingin putus, dia nangis dong. Kan aku bingung kenapa? Aku nanya ke dia kemana saja beberapa hari. Dia jawab dengan sesuatu yang membuat aku membeku di tempat," kata Ney. Mereka kemudian terdiam dan membalas beberapa menit kemudian.


"Ya apaan.. langsung saja! Kita menunggu aku kira kamu langsung bilang!" kata Rita tidak sabaran.


"Aku kira kalian tidak membalas karena sedang pergi,"


"Sabar, Ri." Arnila menenangkan.


"Bertele - tele banget sih! Keburu aku tidur nih," kata Rita yang menahan rasa kantuknya.


"Dia itu Biseksual!" Hening. Lalu ...


"WHAAAT!?" Tulis mereka secara bersamaan lagi.


Sesudahnya Rita tertawa parah begitu juga dengan Arnila. Kenapa bisa tahu? Karena... Ney gitu. Dia begitu sih orangnya jadi kalau dapat lelaki pasti yang aneh - aneh, seperti Minto. Sudah Minto pasti ada yang lainnya lagi, yang benar jujur ada sih hanya Dino saja. Orangnya baik dan pekerja keras dan yang paling nol selingkuhan. Mantan Ney lainnya aneh dan tidak normal, kebiasaan yabg paling sering dilihat ya sama - sama tukang selingkuh. Arnila pasti lebih tahu seperti apa sepak terjang Ney. Itulah juga yang menyebabkan Arnila menjapri Rita.


"Aku ketawa parah membaca cerita Ney!" Kata Arnila.


"Sama! Yah kita tahulah Ney seperti apa kan ya. Jadi ... kalau ada yang aneh, toh dia juga sama kan," Kembali ke grup, Rita membalas, "Aku super ketawa banget bacanya tapi kaget juga. Serius?"

__ADS_1


"Ketawa kenapa sih? Iya serius dia biseksual! Dia jujur dong sama aku, dia sadarnya pas lulus kelas 1. Arya kan suka nongkrong banget sama teman - temannya di sekolah lain terus ada temannya Arya lelaki juga tapi dia cute itu juga punya perasaan yang sama. Ternyata dia itu biseksual juga! Ya akhirnya mereka jadian dong! Gila banget! Gue pacaran sama lelaki biseksual!"


Lagi - lagi Rita dan Arnila ketawa parah banget. Karena mereka mengirimkan banyak emoji tertawa super banyak. Biseksual itu artinya pelakunya suka dengan perempuan dan laki - laki, biasanya yang seperti ini langka banget ya kalau tidak gay atau lesbi. Tapi kita pasti banyak yang melihat ada laki - laki tampan berjalan beriringan lelaki di kiri, perempuan di kanan. Nah ini juga tidak bisa disebut biseksual kan.


"Kenapa sih? Memangnya ada yang lucu?" Tanya Ney tapi memang hanya mereka berdua yang mengerti.


"Tidak apa - apa hanya lucu saja. Terus kenapa putus? Biseksual kan 2 arah jadi dia masih bisa suka sama kamu, pacaran sama kamu juga. Ya asyik dong!" kata Rita yang belum selesai tertawa.


"Wah, gila! Ogah!" Tolak Ney harusnya waktu Bayu ajak Making Love, ya ini yang harus dia lakukan tapi malah kebalikan.


"Sayang banget kamu sudah Making Love jual perawan kamu sendiri sama dia lebih baik diteruskan saja pasti dia akan bertanggung jawab. Sampai gol punya anak lumayan pasti anak kamu ganteng seperti Alex," kata Rita terus tertawa.


"Aku masih perawan! Kamu bilang begitu seperti aku perempuan rendah,"


"Memang iya rendah kan. Sudah berapa lelaki yang pernah Making Love sama kamu? Perempuan Jakarta itu sedikit yang bisa menjaga keperawanannya termasuk Arnila ya. Kamu sih tidak termasuk karena kamu sudah tergoda dari awal Bayu meminta. Aku tahu lho mantan - mantan kamu dan kamu sendiri yang selalu cerita habis bagaimananya. Jadi tidak salah dong kalau aku bilang kamu rendah," Rita tidak peduli bagaimana tanggapan Ney tentang pernyataannya yang agak berani.


"Ya salah kamu juga, Ney. Kalau kamu mau dianggap sebagai perempuan biasa, kenapa kamu beri mahkota kamu begitu saja? Itu bukan sayang kalau dia sampai minta begitu," kata Arnila yang memang aneh banget.


"Sayang ke pacar tapi kamu tidak sayang ke diri kamu sendiri. Pikir saja suami kamu nanti seperti apa dengan kamu yang sudah pernah kasih untuk yang pertama," apakah Ney menangkap kalau Rita mencemooh dirinya karena dengan gampangnya dia memberikan sesuatu yang berharga kepada lelaki Biseksual! Hahahahaha! Lucu banget!


"Terus bagaimana?" Tanya Arnila yang sengaja menyela.


"Bayu bilang dia masih bisa pacaran sama aku, asalkan aku bisa menerima dia pacaran sama yang lelakinya. Ya gila aja kebayang kalau janjian kencan,"


"Ya terima saja. Karma kamu itu," kata Rita singkat dan tidak peduli.


"Akhirnya ya aku putus saja, rasa biseksual dia keluar saat lihat teman Arya dari situ aku marah - marah, Arya juga bingung dia kaget sama kondisi Bayu. Mau memberitahu aku, akunya sudah sayang banget ya sudah kata Arya biar aku yang lihat langsung,"


"Dari situ kamu mulai jadi jelek ya perilaku ya karena kecewa?" Tanya Rita dan Ney tidak menjawab sama sekali.


Kemudian Arnila menjapri, "Jangan percaya dulu semua yang Ney katakan. Aku curiga mungkin bukan Bayu yang mau begitu tapi Ney. Kamu tidak tahu kan kelakuan dia kalau di Jakarta hampir sama dengan Alex." Waduh! Serius?


"Yang aku tahu pas SMA kamu jadian sama yang namanya Ilon. Itu bagaimana?" Tanya Rita. Ilon itu yang bertemu dengan Ney disuatu tempat jadi bukan teman SMAnya. Menerima sembarang lelaki seperti itu entah kenapa dia seperti itu?

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2