
"Woi, kulex!" Panggil Rita dalam telepin suatu ketika.
Alex yang baru selesai mengerjakan pekerjaannya mengangkat dan sebal dengan sebutan Rita.
"Kulex kulex apa lah itu artinya," jawab Alex sebal.
"Ingin saja. Lagi apa?" Tanya Rita lagi sambil tertawa.
"Baru selesai kerja. Mau Gym dulu," kata Alex yang sudah berganti baju.
"Gym untuk apa? AAAA aku tahu buat pikat pikat ( merayu ) ya," kata Rita menebak.
"Iya hehehe," balas Alex ingin tahu respon Rita.
"Oke. Gudlak," jawab Rita biasa. Baru saja Rita mau matikan.
"Jangan dimatikan dulu," kata Alex dalam suaranya tampak pasrah.
"Kenapa sih? Kan mau Gym, ya sudah aku matikan. Daripada aku ganggu target kamu," kata Rita.
Alex menghela nafas. "Tidak aku bercanda, kamu ini serius sekali sih. Kamu tidak merasa marah atau cemburu?" Tanyanya sambil duduk.
"Tidak. Biasa saja. Ya hak kamu mau pikat pikat puan apa urusan saya?" Tanya Rita datar.
"Iya supaya badan aku jadi roti sobek," kata Alex agak bangga.
"Ya silakan kan memang hobi kamu itu sudah dapat pasti buat dipakai mesum kan," kata Rita.
"NGGAAAAA," Jawab Alex agak senewen. Salah dia juga sih yang mencoba memanasi eh dirinya sendiri yang kepancing.
"Tidak perlu teriak-teriak dalam telepon. Budeg nanti," kata Rita sebal.
"Kita chat saja ya ini kan internasional," kata Alex.
Mereka menyudahi dan mengobrol dalam chat. pulsa Rita sudah tentu kepotong 15.000 padahal hanya sebentar. Alex lalu menggantikannya dengan mengirimkan pulsa.
"Kenapa harus gym segala? Badan kamu kan sudah bengkak," kata Rita dalam ketikan.
"Badanku bukan bengkak tahu! Sudah dari sononya dikasih sebesar gaban begini," kata Alex tertawa.
"Kamu cocok dilahirkan jadi beruang bukan manusia! Salah pembuatan sepertinya," kata Rita tertawa.
"Kamu juga cocoknya jadi tiang listrik daripada manusia," balas Alex senyum.
"Manusia dong di mana-mana tiang listrik itu tinggi menjulang sampai awan. Aku mananya yang menjulang? Mikiiir," Kata Rita.
"Sial!" Balas Alex kalah berpikir.
Dan seterusnya mereka saling ejek sampai marah-marah. Tiba-tiba ibunya Alex menimbrung entah dari mana.
"Rita ya? Apa kabar?" Tanya Ibunya.
"MOOOOM!" Teriak Alex dalam ketikan.
"Hah? Tante? Kok bisa? Memang ini dibuat grup ya?" Tanya Rita kebingungan.
"Mana adaa itu Mom yang seenaknya masuk. Keluar doong masa iya anaknya chat masih juga diawasi?" Tanya Alex dengan sebal.
"Tante lagi di tempat yang berbeda. Habis kamu ya Mom telepon tidak diangkat ternyata sibuk chat? Suruh siapa tidak diangkat jadi mom nebeng ke sini. Sebentar ya Rita," kata Ibunya.
Dan terjadilah perang Rita hanya tertawa tampaknya Alex sering menolak telepon dari ibunya.
__ADS_1
"Kenapa? Sudah?" Tanya Rita setelah lewat 1 jam.
"Sudaaah huuuh mom padahal kan ada pengawal kenapa juga harus aku yang jemput sih?" Tanya Alex.
Ah ya Rita lupa kalau Alex adalah Tuan Muda, seorang anak jenius yang sejak usia 10 tahun memiliki perusahaan besar dan banyak. Tentu Rita sudah melihat seperti apa keluarganya, yah hidup serba ada tidak kekurangan kadang membuat dirinya dan keluarga insekur.
Tapi untungnya keluarganya sangat baik, sempat dikenalkan juga ke beberapa sepupu dan saudara disana. Dan kehidupannya memang serba mewah, sampai bisa bertemu Fernando yang rese dan Syakieb yang pernah ditaksir oleh Ney.
Ada juga keluarga besar Alex yang tidak menyukainya secara terang-terangan. Tapi Alex selalu berada di sisinya selama mereka disana. Rita tidak masalah karena baginya, semua orang tidak harus menyukainya.
"Ya jemput saja kan chat bisa nanti," balas Rita.
"Aku mau ke gym setelah selesai baru jemput. Oh iya kamu ada rencana ke Tasik lagi?" Tanya Alex.
"Ada," balas Rita.
"Baguslah hehehe," balas Alex.
"Kenapa?" Tanya Rita.
"Mom mau ke Bandung rencananya," kata Alex.
Membaca kata Bandung. Membuat Rita penasaran wah bisa ketemu dong?
"Ngapain?" Tanya Rita cari tahu.
"Mau beli sesuatu. Ya bagus deh kalau kamu mau ke Tasik," kata Alex lega.
"Kenapa sih? Kamu tidak suka ya kalau aku bertemu ibumu?" Tanya Rita.
"Bukaaan habis kalau kamu masih di Bandung, bisa-bisa ketemu juga kan. Aku mau kerja jadi tidak bisa ikut dong," kata Alex.
"Zzzz maksudnya kalau kamu tidak ke Tasik pasti bertemu Mom kan. Aku juga mau ketemu kamu begitu, tapi kan kerja," kata Alex menjelaskan.
"Iya, aku mengerti kok. Makanya aku bilang kalau kerja ya kerja saja jangan suka ikut-ikutan," kata Rita.
"Huwaaaaa!!" Jawab Alex sebal dia garuk kepala. Ada kemungkinan Rita tidak jadi ke Tasik karena ibunya ke Bandung.
"Kenapa sih lo? Begitu saja rese!" Jawab Rita kesal.
"Hahahaha kasihan. Teteh mau ke Tasik? Kapan?" Tanya ibunya tiba-tiba.
Sontak Alex marah sekali lagi-lagi ibunya muncul. Tapi tidak digubris karena chat Alex entah bagaimana dibekukan.
"Iya Tante. Belum pasti juga sih saya nunggu hari libur," balas Rita dengan sopan.
"Ikut Tante yuk. Tante mau belanja," kata ibunya semangat.
"Mau beli apa, Tante?" Tanya Rita.
"Banyak sih. Titipan barang sama makanan. Oh ya Rita suka kue?" Tanya Ibunya.
"Moooom pleaselaaaa," kata Alex yang ternyata ibunua sudah ada di rumah.
"Berisik ya kamu suruh mom diam. Dasar anak durhaka!" Seru ibunya dari lantai bawah.
Alex hanya diam dia masih tidak bisa ikut membalas tapi akhirnya bisa chat lagi.
"Rita itu suka kue yang dari aku saja," kata Alex.
"Kamu tuh ya. Kalau orang tua lagi bicara jangan ikut masuk. Jadi Rita suka kue apa?" Tanya ibunya Alex.
__ADS_1
"Suka apa saja yang penting enak. Tante suka cake?" Tanya Rita.
"Iya suka. Apa saja, kenapa?" Tanya ibunya.
"Jangan makan kue buatan Rita. Tidak enak!" kata Alex dalam chatnya.
"Masakan buatan Rita dulu kamu sampai marah-marah. Alex bawa semua masakan kamu di kamarnya lalu dikunci," kata ibunya membuat Rita tertawa.
"Tidak kok," balas Alex mukanya memerah.
"Lalu bagaimana?" Tanya Rita.
"Kakaknya mendobrak pintu, kita semua lihat kamu makan dengan pipi penuh. Seperti wajah Doraemon, melebar begitu. Tante dan Om sampai tertawa menangis lihatnya," kata ibunya membeberkan.
Rita langsung ngakak membacanya. Terbayang wajahnya yang melebar.
"Moooom kan maluuu kenapa diceritakaaaan," kata Alex dengan merah padam.
Rita masih belum bisa berhenti tertawa.
"Kan memang begitu. Sampai akhirnya sih dia nyerah karena diancam sama kakaknya. Ada kan fotonya, Tante kirimin ya," kata Ibunya.
"JANGAAAAAANNN!!!" Teriak Alex.
"Bercanda kok. Nanti kalau Teteh main sini, ada albumnya. Kocak sekali!" kata ibunya tertawa.
"Siap!" Balas Rita semangat.
"Kaliaaan jahaaat," kata Alex yang ingin menangis hari itu juga.
"Jadi bagaimana yang mau gym?" Tanya Rita.
"Tidak jadi!" Balas Alex cepat.
"Kenapa? Kan kamu mau buat roti sobek," kata Rita.
Ibunya lalu menghampiri Alex di kamarnya, dia terkejut. "Kamu mau gym lagi? Untuk apa? Pikat puan? Mesum lagi? Kamu itu tidak kapok-kapoknya ya!"
Alex salah tingkah, gara-gara Rita! Sepertinya dia sengaja membalas. "Itu..."
"Apa!? Bicara yang jelas!" Kata ibunya melipat tangannya.
"Habis Rita tampaknya suka BTS," kata Alex sambil manyun.
"Hah? Terus apa salahnya kalau Rita suka boyband? Kamu jangan lebay deh," kata ibunya keheranan.
Alex sebenarnya malu sekali mengungkapkan alasannya tapi ibu dan kakaknya sama saja. "Ya kalau badanku seperti roti sobek pasti Rita akan berhenti suka sama mereka kan," kata Alex dengan suara pelan.
Ibunya diam mencerna apa kata anaknya dan tiba-tiba tertawa sangat keras.
"Apaaaa memangnya lucu?" Tanya Alex.
"Ya ampuuun jadi hanya karena Rita suka BTS lalu kamu giat gym lagi? Rita lihat kamu bukan dari fisik jadi untuk apa kamu takut kalau Rita, cinlok dengan salah satu member?" Tanya Ibunya yang masih tertawa.
Alex hanya terdiam dia masih manyun. Dia hanya tahu kalau Rita mengagumi Park Jimin, tapi yang dia lihat ada salah satu member yang menjadi tipenya Rita. Meskipun Rita sendiri tidak menyadarinya, kalau sadar mungkin saja kan Rita berubah haluan?
Yah meski konyol alasan dia Gym, membuat keluarganya ngakak mendengar alasan Alex. Cyphrine kakaknya Alex menyukai Jungkook dan benar-benar mengejar anggota tersebut ke mana pun.
Alex tidak peduli pokoknya dia akan membuat roti sobek buatannya. Tidak sampai disana, kakaknya menduga kalau Alex akan memperlihatkannya pada Rita karena itulah dia sering kena hajar.
Bersambung ...
__ADS_1