ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(306)


__ADS_3

"Itu bukan hanya sekedar mimpi tahu! Kamu tak tahu?" Tanya Alex merasa heran.


"Ya tempe. Hanya mimpi ya bukan ada artinya jadi buat apa takut segala. Panjaaaaaang banget itu tidak tahu sampai mana ujungnya, kanan kiri ada semacam tali tapi lebaaaar jadi tidak terlihat tapi aku bisa berlari sambil memegangnya kan aneh ya," kata Rita menceritakan pengalaman mistisnya. Dia tidak tahu kalau rohnya ternyata melanglang buana akibat kekuatan besar itu. Dia dibawa pergi main jauh ke dimensi dan alam masa depan.


"Ya Allaah kamu sampai bisa begitu? Anehnya kamu tidak tahu yang aslinya," kata Alex yang tertawa karena menurutnya Rita sama sekali tidak tahu. Alex tertawa sambil menutup wajahnya, dia masih belum bisa percaya Rita terus mempercayainya sebagai mimpi.


"Lalu kamu ada mimpi yang lain?" Tanya Rita pada Alex. Kenapa tampaknya Alex seperti penasaran ya soal mimpi apa yang pernah Rita punyai?


Alex mencoba menceritakannya karena dia memiliki kesan kalau perempuan yang dulu pernah dia lihat adalah Rita. Dia ingin mencoba apakah intuisinya benar? Kalau iya, dialah selama ini yang menyelamatkan hidupnya, dialah yang menarik tangannya menjauhi dunia dibalik jembatan itu. Jembatan lain ya maksudnya bukan jembatan Siratol.


"Hmmm Aku pernah bermimpi melihat hamparan rerumputan yang luas, banyak bunga lalu ada jembatan kayu," kata Alex mengira - ira akankah ada reaksi? Tapi kalau ternyata bukan Rita pon, Alex tidak masalah. Dalam hatinya sudah menempatkan Rita sebagai sosok perempuan penting untuk dirinya.


"Kamu tidak menyebrang?" Tanya Rita. Dalam benaknya dia merasa pernah melihat mimpi yang sama seperti yang dialami oleh Alex tapi lupa kapan ya?


"Mau tapi tiba - tiba ada perempuan yang menarik tanganku," kata Alex yang masih penasaran bagaimana Rita akan bereaksi.


"Kok..." kata Rita yang tidak jadi melanjutkan.


Membaca potongan itu, Alex duduk tegak. "Ada apa?" Tanyanya mulai tidak sabaran.


'Kenapa perasaan cerita Alex mirip dengan aku ya?' Pikir Rita merasa aneh. "Siapa yang menarik kamu? Kelihatan orangnya?" Tanya Rita masa sih itu Alex yang dia tarik?


"Perempuan tapi aku tidak kenal dia. Tiba - tiba aku merasa dia menarikku, aku kebingungan dan kaget saat melihat kebelakang, ternyata ada orang lain. Dia hanya bilang, "Jangan kesana, sini saja." Aku heran siapa dia? Tapi tampaknya sangat cemas ya aku tidak jadi masuk ke sisi itu dan berdiri di depannya," kata Alex yang saat itu memang dia sedang terbaring koma sekitar 4 bulan.


Dulu saat dia membuka mata, semua orang termasuk kedua orang tuanya menangis bersyukur bahwa dirinya masih diberi banyak keajaiban. Sanak saudaranya yang berada dari negara terjauh pun datang untuk memberikan semangat, mereka semua bersuka cita saat Alex membuka kedua matanya. Dokter yang memeriksanya sudah angkat tangan karena jantungnya yang terluka parah. Tapi dengan kejadian tersebut, mereka yakin masih banyak hal yang harus Alex lakukan untuk membayar kenakalannya di tahun lalu.


"Kok aneh ya?" Tanya Rita memikirkan soal mimpi itu. Sebagian memang ada mimpi yang mampu Rita ingat, sebagian ya hilang saja.


"Kenapa?" Tanya Alex. Dia tidak bisa melihat orang yang menariknya tapi dia yakin itu perempuan dan suaranya kecil seperti berbisik tapi sangat khawatir.


"Eh, waktu kamu mimpi itu kamu pakai baju apa? Bermotif atau tidak?" Tanya Rita ingin mencari sesuatu.


"Baju biasalah kamu pikir baju apa?" Tanya Alex, seingatnya sih memang baju biasa. Bukan pakai pakaian yang ada di Rumah Sakit.

__ADS_1


"Putih atau kotak - kotak biru?" Tanya Rita.


"Saat itu aku koma pertama masuk RS memakai baju kotak - kotak biru. Kenapa laa," kata Alex dengan kata kebiasaannya yang selalu dia keluarkan.


Rita kaget, itulah baju yang dia lihat waktu itu tapi dia tidak bisa melihat wajahnya dari leher sampai wajahnya. Dia tidak menyangka kalau itu adalah Alex! 😳😳😳


"Aku juga mimpi ada hamparan rerumputan dan banyak bunga - bunga indah lalu saat sedang memandangi mereka, aku lihat sebelahku ada lelaki yang berjalan ke tempat lain. Tapi aku dapat firasat tidak enak sih kalau lelaki itu masuk ke arah sana seperti tidak akan kembali lagi jadi aku secara tiba - tiba lari kearahnya. Sebisa mungkin jangan masuk," kata Rita lalu berhenti apa jangan - jangan lelaki itu...


"I found you!!!" Teriak Alex lalu berjingkrak sangat senang. Dia senang akhirnyaaa selama ini pencariannya membuahkan hasil, dia yakin bisa menemukannya meski di saat dirinya sudah hancur sekalipun.


"Ooooh....! Itu kamu ya!? Hahahaha!" Kata Rita tertawa meski sangat aneh. Kok bisa ya?


"Ya itu aku? Kenapa laa kamu tarik aku? Aku ini sudah lelah dengan yang ada di sekitarku atau kamu jatuh cinta pada pandangan pertama denganku?" Tanya Alex dengan percaya diri.


"Idihhhh percaya diri sekali! Aku kan tidak tahu wajah kamu hanya hafal warna baju dan motif," kata Rita tertawa membaca kalimat Alex.


"Kok bisa ya? Bisa terhubung seperti itu?" Tanya Alex yang akhirnya bisa bernafas lega.


"Aku juga tidak tahu. Mungkin ada makna tertentu memang aku bilang seperti 'Jangan kesana, sini saja.' Aneh sih. Maksudku sih ajak kamu main di tempat aku berada," kata Rita.


"Itu kamu waktu usia berapa sih?" Tanya Rita tiba - tiba tampaknya bukan di waktu seusia dengannya.


"Aku SMP. Berarti... kamu SD!?" Kata Rita lagi dengan histeris. Mereka berdua kan memang beda 5 atau 4 tahun kalau tidak salah, Author nya sendiri lupa hahahahaha..


"Bukan... aku sudah SMA," Kata Alex. Membuat Rita tertawa keras nih orang sama sekali tidak mau kalah.


"Sudahlaaah... buat apa sih kamu bohong segala? Tak mau disebut anak kecil ya?" Tanya Rita.


"Aku tak bohong. Aku itu otaknya sangat pintar. Serius!" Kata Alex membuatnya percaya. Yah memang mana mungkin sih ada yang percaya tapi dia memang jujur.


"Tapi iya juga sih... omongan kamu songong soalnya," kata Rita. Yah, percaya saja deh kalaupun bohong nanti juga ada balasannya.


"😒😒😒😒," kata Alex membalas perkataan Rita. Memang dia mengakui sangat membanggakan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa bisa naik ke SMA? kamu sogok ya kepala sekolahnya. Kamu kan punya banyak uang," kata Rita menebak.


"Bodoh! IQ aku melebihi Einstein 😤😤," kata Alex.


"Bohoooong! Kamu tukang bohong cerita itu yang biasa sajalah," Kata Rita yang masih tidak percaya.


"Fine! Wait!" Kata Alex lalu dia mulai membuka laci dokumen miliknya dimana terdapat surat kelulusan sekolah semasa SMA. Dia menfotokan ijazahnya lalu surat keterangan sewaktu dirinya diperiksakan kecerdasannya ke beberapa semacam gedung kedokteran. "Ini buktinya,"


Rita melihat semua keterangan itu dan menganga melihatnya. Banyak angka yang tidak Rita mengerti tapi nampaknya Alex tidak berbohong. Nampak jelas juga dari ijazahnya nilai semua mata pelajaran dengan skor 100. Dan keterangan IQ nya yang diatas dari Einstein. Lalu kemudian Alex hapus.


"SERIUS!?" Teriak Rita bersamaan dengan dalam ketik dan suaranya lalu menutupnya secepat kilat.


"Iya serius laa masa aku berbohong soal pendidikan," kata Alex kemudian merapihkan kembali semuanya. Memang pastinya harus ada buktinya.


"Kamu naik begitu saja dari SD ke SMA!? Tanpa ada syarat?" Tanya Rita masih tidak percaya kalau lelaki songong ini nyatanya otaknya pintar parah. 😳😳😳


"Iya waktu SD aku pernah kena bully juga karena dalam kelas itu aku dibilang hanya wajah tampan tapi perilakunya macam pengecut. Lalu dalam bully itu mereka menguji aku untuk mengerjakan soal SD yang kelas 6, kalau di negara kamu ya," jelas Alex yang kemudian turun ke bawah mengambil salah buah yang dibuat oleh salah satu maidnya. Lalu kembali ke dalam kamarnya.


Rita kaget iya juga sih biasanya orang pintar lebih banyak yang membully. "Terus kamu bisa kerjakan semuanya?"


"Tentu saja hehehe... sangat lancar dan mereka yang membully ku tidak percaya lalu memberikan tugas itu kepada orangnya dan kabarnya nilai mereka 100 sempurna!" Kata Alex sambil memakan salad nya dengan lahap dan tersenyum.


"Mereka tidak membully lagi?" Tanya Rita. Ini sih bukan main - main lagi.


"No. Mereka mengujiku lagi dengan soal kelas 3 SMP," Kata Alex mengingat lagi bagaimana semua murid di sekolah itu terkejut.


"Lalu?" Tanya Rita penasaran.


"Ya sama saja hasilnya hehehe," kata Alex.


"Jangan - jangan setelah itu mereka membuat kamu mengerjakan tugas mereka?' Tanya Rita.


"Tidak sebelum itu terjadi, aku membuat sebuah kode tulisan dimana beberapa guru sadar itu tulisanku dan mereka mengerti apa maksudnya. Ketahuan lah kemana mereka membawaku dan mereka dimaafkan tapi diskors selama 3 bulan untuk Home Schooling. Tapi berkat mereka, semua guru yang meremehkan dan semua murid yang menganggap ku Nerd, melihat dengan jelas kemampuan otakku melebihi mereka." Kata Alex sangat bangga. Bagaimanakah reaksi Rita setelah mengetahui ini?

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2