ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
454


__ADS_3

"Lalu bagaimana?" Tanya Alex ingin tahu karena yah, dia diusir begitu saja oleh salah satu khodam Koko. 🤣🤣🤣


"Soal Ney atau Arnila, kamu tidak perlu heboh deh. Yang tahu mereka bagaimana itu hanya aku, sedangkan kamu hanya si tukang intip minus attitude," kata Rita membalas membuat Alex bete!


"Iya iya aku tidak akan begitu lagi. Semuanya terserah kamu toh kamu yang mengenal mereka bukan aku. Hanya... aku inginnya kamu masih berteman sama Ney yaaaa kalau pun kamu enggan berteman juga... baik-baik saja dengan dia ya," kata Alex sambil memberikan emoji senyum.


"Terserah saya!" Jawab Rita. Nih orang kadang memang senang sekali mengatur. Terasa sekali kalau memang dia senang mengatur hidup orang. Berasa dia sempuuurnaaa..


Alex menghela nafas dia tahu tidak akan semudah itu Rita bisa menerima mereka berdua lagi. Karena ulahnya dan mereka yang sok menjadi teman, membuat hati Rita menutup untuk mereka lagi.


"Aku hanya bilang begitu saja, memang pemikiran Ney itu semrawut. Yang aku lihat, dia menghubungkan kamu dengan banyak orang yang tidak jelas, itulah yang aku tidak suka. Seperti dia punya rencana menghubungkan kamu entah siapa," kata Alex mengeluarkan apa yang dia lihat.


"Kenapa tuh? Memang dia mah apa-apa tidak jelas. Lihat ramalan aku isinya kecelakaan semua, kan gila," kata Rita.


Alex membacanya dan kaget. "Astagfirullah, dia bilang begitu?" Tanya Alex tidak percaya.


"Sudahlah, jangan pura-pura kamu peduli saya. Kan kamu yang tetap ingin aku berteman kenapa bukan kamu saja yang jadi teman dia? Free tuh," kata Rita.


"Idih, tidak mau laa teman siapa juga dia. Aku sudah cukup dengan temanku yang sekarang. Aku yakin nanti kamu akan tahu penyakit yang dia derita sejak kecil apa," kata Alex. Yah, karena penyakit itu juga dia enggan menjadi temannya.


Alex berpikir kalau dia memaksa Rita untuk terus jadi temannya, lalu kenapa dia menolak?


"Kamu terus memaksa aku untuk jadi teman dia meskipun ya dia MERUNDUNG aku? IKUT-IKUTAN ajakan iblis dari kamu dan dia setuju melakukannya. Tapi kamu sendiri tidak mau jadi teman dia. Kenapa? JAWAB!" Kata Rita.


"Damn! you can read my mind, are you? ( Sial! Kamu bisa membaca pikiranku, ya )?" Tanya Alex karena baru saja dia berpikir seperti itu eh tahu-tahu Rita bicara.


"Hah? Mana ada. Kalau bisa juga aku langsung tahu muslihat si Kuney kan, tidak akan ada kejadian begini apalagi sampai aku kenalkan dia ke kamu," kata Rita.


Ua Mori dan yang lainnya juga keheranan. Kok Rita bisa ya seperti tahu apa yang Alex pikirkan?


Alex termenung. "Iya juga sih ya, yang seperti ini pasti bisa kamu hindari kan," kata Alex yang kebingungan.


"Aku kan senang melakukan hipotesis, menyelidiki apalagi kamu banyak celahnya. Alias memang bodoh," kata Rita yang tertawa keras.


Alex bermuka datar membacanya, tapi juga dia mengakui bahwa Rita sangat cerdas. Alex harus hati-hati karena perkataannya bisa membuatnya jatuh ke dalam jebakannya sendiri.


"Lalu kenapa si Kuney berbuat begitu sih? Apa untungnya bagi dia?" Tanya Rita keheranan. Memang itu otak Ney perlu di reparasi.


"Mana aku tahu. Yah memang aneh tapi dia ada niat sedikit untuk membantu hanya yaa caranya salah malah setuju ikut merundung. Omongannya kamu bisa memaklumi? Tidak ramah," kata Alex.


"Ya mana ada aku memaklumi apalagi sudah kenal dia sampai 6 tahun lebih. Memang omongannya begitu jadi aku sering tidak pedulikan," kata Rita mengingat kenangan terburuk saat curhat mengenai keluarga kepadanya.


"Hmmm sepertinya kamu memang sudah sakit hati sama dia dari dulu. Dan kamu memang sudah berjaga jarak tapi dia yang selalu mendekati kan," kata Alex.


"Sudah sudah aku tidak mau kamu ikut campur lagi soal mereka dan aku. Cukup kamu selesai sampai di sini, aku juga tidak pernah ikut campur soal teman-teman kamu kan," kata Rita.


"Iya sih," balas Alex. Ya Rita memang sama sekali tidak pernah keberatan atau pun bertanya soal temannya. Mereka punya masalah apa juga, Rita hanya membaca ceritanya.


"Mau teman kamu baik atau buruk sekalipun, kamu yang menjalani. Tapi aku memang tidak setuju kalau mereka mulai menarik kamu ke dunia gemerlap," kata Rita sangat kesal.

__ADS_1


Kenapa ya dia punya teman tapi tidak ada yang mengerti soal penyakitnya sejak lahir? Masa iya baru Rita yang melarang?


Alex tersenyum, dia malu sekali namun senang karena Rita memperhatikannya.


"Iya, terima kasih kamu sangat peduli sama aku," kata Alex yang masih ketawa malu-malu.


"Soalnya kamu tidak peduli dengan jantung kamu sendiri, sudah tahu ada cacat malah diperparah mau kamu berakhir tragis dengan kakak kembar kamu?" Tanya Rita kemudian ganti baju dengan piyama.


"Tidak laa aku kan sudah bertemu kamu masa menjauh lagi," kata Alex cemberut. Ya bagi Alex, Rita sangat penting untuk kesehatan jantung dan membuatnya selalu waras.


"Benar ya jangan kembali ke dunia gemerlap lagi. Sayangi tubuh kamu sendiri dong," kata Rita simpati pada Alex.


"Iyaaa. Kalau... kamu sudah tahu penyakit Ney, apa kamu mau jadi teman dia? Bukan sahabat atau teman dekat," kata Alex.


"Big No. Kenal saja sebatas itu tanpa perlu aku kenal dekat atau ya begitu. Aku tidak mau lagi mengalami perundungan meski itu alasannya untuk kebaikan tapi tetap. Perundungan itu tidak diperbolehkan dan aku bisa laporkan itu ke KOMNAS HAM!" kata Rita galak.


Alex menepuk dahinya, dia baru tersadar kalau di Indonesia perundungan itu ada undang-undangnya. Untung saja Rita bisa memaafkannya tapi akan sulit untuk Ney dan Arnila.


Rita sejak dulu mempercayai Ney dan Arnila tapi itu semua hancur menjadi debu saat mereka memutuskan setuju untuk ikut merundung. Alex menyesal!


"Sebenarnya gejalanya itu sudah ada sejak kamu kenal dia. Sangat terlihat," kata Alex.


"Seharusnya dia tahu diri kalau sudah terlihat begitu, dia sara kalau hanya sedikit orang yang bisa menerimanya. Katamu penyakit dia sudah ada sejak kecil kalau begitu yang bisa membantu dia bukan aku," kata Rita berpikir.


"Lalu siapa?" Tanya Alex yang memang menduga sama.


"Psikiater berarti. Nah aku jadi ingat saat dia banyak menjelekkan ku soal sifat, kepribadian dan kelakuan dia. Aku jadi yakin 1000% sekarang kenapa dia berkata begitu," kata Rita yang sudah mengumpulkan semua bukti.


"Itu maksudnya ya dia sendiri. Dia pernah bilang sama aku untuk memeriksakan aku ke Psikiater. Aku normal tapi yang tidak itu dia, sebenarnya dia sendiri ingin aku terlihat sakit. Benar tidak?" Tanya Rita pada Alex.


Alex bengong. "Aku sama sekali tidak tahu soal itu," tidak percaya.


"Iyalah, kan aku sudah bilang kamu itu tidak tahu apa-apa soal Ney jadi jangan sok tahu. Arnila bilang dia pernah kena rundungan dan kamu tahu, apa kata dia?" Tanya Rita.


Alex terdiam lagi. "Apa?"


"Dia bilang, "Bukannya teman sejati itu harus sama-sama saling menanggung rasa sakit ya? Jadi wajar kan kalau aku merundung kamu karena aku juga pernah dirundung? Jadi kamu bisa merasakan perasaanku waktu dirundung. Dan kenapa aku menambahkan-nambahkan sifat ya supaya kamu bisa keterima dengan baik di keluarga Alex." Masa ngomong begitu?" Tanya Rita.


Alex menjadi semakin bersalah, karena kehadirannya membuat Rita memiliki masalah cukup sulit.


"Terus kamu tidak mungkin diam kan," kata Alex geram dengan yang diceritakan oleh Rita.


"Aku jawab, "Dasar orang gila! Teman sejati itu bagi kamu salah semua maknanya. Pantas selama ini tidak ada satupun orang yang mau dekat sama kamu. Bercermin dulu siapa yang sebenarnya tidak punya teman? Yang tidak pernah diterima banyak orang itu siapa? Gila! Menyesal aku sudah kenal kamu, memang sakit hati aku itu sudah lama sejak kenal kamu." Ya memang sudah lama," jelas Rita.


"Maafkan saya!! Aku memang terlalu sok tahu tanpa tahu sebenarnya kamu sudah menderita sejak lama dan sekarang ditambah dengan kehadiranku," kata Alex sedih dan menangis.


"Sudahlah, buat apa kamu peduli sama penderitaan aku? Aku bilang ke Ney sudah mengalami banyak perundungan karena aku anaknya pendiam. Dia kemudian diam, aku juga bilang ke dia jangan sok tahu kamu mengenal orang. Jangan mentang-mentang punya ilmu setan, kamu anggap bisa tahu," kata Rita yang memang langsung mengutarakan kekesalannya.


"Tidak, aku peduli. Selama ini aku salah menduga," kata Alex menjelaskan.

__ADS_1


"Aku sudah lama kenal dan menganggap teman, aku sudah terbuka sama dia apapun masalahnya aku siap menampung. Tapi saat aku ada masalah, apa yang dia lakukan? Menjauh. Sakit kan?" Tanya Rita.


"........" kata Alex.


"Jadi untuk apa aku masih peduli? Terserah dia sajalah. Sekarang malah ditambah kamu, ya aku tahu alasan dia seperti itu. Dia ingin mendapatkan pamor, kalau dia berhasil kamu dan aku hancur," kata Rita.


"......" balas Alex. Dia tidak terpikirkan kesana dia menduga Ney adalah teman yang baik ternyata...


"Kata Koko kita itu sudah sama-sama dewasa, urusan mengingatkan juga kalau orangnya tidak mau menerima, ya tinggalkan," kata Rita.


Alex mencerna apa yang di ketik oleh Rita. Dia juga memeriksa semua chat dalam WA di grup privasi antara Rita dan Ney, Arnila dan Ney serta Rita dengan Arnila.


Apa yang Alex tangkap, mereka berdua sudah banyak salah paham ke arah Rita. Dan bukannya diperbaiki malah semakin parah dan jauh.


"Ya sudah, aku tidak akan memaksa lagi. Kamu tidak mau mendengarkan juga apa kata aku," kata Alex yang menyerah persoalan dengan Ney memang sangat panjang.


"Sekarang begini. Contoh ya kamu punya teman seorang penjahat apa kamu masih mau berteman dengan dia?" Tanya Rita.


"Ya tergantung kejahatannya seperti apa," kata Alex dengan tenang.


"Kamu kelihatannya orang yang bisa menerima orang jahat ya termasuk yang toxic sekalipun," kata Rita menerka.


"........"


"Soalnya pribadi dan kebiasaan kamu toxic ke aku, ada kemungkinan karena banyak orang yang meracuni pikiran kamu," tebak Rita.


"........"


"Orang toxic itu kan senang menghancurkan hidup orang, kamu juga begitu. Kamu menghancurkan aku dengan irang yang pernah aku anggap sebagai Teman aku," kata Rita.


"Soal itu apa kamu jangan-jangan sengaja soal Ney?" Tanya Alex.


"Iya," balas Rita langsung.


"Why? You not trust her? ( Kenapa? Kamu tidak mempercayainya )?" Tanya Alex yang tidak menyangka.


"Why not? Toh buktinya nyata kan bagaimana kelakuannya. Mau dengan alasan apapun, aku tidak bisa menerima dia lagi," kata Rita.


"Alasannya kamu sengaja?" Tanya Alex. Geram dengan sikap Ney, geram juga dengan sikap Rita yang ternyata mengumpankan Ney kepada dirinya. Rita, punya maksud apa?


"Aku ingin lihat warna asli Ney seperti apa karena kamu laki-laki yang di idamkan oleh dia. Sampai dia mengaku kalau kamu adalah bagian dari doanya," kata Rita.


"WOOOOTTTT," Kata Alex. Ternyata apa yang dia pikirkan sangat jauh dari niat Rita.


"Ternyata toxic. Kamu juga sama, coba kalian jodoh alu yakin dalam sehari kekayaan kamu ludes, penuh dosa. HIIIYYY amit-amit 1000x," kata Rita sambil mengetik jarinya lalu diketukkan ke dahinya.


"Ya janganlaaa. Aku langsung koit juga kan. Ah, jadi itu tujuannya aku lega. Jadi menurut kamu kelakuan aku toxic?" Tanya Alex yang sama sekali tidak tahu.


"Iya. Sangat. Kamu baca deh ciri kelakuan kamu seperti apa mungkin yang membuat kamu sulit dapat banyak teman ya karena kamu terlalu percaya pada perkataan Toxic. Sampai tidak sadar, kamu juga berubah toxic," kata Rita lalu istirahatkan tangannya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2