
Lalu Alex menceritakannya pada kakaknya yaitu Jasmine yang berada di Inggris. Bukannya dibela malah kena marah juga ๐ ๐ .
"Rita itu hanya ingin meringankan beban kamu saja tapi kenapa kamu malah marah meledak begitu sih? Hanya memberi saran bukan memaksa kamu untuk bercerita kan. Coba baca lagi," kata kakaknya yang menggelengkan kepala.
"But but but..." kata Alex yang mencari pembelaan.
"READ!!" Kata kakaknya yang gemas sekali. "Any option? ( Ada pilihan? )"
"Tidak ada. See? She's force me for talk about it ( Lihat? Dia memaksaku untuk membicarakannya )," kata Alex yang keukeuh.
"Kamu ini kan mantan playboy kenapa jadinya seperti anak polos sih? Dulu kamu banyak pengalaman mendekati banyak perempuan, kemana semua ilmu itu sekarang? Masa kamu sama sekali tidak bisa memahami Rita?" Tanya Jasmine yang tertawa keras membaca kalimat adiknya.
"Iya juga ya. Aku tidak tahu kenapa saat bersama Rita terasa seperti lelaki bodoh," kata Alex yang teringat kalau dia kan memang mantan Playboy.
"Hahahahaha! Ternyata Rita mampu membuat kamu sangat bodoh! Rita itu polos baik dalam pikiran atau tingkahnya. Apa dia pernah punya pacar?" Tanya Jasmine heran.
"Katanya tidak pernah dan aku menyelidikinya juga memang tidak pernah berpacaran. Bagus kan," kata Alex dengan hati gembira, berpikir dia punya banyak kesempatan mendapatkan Rita hanya memang pasti sebuah ujian juga.
"........... serius? Kalau begitu pantas saja," kata Jasmine berpikir. Apapun gombalan yang dibuat adiknya sama sekali tidak ada efek pada Rita apalagi semuanya dipantulkan sejauh mungkin.
"Why laaa," kata Alex. Kakak perempuannya memiliki intuisi yang lebih tajam mungkin karena perempuan ya.
"Kamu harus lebih sabar saja. Dia masih putih bersih dan pikirannya belum ternodai seperti kebanyakan perempuan yang kamu temui. Kamu pernah menggombal dia kan? Bagaimana tanggapannya?" Tanya kakaknya menahan tawa.
"Jangan ditanyakan. Aku lelah mengusahakan itu, dia sama sekali lurus padahal aku banyak usaha๐๐," kata Alex dengan sedih.
Jasmine tertawa terbahak - bahak membacanya ternyata semua usaha dia sama sekali tidak ada yang bisa melelehkan Rita. Lucu sekali tingkah Alex yang tampaknya sudah tepar karena semua gombalannya sama sekali tidak bisa menembus kepahaman Rita.
"Hadapi Rita itu seperti awal kamu baru mengenal masa pacaran karena masalahnya lawan kamu itu orang yang menjaga dirinya dengan baik. Dulu kamu kenal yang berkerudung juga kan? Bisa kamu bedakan?" Tanya kakaknya.
"Ohhh itu.. Yaa waktu bicara dan setelah bertemu sangat jelas berbeda. Rita bagaimana ya?" Tanya Alex.
"Dia kaget setengah mati dan kamu akan diamuk massal sama dia. Siapkan diri saja," kata kakaknya yang tertawa ngakak sampai pegang perutnya.
"๐ฐ๐ฐ๐ฐ๐ฐ serius cik? Koma lagi dong di tempat. CIKPUAAAAANNN๐ญ๐ญ๐ญ," Alex frustasi ternyata Rita tidak akan semudah itu melupakan kekesalannya apa yang Alex lakukan. Karena Rita juga membalas perlakuan Ney dan Arnila kepadanya dengan lumayan menohok.
Cikpuan ( Melayu ) \= kakak / teteh / mbak
__ADS_1
"Aku sudah bilang berapa kali kan sama kamu kalau tidak semua puan ( Perempuan ) itu sama contohnya sekarang kamu hadapi Rita. Dan jangan terlalu membenci sesuatu dengan sangat karena pasti ujungnya ya seperti ini. Kamu sangat membenci Indonesia eh bagaimana kalau jodoh kamu malah orang Indonesia? Hayoo! Seperti sekarang kamu mulai bucin sama Rita," kata kakaknya mengingatkan.
"Sudahlah ciiikkk๐๐๐tapi dia juga ternyata benci banget dengan Malaysia," kata Alex.
"Oh ya? Kalian berdua ternyata sama saja HAHAHAHA malah dipertemukan. Sepertinya Allah SWT ingin tahu bagaimana respon kalian berdua kalau dipersatukan. Apakah semakin benci atau falling in love. Kamu sudah suka dia yaaa. Takdir kalian berdua itu unik, berhentilah membuatnya marah dan bertengkar, bodoh!" Kata kakaknya senyum sendirian.
"Habis dia sendiri sama sekali tidak sadar kalau aku beri kode," kata Alex yang manyun.
"Iya kamu bilang saja langsung mau apa mau bagaimana. Yang kakak lihat, dia memang tidak mengerti kode dan... dia masih putih jadi seperti bayi, kamu kasih kode atau gombalan pasti mental semua HAHAHAHAHAHA aku sampai sakit perut!" Kata kakaknya membuat Alex semakin cemberut lalu menyudahi obrolan.
Alex cemberut dan memajukan kedua bibirnya sambil mengetik kepada rekan kerjanya. Lalu memikirkan apa yang dikatakan oleh kakaknya, jadi Rita itu memang benar - benar bersih pikiran atau apapun itu cara berpikirnya pun di luar dugaan. Sederhana sekali tapi Alex tidak bisa menyeimbangkan pemikirannya. Dia selalu lupa menganggap Rita sama dengan kemampuan otaknya padahal jauh sekali๐๐๐.
"Dia itu membuat pilihan tidak tertulis kamu mau cerita ya silakan supaya kamu lega, maksudnya begitu. Supaya kamu bisa melupakan Kayla toh dia juga sudah tidak ada. Kenyataannya Rita bisa menebaknya ya kan. Itu murni hanya tebakan bukan karena dia bisa tahu kamu dan Kayla seperti apa. Dia tidak punya kemampuan seperti kita, yang cikpuan lihat sih," kata Jasmine masih terus terkontak dengan Alex.
"Kalau aku tidak mau cerita?" Tanya Alex yang sudah biasa lagi.
"Ya itu pilihan kamu, dia tidak akan memaksa kamu harus cerita sama dia. Kalau kamu memutuskan memendam semuanya, kamu tidak akan bisa melupakan Kayla dan mungkin akan kamu lakukan sama terhadap Rita," kata kakaknya sambil menyiapkan makan malam.
"Aku tidak akan melakukan hal yang sama, cik," kata Alex.
"Kamu akan melakukannya secara tidak sadar karena kamu akan menempelkan karakter Kayla pada Rita dan itu yang akan membuat Rita terluka lebih parah dari sekarang. Kalau kamu ingin merasakan kehilangan lagi," kata Jasmine dengan yakin. Menurutnya adiknya sudah keterlaluan kalau ada niat seperti itu.
"Apa yang kamu alami, itu bukan kesalahan kamu, berhentilah terus menyalahkan diri. Kamu juga sudah memperingati dia waktu itu, kami juga bergerak menghalangi tapi apa mau dikata memang takdirnya harus berjalan seperti itu. Baiknya mungkin Rita memiliki sifat sama seperti Kayla, pemikirannya sangat berbeda," kata Jasmine yang lalu menyuapi kedua anaknya bubur dan nasi.
"Kadang aku menyesal kenapa dulu aku benar - benar kembali lagi sama dia kalau saja tahu akan bertemu dengan Rita, aku pasti bertahan," kata Alex yang sedih merasa dirinya sudah banyak melakukan hal haram dan Rita harus merasakan dirinya yang sudah tidak perjaka lagi.
"Jangan salahkan cik ya, saya sudah peringatkan jauh hari. Tapi kamu tak pernah dengar apapun dan berpikir kalau cik ingin mendekatkan kamu dengan teman cik. Rita sama sekali tidak punya niat jelek, coba kamu lebih buka hati dan lihat Rita dengan baik. Yang dulu yah mau bagaimana lagi, itu pembelajaran buat kamu. Rita sudah tahu masa kelam kamu kan? Tahu kalau kamu sudah tidak perjaka?" Tanya kakaknya.
"Tahu," kata Alex dengan menundukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana reaksinya?" Tanya Jasmine.
"Kecewa sih tapi setelahnya aku menyadari setelah mencoba membaca isi pikirannya tidak ada hinaan atau mengatakan hal jahat lainnya. Lurus saja," kata Alex yang membuatnya heran.
"Oh... karena dia berpikirnya secara realita sih. bukannya itu bagus daripada orang yang banyak mengungkit? Asalkan kamunya berhenti memancing saja, dia kalau kesal bakalan lebih parah judge kamunya," kata kakaknya berpikir kalau Rita mudah dipahami tapi masalahnya adiknya akan sulit memahami Rita. Ini ujian untuk Rita.
"Eh? Begitu. ๐๐๐iya dia kalau menyindir parah banget kesal banget ya ke aku, cik," kata Alex mengingat - ingat.
__ADS_1
"Ya makanya jangan memancing. Kalau kamu merasa mau mengatakan sesuatu tapi kami tahu Rita akan marah, jangan lakukan! Kamu harus paham dia dulu, sederhana kok jangan selalu pakai logika. Kasihan Ritanya sama sekali tidak mengerti aku saja kalau kamu mulai bicara ilmiah lebih baik tinggal kan. Rita juga sama kamu jangan samakan semuanya setara dengan kamu. Kamu suka lupa," Jasmine mengingatkan sambil sesekali makan malam juga. Suaminya membantu menyuapi salah satu anaknya, mereka berbagi tugas.
"With who you talk? Seem soo seriously ( Dengan siapa kamu bicara? Kelihatannya sangat serius )," kata suaminya yang memperhatikan Jasmine dari mulai ketawa sendiri lalu sekarang sangat serius.
"My stupid Young Brother," jawab Jasmine membuat suaminya tertawa - tawa lalu mengajak anaknya untuk menari. Jasmine melihat kelakuan suaminya dan menggelengkan kepalanya kadang suaminya juga sering membuat kekonyolan.
"About what? ( Soal apa? )" Tanya suaminya keheranan.
"Like always. Woman. He meets a woman who doesn't like Malaysians while my younger brother doesn't like Indonesians ( Seperti biasa. Wanita. Dia berkenalan dengan wanita yang tidak menyukai orang Malaysia sedangkan adik laki - laki ku sendiri tidak menyukai orang Indonesia )," jawab Jasmine sambil tertawa.
"WOW!! Just like you said to your little brother don't hate something too much. It's a lesson for both of them. But if there are people who should not be liked, it is better not to approach them ( Tepat seperti yang pernah kamu katakan ya pada adik lelakimu jangan terlalu membenci sesuatu. Itu menjadi pembelajaran mereka berdua. Tapi kalau ada orang yang patut tidak disukai lebih baik jangan didekati )." Kata suaminya membuat Jasmine mengangguk setuju.
"This is karma for them both ( ini adalah karma untuk mereka berdua )." kata Jasmine sambil menahan tawa.
"Aku akan minta maaf pada Rita," kata Alex kepada kakaknya meskipun menyadari dia sendiri sudah memblok Rita.
"Ya jangan suka memancing emosi perempuan ya. Kelar hidup lo!" Kata Jasmine menertawakan Alex.
Alex terdiam selama ini dia memang suka memancing ya? Mungkin sudah banyak kesalahpahaman yang terbaca oleh Alex makanya Rita sering uring - uringan. Tapi sekarang dia juga punya jurus pemungkasnya, denda. Setiap Rita marah - marah dalam satu kalimat, akan kena denda 5000 rupiah. Dia menunggu balasan dari Rita berharap Rita masih mau bicara dengannya. Kali ini dia yang memblokir Rita merasa pasti Rita sedih atau panik, Alex tersenyum akhirnya bisa membalasnya.
"Sudah tidak marah?" Balas Rita bertanya saat sesudah maghrib.
Alex tersenyum senang sekali Rita membalas chatnya. "Sudah tidak. Maaf aku kira kamu sengaja. Aku cerita pada kakakku dan malah kena marah,"
"Hahahaha kasihan," kata Rita yang menertawakannya.
"Bagaimana rasanya kena blokir? Kamu bisa seenaknya main blokir Ney dan aku. Itu tuh sangat menyakiti hati sekali kelakuan kamu itu. Kamu tidak panik waktu aku blokir?" Tanya Alex sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dengan wajah yang... menantang.
"Tidak. Biasa saja. Kalau ada orang yang mengganggu dan senang berkata jelek, ya memang pasti masuk daftar blokir. Itu wajar kok. Memangnya kamu akan berteman dengan orang yang sudah tahu dia seorang penjahat? Tidak kan. Jadi ya aku biasa saja kamu blokir," kata Rita dengan santai sambil melipat mukenanya.
"........." membaca apa balasannya membuat mulut Alex menganga lebar. Baginya memblok orang itu wajah?!
"Kenapa sih? Hak kamu itu mau blokir aku sampai tahun depan juga tidak apa - apa," kata Rita lagi.
"Tapi waktu kamu blokir aku, aku sedih lho," kata Alex yang masih bengong dengan perkataan Rita. Tampak santai sekali padahal Alex sendiri kebas jantungnya.
"Hahahaha kenapa? Lebay amat!" Kata Rita tertawa tidak bisa membayangkan kalau Alex benar - benar ada hati untuknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...