ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(312)


__ADS_3

Alex kemudian kembali ke kamarnya membawa baki penuh makanan serta yoghurt plain. Lalu duduk di atas karpet lantainya yang berbulu dan empuk itu. Dia melahap makanan itu dengan senyuman lebar.


"Hei, sudah bangun?" Tanya Rita memastikan. Malam menjelang lagi, besok Rita hanya ada di rumahnya saja. Istirahat lalu kuliah saat sore harinya.


"Sudah hehehe Terima kasih ya pelayanannya. Nih hadiahnya," kata Alex sambil memfotokan semua makanan yang ada di bakinya.


"Heh! Bayar!! Dasar pelayanan apaan! Mesum lo! Asyik banget itu makanannya, saladnya saja aku sampai keluar ludah. Aku juga baru saja buat banyak makanan lho. Aku buat ini," kata Rita yang tidak mau kalah lalu mengirimkan foto makanan yang dia buat tadi. Ada Rabokki ( Ramen + Topokki ), sushi roll dan ada takoyaki juga hotang dengan 2 jenis yang berbeda ( taburan kentang isi sosis dan satu lagi isi Mozarella dan sosis ).


Melihat itu, Alex menelan ludahnya tampaknya sangat lebih enak makanan yang Rita buat itu. Kemudian mereka saling tertawa dan memakan makanan mereka punya masing - masing.


"Lanjut obrolan ya sambil makan. Kamu bilang kasur dan goyangan menurut kamu bagaimana?" Tanya Alex yang masih penasaran dengan apa maksud perkataan Rita.


"Maksudku goyangan saat tidur begitu lho. Mana mungkin kamu tidur tanpa gerak kesana kemari kan?" Tanya Rita membuyarkan pikiran Alex yang liar.


"😑😑😑," jawab Alex. Jadi itu maksudnya? Lalu Alex tertawa keras pikirannya saja yang kacau ternyata artinya berbeda dengan isi otak Alex.


"Memangnya bisa kamu tidur goyang - goyang ada irama? Paling juga itu suara kentut," kata Rita sambil tertawa makan hotang.


"PUHAHAHAHA!! Aduuh sakit perut akuuu... kamuuu ini tengah malam lho buat aku tertawa sampai mengompol nanti kena marah makcik!" Kata Alex pelan - pelan dan dia juga sambil memakan makan malamnya.


"Ya salah kamu itu," kata Rita yang ikut tertawa keras juga hanya tidak bisa keluar tertawa keras. Hotang Mozarellanya sudah habis. Lalu Rita memakan Rabokki sambil sesekali membaca ponselnya.


"Oke, kita lanjut ya wawancaranya. Seruling kamu bisa memainkannya?" Tanya Alex sambil makan salad.


Rita membacanya, mulutnya penuh dengan ramen dan topokki. "Susah!" Katanya yang meminum air kuah ramen itu dengan sedap.


"OMG. Sudah bagaimana hanya tinggal ditiup saja kan?" Tanya Alex yang menghela nafas, jadi yang bisa dikuasai Rita tampaknya hanya yang mudah.


"Ada iramanya juga kan aku pernah di tes, puuut piiiit piiiit kena hukuman karena selalu salah nadanya," kata Rita teringat akan hukuman yang diberikan guru seninya yaitu berdiri selama 1 jam. Dan bukan hanya dia saja tapi sebagian murid juga sama🤣.


"Itu bukan suara kentut kan? Yang suaranya pesss atau piiit dari arah depan," kata Alex tertawa sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam bantalnya agar tidak tertawa terlalu keras.


"Bodoh! Tapi pernah sih HAHAHAHA!" Kata Rita tentu saja dia pernah kentut depan gurunya sendiri tapi pura - pura tidak tahu. Meski gurunya mencari sumber bau tersebut tapi dia mengakui arah kentutnya ke arah semua orang.


"Ya ampuuun lalu bagaimana keadaan guru kamu?" Tanya Alex yang masih tertawa sambil menahan makanannya muncrat keluar.

__ADS_1


"Ya begitu kentutnya menyebarlah ke segala arah jadi aku tidak ketahuan. Lalu aku lakukan itu lagi tapi tidak ada guru," kata Rita.


"Kok bisa?" Tanya Alex sambil memakan lahap semua nasinya.


"Aku kan latihannya di halaman sekolah jadi aman sampai duuut juga aman hahahaha!" Kata Rita puas mengerjai Alex.


"HAHAHA Kalau sedang S...denganku, kamu tidak akan pernah kentut karena aku akan buat kamu menikmati pelayanan ku," kata Alex yang masih tertawa tapi ingin menggoda juga.


"Pasti mesum kamu tuh! Ya bisa dong keluar pelan - pelan," kata Rita.


"Tidak bisa karena tidak akan ada celah, yang ada kamu merasa sedikit sakit lalu sesudahnya ingin lagi, paling kamu tahan dorongan milikku. Lalu nanti aku mulai memegang pinggang kamu untuk membimbing kamu masuk lebih dalam hehehe. Aku bisa jamin itu," kata Alex tertawa usil. Dia tahu Rita sedang mengerjainya. Tapi memang Alex bisa membuatnya lebih puas apalagi dia bisa melakukan Astral Projection.


Saat melakukannya, tidak sengaja dia datang melihat Rita sedang berganti baju setelah mandi. Meskipun tidak bisa memegang, tapi Alex bisa sedikit melihat tubuh Rita yang mulus dan sedikit montok. Alex terus memperhatikannya alangkah enaknya bila dia dan Rita bisa sampai menikah. Meskipun tidak bisa melihat dengan jelas tapi nampak jelas kalau Rita bisa memuaskan hasrat birahinya. Meski Rita tidak bisa melihat, Alex memeluk Rita dengan badan tembus pandangnya dan mencium pipi Rita.


"HAAACHIIIH!!" Rita bersin - bersin lalu secepatnya memakai bajunya. Alex menjauh ternyata bagi Rita dirinya adalah angin yang membuatnya bersin. "Sudah! Pasti kamu mesum nih katanya tidak akan lagi ke arah itu? Tukang bual! Kamu pasti lagi ingin lagi ya? Makanya menikah!"


"Inginnya sama kamu tapi jauuuuh," kata Alex tertawa.


"Kasihan ya," kata Rita.


"NEXT!" Kata Rita berusaha mengalihkan topik Alex. Dasar mantan playboy!


Alex lalu tertawa dia memang sedang ingin tapi tidak akan puas kalau hanya lewat chat saja dia ingin lebih merasakan lagi sentuhan kulit Rita dan yang lainnya. Alex merasa gemas sekali pada Rita, dia sering datang ke kamar Rita dan memperhatikan apa yang Rita kerjakan. Alex melihat Rita yang fokus mengerjakan tugas dan kemudian memperhatikan Rita saat berbicara dengan semua teman - temannya.


Alex juga datang saat Rita senang melakukan senam sampai berkeringat kadang ikut menari juga di arena permainan bersama adik dan temannya yang lain. Dan terkejut Rita bisa bermain Menari 15 lagu tanpa henti, itulah kenapa Alex membayangkan senang keringat melakukan S dengannya. Dan sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang yang berpikir perempuan jilbab kok bisa sesuka itu menari senam Menari, ya whateverlah! Bodo amat!


"IPS?" Tanya Alex yang sudah bisa biasa lagi.


"8," jawab Rita dengan singkat.


"Wooow memang kamu suka berbaur ya?" Tanya Alex. Tak menyangka Rita adalah seorang Introverted ternyata senang berbaur juga.


"Untuk mencari teman iya dong tapi kalau untuk mencari bahan gosip sampai tukang pamer sih, sori!" Kata Rita yang akhirnya menghabiskan Rabokki nya.


"BAGUS! Kalau Agama bagaimana?" Tanya Alex yang juga menyelesaikan makan malamnya dan dia letakkan di sebelah kanannya.

__ADS_1


"8 juga," kata Rita menyuapkan takoyaki. Tentu saja minum yoghurt dulu.


"Hmmm jadi setidaknya yang bersifat umum kamu memang bagus tapi kalau hubungan yang hitungan bodoh sekali ya," kata Alex berpikir.


"Sangat bodoh! Makanya aku heran kenapa sih harus bertemu saat aku kuliah?" Tanya Rita merasa kurang adil pada pertemuan mereka ini.


"Aku kan SMA sudah punya pacar kalau kenal kamu ya aku bingung," kata Alex. Memang sih kalau saat itu ketemu Rita, lalau bagaimana ya perasaannya?


"Bingung kenapa?" Tanya Rita bingung.


"Hati aku kan hanya satu masa aku bagi 2?" Tanya Alex membuat Rita merinding.


"HAAAAAA??? Siapa juga yang minta hati kamu, idiot!" Kata Rita kesal tapi tertawa juga.


"Ya... itu..." kata Alex ternyata Rita tidak tahu artinya.


"Maksudku jadi tutor! Guru begitu seperti les. Kenal kamu kalau dari SMP bisa ajari aku materi bukan aku minta hati kamu. SMP aku masih bodoh belum mengerti soal percintaan jadi tidak mungkin aku sampai menarik perhatian kamu!" Jelas Rita tampaknya Alex salah paham.


"Oh, begitu!" Hampir saja Alex tersedak makanannya. Ternyata pikirannya sangat mudah sekali tapi kenapa dia sendiri yang berpikir jauh? 🤣🤣


"Dasar! Kepedean banget begitu jadinya deh," kata Rita tertawa.


"Tapi aku itu semasa SMA hensem sekali lho. Nih fotonya," tiba - tiba Alex mengirimkan foto dirinya di saat SMA.


"Hmmmm B," kata Rita. Memang biasa sih yang luar biasa itu pas dia yang sekarang.


"B? Nilainya? Atau apa?" Tanya Alex kebingungan.


"Biasa," kata Rita.


"Apanya yang biasa!? Ini tuh ya waktu aku berwajah begini banyak lho yang ingin dekat aku," kata Alex membanggakan dirinya sendiri.


"Paling karena kamu kaya dan hensem saja ya memang sih wajah kamu super ganteng saat SMA sampai sekarang," kata Rita dengan jujur.


"..... iya juga sih.... waktu SMA banyak puan yang dekat bahkan pacar temanku juga, sampai saat mereka tahu aku memacari Kayla pun ada yang ingin jadi selingkuhan ku," kata Alex tertawa terbahak - bahak.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2