
"Tidak perlu basa basi deh," balas Rita dalam aplikasi Chat Me dalam emailnya.
Ney akhirnya mengalah tidak mungkin sepertinya dia bisa memanjangkan obrolan dan kemudian menanyakan sesuatu yang kemungkinan akan terjadi.
"Kalau nanti kamu menikah, kamu akan undang aku kan?" Tanya Ney penasaran.
"Apa urusannya sama kamu? Kamu nikah ingat aku? Tidak kan. Jadi kenapa sekarang kamu bertanya soal hal itu?" Tanya Rita jutek.
Yah, sudah bisa diduga sih oleh Rita soal pernikahan. Memang Ney pasti akan heboh sendiri kalau dirinya dapat undangan, berharap itu pernikahan Alex.
"Ya aku kan... sori aku lupa waktu itu undang kamu," balas Ney agak tidak enak.
"Lupa atau sengaja? Ingat ya Ney seminggu sebelum kamu menikah, kamu cari gara-gara sama aku dan pelampiasannya, kamu tidak undang aku ke pernikahan kamu. Tidak apa-apa kok," kata Rita langsung membalas.
"Syukurlah kalau begitu aku kira kamu akan marah toh tidak penting juga kan," kata Ney seenaknya.
"Iya. Kan kamu dan aku memang bukan teman jadi kalau aku nanti menikah juga, tidak harus aku undang kamu. Buat apa juga sih," balas Rita yang sudah tidak merasa sakit.
Ney diam membacanya. Dia sama sekali tidak tahu kalau Rita akan berkenalan dengan Alex. Dan hubungan mereka jelas-jelas menjadi semakin dekat. Dalam pemikirannya, Ney hanya berasumsi kalau kehadiran Rita akan menghancurkan pernikahannya.
Karena dia berpikir Rita akan menyebarkan berita jahat mengenai dirinya. Dan kini? Ada kemungkinan dialah yang akan menyebarkan berita tidak baik. Dan apakah Rita harus mengundangnya? Kurasa tak perlu.
Sambil berpikir apakah dia akan mengundang Ney atau tidak, beberapa rekan guru dan ruangan kerjanya datang membawa makanan. Mereka sadar tampaknya Rita sedang ada urusan yang serius.
"Bu Rita, sedang mikir apa sih? Serius sekali," kata guru BP duduk di sebelahnya.
"Iya bu, kenapa sih?" Tanya Lisa yang berkerudung abu-abu.
"Ini Bu. Masalah orang yang sudah lama aku blokir eeeh dia kirim email," kata Rita mengubah duduknya dengan santai.
"Oh ya? Siapa sih? Hmmm? Ney? Ney yang dulu melamar ke sini bukan?" Tanya Asmi.
Rita mengangguk.
"Kok Bu Rita masih kontak dia sih? Kok mau?" Tanya Asmi penasaran dan keheranan.
Rita kemudian menceritakan garis besarnya pada mereka berenam. Mereka paham dan menepuk jidatnya.
"Oalaaa lalu dia sekarang bertanya soal Bu Rita akan menikah? Kok tidak tahu malu ya. Ibu Rita sama dia tidak diundang ke nikahannya dengan sengaja. Saya yakin dia takut Ibu Rita mengatakan hal yang jahat soal dia, intinya dia takut Ibu mencoreng namanya," kata Bu Rina memberikan penyelidikannya.
"Iya aku setuju. Teman macam apa pula itu? Kok bisa-bisanya julid teman sendiri lalu sekarang bertanya meminta diundang," kata yang lainnya.
"Ya orangnya memang kurang malu sih Bu. Sejak kenal dia," kata Rita.
"Menurut kalian nih Bu Rita harus bagaimana?" Tanya Asmi.
Mereka bertujuh berpikir dan guru yang paling usianya tua punya ide jitu.
__ADS_1
"Begini saja deh Bu Rita, coba tes dia deh kalau dia memang tulus ya sekarang ini kan sudan minta maaf tuh. Jawaban yang diberikan pasti sama dengan yang aku pikir nih, Orang kaya dia sangat mudah lho dibuat jebakan atau di tes," kata Bu Rina.
"Oooh sepertinya aku tahu deh apa maksud Bu Rina nih," kata Rita menjentikkan jarinya.
"Tulis: Kalau aku menikah dengan orang lain bukan Alex, apa kamu mau datang? Kirim lah. Kalau dia memang orangnya berada di pihak kamu, dia akan langsung jawab, 'Aku pasti datang' langsung ya," kata Bu Rina.
"Ooooh.. kalau dia jawabnya bertele-tele sudah dipastikan memang ada maksud kan? Dia hanya lihat orang dari harta ya?" Tanya Asmi baru paham.
"Iya. Dulu pacaran ya begitu pilih-pilih tapi yang ganteng saja mikir dua kali. Ada sih pacar dia yang ganteng pas pertama tapi biseksual ternyata," kata Rita membuat yang lainnya ber- nauzubillah.
"Iya benar Bu Asmi. Kalau dia semangat mau datang entah Bu Rita menikah sama siapa juga, patut dipertimbangkan. Tapi jangan terlalu dekat Bu, orangnya jelek," kata guru BP yang pernah bertemu dengannya.
"Bukan jelek fisik maksud Bu Dian tapi karakter dan sikapnya," jelas guru lainnya.
Rita dan yang lain mengerti lalu dia menulis dengan diperhatikan oleh guru lainnya dan menunggu jawaban Ney.
Ney membaca dan termenung masa iya Rita bukan dengan Alex? "Orang lain? Bukannya Rita dengan Alex? Ah masa sih mereka tidak bersama?"
"Memangnya kamu sedang dekat dengan orang lain? Bukan Alex lagi?" Tanya Ney.
"Bukan. Aku sudah lama tidak kontak dengan dia. Sekarang sama orang lain. Bagaimana? Bisa datang tidak?" Tanya Rita ingin tahu.
"Lihat kan bukannya beri jawaban tapi bertanya lagi. Diragukan sih Bu, teman kamu ini mau datang kalau menikahnya bukan dengan Alex," kata guru lain tertawa.
Rita tertawa membacanya. Namun Ney sama sekali tidak membalas.
"Hei bagaimana? Mau datang tidak? Kok lama sih jawabannya? Kamu tidak akan datang kalau pasangan aku bukan Alex ya?" Tanya Rita.
"Serius 3 tahun ini? Kamu bohong ya, Rita aku bisa kirim email tuh dari Alex lhooo," kata Ney mulai menjebak Rita.
"Alex? Mana mungkin dia mau beritahu nomor teleponnya sama orang lain. Yakin itu Alex? Aku sih tidak yakin," balas Rita.
"Yakin kok. Aku dapat nomornya dari Arnila malah," kata Ney.
"Arnila? Hmmm sepertinya itu bukan nomor aslinya deh. Coba kamu telepon lagi, aku yakin pasti nomornya sudah tidak ada," kata Rita menahan tawa.
Karena tidak yakin, Ney kemudian mencoba menelepon benar apa yang dikatakan oleh Rita. Nomornya sudah tidak terdaftar, lalu siapa suara yang menjawabnya tadi?
"Rita, kamu serius sudah tidak dengan Alex lagi?" Tanya Ney yang masih belum menjawab pertanyaan Rita.
"Hati-hati Bu, dia itu memasang perangkap," kata Bu Rina.
"Terus saja tanya dia mau datang atau tidak. Jangan gubris pertanyaan dia Bu, itu cara dia untuk mengalihkan topik," kata Bu Dian.
"Kamu mau datang atau tidak?" Tanya Rita lagi.
Ney sebal membaca apa komentar Rita, pertanyaannya tidak di gubris. Dia agak malas sebenarnya setelah tahu Rita tidak menikah dengan Alex.
__ADS_1
"Yaaa, aku datang kok sambil lihat jadwal dulu ya soalnya aku sibuk ngurus anak," balas Ney dengan mood yang turun.
"Anak kan bisa dibawa jangan banyak alasan deh," kata Rita.
"Iya sih tapi kan berisik usianya masih 0 bulan," kata Ney buat alasan.
"Bukannya kamu punya pembantu ya?" Tanya Rita.
"Hah? Tidak kok kata siapa?" Balas Ney yang kaget.
"Meski aku sudah blokir kamu, aku iseng lihat status baru kamu. Banyak tuh soal kamu jadi lega karena ada pembantu datang, beres rumah jadi ringan, anak juga," jelas Rita.
Ney lalu buru-buru membuka akun Pacebuk nya tanpa disadari dia memang membuat banyak status disana. Dengan cepat dia klik dan menghapus semua statusnya lalu kembali ke aplikasi Chat Me.
"Wah wah, dia tidak mengaku punya pembantu? Sudah fix dijauhi saja," kata Asmi menggelengkan kepala.
"Ih, kok bisa ya ada orang kaya dia," kata Bu Rina bergidik.
"Eh, kamu kok tidak kontak Alex lagi? Alex sebenarnya suka sama kamu lhoo," kata Ney.
"Buat apa kamu tanya-tanya Alex terus? KEPO banget ya sama dia. Kamu sudah janji lhooo tidak akan bahas soal dia. Mau ingkar lagi ya," balas Rita.
Ney mati kutu!
"Seperti kamu tidak tahu saja bukannya kamu dukung dia dengan kekasihnya ya? Jadi kenapa kamu tanya soal Alex ke aku? Tanya saja kekasihnya tuh, kan kamu nge fans dia. Masa sih kamu sampai tidak diberitahu kabarnya dia?" Tanya Rita yang puas sekali.
"O-oooh yang itu... aku tidak mendukung sepenuhnya kok. Habis, kamu kan waktu itu blokir dia jadi aku pikir..." kata Ney yang sulit mengatakan sesuatu karena sudah ketahuan.
Rita tentu masih punya bukti dan mengirimkannya. "Nih. Sudah deh Ney, sudah jelas ya kamu itu bermuka dua. Sepupunya juga sudah tahu kamu siapa. Masih saja bermuka badak, sudah lama tidak bertemu yang ditanya masih saja soal Alex," balas Rita.
Ney melihatnya dan kaget, dia menuliskan dukungannya kepada perempuan cantik itu sebelum Alex menghapusnya.
"Aku benar-benar tidak tahu kalau dia sepupunya. Suer!" Balas Ney yang menjitak kepalanya sendiri.
"Yayaya dia sudah punya pacar orang lain bukan yang ini. Jadi kami sudah lama jalan masing-masing. Aku juga sedang ta'aruf dengan orang lain," kata Rita.
"Rita, aku percaya dan dukung kamu kok benar! Yang waktu itu aku hanya ingin memanasi kamu saja. Apa kamu akan iri atau biasa saja ternyata kamu tidak masalah, aku benar-benar malu," kata Ney menyesal.
"Ya memang aku biasa saja kok, yang heboh garing hanya kamu ya. Aku sama dia dari awal hanya berteman ya, kamu itu yang selalu mikir aneh-aneh!" Kata Rita.
Ney berpikir dan mendengus tampaknya memang tidak ada hubungan lain jadi dia akan blak-blakan.
"Serius kamu tidak menyukai Alex lagi? Usaha aku sia-sia dong," balas Ney tanpa sadar.
"Bodoh amat deh soal usaha kamu. Orang yang hancurkan aku itu kamu! Kamu yang bermasalah sama aku, lalu kamu secara terang-terangan ya menyerang aku," kata Rita kesal.
"Tenang Bu," kata yang lainnya.
__ADS_1
Ney agak menyesal membuat hubungan Rita dan Alex kandas, harapannya bisa menghadiri acara mewah sudah tidak terlihat.
Bersambung ...