
"Iya ya memang kamu kelihatannya seperti itu. Kalau bertemu orang yang bisa lihat, mereka pasti akan tahu kalau kamu sama sekali tidak tertarik makanya banyak orang yang tidak bicara aneh - aneh," kata Arnila yang tampaknya bersyukur kalau Rita memang termasuk yang berbeda. Meskipun diwarisi atau diberikan oleh Allah SWT kemampuan yang melebihi mereka, Rita sama sekali tidak tertarik.
Ney tampak tidak senang, dia tidak suka kalau ternyata ada orang yang lebih tinggi Spiritualnya apalagi ternyata Rita lagi Rita lagi. Dia bosan sekali kenapa harus selalu Rita? Ney selalu memikirkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Dia sama sekali tidak melihat kalau Rita sama sekali tidak peduli dengan kemampuan mistisnya. Hanya saja Ney berpikir Rita tidak bisa dipandang sebelah mata.
Apa yang dipikirkan Ney ternyata tertangkap oleh Arnila yang lalu menyikut tangannya. Ney pun tersadar tapi dia tidak tahu kalau Arnila bisa membaca isi hatinya.
"Buat apa kamu cemburu segala dengan Rita?" Tanya Arnila berbisik pada Ney.
Ney gelagapan mendengarnya. Dia lupa Arnila bisa membaca isi hatinya, jelas - jelas pada Arnila pun, Ney tidak bisa berbuat seenaknya lagi. Dia membetulkan bajunya yang miring ke samping. Model baju yang dipakai mungkin memang seperti itu ya, agak lebar dan dia memakainya pun miring sebelah. Yah, Rita memang bukan penggemar gaya baju sih, model - model yang aneh begitu asalkan dia nyaman, ya pakai saja.
"Kenapa?" Tanya Rita yang melihat gelagat mereka berdua aneh.
"Tidak ada apa - apa. Tapi kamu bisa baca isi hati orang atau pikiran?" Tanya Ney yang penasaran. Ney tampak sedikit takut kalau nyatanya bisa, gawat bangeeet Arnila saja ternyata sudah tahu dan ketebak semua. Makanya Ney harus berhati - hati berkata apapun.
"Tidak bisa. Tidak sopan kalau ingin tahu apa yang kita pikirkan atau orang lain. Kalau bisa tahu lalu untuk apa? Mereka mau bicara apa soal aku ya silakan mau yang jelek atau yang lain, hak mereka," kata Rita untungnya dia bersyukur banget tidak punya kemampuan membaca. Apa punya?
"Aku bisa, Ri. Tapi memang kamu yang dipikirin nya yang mudah - mudah ya hahaha," kata Arnila tertawa.
"Ya begitu deh buat apa aku mikir yang susah? Hohoho yang penting bisa kuliner sebagai penghilang stres, ya sudah. Simple kan," kata Rita tersenyum bahagia.
"Simple banget kamu mah," kata Arnila.
"Kamu kan ternyata bisa nih baca isi hati. Terus, Rita bilang apa sih? Katanya berupa kalimat," kata Ney penasaran pastinya dia mengira kalau Rita membicarakan sesuatu yang penting. Tapi Ney bisa tahu apa yang dipikirkan oleh Rita dan kebanyakan hal - hal halusinasi menurut dia. Bedakan ya Halusinasi dan Imajinasi dan Ney sama sekali tidak bisa membedakannya.
Halusinasi dan Imajinasi tentu saja sangat berbeda. Dari arti dan maknanya pun berbeda meski kadang banyak orang yang bilang kalau itu sama. Halusinasi merupakan gejala saat indera seseorang seperti melihat, mendengar, menyentuh, merasakan atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Ternyata halusinasi ini bisa disebabkan oleh keracunan obat - obatan. Tapi kalau Ney tidak tahu ya yang Rita lihat sih sepertinya dia bukan pengkonsumsi obat - obatan. Tapi tidak tahu juga sih, dulu pernah waktu dia sakit haid, karena sangat sakit dia sampai minum obat berlebihan. Obat pusing yang harusnya diminum 1 tablet dia bisa minum sampai 2.
Tapi itu mungkin hanya saat sakit haid saja kalau setiap harinya seperti tidak. Gejala Halusinasi ini bisa dipicu misalnya gangguan mental, penyalahgunaan obat, kekurangan waktu tidur dan kondisi kesehatan seseorang. Seseorang yang mengalami halusinasi akan menunjukkan perubahan emosi atau perilaku sesuai dengan sensasi yang ia rasakan. Ney juga begitu sampai membuat Rita pusing setengah mati akhirnya memang Rita sering kali ditinggalkan pergi begitu saja.
__ADS_1
Sedangkan Imajinasi inilah yang selalu Rita miliki karena dia seseorang yang penuh dengan kreatifitas. Apalagi dirinya adalah seorang guru Taman Kanak - Kanak, kemampuannya yang berimajinasi tinggi mampu membuat dirinya membuat banyak kegiatan yang diminati anak - anak. Imajinasi berasal dari kata Image yaitu gambar, lalu Imagine adalah membayangkan gambar.
Jadi Imajinasi itu sendiri adalah daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambar berupa lukisan atau karangan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Batas imajinasi adalah daya imajinasi itu sendiri, saat seseorang berimajinasi bebas lepas, yang membatasinya hanyalah daya dari imajinasi orang tersebut. Dalam artian sejauh apa ia mampu "terbang" dengan imajinasinya yang bebas merdeka.
Itulah Rita dia sangat suka berimajinasi dan tingkatannya sangat tinggi. Dengan kemampuannya itu, tidak heran Rita bisa membuat hiasan kelas yang indah dan dalam lomba sekolah pun, sekolahnya yang memang. Karena dia membuat pola hiasan dari imajinasinya dan kepala sekolah sangat senang, Rita adalah guru yang sangat kreatif. Itulah kenapa dia sering mendapat bonus tambahan apalagi Rita juga sering membagikan masakan di sekolah.
"Rita bilang dia ingin makan siang di Pizza Hut tapi bingung mau milih menu yang mana. Benar tidak?" Tebak Arnila yang mengedipkan matanya. Rasanya tidak enak juga kalau harus dimuntahkan lagi Rita bilang apa pada Ney.
Rita tertawa sambil bertepuk tangan. Ney hanya bengong mendengarnya, masa iya Rita memang benar - benar hanya berpikir soal makanan? Pikir Ney.
"Keren ey.. ketebak," kata Rita tertawa sambil menutup mulutnya.
"Ih, masa kamu bilang begitu sih? Kenapa sih kamu kalau aku baca dalam hati kamu isinya tidak penting banget," kata Ney yang keceplosan.
"Oh... terbaca ya. Yah, kalau penting bahaya dong lebih baik yang umum saja kan," kata Rita merapihkan sampah.
"Kamu bisa mengerem ya apa yang bisa kamu katakan dalam hati dengan yang tidak," kata Arnila.
Arnila tertawa mendengarnya. "Aku juga berpikir begitu, kita memang harus bisa mengerem diri sendiri apalagi untuk tindakan, ucapan dan perbuatan. Kalau diri kita tidak punya rem, blong terus malah bisa gawat banget ya hidupnya," kata Arnila menyambung sambil melihat Ney yang mendengarkan mereka tapi tidak mengerti.
"Bisa - bisa tanpa kita sadari orang sekitar kita malah menjauh dan membenci kelakuan kita. Makanya kita itu harus bisa mengerem diri sendiri. Mau rem *****, keinginan, ya semuanya apa saja. Benar tidak, Nil?" Tanya Rita.
Arnila mengangguk termasuk dirinya yang memang tidak harus memberitahukan apa yang Rita pikirkan tadi. Toh sudah dikatakan juga isi pikiran Rita tadi. Arnila memikirkan apa kata Rita tadi yang tidak perlu takut pada Ney. Meski begitu, Arnila juga bimbang tidak yakin haruskah dia memutuskan tali pertemanan dengan Ney atau tidak. Mereka berdua sama - sama bimbang dan itulah kenapa Rita selalu berdoa agar Allah SWT mendatangkan seseorang yang bisa membantu permasalahannya.
"Tapi kalau bagi aku penting sih," kata Ney menundukkan kepalanya.
"Ya kamu pakai hanya ke beberapa oranglah jangan semua orang kamu baca, itu jadinya buat kamu tidak percaya siapapun seperti sekarang. Kamu tidak percaya aku dan Arnila menurutki karena kamu terlalu mendengarkan apa yang mereka bilang dalam hati, atau mungkin memang kamu orangnya tidak butuh teman?" Tanya Rita menebak.
__ADS_1
"Iya juga ya jadinya malah kepikiran terus," kata Arnila.
"Ya aku memang tidak suka sih dengan kemampuan tahu isi hati. Apalagi kalau ketahuan jeleknya malu banget kan. Kalau kamu memang bisa dengar, kalau mereka berbicara kamu yang negatif jadikan itu sebagai cerminan kamu sendiri. Jadi kamu bisa tahu 'oh, itu kurangnya aku menurut mereka?' Jadi perbaikan diri sih kalau aku bisa dengar juga. Kamu bisa sekaligus memperbaiki hati kamu bukan malah memperlihatkan kekuatan yang kamu punya. Itu mah sama saja kamu buat semua orang tidak suka," kata Rita yang sudah merapihkan sampah lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Iya aku setuju. Lagipula kamu pakai itu buat apa? Ke Dins?" Tanya Arnila penasaran.
"Buat apa kamu pakai itu ke dia? Tidak percaya dia ya?" Tanya Rita yang sudah kembali.
"Dia ternyata suka pergi juga sama perempuan lain sih. Dan aku suka kecolongan juga jadi aku sering baca isi hatinya dia," kata Ney.
"Ya itu mah kan sama saja seperti kamu jadi jangan mengeluh. Kalau kamu tidak mau Dins selingkuh, ya kamu juga harus perbaiki jangan begitu. Yang aku sering lihat sih banyak ya perempuan yang dicurangi mereka lebih pilih pisah daripada harus membalas. Cerdik tuh," kata Rita yang duduk sambil memeluk kedua kakinya.
"Ya aku sekarang tidak bisa begitu soalnya Arnila sudah bilang kalau kesuksesan aku tuh ada pada Dins," kata Ney yang duduk bersila.
"Serius?" Tanya Rita. Arnila mengangguk tersenyum. Yah, bagian ini nanti ada kisahnya jugalah.
Ney tersenyum bahagia dan bangga jadi tidak perlu lagi iri pada Rita kan? Toh, dia akan kaya kalau bersama Dins. Tapi masalahnya malah sekarang Dins jadi susah dijangkau.
"Hmmm kalau aku menolong seseorang tapi dia tidak menghargai pertolonganku menurut kamu bagaimana?" Tanya Ney pada Rita terutama. Karena dia merasa kalau dirinya sudah banyak membantu soal Alex tapi Rita sama sekali tidak tahu terima kasih.
"Ya jangan menyalahkan orangnya. Biarkan saja, yang penting kamunya sendiri jangan terlalu banyak berharap. Misalkan seperti aku nih kejadian sama Alex, awal kamu setuju banget aku sama dia malah kamu sampai berbicara terlalu tinggi. Membantu mah ya membantu saja dengan berpikir biar Allah SWT yang membalas jasa kamu, kalau kamu memang niatnya hanya membantu," jawab Rita yang tahu dia sebenarnya menyindir ke dirinya. Tapi Rita mulai jawab dengan enteng dan tenang dia sudah malas berantem terus.
"Manusia itu bisa apa sih? Yang bisa membalas kebaikan kita hanyalah Allah SWT. Jadi kalau kamu mau membantu siapapun orangnya, jangan sambil kamu berharap orang itu tahu diri dengan memberikan kamu barang atau pujian selangit. Itu yang dibenci Allah SWT," Kata Arnila ikut menimbrung. Menurutnya Ney memang kecewa tampaknya merasa membantu tapi Rita sama sekali masih tidak tahu apa yang Ney inginkan.
"Ikhlas! Itu kata kuncinya, Ney. Kalau kamu ternyata tidak ada Ikhlas dalam hati kamu untuk bantu orang lain, ya kamu akan terus mengeluh sama orang itu kurang ini kurang itu apalagi kalau ternyata orang itu membalasnya dengan doa tapi kamu tidak menerima," kata Rita yang berusaha mengeluarkan apa yang Rita pendam selama ini kepada Ney. Berharap dia mengerti kalau dirinya hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan dan sedikit kelebihan.
"Kalau kamu keberatan hasilnya tidak sesuai yang kamu inginkan, ya berhenti saja jangan membantu lagi. Orang lain juga tidak akan peduli kecuali kalau yang memang benar butuh bantuan kamu. Di bumi ini tuh banyak ya manusia yang bertebaran tidak hanya aku saja atau Arnila, kalau kamu ingin yang lebih menguntungkan yang bisa menghargai bantuan kamu ya cari yang lain saja. Jangan yang itu - itu kamu paksa agar mengerti," terang Arnila. Dia pun paham maksud arah obrolannya kemana.
__ADS_1
"Kalau kamu menolong orang seperti apa?" Tanya Ney pada Rita. Ney iri pada Rita kalau dia menolong orang nampak sekali tidak pernah memikirkan keuntungan atau imbalan. Yang sudah ditolongnya bahagia ya Rita ikut bahagia. Tidak seperti dirinya yang berpikir untuk ini itu karena dia sudah membantu.
BERSAMBUNG ...