
"Putus hanya sampai 3 hari," katanya tanpa ada nada bersalah.
"Ya kamu kan memang begitu. Delapan mantan, Dino menikah duluan, Minto mau dicerai yang ternyata punya Perempuan Idaman Lain. Sisa lima ya, bagaimana kabar mereka semua? Kebanyakan juga kalian sama - sama selingkuh. Empat orang yang aku tahu, kamu yang selingkuh duluan karena kamu takut kejadian seperti Bayu atau memang bosan?" Tanya Rita yang sangat penasaran karena dari dulu dia pacaran hanya bertahan 3 hari. Paling cepat sehari, lama ya 3 hari.
"Kebanyakan ya karena aku bosan. Mereka tidak bisa memberi apa yang aku mau, yang empat orang itu ya memang aku duluan yang selingkuh. Mereka tidak ada kabar sama sekali!" Kata Ney.
"Mereka semua kan sudah bekerja. Kamu sendiri yang cerita ke aku, kalau mereka baru keterima di perusahaan. Mengerti sedikit dong tentang mereka," kata Arnila. Wah apa dia selingkuh karena mantan - mantannya bekerja ya?
"Terus satu lagi, itu setia banget sama kamu siapa sih namanya? Yanto atau Ryanto. Dia masih bisa membuka hatinya buat kamu yang ketahuan selingkuh di belakang dia. Kamu kok malah memutuskan dia sih? Aneh," kata Rita tidak mengerti jalan pikiran Ney.
"Yang serius? Yang mana?" Tanya Ney. Wajar ya karena terlalu banyak mantan sepertinya, yang dia kenang dan melekat di hati hanya Minto dan Dino. Well, Dino sih sudah lewat ya.
"Tinggi, lumayan ganteng putih juga kulitnya, bicaranya lembut banget. Aku pikir sayang banget kamu mendapati lelaki seperti dia," kata Rita mensayangkan lelaki itu dulu.
"Yanto namanya. Dia tahu aku selingkuh dari mana? Dia cerita ke kamu, Ri?" Tanya Ney yang pastinya dia ingat kisahnya terdahulu.
"Dia cerita waktu aku mau ke rumah kamu, ketemu pas - pasan sama dia yang habis nangis sepertinya. Dia cerita lihat kamu di Alfamart dengan lelaki lain berpelukan terus ciuman mesra meski di pipi,"
"Wah!" Teriak Arnila yang kaget. Bisa - bisanya temannya itu berbuat seperti itu.
"Hah!? Jadi dia lihat? Wah dia berbohong katanya belum sampai rumah," Ney tidak terima dengan kenyataan yang dia ketahui SEKARANG ya.
"Ya kamu yang paling banyak bohongin dia. Dia tahu semua kemampuan selingkuh kamu, dia juga bilang masih bisa nerima kamu berharap kamu sadar dan setia sama dia. Tapi nyatanya, kamu selingkuhi dia dua kali! Parah banget kamu!" Ney diam tidak membalas mungkin entah ya dia teringat sama Yanto dan mantan - mantannya sekarang.
"Yang kamu maksud mereka tidak bisa memberi pa yang kamu mau, maksudnya apa sih?" Tanya Arnila penasaran.
"Aku kan ingin lebih disayang seperti bisa melakukan sesuatu dengan mereka," jawab Ney yang membuat Rita dan Arnila semakin tidak mengerti.
"EH?! Wah, ini sih jangan - jangan ... sudah bukan pertanda bagus, Ri. Sepertinya yang terjadi sama Bayu itu sebenarnya permintaan kamu ya?" Tanya Arnila yang tepat sasaran. Karena Ney tidak membalas.
__ADS_1
"Kamu nafsunya tinggi ya Ney? Tidak bisakah kamu mengalihkan ke hal lain supaya nafsu negatif kamu keluar?" Tanya Rita.
"Seperti apa contohnya?" Tanya Ney. Ya ampun, banyak kali yang sepele juga bisa supaya menyibukkan otak ke hal yang negatif.
"Rajin sholat, mengerjakan hal yang baik yang membuat nafsu kotor kamu berkurang," kata Rita lagi.
"Iya betul kegiatan lain juga banyak. Memangnya harus selalu Making Love? Kamu kan bisa sekalian menambahkan kemampuan beres - beres rumah atau kamar kamu sendiri," kata Arnila tapi yah, tidak digubris untuk persoalan seperti itu.
"...... aku ingin mereka lebih memperhatikan aku tapi karena tidak bisa sebagian menolak, ya sudah lebih baik aku putuskan saja," aneeeh anggapan Rita soal alasan Ney.
"Sepertinya bukan Bayu ya yang ingin berbuat sesuatu yang aneh. Aku setuju dengan Arnila, sepertinya kamu yang ingin mungkin karena melihat tampilan fisik mereka. Aku membaca soal perilaku biseksual, justru banyaknya mereka menjaga pasangan perempuan atau lelaki mereka sampai ke jenjang pernikahan, kalau memungkinkan untuk mereka," Rita mulai mencurigai Ney yang ... memiliki nafsu tinggi. Biasanya yang begini banyaknya lelaki ya tapi ada juga perempuan. Tidak ada jawaban dan tiba - tiba ada japri dari Arnila.
"Ri, iya memang Ney yang minta bukan Bayu. Gila banget!" Kata Arnila. Benar - benar membuat merinding, bayangkan hampir semua eh memang semua ya. Semua mantannya dia meminta untuk melakukan sesuatu yang hanya boleh dilakukan suami istri. Untungnya teman Rita yang error hanya 1 orang.
"Hati - hati, Arnila jangan sampai kamu sama saja dengan dia, harus jaga jarak. Ingat kamu sebentar lagi akan menikah hati - hati takutnya Ney akan mengajak kamu ke sesuatu yang membuat kamu dan Imron menyesal," Rita mengingatkan Arnila akan bahaya yang mungkin terjadi karena Ney sangat tidak suka bila ada orang uang melebihinya.
"Iya aku juga berpikir begitu, kan aku cerita soal Imron saja dia tidak peduli. Bagaimana aku bisa secara diam - diam berhubungan dengan Imron itu karena aku tidak pernah menceritakannya sama dia. Coba waktu itu kamu menolak tegas, Ri sebelum kamu kena bully kita. Itu karena kamu terlalu banyak menceritakan semuanya mengenai Alex,"
"Tapi untungnya Alex langsung skat mat Ney dan tidak mau kembali lagi. Sudah sangat berbahaya Ney cara bermain dengan banyak lelaki," Rita setuju dengan yang Arnila katakan.
"Sampai Making Love! Astagfirullah! Sepertinya dia bercerita kepada kita dengan perasaan bahagia ya daripada menyesal. Alex saja yang dulunya seperti itu sangat menyesal setelah bertemu aku,"
"Alex? Iya kasihan sih sebenarnya. Menyesal tidak menyangka sekarang bisa kenal kamu, Ri. Pasti dalam banget dia menyalahkan keadaannya yang sekarang agak bolong. Kebayang kalau dia tidak bertemu kamu, apa akan masih begitu ya?" Tanya Arnila membayangkannya.
"Menyeramkan. Alex bersyukur sekali bisa bertemu dan kenalan dengan aku jadi berharap dia bisa berubah menjadi dirinya yang dulu," jelas Rita.
"Aku doakan dia menjadi orang yang sukses!" Kata Arnila yang semangat. Ya Alex memang anak Billion yang hebat meski masa lampau nya kelam, tapi syukurlah dia beruntungnya dia memiliki otak yang sangat pintar.
"Kenapa sih Ney tidak jujur ke aku? Kenapa dia harus selalu bicara lewat kamu terus? Kan dia bisa saja mengutarakan segalanya tentang ketidakjujuran dia atau apapun lah itu!" Rita tidak mengerti kenapa baru sekarang dia buat pengakuan yang sudah basi sebenarnya, yang tidak terlalu penting menurut Rita.
__ADS_1
"Dia pasti malu sih, karena kamu kan sudah berjilbab mungkin,"
"Alasan! Dulu aku kan belum berjilbab apa pernah dia berkata jujur yang bahkan aku saja tidak tahu. Dulu aku polos dan bodoh menganggap semua omongan dia benar. Kalau malu, buat apa dia membuat pengakuan segala? Di saat waktu yang begini apa bukannya malah aneh, Arn? Apa alasannya?" Tanya Rita yang belum menemukan jawabannya.
"Iya juga ya. Kembali ke grup yuk takutnya dia curiga kita agak lama tidak membalas," kata Arnila dan mereka berdua pun kembali ke grup.
"Ya sudahlah, lupakan saja!" kata Rita.
"Tapi aku mendapat kabar dari keluarganya,"
"Apa tuh?" Tanya Rita dan Arnila.
"Bayu sudah meninggal!" Kata Ney yang sambil menangis, dia mengirimkan emoji menangis.
"EH!? Sakit?" Tanya Rita.
"Iya. Kata tetehnya, dia overdosis obat. Ternyata hubungan biseksualnya ketahuan sama keluarga pacar lelakinya terus dipaksa berpisah, pacar lelakinya menderita lalu bunuh diri dong," Ya Allah, Innalillahi...
"Dia punya pacar perempuan?" Tanya Arnila. Kasihan sih tapi sudah lama juga buat apa sekarang dia malah menyesalinya?
"Tidak selain aku tidak ada lagi katanya masih belum bisa menerima perempuan lain. Aku menyesal tahu begitu aku terus menerima dia meski sakit. Jadi dia hanya memiliki pacar lelaki saja, waktu dipaksa putus itu dia berusaha menghubungi aku ternyata yang mengangkat telepon waktu itu Ilon, dia pikir aku sudah berpaling. Dia sendirian lalu overdosis narkoba terus meninggal. Aku dikirim foto terakhirnya, parah total kurusnya lalu pucat sekali seperti mayat," jelas Ney. Entah ya kalau menyesal sekarang sih sudah terlambat sekali, kalaupun Ney bilang menyesal Rita dan Arnila tidak yakin.
"Masa iya kamu menyesal? Alex saja yang sakit, kamu tinggalkan dia begitu saja," kata Arnila yang langsung membuat Ney tidak bisa membalas.
"Alasan kamu saja itu masalahnya sudah terlambat. Sudah lewat berapa tahun coba baru menyesal," kata Rita yang juga sudah tidak mempercayainya.
"Ya Alex beda," kata Ney singkat.
"Sama mereka berdua hanya berbeda sakitnya saja," balas Rita lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...