
Kemudian Ney rebahan di atas kasurnya setelah yakin tidak ada lagi orang yang akan datang ke kamarnya, dengan isi pikirannya yang masih terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya tadi. Tapi Ney tetap saja berpikir kalau itu hanya kebetulan saja mana mungkin adik dan kakaknya memiliki kemampuan seperti dirinya. Dia dengan yakin hanya dirinya sajalah yang diberikan kemampuan istimewa, intinya ya dia merasa sok Lebih Spesial!
Kalau ibunya Ney memang mengakui lebih kuat tapi meskipun begitu, Ney masih saja enggan mempercayai apa yang ibunya katakan. Padahal ibunya memiliki tujuan yang baik agar Ney bisa membuka dirinya sendiri kepada orang lain dan lebih jujur agar bisa diterima. Segala yang dikatakan ibunya selalu menjadi kenyataan terutama mengenai kedua temannya itu. Tetapi sekali lagi Ney lebih percaya pada intuisinya sendiri dan tidak mau menerima saran orang lain termasuk ibunya. Dirasa tidak ada lagi yang akan datang sambil menunggu balasan chat WA, Ney dengan segera mengunci pintu kamarnya. Dia juga merasa lelah mendengarkan semua orang.
Lalu dia mengeluarkan perhiasan yang dia sembunyikan tadi diantaranya perhiasan dengan terdapat mutiara cantik menghiasi emas. Lalu dia berpikir akan mencoba menjualnya di mall BIP nanti saat dia bertemu dengan kedua saingannya. Dia mulai iseng mencari harga emas yang dia pegang kemudian terkejut melihat angka tinggi dari satu perhiasan itu. "Wih, ternyata Syakieb tajir banget! Dia sampai membelikan perhiasan begini mahalnya?"
Satu perhiasan saja dengan mutiara berukuran kecil - kecil laku sekitar Rp 15.000.000,- dan itu secara tidak sadar membuat Ney bersorak lalu menutup mulutnya. Mengira setidaknya perhiasan itu seharga dengan dirinya yang sudah mengenal dekat Syakieb alias sebagai imbalan pertemanannya dengan lelaki ganteng itu. Yang paling kecil harga jualnya adalah sepasang anting yang ditaksir sekitar Rp 2.000.000,- saja. Ney lantas menyembunyikannya di dalam kotak pensilnya ke dalam tas kain yang selalu dia pakai.
"Yes! Gue akan jual ini perhiasan. Wow! Langsung banyak uang nih! Perhiasan segini saja tidak akan buat dia miskinlah. Dia kan tajir jadi ini pasti tidak akan terhitung dan dia tidak akan keberatan sama sekali kan," kata Ney berbicara sendiri.
Dia melemparkan dirinya ke atas kasurnya yang empuk dan tertawa terbahak - bahak mengingat dia akan memiliki banyak uang nanti. Lalu saat dirinya berpikir tidak ada gunanya menunggu dan lebih baik tidur siang, notif ponselnya berbunyi dengan cepat dia melihat isinya. Benar saja Arnila dan Rita membalas chatnya tapi juga secara bersamaan dirinya kesal banget saat membaca isinya. Tapi tetap saja dia baca meski malas.
"Oalaaa ada yang chat aku tooh? Kesepian ya? Bukannya kamu lagi bahagia pendekatan berhasil dengan orang kaya? Tumben nanya kabar? Kena tolak ya?" Tanya Rita menyindir Ney, yang membuatnya sebaaal.
"Kita kan sudah dilupakan begitu saja ya, Ri. Aku setuju kenapa kamu nanya kabar kita? Biasanya kalau kamu menyapa, pasti kamu sudah bubaran sama orang," kata Arnila.
"Iya. Biasanya kamu mah begitu orangnya. Lagi bahagia, kita ditendang tapi kalau sudah ada masalah, kita diseret paksa sama kamu untuk memperhatikan kamu. Huu!" Rita terus menyindir Ney tapi dia juga mengakui sih memang benar.
"Aku sih tidak masalah kalau kamu tendang juga kan kamu sudah biasa ke aku sejak lama. Jadi ini bukan yang pertama kalinya, Ri," kata Arnila yang membeberkan semuanya.
"Kemana saja kamu selama 3 bulan ini? Benar - benar lupa, yah tak apalah toh kamu bukan orang penting," kata Rita.
Ney menarik dan mengeluarkan nafas membaca sindiran mereka memang menonjok banget! Tapi Ney tampak tidak peduli setidaknya mereka masih mau membalas chatnya well, dia benar - benar berpikir kalau mereka masih membutuhkannya. Apa yang dikatakan pikirannya sebenarnya sama sekali tidak sama dengan apa yang mereka pikirkan terutama Rita. Dia akan sangat bersyukur sekali kalau Ney sama sekali tidak menghubunginya. Dia menyesal sudah tidak memperdulikan mereka berdua memang saat dia mendapatkan sesuatu, pasti akan cepat melupakan yang lain dan menyombongkan dirinya kalau mereka bukan siapa - siapa. Namun dalam benaknya seperti ada perasaan akan kehilangan tapi toh dia sangat Percaya Diri kalau Rita terutama akan selalu menerimanya kapan saja.
"Kamu sendiri yang bilang lho kalau Rita selalu buang tendang kamu, kamu tidak sadar kalau diri kamu lebih sering melakukan itu ke aku?" Tanya Arnila. Rita yang membacanya kaget kalau dia memang sama sekali tidak tahu soal itu.
"Bukan, aku tidak punya maksud begitu kok. Itu sih lu terlalu baper sama seperti Rita! Memang ya orang Indonesia itu baperan," jawab Ney.
__ADS_1
"HAHAHA!! Tidak sadar kamu? Kamu juga orang Indonesia. Memangnya kamu kelahiran negara mana?" Tanya Rita yang sambil tertawa.
"Aku ini ya ada keturunan orang Amerika lho jangan salah!" Kata Ney yang membuat Rita semakin merajalela tertawanya.
"Ya ya ya kamu hobi berhalu ya, Ney aku baru tahu deh. Kalau kamu memang benar ya ada keturunan Amerika, dari bahasa juga pasti ada logatnya sedikit mah, atau rambut berbeda atau yahhh kulit pasti putih dan terawat. Banyak ko di perumahanku yang anaknya keturunan negara lain ya beda. Tapi kamu... sori ya jauh," kata Rita.
"Gue ga halu!" Kata Ney yang tampaknya marah.
"Ya ya ya... dia sekarang kan sudah kaya, Nil. Orang miskin seperti kita mah buat apa muter - muter di sekitaran dia nanti malah kita yang dia anggap butuh dia," kata Rita kembali membalas.
"Sudahlah Ney, aku tahu kok kamu itu tidak ada keturunan Amerika atau negara apapun! Jangan berlebihan deh. Saudara jauh dari ibunya memang ada Rita, keturunan orang Amerika tapi tidak ada sedarah dengan Ney. Heran kamu ngaku - ngaku," kata Arnila yang memang sengaja membuka kebenaran di depannya.
Ney melongo dia lupa pernah menceritakannya kepada Arnila tapi kenapa dia malah membongkar semuanya? Ney sangat kesal dia memukulkan tangan kanannya ke tangan kirinya. Lalu Ney menjapri Arnila, "Lu ngapain sih bilang begitu di grup? Memangnya ada hubungannya sama Rita?"
"Kenapa? Supaya kamu terus menerus berbohong dan berlebihan? Buat apa sih kamu selalu bicara yang seperti meninggikan derajat kamu? Kan benar selama ini kamu sering tendang aku," kata Rita.
"Rita teman kamu, dia juga kamu yang kenalkan ke aku. Apa salah aku bilang apapun soal kamu? Selama ini, seburuknya sifat kamu sama dia apa pernah dia jauh dari kamu? Kamu kenapa sih yang aku lihat banyak tidak jujurnya sama Rita? Kamu anggap Rita sebenarnya seperti apa sih?" Tanya Arnila tapi Ney tidak membalasnya. Inilah yang membuat Arnila bertanya - tanya ada apa sebenarnya dengan Ney kepada Rita?
"Kalau kamu punya teman sekaya Alex sudah fix aku tidak dipedulikan sam kamu. Tidak apa, aku mah sujud syukur," kata Rita kemudian meski balasan Ney dan Arnila lama, Rita tidak berpikir apapun.
"Iya iya senang ya kalian berdua terus menyindir aku," balas Ney.
"Oh, kamu merasa tersindir? Bagus deh!" Kata Rita yang tertawa.
"Ya itu sih resiko kamu karena kamu seperti itu bulan kemarin. 3 bulan lho!" kata Arnila yang saat itu sedang meminum jus tomat.
"Ya aku kan sibuk lagi usaha ke Syakieb siapa tahu kan bisa lebih sama dia," kata Ney yang kembali teringat akan apa yang dikatakan Syakieb kepadanya. Sedih ternyata setiap kali dia selalu gagal dengan orang yang levelnya tinggi, mungkin memang sudah takdirnya harus dengan yang biasa?
__ADS_1
"Maaf ya sepertinya aku tidak bisa balas chat lagi nih. Aku hari ini penuh sibuk di sekolah, aku juga sudah bilang ke Alex kalau kemungkinan chat hari ini tidak bisa. Dah semuanya!" Kata Rita yang kemudian kembali ke pekerjaannya lagi.
Tinggalah Ney dan Arnila yang mereka kembali saling menjapri.
"Kenapa kamu? Kalau ada masalah baru deh cari aku," kata Arnila yang sudah biasa menghadapi Ney.
Kemudian Ney menceritakan semuanya dan Arnila tidak membalasnya karena sedang mencerna apa yang terjadi pada Ney dan juga memeriksa kebenarannya.
"Baru ya masalah satu seperti ini saja kamu sudah melupakan aku dan Rita, bagaimana kalau nanti kamu dihadapkan hal yang sama lagi setelah menikah? Tidak selamanya aku atau pun Rita bisa membantu kamu, coba dong jangan sering mencari dan membuat masalah. Aku nanti menikah sudah tidak bisa terlalu membantu, kalaupun kamu dan Rita, aku tidak yakin kalian berdua bisa akur. Lagipula kalian sudah lama juga kan off, aku kira kamu benar - benar teman baik dia. Kamu bisa tidak sih baik - baik saja dengan Rita?" Tanya Arnila yang memang khawatir dengan kondisi Rita dan Ney.
"Ya bisa sih tapi aku tuh agak lelah ya sama Rita. Dia itu lemooot kamu kan bisa merasakan," kata Ney.
"Kalau dia memang lemot kenapa kami sampai sekarang deketin dia? Kamu butuh Rita hanya untuk menaikkan level kamu? Kamu sendiri nanti yang sangat rugi. Karena yang aku lihat, dia tidak butuh orang seperti kami, Ney. Kalaukamu tahu dia lemot, susah mengerti pelan - pelan bicaranya kamu pilih - pilih kata yang lebih ringan. Jangan cas cis cus langsung, pasti Rita bingung. Rita itu mudah banget orangnya, dia pemaaf banget tapi sekalinya kamu pencet tombol Privasi dia, hancur! Coba kamu lebih memahami dia, dia akan balik pahami diri kamu Ney," kata Arnila.
"Rita itu selalu sindir aku terus,"
"Ya kamu kan selalu berbuat ulah makanya jangan seenak jidat lu lawan Rita. Orang pendiam itu lebih mematikan kalau sudah batas sabarnya hilang lho. Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Rita sudah Nol kesabarannya sama kamu. Dan ingat ya satu hal, kamu tidak ada kabar apapun Rita akan selalu baik - baik saja kok. Jangan berpikir dia butuh lu sebagai satu - satunya teman,"
"Hah? Tapi..." kata Ney. Dia memang salah dengan pemikirannya sih selama ini.
"Kamu sama sekali tidak kenal Rita seperti apa. Dan memang benar apa yang Rita rasakan itu, kamu hanya kenal dia di luarnya bukan dalam. Lu pernah chat apa sama Alex? Ngaku deh. Soalnya gue dapat penglihatan aneh," Kata Arnila ya g mulai curiga pada Ney.
"Tidak... aku tidak bilang apapun soal Rita kok! Hanya sedikit," Ney lalu berhenti dan menghapus chatnya. Tapi sayang Arnila sudah sempat membacanya dan mengirimkannya lagi.
"Ini maksudnya apa? Cerita deh kalau tidak, aku akan tanya Alex sendiri!" Ancam Arnila. Tapi Ney sama sekali tidak membalas,dia keceplosan mengetik dan segalanya menjadi kusut!
BERSAMBUNG ....
__ADS_1