ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(353)


__ADS_3

"Put, memangnya kamu sudah punya pacar? Aku baru tahu," kata Rita yang memakan kentang gorengnya.


"Belum ada hehehe biarin supaya tidak ada yang mengganggu kita. Tenang saja Rita, aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian disini. Itu yang namanya Sahabat." Tepuk Putri pada Rita sampai malam mereka berdua mengobrol dengan banyak orang dan juga bercanda.


"Teman kamu lebih asyik yang ini daripada yang waktu itu, meninggalkan kamu begitu saja setelah dapat lelaki. Pertahankan ya." Kata teman Rita yang lain.


Putri dan Rita tertawa bersama memang dengan Putri jugalah dunia Rita teralihkan dari Ney. Ney yang memang selalu menemaninya tapi juga begitu mudahnya meninggalkannya memang meninggalkan perasaan sedih. Tapi dengan Putri, tidak begitu. Putri sangat dewasa dia selalu tahu apa yang Rita butuhkan dan selalu mengalah untuk kepentingan Rita tapi bukan berarti Rita egois karena Rita pun kadang berbuat begitu untuk Putri.


Kembali ke saat sekarang, Ney terdiam merenung dan berpikir benar juga sih dia baru teringat kalau memang sering juga menemani Rita. "Teman Online" nya juga sangat banyak membuat Ney iri kepadanya yang bisa mudah berbaur dengan siapapun. Dalam obrolannya pun tidak pernah sekalipun menanyakan suatu barang merk berbeda dengan beberapa teman onlinenya yang lain. Rita sama sekali tidak berkeberatan apa yang mereka pamerkan namun Ney sering kali terasa panas. Grup yang dulu dia masuki juga kebanyakan dirinya yang berbicara soal barang bermerk. Tapi responnya tidak sesuai yang dia inginkan itulah kenapa dia merebut lelaki yang tertarik pada Rita.


Dia juga teringat ternyata lelaki Spike itu saat dirinya bilang bahwa dia suka padanya dan memaksa diminta antar pulang, dia berhenti dulu di Alfamart. Karena penasaran apa yang dia beli ternyata berupa ******! Ney kaget sekali lalu dia panik dan kabur begitu saja saat itu juga. Lelaki Spike itu melihatnya dan tertawa dan mengembalikan ****** tersebut ke tempatnya. Lalu kembali ke komunitas mencari Rita namun sudah tidak ada.


"Kamu lihat perempuan yang berjilbab tadi tidak?" Tanyanya ke teman yang lain.


"Oh, dia tadi sudah pergi tampaknya diajak oleh temannya yang lain. Kamu tadi kemana? Jadian sama cewek yang dandanannya menor tadi? Nampaknya dia senang sekali sama kamu," kata temannya.


"Hahahaha dia hanya main - main lagipula genit banget. Aku kan mau tobat, aku mau cari perempuan yang benar. Aku kira bisa dapatkan perempuan berjilbab itu tapi nampaknya Tuhan ingin aku lebih memantaskan diri dulu sebelum dengannya." Kata lelaki Spike itu sambil tersenyum. Teman Onlinenya menyemangati dirinya.


Nah, jadi penasaran kan lelaki Spike ini siapa ya? Apakah Alex muda? Alias Alex yang masih remaja versi anak nakal yang sekarang sudah berbeda. Ihh penasaran yaaa? Hahahaha!! Komunitas Chat Cyber berisikan 5000 orang dari berbagai negara, termasuk Malaysia juga ada. Penasaran? Penasaran? Author tidak tuh! 🤣🤣🤣


"Yaa aku pikir kamu kan tidak suka pacaran jadi aku menyatakan saja langsung," kata Ney mengingatnya. Samar - samar kok dia merasa lelaki itu mirip Alex ya? Tapi tidak mungkin! Karena wajahnya nakal banget dan seringaian senyumnya juga sangat berbahaya jadi Ney merasa secara otomatis dia menyelamatkan Rita. Tapi niat itu dia tanamkan setelah tahu lelaki itu ingin mengajaknya ke hotel. Jadi telat ya.


"Memang tidak. Lelaki itu sudah bilang kalau kamu suka sama dia. Hebat ya baru ketemu kamu sudah langsung suka, tanpa tahu dia siapa. Kamu sembarangan sekali ya suka sama orang langsung menyatakan. Kalau dia ternyata pembunuh bagaimana?" Tanya Rita.


"Ya aku kan tidak sempat pikir dia bagaimana orangnya pokoknya dapatkan saja dulu. Lagian orang menurut kamu bagaimana?" Tanya Ney penasaran. Yah, dia instan sih menyukai orang itu hanya agar tidak menyukai Rita.


"Buat apa kamu tahu? Sudah berlalu kan. Dari kejadian itu juga aku langsung tahu kalau kamu terlalu iri dengan rejeki orang. Aku dapat yang keren kamu kebalikan bukannya disyukuri malah mengutruk ( mengomel ). Kamu kan tidak tahu si Spiker itu dulunya bagaimana. Terus hubungan sama kamu jadi?" Tanya Rita keheranan juga.


"Kamu tidak tahu?! Dia itu Mesum! Kan aku minta antar pulang nah dia ijin mau beli sesuatu ke Alfamart. Terus aku kan penasaran beli apa, ternyata ******! Gelo!" Kata Ney menepuk dahinya.


Rita sontak saja langsung tertawa keras dengan puas juga. Keluarganya sudah tidak heran kalau Rita tertawa pasti disangkanya karena film. Oh iya lemari makanannya kembali penuh dengan isian yang berbeda lagi. Semenjak kerjanya diperpanjang dan dapat bonus lebih banyak dan kompensasi atas luka yang dideritanya, bos Cafe memberikan Rp 500.000 untuk pegawai yang dilukai oleh istrinya.


"Makanya aku kan bilang kenali dulu jangan asal bicara ya begitu jadinya. Orang dia cerita dulunya dia nakal banget. Ya aku tidak tahu senakal apa, sebelum mau dia cerita kan sama kamu sudah direbut ya sudah jadinya. Bukannya kamu suka lelaki mesum? Satu otak padahal kan," kata Rita yang masih tertawa dengan nikmat.


Ney sebal banget membacanya. Tapi memang menyadari dia memang salah sih tahu begitu dia tidak menyela lelaki Spike itu dengan Rita. Ya bisa saja sih dilanjutkan tapi entah kenapa dia memilih kabur saat itu juga dan sampai rumah, dia tidak mau lagi menemani Rita. Yang saat itu juga memang Rita mengajak Putri seterusnya sampai kuliah Rita keluar komunitas.


"Lalu kan kamu sudah lihat dia secara langsung dan bicara juga. Menurut kamu dia bagaimana?" Tanya Ney.


"Ya orangnya lucu juga, dia baik aslinya ramah banget meski wajahnya jutek. Orangnya putih kan ya," kata Rita yang mengembalikan lagi ingatannya.


"Iya! Banget aku juga kaget putih banget dia. Tapi kamu serem tidak sih kalau dia senyum? Nampak seperti nakalnya tuh banget banget!" Kata Ney yang sependapat.


"Tidak tuh. Agak genit iya tapi dia serius orangnya. Kesannya... mirip seseorang deh," kata Rita. Dia berpikiran apa itu Alex ya? Tapi mana mungkin meski memang putih banget orangnya. Dan tampan juga sih sedikit, saat mengobrol memang dia sering tertawa tapi tidak ada kesan nakal karena memang begitu.


"Hah!? Serius? Kamu tidak takut? Aku saja langsung kabur waktu dia nyengir doang," kata Ney tidak percaya.

__ADS_1


"Ya kamu kan suka sama orang karena fisik doang memangnya aku tidak tahu soal mantan - mantan kamu yang lain? Semuanya terbungkus dalam hal yang sama. Badan atletis, dompet tebal lalu agak sombong. Sama!" Kata Rita.


"Hehehehe terus kamu tahu tidak si Spiker itu dari negara mana? Bahasanya dia bicara dengan Inggris bukan?" Tanya Ney penasaran.


"Bahasa kok. Kenapa?" Tanya Rita yang penasaran juga.


"Dia dari Malaysia lho. Apa jangan - jangan Alex waktu masih remaja?" Tanya Ney.


Rita dan Ney saling terdiam. Masa iya? Kalau begitu....


"Secara tidak sengaja ya kalau memang benar..." kata Rita yang terputus.


"Kita sudah bertemu dengan Alex saat usia kita 19 tahun!?" Tanya Ney yang kaget. 'Sialan! Kalau benar, padahal waktu itu bisa benar-benar jadi sama dia dong gue!' Kata Ney yang menyesaaaaal sekali coba dulu dia ikuti saja permainan itu si Spiker Alex.


"BAHAHAHAHA tapi kalau memang iya itu dia, berarti dr usia muda dulu itu kamu memang sudah pasti kena tolak kan dari dia. Dia beli ****** secara tidak langsung artinya, hanya kamu yang tertarik tapi dia tidak. Ini kalau ya benar dugaan kita," kata Rita tertawa sambil menepuk pelan dahinya karena masih luka.


"Coba saja kamu tanyakan," kata Ney semangat.


"Tidak mau!" Kata Rita menolak.


"Kenapa sih? Supaya jelas," kata Ney memaksa karena dia aslinya penasaran banget.


"Lagi marah sama dia dan aku berhenti kontakan," kata Rita.


"Euuuuhhh..." Kata Ney. Tapi kemudian karena saking keponya dia langsung menanyakan hal itu pada Alex.


a teenager?" ( Hei, Alex, apa kamu pernah ke


Indonesia saat remaja? )


Alex : "Yes, Often. Why?" ( Ya, sering. Kenapa? )


Ney : "Have you ever joined the Cyber Chat


community? And dressed like a thug with


Spiked hair?" ( Apa kamu pernah mengikuti


komunitas Chat Cyber? Dan berpenampilan


layaknya preman dengan rambut berduri? )


Alex : "No. I'm busy with college." ( Tidak. Aku sibuk


dengan kuliah )

__ADS_1


Setelahnya Alex tidak mengaktifkan kolom chatnya dan mengembalikan ponselnya ke tempatnya semula yang dimana itu adalah ibunya. Alex masih dalam keadaan koma dan ibunya menggenggam tangan anaknya mendoakan supaya dia cepat tersadar kembali.


JRENG JRENGGG.... 😱😱😱


Ney melihat kolomnya kembali tidak bisa mengirim pesan, lalu Ney kebingungan. Ternyata bukan dirinya namun Ney tidak memberitahukan Rita kalau dirinya tadi chat dengan Alex. Menurutnya tidak penting atau nanti dia akan memberitahukannya. Aneh sekali bukan kenapa tidak saat itu juga dia beritahukan?


"Kamu tahu tidak berapa pendapat orang tuanya? Itu lebih dari 200 M!!" Kata Ney yang berusaha membuat topik lain dengan topik yang Rita tidak sukai dan dia tidak sadar.


"Hmmm," balas Rita yang tidak peduli. Dia sedang memakan snack Taro sambil rebahan. Sesekali adiknya datang masuk ke kamarnya dan minta cemilan begitu juga ibu dan bapaknya. Lalu keluar lagi, Rita hanya menghela nafas.


"Kok responnya cuma begitu saja? Kamu serius tidak tertarik?" Tanya Ney yang kesal hanya dia sendiri yang heboh dengan info yang dia dapat.


"Berhenti kepo deh sama harta orang, Ney. Itu hanya membuat kamu lebih jauh irinya daripada bisa menerima harta orang. Kamu kan sudah aku beritahu aku tidak tertarik materi. Memang sih penting tapi ya itu kan buat apa jadi bahan pikiran," kata Rita yang kembali membaca komiknya.


"Iyalaaaah aku ini kan sudah lama banget kenal sama kamu lebih dari 10 tahun!" Kata Ney bangga sekali.


Rita dengan tenang membalas chat sambil makan. "Tapi kamu kok tidak kapok sama sekali terus tidak tahu sama sekali soal apa yang aku sukai ya?" Tanya Rita merasa aneh. Terus saja Ney bangga pamerin harta orang memangnya dia siapa? Mau jadi menantu mereka apa?


"Tahu apa sih? Aku itu tahu semua soal kamu!" Kata Ney.


"Oh ya? Kalau begitu coba sebutkan tipe lelaki yang aku suka seperti apa?" Tanya Rita menantang.


Ney terdiam lalu berpikir, "Ya sama saja dengan yang aku sukai kan?" Tanyanya.


'Plislah Author masa kalimatnya harus sama lagi sih!? Capek saya menjelaskannya sama anak ini!' Kata Rita yang marah.


~Yeee apalagi gueeeeeee yang bikin naskah buat kalian semua. Mana harus mikirin ide pula terus ***** bengek persoalan supaya ada cerita lain!~


"Bedaaaa ya Allah, kamu itu semuanya serba materi. Tipe lelaki yang aku suka seperti apa aku yakin kamu sama sekali tidak tahu bahkan aku orangnya bagaimana pun, aku yakin yang kamu ceritakan sama Alex juga pasti bukan aku," kata Rita.


"Tidak kok, aku ceritakan soal kamu yang aslinya," kata Ney agak deg - degan.


" 'Kok kamu beda ya tidak seperti yang diceritakan Ney soal kamu ke aku? Justru ternyata yang dia sebutkan sama sekali tidak ada yang tepat.' Itu kata dia. Dia sudah katakan kok kamu bilang apa saja soal aku ke dia," kata Rita membongkar semuanya.


"SIALAN! DIA BEBERKAN SEMUANYA!" Teriak Ney yang bicara pada dirinya bukan di chat ya.


"Yang aku lihat sepertinya kamu justru membuat karakter lain ciptaan kamu lalu kamu tempelkan itu ke aku. Dan kamu katakan pada Alex mungkin seperti ini, "Rita itu aslinya penurut banget, terus dia itu pendiam tidak banyak bicara. Rita yang sekarang bicara sama kamu itu bukan dirinya percaya deh. Aku ini tahu banyak soal dia." Benar tidak?" Tanya Rita lagi.


"Lho, memang iya kan? Memangnya bukan?" Tanya Ney kebingungan.


"Bukanlah! Kamu masih berpikir aku begitu? Berarti benar, kamu itu sebenarnya tidak pernah tahu aku apa - apa. Alex saja bilang aslinya kamu seru ternyata! Masa kamu kalah sama yang baru kenal sih? Aneh banget!" Kata Rita.


"Tapi..." kata Ney yang sekarang gemetaran. Lalu yang dia lihat itu apa dong?


"Dengar ya kesan yang kamu lihat itu adalah kesan aku yang baru bertemu atau masuk di grup baru. Tidak mungkin kan baru kenal sudah nyerocos? Memang awal pasti aku banyak diam karena menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Pemalu iyalah harus kenal dulu dengan mereka baru aslinya keluar. Memangnya selama ini kamu kenal dengan orang langsung berceloteh? Cerewet kemana - mana? Itu mah sudah dipastikan langsung pada kabur, Ney," kata Rita.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2