ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
466 ALEX


__ADS_3

"Tuan, mau kemana?" Tanya Fernando yang sedang menyupiri Alex.


"Pergi saja nanti aku beritahu di jalan," kata Alex yang tidak sabar ingin membelikan sesuatu untuk Rita.


"Baik," kata Fernando.


Lima belas menit akhirnya sesuai petunjuk Alex, mereka tiba di sebuah toko khusus menjual produk gamis, sepatu, tas dan hijab. Fernando heran, lalu Alex keluar dari mobilnya dan memasuki toko itu.


Fernando menyusul sambil terus merasa aneh. Dan belum mempertanyakannya.


"Selamat siang, Tuan ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang pegawai laki-laki menghampiri Alex.


Beberapa pegawai lain langsung berbisik-bisik mengenai kedatangan Alex. Sungguh tidak menduga!


"Saya ingin membeli hijab tapi yang terbaru. Ada?" Tanya Alex dengan suara tegas.


"Oh! Tentu saja ada. Yang ini semua adalah hijab terbaru yang baru saja datang. Tuan ingin warna apa?" Tanya pegawai itu.


Dalam toko tidak banyak pembeli karena itu Alex bisa dengan leluasa memilih. Ibu-ibu, sampai pegawai perempuan histeris melihat kedatangan Alex.


Mereka tahu siapa Alex, sulit baginya untuk menyamarkan dirinya. Tapi mereka pun keheranan untuk siapa Alex membeli hijab?


"Saya ingin warna dan model paling terbaru. Yang paling mahal ya," kata Alex tersenyum.


Semua pegawai langsung ngibrit mencari dan mengambil hijab dengan warna dan model terbaru, termahal dan ter ter.


Terdapat 100 jenis hijab terbaru dengan warna yang tercantik dan motif yang indah. Alex membayangkan apa yang disukai oleh Rita. Dia sering mendatangi kamarnya dan melihat pernak pernik yang Rita miliki.


Barang yang dimiliki Rita hampir berwarna hijau termasuk dinding kamarnya. Alex tersenyum, dia tahu Rita menyukai warna hijau.


"Saya mencari warna hijau," kata Alex.


Hanya dengan sebuah kalimat, semua pegawai langsung mengambil hijab berwarna hijau. Dari warna Hijau pucat sampai yang tebal. Semua berjajar.


Alex memperhatikan namun dia tetap kebingungan.


"Ada yang bisa Saya bantu, Tuan? Tampaknya Anda kebingungan," kata pegawai itu.


"Ah, ya saya mencari hijab dengan motif yang unik," kata Alex memandangi semua hijab.


Pegawai perempuan meleleh, perempuan mana yang beruntung dibelikan hijab cantik dan paling mahal? Ya jawabannya adalah Rita yang agak lemot dan membuatnya tertawa keras.


"Baiklah, kira-kira motif apa yang dia sukai?" Tanya pegawai tersebut.


Setelah itu masuklah seorang ibu-ibu dengan badan yang agak gembul bermaksud mencari hijab yang terbaru dan motif yang unik. Sebagian pegawai melayaninya.


"Dia seorang imajinasi, pemimpi, namun mimpinya sangat indah. Orangnya sensitif, senang kupu-kupu," jelas Alex dengan gembira menjelaskannya.


Pegawai laki-laki itu segera menjentikkan jemarinya membuat kode pada semua orang.


"Kami memiliki tipe hijab seperti itu ada 10 macam. Tuan mau melihatnya?" Tanya pegawai itu.


"Tentu," kata Alexe menunggu.

__ADS_1


Mereka lalu meletakkan 10 hijab warna hijau dengan motif kupu-kupu. Secara kebetulan mata Ibu itu dan Alex tertuju bersamaan pada satu hijab dan mereka saling memegang satu sama lain.


"Lho?" Mereka semua menatap keheranan.


"Saya dulu yang pegang," kata Ibu itu.


"Enak saja, Saya duluan yang langsung suka," kata Alex tidak mau kalah.


Tanpa disadari mereka adu tarik tambang eh tarik hijab, para pegawai semakin cemas apa yang akan terjadi pada hijabnya karena hijab tersebut limited edition.


"Eeeeh saya mau menghadiahkan hijab ini untuk keponakan. Lepasin!" Teriak Ibu itu dengan galak.


"Saya harus memberikan ini pada perempuan pelik, dia sangat menyukai kupu-kupu. Lepasin!" Teriak Alex.


Fernando dan yang lainnya kebingungan karena timing mereka berdua bersamaan.


"Bagaimana kalau suit saja?" Tanya salah satu pegawai menyarankan.


"Enak saja! Saya duluan yang lihat," kata Alex tidak mau kalah.


"Saya!" Teriak Ibu itu semakin tidak mau lepas.


"Aduh aduh, Tuan, Ibu, hijab ini kan masih ada model yang lain. Tolong saling mengalah," kata pegawainya yang berusaha melepaskan hijab.


Entah terbuat dari bahan apa itu hijab ditarik sudah bagaikan tambang masih saja tidak sobek. Mana tenaga ibu itu dan Alex juga setara.


"Saya tahu kok model ini hanya ada 10 macam, makanya saya kesini pasti ada," jelas Ibu itu masih berusaha memenangkan.


"Saya duluan yang meminta dicarikan. Jadi ini milik saya!" Seru Alex.


Ibu tadi tertawa keras dan segera lari ke kasir, Fernando langsung memapah Alex yang kesal dia sudah kalah!


Para pegawai agak kecewa Ibu itu yang menang.


Fernando membukakan tutup obatnya dan memberikan pada Alex.


"Tuan, obatnya," kata Fernando.


Beberapa pegawai memberikan minuman pada Alex.


"SIAL!" Teriak Alex marah.


Fernando menghela nafas tidak biasanya melihat Tuan Mudanya berkobar memilih hijab dan memperjuangkannya.


"Tuan, Anda mau berikan ke siapa hijab ini?" Tanya Fernando dengan kalem.


Alex agak menangis karena sudah kalah apalagi penyakitnya yang tidak bisa kompromi saat ini.


"Puan pelik ( Perempuan Rumit )," jawab Alex menutup kedua matanya dengan tangan kanannya.


Fernando menghela nafas lalu sejurus kemudian pegawai laki-laki dan lainnya teringat masih ada model hijab yang paling bagus. Mereka sengaja menyimpannya karena sangat terbatas.


"Baiklah, Tuan. Tuan tahu alamat rumahnya dimana?" Tanya Fernando. Terkadang Tuan Mudanya sangat ceroboh. Suka dengan perempuan tapi bahkan rumahnya saja tidak tahu.

__ADS_1


Sudah sering dia tersesat atau bahkan disesatkan. Dulu pernah terkena jahil perempuan, dia memberikan alamat dan dengan Fernando menuju kesana ternyata... Tanah kuburan. 🤣🤣🤣🤣Mana dia diminta membawa bunga mawar banyak juga air minum.


"Ya kamu tanyalah, cari tahu. Orangnya yang paling banyak chat dengan Saya," kata Alex masih dengan nada yang sedih sekali. Benar-benar sangat sulit sekali hanya sekedar membelikan hadiah kelulusan untuk Rita.


Dia membayangkan betapa histerisnya Rita saat menerima kado darinya. Kini sirna sudah!


"Kan Tuan sudah blokir jalan kami menuju dia," lapor Fernando mengingatkan Alex.


Setelah itu Alex membukakan tangannya dan ingat. Langsung saja dia mencoba bertanya pada Rita meski alot sekali obrolan mereka. Dimana Rita sangat curiga menyangka dia akan kirim bom pembalasan.


Akhirnya dapat! Senyumnya Alex berkembang lagi dari yang tampak sedih sayu kini tergantikan. Lalu berdiri setelah meminum obat jantungnya. Fernando agak seram Tuannya terlalu percaya begitu saja.


"Tuan yakin itu alamatnya benar? Bagaimana kalau paketnya menuju pekuburan?" Tanya Fernando.


Alex diam lalu dia tanya lagi kebenarannya. Lima menit kemudian, dia memperlihatkan obrolan dari Rita yang mengumpatnya akan menyiksa Alex saat nanti bertemu.


Alex : "Itu alamat kamu yang asli kan?"


Rita : "Ya iyalah. Masa pasar? Kenapa sih tidak percaya?"


Alex : "Ya kali saja kan kamu memberikan alamat yang ternyata Kuburan,"


Rita : "Kalau nanti ketemu aku siksa kamu!!!"


Selesai. Fernando membacanya lalu mengacungkan jempol.


Alex lalu berjalan kembali ke meja depan, Fernando membelai dadanya berpikir, "Puan pelik itu tampaknya sangat galak. Tuan juga sudah terbiasa kena ancaman tapi hanya ancaman puan ini saja membuatnya tampak senang. Jadi penasaran orangnya seperti apa ya?"


Alex menatap ibu-ibu yang sedang memfoto kan hijab itu pada keponakannya dari jauh. Kesal tapi sudahlah, cari yang lain saja.


"Bukan itu! Modelnya mirip tapi bukan, Mih," kata suara dalam ponselnya membuat ibunya itu terdiam.


"Bukan ini? Tapi katanya terbatas lho," kata Ibunya tidak percaya.


"Bukaaaan motifnya lebih lembut, ada gambar semacam globe," jelas keponakannya.


Pegawai itu datang dan membawakan bungkusan kotak yang terdapat kupu-kupu berwarna peach.


"Saya ingat masih ada hijab yang sangat langka. Mungkin ini cocok dengan keinginan Anda, Tuan. Yang tadi juga terbatas hanya ini yang paling istimewa," kata pegawai itu.


Mereka membukakan kotaknya dan terdapat motif kupu-kupu yang seakan terbang ke atas langit. Tergambar semacam garis membentuk globe yang terbentang.


Alex membelalakkan kedua matanya dan senang. Di sisi lain...


"ITU! Keponakan yang saya cari!" Teriak ibu itu mengagetkan semuanya. Alex membentangkannya di hadapannya, otomatis pasti terlihat oleh Ibu itu.


Ibu itu berada di kasir paling ujung beberapa pegawai bahkan sempat-sempatnya menghalangi.


Pegawai itu menunjukkan empat motif corak kupu-kupu dengan warna yang indah.


"Tuan, saya sarankan untuk memilih hijab yang ini. Warna hijau Olive dengan corak kupu-kupu yang tidak terlalu besar, terkesan membawa impian menuju langit. Kekasih Anda menyukai warna hijau bukan?" Tanya pegawai itu dengan lembut memberikan hijab tersebut.


Alex tertawa dan malu-malu. "Hahaha belum jadi kekasih sih masih perkenalan. Ya dia menyukai warna hijau. Baiklah saya pilih yang Anda sarankan saya yakin dia akan menyukainya," kata Alex melihat Merk yang terdapat di hijab itu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2