ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
408


__ADS_3

"Iyaaaa," jawab Rita mengerti maksud Alex. Dia tak ingin kalau Rita menjauhi Ney mungkin karena sudah banyak orang yang juga menjauhinya. Tapi seharusnya Ney langsung sadar ya kalau perilakunyalah yang bermasalah.


"Aku rindu deh masakan kamu," kata Alex tertawa malu. Ya kali saja Rita mau mengirimkannya lagi, masih terbayang olehnya kenikmatan makanan yang Rita buat.


"Makanya belajar masak!" Kata Rita dengan bangganya.


"Huh! My mom and my sister bilang begitu juga. Nanti deh aku pasti belajar masak lihat saja masakan kamu akan jauh denganku!" Kata Alex dengan yakin.


"Ya iyalah dengan masak sendiri kamu bisa buat apa saja yang kamu inginkan, aku juga begitu waktu SMP. Yah, semoga enak ya awal jadi yukang masak pasti keasinan hehehe," kata Rita teringat dirinya sewaktu SMP ya begitu asin dan memecahkan telor kulitnya masuk semua.


"Enak saja! Kamu ya mendoakan aku yang jelek," kata Alex tertawa.


"Eyy bukan doa jelek tapi memang kenyataannya itu. Coba saja," kata Rita.


Alex kaget apa iya? "Ah, masa sih? Tidak akan langsung jadi pro?" Tanya Alex tidak percaya.


"Eh, si bodoh! Mana ada semuanya juga berproses! Kalau memang dari awal belajar langsung jadi pro, aku sekarang sudah punya resto bintang 10 kali," kata Rita menggelengkan kepalanya.


"Oh benar juga hahahaha!" Kata Alex menepuk dahinya. "Kalau kamu sukses seperti itu aku bisa ketemu kamu terus dan makan saja di tempat kamu," kata Alex cekikikan tengah malam.


"Janganlaaa nanti bangkrut. Banyak yang datang tapi tidak kebagian makanan gara-gara kamu datang terus," kata Rita tertawa.


"Takpe saya bayar kamu lebih mahal. Saya akan menginap di tempat kamu jadi kamu tiap hari melayani saya. Bagaimana? Mahal lho kalau kamu, saya sewa," kata Alex menguji Rita.


"Berapa ya pak perkiraan?" Tanya Rita main-main.


"Sepuluh juta," kata Alex senyum.


"Sepuluh juta rupiah?" Tanya Rita. Dia lupa dengan siapa berbicara lagipula harusnya ringgit ya bukan rupiah.


"......... iyalah segitu. Kamu lupa ya aku ada dimana," kata Alex bengong.


"Terlalu murah," kata Rita dalam pikirannya Alex berada di Indonesia 🤣🤣🤣🤣.


"Zzzzzz benar-benar lupa aku orang mana. Jadi kamu nih masakannya mewah ya," kata Alex mengusap wajahnya. Rita memang sering lupa apalagi soal kenegaraan Alex karena Alex selalu membalasnya dengan bahasa jadi ya otomatis.


"Iya dong mahal apalagi ya yang masaknya juga masih suci, bukan kaleng-kaleng. Kalau kamu menginap di tempat saya atau sebaliknya, kan bukan muhrim. Kalaupun saya dijadikan pembantu juga ya mahal dong jatuhnya," kata Rita.


"AAAAAARGGGHHHH!!" Teriak Alex dalam chatnya sebal sekali dengan penuturan Rita tapi dia mengaku kalah.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong ya kenapa sih kamu sebegitu sukanya sama sang Mantan? Dia kan tak setia di belakang kamu tidak hanya 2x malah beberapa kali," kata Rita merasa aneh.


"Ya karena memang dari awal dia mau menerima aku. Kan sudah dijelaskan, baca deh di episode sebelumnyaaaa," kata Alex kesal masa iya harus diulang?


"Iya aku sudah baca tapi kan aneh mengerti kamu tapi selingkuh. Kalau mengerti ya setia harusnya. Kamu menikahi dia supaya berhenti melakukan itu?" Tanya Rita.


"Hmmmm iya tapi ujungnya malah mati," kata Alex sedih.


"Jiaah tidak perlu deh kamu sedih karena dia sudah tidak ada. Hidup pun tidak ada gunanya meski dia cantik ya," kata Rita.


"HEI, JANGAN BEGITU! Kamu tidak kenal siapa dia," kata Alex marah. Rita tidak kenal Mantannya tapi kenapa bisa seenaknya benar?


"Tidak perlu aku kenal siapa dia dari cerita kamu saja aku tahu kalau sebenarnya mungkin ya dia agak terpaksa menerima. Entah kamunya yang memaksa, entah dia yang sudah memang menyukai kekasihnya terdahulu dan melihat kamu memohon jadi oke," kata Rita membeberkan semuanya tanpa ampun.


"It...." kata Alex tidak bisa berkomentar apa-apa.


"Harusnya sih kalau aku di posisi kamu ya mengerti dan cari yang lain. Alasan dia inner bagus atau indah, tidak menjamin deh soalnya yang terlihat mata kan dirinya yang luar. Aku tahu kamu baik tapi tidak menjamin luarnya baik juga kan. Pribadi kamu pekerja keras tapi over protektif dan posesif apalagi temperamental juga kalau ada yang diluar jalur kamu," kata Rita membuat Alex terdiam.


"How you..." kata Alex yang terpotong. Padahal dirinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan seperti apa kepribadiannya pada siapapun. Bagaimana bisa Rita tahu semuanya? Alex bertepuk tangan dalam kamarnya dia kagum dengan kemampuan Rita yang bisa melihat dirinya sedalam itu.


"Ingat ya kamu itu lebih mahal ketimbang Si Mantan meski dia sudah tidak ada tapi tidak sepantasnya kamu mendapatkan perlakuan seperti itu. Aku tidak tahu kejadian apa yang membuat kamu menjadi lelaki brengsek. Kalau ada yang tidak bisa menghargai kesetiaan kamu sama orang. Kecuali..." kata Rita berhenti. Tahu kalau dirinya lamban sadari perasaan orang.


"Apa?" Tanya Alex. Sontak dirinya merasa terbang dipuji tinggi oleh Tita. Dia tersenyum baru Rita seorang yang bisa membaca semua mengenainya.


"😒😒😒😒," kata Alex lalu tertawa keras. "Entah kenapa baru kamu seorang yang bisa melihat aku dalamnya. Aku senang sekali," kata Alex.


"Tapi nanti lupa sih aku orangnya pelupa," kata Rita menyadari.


"Payah! Iya aku memang bodoh selama ini ternyata aku bertingkah layaknya orang idiot. Sebenarnya itu juga aku terpikirkan karena kalah memang menerima seharusnya dia akan selalu setia. Tapi entahlah mungkin karena aku takut," kata Alex agak malu mengaku.


"Takut apa?" Tanya Rita.


"Being alone," kata Alex lalu terdiam.


"Hah? Hahahahaha!" Tawa Rita membacanya.


"Apa sih? Memangnya aneh? Kamu tertawa begitu karena kamu punya banyak teman," kata Alex cemberut.


"Ya Allaah kulex kulex memangnya hanya kamu yang hidup di bumi? Hahahaha," kata Rita tertawa lalu rebahan.

__ADS_1


"😒😒😒," kata Alex.


"Takut kesepian? Tumben. Banyak manusia di bumi ini Lex, kenapa kamu seperti berpikir akan sendirian? Teman kamu kan banyak juga meski mereka adanya hanya untuk pesta. Tapi aku yakin kamu punya 2 atau 3 sahabat kan," kata Rita.


"Ya ada 😊 Vito dan Alexa. Mereka yang sampai sekarang selalu ada di saat aku sedih sampai aku down. Vito bekerja di kantorku sebagai rekanku yang selalu kena amarah," kata Alex keceplosan.


"Hahahaha kasihan sabar sekali mereka berdua," kata Rita.


Alex menyadari keteledorannya menceritakan mereka tapi yah, Rita memang berbeda. Jadi bukan masalah. "Kalau Alexa sedang kuliah lagi jurusan fotografer kalau dia tahu aku kenal wanita Indonesia lagi, komplitlah dia akan mengejek aku," kata Alex.


"Lah kan sahabat kamu Vito bekerja sebagai rekan kamu di kantor so pasti tahulaaah," kata Rita tertawa keras.


Alex membeku lalu dia segera mengecek chat dalam ponselnya dan benar saja Alexa mengejeknya. "Kamu kenalan dengan wanita Indonesia!? HAHAHAHAHAHAHAHA karma itu ada ya makanya jangan suka sompral," isi dari chatnya.


Alex mengepalkan kedua tangannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "KECEPLOSAAAAN!!" Teriaknya terdengar oleh beberapa pembantu yang sudah terbiasa.


Akhir ini Tuan Muda mereka bertingkah sangat lucu sehingga membuat mereka semua harus menahan tawa saat tuan mereka diluar kamar. Karena sekarang keadaannya Alex berada di dalam kamar, mereka bisa tertawa sepuasnya. Meski tidak tahu ada apa tapi beberapa orang tahu kalau Alex tengah kenal dengan wanita Indonesia. Hasil dari menguping koki dapur.


"Si bodoh! Hahaha hmm?" Tanya Rita melihat chat yang aneh.


"Ada apa laa saya nih frustasi sudah keceplosan. Kenapa tidak kepikiran ke situ ya?" Tanya Alex kesal pada dirinya.


"Ada yang chat aku tapi tidak tahu siapa. Ooh Arnila hmmm dia pakai nomor lain," kata Rita memberitahukan.


"Kamu yakin itu Arnila? Bukan Ney? Ada yang mau dibicarakan mungkin, coba cari tahu dulu," kata Alex agak merasa aneh kalau Arnila.


"Kenapa kamu curiga?" Tanya Rita.


"Memang kamu tidak? Tahu kan siapa yang kepo soal kita," kata Alex memberikan petunjuk.


"Masa sih sampai dia pakai nomor lain?" Tanya Rita memperhatikan nomor yang menghubunginya.


"Ya makanya coba diteliti dulu takutnya malah itu benar Ney, dia kan berharap kamu keceplosan cerita soal keadaan kamu sekarang," kata Alex yakin bahwa itu Ney.


"Hmmmm kok dia tidak tahu malu ya terus chatting aku tanpa ada rasa bersalah?" Tanya Rita pada Alex. Syukur kalau dia ada minta maaf tapi tidak ada sama sekali malah terus mengajak bicara lalu terus menambah dosa dengan mengejek atau bahkan menghina kepribadiannya.


"Nanti juga kena getahnya. Chat sajalah kalau nanti kamu tak suka komentarnya jangan di masukkan hati. Kamu sudah lama kenal dia sudah banyak orang yang tidak peduli, ya seperti itu saja. Aku mau tidur nih besok lagi saja kamu balas dia, jangan tidur terlalu malam ya," kata Alex.


"Iya aku balas besok saja. Goodnight," kata Rita menyudahi percakapan mereka.

__ADS_1


"Night. Jangan lupa mimpikan aku ya." Kata Alex senyum lalu mematikan ponselnya.


Bersambung ...


__ADS_2