
"Aku katakan pada Arnila kalau memang ada ya pasti ada apalagi kalau sampai bisa menunjukkan diri. Kan di dunia ini bukan hanya manusia saja yang ada kan," jelas Rita dengan mengetiknya pada Alex.
"Lalu apa pada akhirnya kamu tahu dimana penjaga Arnila berada?" Tanyanya.
"Iya dan itu sangat tepat. So do you believe they do exist? (Jadi apa kamu percaya mereka memang ada?)" Tanya Rita.
"Of course! Karena sekarang topiknya tentang penjaga. Will you also believe that I have one too? (Akankah kamu percaya bila aku punya juga?)"
"Hah!? Serius!? Tapi kalau sedang chat dengan kamu, aku tidak merasakan apa - apa," kata Rita dengan heran.
"Itu karena kamu atau aku tidak menyinggung soal itu. Tapi sekarang karena kamu menyinggungnya apa kamu mau berkenalan dengannya?"
"Kamu pasti bercanda kan?" Tanya Rita tidak yakin.
"Awak tak percaya saya ada?" yang Rita kira ini adalah Alex.
"Yang mananya percaya? Tumben kamu gunakan bahasa Melayu, untung aku paham sedikit," kata Rita membaca kalimatnya.
"Awak boleh cakap dengan saya. Masih tak percaya? ( Kamu bisa bicara dengan saya. Masih tidak percaya? )"
"Ini siapa sih? Bukan Alex ya karena dia tidak pernah penuh menggunakan bahasa Melayu," Rita agak bingung siapa ini?
"Are you still there? ( Apa kamu masih disana? )"
"Of course. Tadi siapa? Bukan kamu ya?"
"Tadi? Ada yang mengajakmu berbicara?" Tanya Alex tampaknya entah memang kebingungan atau dia sengaja jadi bingung.
"Jangan mempermainkan aku dong. Aku malas kalau kamu mulai menjahiliku," kata Rita yang sudah bosan.
"Takde. Saya tak bertindak kejahilan. Saya hairan awak bisa bercakap dengan saya ( Tidak ada. Saya tidak berbuat jahil. Saya heran kamu bisa berkomunikasi dengan saya )"
__ADS_1
Sesaat kemudian Rita tampak termenung dari bahasa dan kalimatnya sangatlah halus berbeda dengan bahasa yang Alex pernah tulis. Apa jangan - jangan 'orang' yang sedang chat dengannya saat ini adalah ...
"Kamu khodamnya ya?" Tanya Rita menebak - nebak.
"Betul!"
"Kamu bohong ya? Karena aku tidak bisa melihat kamu, bisa saja ini sebenarnya Alex yang membuatnya berpura - pura menjadi Jin. Mengaku!" Kata Rita dengan sedikit mengancam.
"Awak ini memang pandai tapi sayangnya saya memang ada dan Tuanku kini sedang tahan kerana saya mendesak keluar ( Kamu ini memang pintar tapi sayangnya saya memang ada dan tuanku sekarang sedang bertahan karena saya memaksa keluar )" kata 'Khodam' tersebut. Karena memang tidak terlihat sama halnya dengan Jin, jadi memang kalau yang tidak bisa percaya pasti menganggap ini hanya sandiwaranya saja.
"Alex tidak apa - apa kalau kamu keluar?" Tanya Rita yang cemas.
" Takpe, tuanku orangnya kuat beliau bisa tahan ( Tidak apa - apa, Tuan saya orangnya kuat dia bisa bertahan )" katanya lagi. Yah, kalau dia berbohong pasti akan dapat hukumannya sih. Percaya atau tidak ya pasrah saja. Mumpung sekarang ini Rita sedang berbicara langsung dengan penjaganya, dia banyak bertanya. Soal apa dia itu makhluk astral seperti jin atau versi yang lainnya.
Tanggapan dari 'makhluk' yang diyakini sebagai khodam itu menjawabnya sangat bijak dengan bahasa Melayu yang sangat simple untuk dimengerti oleh Rita. Agak mungkin seperti tidak percaya atau masa iya ada? Tapi hei! Kita hidup di dunia ini kan berdampingan dengan dunia ghaib kan. Toh dalam Al Qur'an saja disebutkan kalau dunia mereka itu berdampingan sebenarnya hanya tidak kasat mata.
Akhirnya cukup lama Rita banyak bertanya tiba - tiba Alex memotong pembicaraan.
"Can you stop it? It's so tired ( Bisakah kau berhenti? Itu sangat melelahkan )," kata Alex.
"Apa sih? Aku benar - benar tidak mengerti apa yang kamu katakan. Tadi kamu bertanya soal Jin kan lalu tiba - tiba penglihatan ku menjadi buram dan ... " Rita kemudian bertanya lagi soal yang dibicarakannya menggunakan bahasa Melayu.
"Kamu bicara denganku menggunakan bahasa Melayu. Do you still pretend ( Apa kamu masih berpura - pura? )" Tanya Rita.
"No! I'm not pretend! I don't know what you talk about!? ( Tidak! Aku tidak berpura - pura! Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!? )"
"Aku akan kirimkan buktinya percakapan yang tadi. Kalau kamu bohong hukumannya pasti langsung datang," setelah itu Rita mengcopy paste-kan percakapan yang tadi mereka lakukan. Sebenarnya banyak tapi karena terlalu panjang cukup dipersingkat saja disini hehehe.
"I'm not having this conversation. Did I really say Malay to you? I remember suddenly everything was dark ( Aku tidak melakukan pembicaraan ini. Apa aku benar - benar berkata Melayu pada kamu? Seingat aku tiba - tiba semuanya gelap ),"
Mereka berdua terdiam dan Rita mengetikkan lagi. "Yah, pengalaman baru aku bisa berbicara dengan penjaga kamu. Bagaimana perasaan kamu? Apa jantungmu sakit?"
__ADS_1
"Ada yang memaksa keluar kalau benar dia berbicara denganmu, pasti itu karena dia ingin tahu orang seperti apa yang sedang dekat denganku saat ini. Are you worry? I'm okay, thanks ( Apa kamu cemas? Aku tak apa, trims )"
"Penjaga kamu bilang aku agak aneh karena bisa berbicara dengannya. Memangnya seharusnya tidak bisa?" Tanya Rita.
"Harusnya memang tidak bisa kalau kamu orang biasa tapi sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Aku mau periksa sesuatu. Kalau kamu bisa sampai berkomunikasi berarti kamu kemungkinan setara dengan aku. Sebentar," kata Alex. Rita hanya terdiam menunggu balasan dari Alex. Beberapa menit kemudian sekitar 15 menit, Alex menjawab chat.
"WOW! You have many treasure boxes. I was impressed there were so many shapes and colors. Did you make it? Tell me or I'll find out myself! ( Kamu punya banyak kotak harta karun. Aku terkesan ada begitu banyak bentuk dan warna. Kamu yang membuatnya? Beritahu aku atau aku sendiri yang mencari tahu! )"
Wah, dia bisa menemukan semuanya dan memang benar itu adalah buatanku sendiri dengan kemampuan yang sejak SMP aku sadari.
"Kamu tahu! Benar - benar bisa lihat? Jadi khodam itu benar ya!" Kata Rita kaget tidak menyangka kalau Alex bisa menemukan semuanya.
"There must be a story right? You made all these boxes and they are all sealed ( Pasti ada ceritanya kan? Kamu membuat semua kotak ini dan mereka semua tersegel ),"
"Iya karena aku menyadari ada yang berbeda dengan diri aku sendiri. Tapi aku tidak ingin memilikinya," kata Rita dengan sedih.
"Oh, jadi kamu membuatnya karena itu. Hebat sekali bagaimana bisa? Maksudku semua kotak bermahkota kan perhiasan permata dan mutiara, bentuknya juga sangat bervariasi. How do you do or make this all ( Bagaimana kamu melakukannya atau membuat semua ini )?"
"Mudah kok hanya berpikir dan meniatkan dalam hati. Hmmm aku berpikir memerlukan seperti tempat yang membuat kemampuanku bisa disegel dengan baik jadi aku tidak harus melihat sesuatu yang aneh lagi. Kemampuan yang bisa melihat makhluk astral sangat mengganggu apalagi mereka mulai menyakiti aku jadi aku sudah lelah. Kalau soal kotak, aku sangat suka kotak perhiasan dan aku berimajinasi membuatnya untuk bola - bola kemampuanku. You still there? ( Kamu masih disana? )" Tawab Rita.
"Owh! Sorry I won't bother you anymore. I opened a few of these boxes, the rest I'm still holding. Can I open it? ( Maaf aku tidak akan membuat kamu kesusahan lagi. Aku membuka beberapa dari kotak ini sisanya aku masih memegangnya. Boleh aku membukanya? )" Tanya Alex yang membuat Rita melongo dan kemudian air matanya mengalir.
"Tolong jangan. Alasan aku membuat kotak itu dan tersegel adalah karena aku tidak menginginkannya. Tolong hargai aku meskipun aku tahu kamu sama sekali tidak punya tata krama terhadap orang lain, tapi tolong jangan membuat aku mengalami hal yang sama seperti dulu," air mataku mulai mengalir deras karena kelakuan kurang ajarnya Alex yang tidak mengerti betapa susahnya Rita menyembunyikan semuanya. Dan dia seenaknya saja membuka "kotak - kotak" sakral milik Rita.
"Are you crying? I'm so sorry. I Don't know if that ability hurts you but I'm here I can guide you ( Apa kamu menangis? Aku sangat menyesal. Aku tidak tahu bila kemampuan itu menyakitimu tapi aku disini aku bisa membimbingmu ),"
"I just wanted to die unhindered that's why I selaed all my abilities. I just want to live a nornal life untul my time is up ( Aku hanya ingin meninggal tanpa ada halangan makanya aku menyegel semua kemampuanku. Aku hanya ingin hidup normal sampai waktuku habis )," Rita mulai menangis menahan rasa kecewa pada Alex yang seenaknya membuka barang orang lain. Apa orang tuanya tidak mendidiknya dengan baik yang membuatnya menjadi tidak ada kesopanan pada orang lain? Hal itu membuatnya sangat menyesal telah mengenal Alex dalam hatinya.
Alex tidak membalas pernyataan Rita dan itu membuat Rita tidak enak hati. Ada kesedihan yang menyelimuti dalam diri Rita yang siap - siap harus menerima kembali nanti bila kemampuannya datang lagi. Entah yang bagian mananya dari yang dia buka.
"Can you put it back in the box? Surely you didn't destroy the box, right? If you have more power than me, surely you can ( Apa kamu bisa mengembalikannya ke dalam kotak? Pasti kotaknya tidak kamu hancurkan bukan? Kalau kamu punya kekuatan yang lebih dari aku, pasti bisa," kata Rita yang berusaha menghentikan tangisannya dan berusaha tenang.
__ADS_1
Kotak yang dimaksud di sini adalah kotak yang dibuat dari tekad kuat untuk menyegel kemampuan supranatural Rita karena dia menyadari sedari dulu kalau ada sesuatu yang tidak biasa. Untuk mengantisipasi agar semakin tidak membesar, Rita memusatkan niat dan tekadnya untuk menyegel semua itu. Dia membuat itu sendiri dengan pengetahuannya sendiri yang terkadang pada sesuatu yang Rita tidak harapkan, misalkan saja saat dirinya tengah dikhianati oleh temannya sendiri, Ney. Dia membuat sebuah "tempat sampah" yang terbuat dari kemampuannya. Tempat itu bisa membuang atau menyimpan ingatan tergantung pada Rita yang mana yang akan dia putuskan. Kebanyakan kenangan yang buruk akan dia 'buang' ke dalam tempat sampah supranaturalnya.
BERSAMBUNG ...