
"Kamu meremehkan aku?" Tanyanya dengan kesal.
"Please deh," Kata Rita yang berjalan menuju ruang tengah. Sontak mereka semua kembali secepat kilat menuju tempatnya. Saat sedang makan, Rita duduk bersebelahan dengan Ney yang bersebelahan juga dengan teman - teman Merlin dan Anggara.
"Kenapa aku harus duduk sama kamu sih?" Tanya Ney memandangi kursi Anggara yang sebelahnya ada Merlin.
"Memang kenapa? Tidak suka duduk sama aku?" Tanya Rita yang bete. Ampun deh kalau tidak suka, ya pindah saja.
"Aku kan maunya duduk dekat Anggara,"
"Ya sudah sana pindah ngapain juga kamu mengeluh disini?" Tanya Rita yang membiarkan Ney sendiri dengan argumentasinya dan memandangi Ney pindah tempat duduk, meminta duduk dekat Anggara tapi ditolaknya. Dan dia kembali duduk di sebelah Rita sambil memasang wajah yang kesal.
"Oke, hari ini disini aku mau memberi pengumuman tentang cafe kueku yang akhirnya sudah berjalan selama 4 tahun dan sukses lancar!" Seketika itu semuanya bertepuk tangan yang meriah untuk Merlin, Anggara yang bertepuk paling antusias.
"Sekaligus berbarengan dengan Merlin, ada yang mau aku sampaikan juga," kata Anggara yang lalu berdiri dan Merlin duduk. "Sebentar lagi aku akan lulus kuliah lebih cepat dari kalian," katanya yang membuat Ney terpana dan memandangi Rita.
"Dia kan pintar otaknya setara dengan Alex jadi dia bisa lulus kapan saja," jawab Rita tanpa mempedulikan wajah terkejut Ney.
"Terus sudah lulus rencananya apa?" Tanya Ney pada Rita dan Rita mengangkat kedua bahunya tidak peduli.
"Ada kemungkinan aku akan kembali melanjutkan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat,"
"Hati - hati bro, disana kamu dibantai kulit hitam!" teriak salah satu temannya yang langsung dilempar kue.
"Tenang, aku kan bisa sewa pengawal,"yang langsung diteriaki "Wuuu" dari semua temannya lalu tertawa.
"Nanti kamu kembali lagi tidak ke Indonesia?" Tanya salah seorang teman perempuannya.
"Pasti kan orang tuaku disini. Tapi aku sudah ditawari pekerjaan arsitektur di Italia, rencananya aku mau ajak serta orang tuaku pindah kesana," Ney hanya melongo mendengarnya.
"Rita, kamu punya nomor telepon Anggara tidak? Aku minta!" kata Ney yang terdengar panik.
"Tanya aja langsung ke orangnya," kata Rita tidak mau terkena masalah lain. Ney langsung bergerak ke depan tanpa adanya rasa malu yang diperhatikan oleh banyak temannya. Acara pun berlanjut Rita ceritakan hal itu pada Merlin dan Merlin memandangi Anggara yang saat ini ditodong oleh Ney. Anggara memandanginya dan menganggukkan kepala, Merlin tersenyum dan mengerti maksudnya.
__ADS_1
Rita hanya memandangi keduanya ada rencana apakah?? "Rita, besok datang ya ke tempat ini. Disini sudah ada waktunya, kodenya biru ya. Bawa juga teman kamu, besok adalah hari pembalasan dariku,"Merlin memberi Rita sebuah kartu yang mewah dilapisi dengan pita emas dan didalamnya terdapat nama tempat dan waktu, seperti kartu ulang tahun.
"Ada apa sih?" Merlin hanya tertawa dan mengedipkan matanya. Saat jelang jam 3 sore, Rita mendapat sebuah pesan di hpnya.
"Done?" Tanya Alex membuat Rita berbinar - binar dan Anggara mendapati Rita yang sibuk dengan hpnya.
"Itu pasti Alex," kata Ney sengaja membesarkan suaranya dengan Anggara.
"Alex?" Tanya Anggara menatap Ney.
"Iya. Dia dapat kenalan orang asing dan sekarang jadi sombong banget!" Anggara memperhatikan wajah Rita yang kadang berubah jadi kesal lalu tersenyum lalu datar. Ney tampaknya ingin menjatuhkan Ney didepan Anggara dan berusaha mewujudkannya tapi tampak Anggara menyadari niatnya.
"Alex itu anak billion Rita selalu menceritakannya dengan sangat tinggi, sampai - sampai dia menjelekkan aku pada Alex. Kejam sekali kan," katanya sambil berusaha memegang tangan Anggara yang tentunya dihindari lagi.
"Oh... tapi aku yakin Rita akan bisa menghadapi lelaki seperti itu. Yang aku tahu, Rita tidak mungkin menjadi sangat sombong hanya karena berkenalan dengan orang seperti itu. Kamu yang katanya teman dia bukankah seharusnya lebih tahu seperti apa Rita bukan malah membuatnya jatuh di depanku, kamu tidak ada kualitas sebagai teman!" Ney salah tingkah mendengar penjelasan Anggara dan melemparkan pandangan sinis pada Rita. Merlin mendekati Rita dan bertanya tentang dengan siapa dia chat lalu Anggara juga datang bersama dengan Ney yang sinis.
"Sepertinya kamu punya teman lain," kata Anggara.
"Oh iya, Ney cerita ya?" Tanya Rita senang.
"Aku yakin orangnya baik," kata Merlin.
"Meski dia agak sombong sih. Jangan bertanya sesombong apa, kadang lelah juga aku menghadapi orang ini. Susah banget mengertinya," kata Rita yang disambut tawa mereka berdua.
"Namanya siapa?" Tanya Anggara dengan rasa ingin tahu takutnya orang itu menyakiti Rita.
"Alex," jawab Ney yang memberikan namanya cepat sebelum Rita beritahu.
"Namanya siapa?" Tanya Anggara lagi yang tidak mempedulikan jawaban Ney.
"Aku kan bilang namanya..." lalu dengan cepat dipotong oleh Rita.
"Alex Haryaka Alfarizki," jawab Rita dengan lengkap membuat mereka bertiga terpana.
__ADS_1
"Sebentar, aku penasaran dengan nama itu sepertinya aku pernah mendengarnya," jawab Merlin yang langsung membuka sesuatu di hpnya.
"Oh ya? Iya ya orang tua kamu kan pengusaha terbesar, mungkin kamu kenal," mendengar penjelasan Rita, Ney langsung menegakkan badannya dan berpikir dia sepertinya salah ambil langkah dan memandangi Merlin yang sibuk mencari tahu.
"Oh!" Katanya dengan kaget lalu memandangi Rita dengan penuh tanda tanya tapi Merlin tidak memberitahukan apa yang dia tahu.
"Kenapa?" Tanya Anggara yang ikut melihat dan terkejut juga.
"Kenapa sih? Dia siapa?" Tanya Ney yang juga sangat penasaran. Kenapa mereka berdua tampak terkejut mendengar nama lengkap Alex, yang secara sengaja Ney pun menghafalkan nama Alex. Mereka berdua tampak aneh lalu sama - sama tersenyum.
"Kamu hebat! Selamat ya," kata mereka berdua sangat bahagia.
"Kamu sebentar lagi akan berbahagia! Meski aku tidak kenal dengan orangnya, aku yakin kamu bisa!" Seru Anggara sambil mengelus - elus kepalanya Rita dan Merlin menepuk bahunya.
"Kenapa sih kalian? Aku bingung Alex itu siapa?" Mereka berdua saling berpandangan dan menggelengkan kepala.
"Rahasia. Kalau Alex mau, nanti dia akan jelaskan siapa dia sebenarnya tapi memang agak aneh ya. Kok bisa dia menyasar ke kamu?" Tanya Merlin dengan wajah yang tidak bisa dikatakan.
"Nanti kalau sudah tahu, terserah kamu saja. Apapun yang terjadi sama dia lalu bertemu kamu, ya memang sudah jalannya begitu. Kalau ada apa - apa, dia berani menyakiti kamu, bilang saja aku akan buat perhitungan," kata Anggara dengan membusungkan dadanya.
"Aku juga. Aku akan panggil semua kesatuan ku untuk menghadapi dia," kata Merlin sambil membusungkan dadanya yang... jadinya agak seksi setelahnya Anggara menutup kedua matanya.
Rita sangat kebingungan dengan perilaku Merlin dan Anggara tapi enggan menanyakannya lagi dan lebih mempercayainya. Setelahnya Merlin melihat sesuatu dan meminta permisi untuk ke depan begitu juga Anggara tapi tumben Ney tidak mengekornya.
"Kamu bilang Merlin itu orang tuanya pengusaha kaya? Perusahaan apa sih?" Rita melirik Ney yang sekarang mulai ingin tahu mengenai Merlin.
"Perusahaan emas dan batu bara. Lihat saja tampilannya sampai hp pun semuanya bling-bling,"
Ney langsung memelototinya kedua matanya dan menganga sambil menatap ke arah Merlin yang sedang sibuk mengatur bunga - bunga.
"Makanya aku sudah bilang, kamu bukan apa - apa bagi dia. Jadi berhenti saja! Kamu jauh banget diatas dia, Ney meski Anggara bukan lelaki kaya tapi dia kaya dengan kepintaran otaknya,"
"Kalau sama aku sih tidak terlalu jauh tapi kalau sama kamu, ya pastilah di dasar banget. Justru kamu yang tidak pantas berada di sekitar Merlin, kamu harus jauh sama dia nanti kamu sendiri yang malu lho karena teman - temannya hedonis."
__ADS_1
Rita merasa remuk redam dengan perkataan Ney dan tidak disadari oleh mereka, 4 orang mendengarkan perkataan Ney yang terasa begitu kasar. Rita hanya terdiam lalu berpindah tempat duduk ke depan dekat dengan stand cake. Ney kemudian sendirian dan mencoba berbaur tapi sayangnya banyak yang beralasan pindah tempat duduk dan akhirnya Ney sendirian lagi.
BERSAMBUNG ...