ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
493


__ADS_3

"Kalau khodam saya datang apa Teteh sadar?" Tanya Koko.


"Tidak tahu," kata Rita.


Mereka berdua merasa aneh.


"Mau coba bicara?" Tanya Koko.


"Tidak manusia tidak jin, semuanya penasaran ya. Asalkan jangan sampai didatangi saat malam saja," kata Rita merinding.


Koko dan Ua tertawa lepas.


"Tidaklah Teh. Kita coba ya, penasaran sih bisa tidaknya kamu komunikasi sama mereka," kata Koko mengusap kedua tangannya.


"Oke," kata Rita.


"Jangan yang agresif, jangan yang pemarah. Nanti berabe," kata Ua.


Koko mengangguk. Dia pilih-pilih. Kemudian Koko memejamkan matanya dan konsentrasi. Satu per satu khodamnya menjawab.


"Aku tidak mau," Khodam pertama.


"Tidak minat. Yang lain saja," Khodam kedua.


"Apa harus? Next saja," Khodam ketiga.


"Saya sibuk. Yang lain saja," Khodam keempat.


Koko membuka matanya dan kesal. "Atuhlaaah kenapa sih pada nolak?" Koko ngomel sendiri.


Ua tertawa melihatnya sedangkan Rita makan saja.


"Ya sudah saya saja. Urusan tadi juga belum selesai," kata Naga hitam.


"Kamu jangan! Nanti yang ada marah-marah. Teteh kalau marah menyemburkan api juga," kata Koko bicara sendiri.


"Dih, katanya disuruh keluar. Bagaimana sih?" Kata naha hitam menghembuskan asap dari hidungnya.


"Saya saja. Tapi saya tidak mau bicara lewat kamu. Sebelah saja ya," kata khodam itu.


"Mau masuk situ katanya. Bagaimana, Ua?" Tanya Koko dengan agak sebal.


"Hahaha ya sudah sok," kata Ua. Ribet ya.

__ADS_1


Setelah itu Koko mengirimkan sesuatu macam orang silat mengerahkan semacam energi.


"Sudah Teh," kata Koko bernafas lega.


"Mana?" Tanya Rita bingung.


"Di sini," kata Koko menunjuk ke Ua Mori.


"Hah? Masuk ke Ua?" Tanya Rita aneh. Yah, antara percaya dan tidak percaya sih. Tapi setelah Rita mengalaminya sendiri soal ketempelan jin yang membuat perilakunya berbeda, ya mungkin memang nyata.


"Iya, sok coba tanya. Terserah," kata Koko.


Tita menatap Ua, Ua juga menatap Rita. Mereka saling berdiam diri. Koko menghela nafas dan tertawa.


"Bingung ya? Kamu duluan deh yang bicara," kata Koko menepuk Ua.


"Asa aneh nya. Naha Tiasa komunikasi? ( Agak aneh ya. Kenapa bisa berkomunikasi )?" Kata Ua dengan gelagat tidak biasa.


"Orang Sunda?" Tanya Rita langsung.


Koko kemudian tertawa mendengar pertanyaan Rita. Entah apa yang Koko lakukan. "Maaf, lucu sekali. Koko memasukkan sesuatu yang lain," katanya.


Rita masih bingung apa dong kalau bikan khodam?


"Nu baleg ateuuuh ( Yang benar dong )," kata "Ua" memukul Koko.


"Perempuan?" Tanya Rita ke "Ua".


"Ua" bertepuk tangan dengan gembira.


"HAH!? Serius..." kata Rita yang menahan pikirannya untuk suudzon.


"Ua" langsung menutup mulutnya untuk tertawa.


"Tong seuri ( jangan tertawa )," kata Koko menahan.


"Naha? Iiih, Aa kejam ka abdi ( Kenapa? Iiih, Aa kejam ke saya )," kata "Ua" mencolek Koko.


Rita menatap Koko datar tampaknya dia sedang dikerjai.


"Dia parno sama Ha... jangan pokoknya, jangan ketawa. Senyum saja," kata Koko yang berusaha menyembunyikan siapa perempuan itu.


"Iya jangan ketawa, aku menahan suudzon nih," kata Rita duduk mundur.

__ADS_1


"Ua" mengerti maksudnya, toh dia berada di dalam sana juga tidak ada niat jahat untuk menakuti. Agak genit juga sama Kokonya.


"Iya kalem saja Teh, saya ke sini bukan niat menakuti. Tahan pikirannya, saya kesini karena dia," kata "Ua" malu-malu menggoda Koko.


Koko menghindar karena yah, dengan badan Ua agak susah dibayangkan sih. Akhirnya Koko menangkap sesuatu di atas kepala Ua dan membuat Ua sadar kembali.


"Lho? Sudah? Kok Teteh seperti ketakutan begitu? Kamu manggil khodam kan? Kenapa Teh? Tenang tenang," kata Ua menenangkan Rita yang merinding.


"Saya panggil Nona," kata Koko agak menyesal.


Ua lalu menjitak Koko.


"Aduh! Maaf Teh, saya hanya ingin tahu saja," kata Koko meminta maaf.


"Untung saja si Nona eta tidak jahil malah genit ke kamu. Yang benar atuuuuh. Sudah khodam saya saja deh, yang tadi pasti balik lagi da senang sama kamu," kata Ua agak marah.


"Iya iya," kata Koko pasrah. Sekarang gilirannya dia yang akan dimasuki khodam Ua.


"Sudah aaah," kata Rita tidak mau lagi. Menakutkan berhadapan dengan Nona.


"Satu lagi saja. Kali ini tidak akan dipanggil begituan," kata Ua. Lalu dipanggil lah khodamnya yang agak bete dipaksa masuk ke tubuh Koko.


"Saya tidak mau pakai badan ini!" Kata khodam Ua sebal.


"Buru asup! ( Cepat masuk )!" Perintah Ua memaksanya.


Khodam itu masuk dan menampakkan wajah yang bete. Yang tadi genit, sekarang yang bete.


"Kenapa sih?" Tanya Rita memandangi "Koko".


"Lagi bete tuh," kata Ua menatap "Koko".


"Bete kenapa sih? Lihat Koko lagi cemberut aneh juga," kata Rita tertawa.


"Itu khodam Ua memang lagi bete. Tidak mau masuk me badannya Koko," kata Ua menggelengkan kepala.


"Khodamnya nyebelin ya yang ini," kata Rita membuat "Koko" menantang ke arah Rita.


"Hahaha coba tebak gendernya apa?" Tanya Ua.


Rita fokus membuat "Koko" menunduk. "Laki-laki," jawab Rita yakin.


"Betul. Tapi cunihin," kata Ua tertawa.

__ADS_1


"Tidak sopan," kata "Koko" masih cemberut pada Ua.


Bersambung ...


__ADS_2