ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(77)


__ADS_3

"OH!! Kalau bisa dapat perawan ya lebih senang lagi aku hehehe,"


"Kamu belum pernah mendapatkan pengalaman itu dengan yang perawan?" Tanya Rita tidak percaya. Jadi selama ini dia pakai yang bekas juga!? Hahahahaha! Rita tertawa keras.


"Aku tahu kamu sedang tertawa keras. Ya! Aku sudah bilang kan, kebanyakan melakukan itu dengan yang sudah melakukannya sebelum aku? Ya jujur dengan perawan asli belum pernah nanti pasti dapat! Kamu bilang begitu aku jadi sangat penasaran,"


"Singkirkan pikiran itu jauh - jauh! Jangan berani melakukannya sebelum kamu menikah dulu!" Kata Rita dengan galak.


"Sure ( tentu )! Aku akan lebih belajar bersabar sampai mendapatkanmu!" Membuat Rita membalasnya dengan emoji wajah datar. "Tapi aku akan melakukannya dengan sabar tenang saja. Kalau kamu ingin pelan dan lembut, aku bisa melakukannya. Kalau kamu minta cepat, kasar dan lebih puas, aku lebih bisa melakukannya dari yang tidak kamu bayangkan,"


Rita semakin beristigfar baginya Alex sangat berbahaya kalau sudah berbicara tentang hal itu. Kadang Rita selalu lupa kalau Alex sudah jadi ahlinya dalam berhubungan intim apalagi berbagai gaya. Ya Allah astagfirullah... tapi soal itu kan normal ya dan sebuah ilmu juga yang memang harus diketahui setidaknya, ada guru hehehe...


"Keluar darah itu kalau dipaksa main?" Tanya Rita lagi.


"Yah, tergantung ada juga yang langsung enak tapi saat goyang perempuannya yang menjadi liar sampai tidak terasa keluar darah. Awal sakit karena... yah, nanti juga kamu tahu," kata Alex tidak meneruskan tulisannya.


"Kamu pasti menikmatinya banget ya,"


"Of course! Aku sangat liar kalau sudah dikasur. Kamu juga tidak akan bisa menolaknya. Aku jamin!" Goda Alex.


"Mengerikan!" Jawab Rita yang enggan membayangkannya tapi sedikit. Membayangkan roti sobeknya perut Alex lalu Rita menampar pipinya sendiri sampai kesakitan.


"Tapi buat kamu, aku akan melakukannya sangat pelan sampai kamu merasa enak. Badanku sixpack dulu aku buat begitu untuk menarik perhatian perempuan," katanya dengan bangga membuat Rita menjulurkan lidahnya dan mual.


"Untuk menjual perjaka kamu juga kan," balasan Rita membuat Alex tertohok dan dia pundung.


"Aku tidak begitu. Mereka yang memaksa karena ototku keren katanya jadi mereka ingin tidur di atas badanku,"


"Kamu juga tidak menolak," Rita sebal karena Alex setengah - setengah. Namanya juga lelaki kalau di badannya sudah merasakan sentuhan lembut perempuan pasti liar juga tangannya.


"Hei! Itu rejeki namanya hahaha well, yah sekarang aku menyesali semua kan tapi aku masih menyisakan bagian untuk istriku kok,"

__ADS_1


"Apa tuh?" Tanya Rita ingin tahu. Bagian yang mana?


"Kepuasan dari belalaiku," si idiot!!!


"Aku tidak bercanda! Aku berhubungan tapi tidak sampai membuat mereka hamil! Meski ada juga yang meminta tanpa upacara sakral, you know," gila banget ya perempuan negara sana juga apalagi bule asing.


"Padahal biar saja sampai hamil! Kan kamu suka,"


"Mereka akan jual bayinya agar dapat banyak uang dari keluargaku. Ibuku hanya tahu aku adalah anak baik," kata Alex.


"Masa sih? Menurutku ibu kamu pasti tahu senakal apa kamu ini sebenarnya," kata Rita meragukan penilaian Alex pada ibunya.


"Mungkin juga sih," balas Alex.


"Kamu pasti berhubungan juga dengan almarhum mantan kamu kan. Apa kamu sampai puas?" Tanya Rita.


"Hmmm yah saat berhubungan dengan dia, dia tidak pernah bisa membuatku puas. Jadi sebenarnya sangat disayangkan kalau dengan nilai sih, dia zero. Aku berkeinginan saat dia menjadi istriku, dia bisa mengusahakan aku agar puas,"


"Tunggu tunggu. Kamu bilang kebanyakan perempuan yang pernah berhubungan sama kamu, semuanya sudah pernah. Apa dengan almarhum juga sama?" Beberapa menit Alex tidak membalas lalu...


"HAAAH!?" Rita tidak percaya sama sekali. Ih berarti yang sudah meninggal itu juga bukan perempuan yang baik dong? Rita hanya menggaruk - garuk kepalanya tidak mengerti sama sekali kehidupan di sana.


"Dengar ya jangan pernah menyangka kalau perempuan Malaysia itu sebaik perempuan Indonesia. Kalau kamu nanti mengetahui faktanya, kamu akan sangat terkejut bagaimana cara pergaulan mereka setara dengan perempuan Jakarta," Alex memperingatkan Rita.


"Kamu aneh!" Kata Rita.


"Ya aku tahu. Aku salah pergaulan karena orang sepertimu disini tidak ada. Ya mungkin ada tapi kedua mataku buta. Ibuku bilang kalau perempuan Indonesia hatinya lebih lembut,"


"Ibu kamu juga orang Malaysia asli atau ada Indonesia juga sih? Soalnya beliau bisa bahasa Sunda,"


"Ibuku sebenarnya asli orang Indonesia, keturunan Pakistan tapi kedua orangtuanya tinggal di Malaysia. Ibuku pernah bersekolah di Indonesia sampai lulus kuliah, kenapa bisa bahasa Sunda karena kan di Indonesia ada paman dan bibi,"

__ADS_1


"Oh, paman bibi kamu orang Sunda? Asyik ya ayah kamu orang Jepang. Aku kan ingin sekali punya suami orang Jepang. Aku suka budaya Jepang!" kata Rita membayangkan bunga khas negara sana.


"Suatu hari nanti kamu pasti bisa kesana, aku yakin," kata Alex.


"Aamiin. Lalu mengenai mantan kamu itu, apa kamu tidak kecewa saat mengetahuinya?"


"Hal itu sudah biasa di Indonesia juga begitu kan? Ya aku terima saja,"


"Mantan kamu itu aman kan orangnya? Tidak seperti kebanyakan perempuan yang suka meninggalkanmu tiba - tiba?" Tanya Rita dengan hati - hati.


"Dia pernah selingkuh dariku 3x. Pertama saat di sekolah dia kembali dengan mantannya, dia gampang menerima orang lain yang sudah menyakitinya. Kedua saat kuliah, dia berhubungan dengan seniornya dan saat ketahuan, dia menangis padaku meminta maaf. Lalu ketiga saat dia mendapatkan pekerjaan. Begitulah!"


Rita hanya melongo membaca tulisannya. "DAEBAK! Sampai tiga kali kamu disakiti masih menerima dia. Kamu ini super bego atau super idiot ya?" Tanya Rita yang sama sekali tidak mengerti kenapa Alex bisa sebegitu baiknya.


"Karena aku percaya dia pasti tobat dan kembali setia padaku!"


"Saat kamu memutuskan mau menikahinya, tidak mungkin langsung terjadi kecelakaan begitu saja kan? Kamu selalu tahu sesuatu yang akan terjadi. Sama dia kamu tidak mendapat suatu ilham sesuatu?" Rita ragu kalau hal seperti itu tidak dialami oleh Alex karena dengan Rita saja dia sampai tahu apa yang Rita pikirkan.


Alex tidak membalas lagi tapi Rita yakin pasti dia melihat sesuatu yang akan terjadi pada mantannya yang sudah meninggal itu. Kemungkinan Alex tidak menceritakannya sebagai salah satu alasan bahwa hatinya telah tersakiti oleh dia. Dan mungkin dengan kondisi itu Alex tidak memberikan peringatan apapun!


"Jujur. Apa kamu suka menceritakan soal kemampuan kamu sama dia? Kalau sudah saling mengikat janji harusnya kamu terbuka sama dia,"


"Lama - lama kamu jadi pintar ya. Sebenarnya aku memang sangat sakit sekali saat tahu dia selingkuh tiga kali di belakangku. Sempat aku ingin meneriakinya atau ingin menamparnya. Tapi aku terima semua perlakuan dia karena aku juga lelaki brengsek! Tapi aku selingkuh dari dia hanya sekali hanya untuk membuatnya kembali padaku. Harusnya sesuai kata kamu, tidak perlu dibalas cukup mencari yang lain kan tapi dia kembali dan meyakinkan padaku kalau dia tidak akan mengulanginya lagi,"


"Lalu? Soal ilham itu?" Tanya Rita.


"Ya. Aku melihat seperti apa kejadian, kecelakaan seperti apa yang akan terjadi sama dia. Tapi aku tidak katakan dan ya karena aku menyumpahinya untuk pergi jauh dariku yang membuat aku sangat pedih saat tahu dia kecelakaan dalam pesawat,"


"Apa kamu yang arahkan dia ke kejadian itu? Ini sih hanya dugaan aku saja," kata Rita. Insting Rita memang sangat tajam apalagi kalau soal ketidakadilan. Dia akan terus bertanya dan kalau perlu sampai memojokkan lawannya menjawab dengan jujur.


"Ya Allah, iya! Aku yang arahkan. Tapi itu juga karena dia ingin bertemu dengan ayahku untuk menjelaskan sesuatu. Tentang niatku menikahinya, kamu tahu keluargaku sangat rumit. Dia tidak mau ada masalah lain saat aku nanti menikahinya. Saat tahu berita soal itu antara aku sangat senang tapi juga sangat kehilangan. Dan begitulah aku menyelami masa kehilanganku padanya. Aku banyak bekerja sampai lupa soal apapun dan baru tobat saat setahun, aku melihat sekilas penampakan kamu. Awalnya aku yakin kamu sama saja dengan kebanyakan perempuan karena aku juga pernah ada pengalaman dengan yang berjilbab. Tapi kamu selalu muncul dan mungkin itu sudah menjadi pertanda Allah SWT agar sekali lagi, aku percaya. Lalu ya bertemu kamu."

__ADS_1


Saat itu mereka berdua terdiam sebenarnya karena Rita kehausan dan lapar. Setiap bicara dengan Alex, entah kenapa Rita selalu merasa pusing dan kelelahan. Makanya Rita menyetok banyak makanan dan minuman di kamarnya. Yang kadang saat kakaknya atau adiknya datang ke kamarnya hanya untuk meminta cemilannya. Atau bahkan orang tuanya sendiri.


BERAAMBUNG ....


__ADS_2