ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(117)


__ADS_3

"Dia ingin kenalan dengan aku," kemudian akhirnya Alex bercerita tentang semuanya. Kakaknya hanya mendengarkan semua cerita adiknya dan takjub bagaimana Rita bisa membuat hati Alex sembuh dari traumanya. Melayang dibuatnya sampai jatuh hati tapi juga sekaligus dilempar jatuh, Jasmine hanya menahan tawa meski Alex tahu kakaknya ingin sekali tertawa.


"Cikpuan, jangan tertawa! Aku serius!" Alex marah sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan memalingkan mukanya.


"Iya, aku tidak... tertawa..." meski sulit, kakaknya bisa menahan tawanya. Sangat lucu sekali kelakuan adiknya dan orang bernama Rita itu. "Jadi kamu juga memarahi temannya?"


"Iya! Aku katakan padanya kenapa kamu mengatakan semuanya tentang masa laluku? Kamu maunya apa? Aku kesal! Awalnya aku berencana akan menceritakan semuanya dan Rita bukan orang yang memaksa aku harus jelaskan tapi semuanya hancur karena ulah temannya!"


"Dari cerita temannya itu atau kamu juga keceplosan?" Alex terdiam dan menundukkan kepala, kakaknya menjitak kepalanya membuat Alex meringis lagi. "Jujur dong! Tapi memang aku tidak setuju juga dengan tindakan temannya. Sepertinya Rita tidak menyuruh temannya untuk mencari tahu siapa kamu dulu," kata Jasmine sambil berpikir.


"Tidak, meski dia pernah melihat aku di televisi," jawab Alex yang membuat kakaknya menganga besar.


"Serius!? Kalau begitu, dia tahu soal kamu yang party di club?" Tanya kakaknya menghadap ke arah Alex dengan wajah mengerikan.


"Everything," jawab Alex yang sedikit menunduk.


"You really so stupid!!" Teriak kakaknya yang mulai menghujaninya dengan cubitan.


"Sakiiiit iya iya aku salah juga tapi temannya itu bisa tidak sih menyembunyikan semua yang jelek soal aku kalau dia benar - benar mendukungbRita. Rita saja dia tenang kok. Dia tidak masalah kalau aku tidak menceritakannya," Alex memahami kenapa Rita sangat tidak begitu mempercayai apa yang Ney katakan.


"Dia bilang begitu?" Tanya kakaknya penasaran.


"Aku merasakannya dan iya dia bilang juga," Alex tersenyum saat membaca apa yang Rita tulis untuknya perkara soal masa lalunya.


"Dia bilang apa lagi?" Jasmine semakin penasaran dengan semua yang mereka bicarakan. Sangat ajaib Rita mampu meluluhkan hati adiknya yang dikenalnya sangat sulit membuka hatinya, bahkan untuk teman dekat kakaknya.. Ini Rita lho apa semua perempuan Indonesia memiliki kemampuan melunakkan hati ya?


"Intinya sih dia tidak keberatan seperti apa aku di masa lalu, itu kan dulu bukan sekarang. Kalau sekarang aku masih begitu, dia mau doakan aku untuk ditendang sejauhnya jangan sampai bertemu apalagi chat," Alex tersenyum malu dan membuat kakaknya kembali mencubit pipinya.


Kapan lagi bisa mencubit dan memukul adiknya yang sedang kasmaran meski mereka belum pernah bertemu. Kalau bisa bertemu dengan Rita, apa ya yang akan kakaknya lakukan? Memarahinya? Apakah Rita sosoknya sama dengan Kayla? Tampaknya berbeda apalagi Rita mampu membuat adiknya masuk Rumah Sakit. Kayla tidak, dia begitu penurut kalau dimarahi pun selalu diam tidak membantah.


"Makanya kamu terus tertarik sama dia ya. Setidaknya dia tahu mana yang seharusnya kamu jelaskan dengan tidak. Lalu?" Jasmine menjadi keasyikan mendengar cerita kebodohan mereka berdua.


Alex pun terus bercerita dengan nada yang ceria, sudah lama dia tidak merasakan kesenangan ini. "Dia bilang kalau kamu tobat, jadilah lebih baik lagi dari masa lalu, keluarkan diri kamu yang dulu sudah ada,"

__ADS_1


Jasmine tersenyum baginya Rita sangat hebat bisa menuntun Alex menuju dirinya yang asli dan terus mendampinginya. "Kamu jelaskan alasan kamu seperti itu?"


"Sudah. Dia malah bilang namanya juga manusia mana ada yang selalu benar kelakuannya. Dia juga manusia biasa, jadi jangan bertingkah aku bisa mengubah kepribadian dan sifat apalagi karakternya merasa aku itu Tuhan dia. Kalau aku tidak bisa menerima semua tentangnya mohon pergi dan cari yang lain," Jasmine juga setuju dengan ucapan Rita, dia jadi bingung.


Tapi memang benar persoalan Alex yang sering seenaknya mengubah penampilan seseorang, semua mantannya dulu sama kasusnya sampai kakaknya pusing. Alex sangat pilih - pilih apalagi kalau sudah soal fashion tapi berbeda dengan Rita sepertinya tidak ada dari ceritanya soal dia yang berusaha mengubah fashion Rita.


"Kamu tumben tidak protes soal gaya bajunya Rita?" Tanya Jasmine.


"She will VERY angry about that," jawab Alex yang enggan memberitahukan.


"Kok kamu tahu? Jangan - jangan ... " potong Jasmine. Dia tahu sekali seperti apa kemampuan yang Alex punya sampai berkemampuan melakukan Astral Projection. "You still doing that!? Why? Aku kira kamu sudah hentikan kebiasaan kamu sejak dulu. Karena itu juga kan kamu banyak tersakiti. Kalau kamu percaya Rita, percayalah apapun soal dia. Kalau kamu sama seperti dengan Kayla, kamu akan kehilangan lagi orang yang kamu anggap dekat,"


Alex memikirkan apa yang dikatakan oleh kakaknya. "Aku takut, kak. Saat aku mulai menyayanginya..." jawab Alex dengan kedua matanya yang berkaca. "Kamu tahu kan seperti apa di luar keluarga kita apalagi keluarga besar dan sanak saudara. Aku takut mereka akan meremukkan Rita."


Jasmine terdiam dan sangat menyesali kalau saja bisa memilih dari keluarga mana mereka dilahirkan. Dan tidak memiliki persoalan sulit seperti ini. "Aku ingin lihat fotonya,"


"Hpku kan cikpuan yang pegang,"


Jasmine lalu mengeluarkan hp adiknya dan memberikan hp itu padanya. Alex lalu memencet kode hpnya dan membuka album yang penuh dengan foto Rita, entah dari mana dia bisa memiliki foto - fotonya. Karena foto di akun Rita hanya sedikit. Jasmine selalu takjub dengan kemampuan Alex yang sangat mudah menyadap atau bahkan mencari tahu mengenai seseorang. Kakaknya juga sama sih memang mereka keluarga seperti FBI.


"Asli tuh?" Karena banyak juga mantan Alex berjilbab tapi setelah jadi, mereka membuka jilbabnya. Sempat ada kisah seperti itu.


"Asli. Dia bukan jilbab bodongan,"


"Kamu benar - benar sudah mencari tahu banyak soal dia ya. Banyak sekali fotonya,"


Alex jelaskan beberapa foto seperti foto saat Rita berada di Malaysia bersama teman - temannya. Tampak jelas juga gaya kocak Rita yang membuat Alex tertawa dan kakaknya memperhatikan Alex. "I hope this girl can continue to bring you lots of happiness. Then after shen found out you were hospitalized, how? ( aku harap perempuan ini bisa terus membawa kamu banyak kebahagiaan. Lalu setelah dia tahu kamu dirawat di Rumah Sakit, bagaimana? )"


"Dia terdengar sedih tapi kemudian menertawakanku,"


"Kenapa?" Kakaknya menyangka Rita mengejeknya yang dimana kakaknya pun setengah menertawakan adiknya.


"Dia bilang aku terlalu lebay memakai banyak perasaan padahal biasa saja. Dia bilang aku aneh,"

__ADS_1


Jasmine lalu bermuka datar. "Kamu memang lebay. Tahu juga akhirnya Rita, dia peka ya tapi sebagian sih. Tapi soal kamu berperasaan sepertinya salah ya," kakaknya menertawakan tapi Alex senang dia dibilang terlalu berperasaan.


Alex bercerita kalau Rita bisa melihat sisi lain dari orang yang tidak mereka tampakkan, itu juga yang terjadi pada Alex sendiri. Di saat banyak orang menilai dirinya dari sikap buruk, Rita melihat sisi lain dari Alex yang paling menonjol.


"Cik, aku yang salah. Aku juga sempat membully dia jadi aku terima hukumannya. Jadi cikpuan jangan memarahinya kalau nanti bisa sempat chat. Dia tidak salah, sungguh!" Alex bercerita mengenai kemampuan Rita lalu Rita yang bisa menyembunyikan atau membuang jauh kemampuannya membuat Jasmina kagum. Bagaimana bisa dia melakukan itu? Lalu Alex juga bercerita soal ketidaksukaan Rita tentang kemampuan inderanya dan dia menyesal sudah membuatnya merasakan penderitaan yang dahulu.


"Dia bisa komunikasi dengan khodam kamu!? How?" Tanya Jasmine yang tidak percaya. Baginya untuk ukuran manusia normal itu mustahil banget kecuali....


"I don't know!" Jawab Alex yang sama kebingungannya dengan kakaknya. Kalau ibu mereka tahu, entah apa yang akan dikatakannya.


"Dia punya juga?" Tanya kakaknya. Mungkin... mungkin saja dia punya makanya bisa sampai berkomunikasi juga.


"Nope. Dia sangat lucu dan alami. Dia sampai memberikan nama untuk khodamku," kata Alex dengan bangga.


"Seperti bayi ya, cieeee kamu senang yaa," goda Jasmine lalu Alex marah tapi dia tahu tidak akan bisa menang melawan kakaknya.


"Dia sama sekali tidak punya apapun tapi dia berani meski aku heran juga kenapa dia bisa berkomunikasi ya?" Tanyanya.


"Dia menamai kepunyaanmu dengan nama apa?"


"Tengku," jawab Alex dengan hati - hati.


"APA!? ITU ARTINYA DIA SUDAH TAHU KAMU SIAPA!" Teriak Jasmine membuat orang - orang disana memandanginya. Alex lalu menyuruh kakaknya duduk dan mendiamkannya.


"Masih belum tahu. Dia asal saja mungkin karena cerita seseorang kalau khodamku berasal dari kerajaan," katanya sambil menenangkan kakaknya yang sudah waspada.


"Ya bisa saja dia sudah tahu. Itu kan nama ..."


"Ssssstttt jangan katakan itu, hanya rahasia kita dan Author saja," Jasmine lalu tepuk dahinya benar juga dia saja hampir keceplosan.


"Rita sudah pernah lihat Tengku juga dong?"


"Dia tidak bisa melihatnya. Aneh sekali kan?" Kata Alex sambil memainkan dagunya dan seperti berpikir kenapa bisa?

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2