ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
476


__ADS_3

"Oh iya lalu ada soal aku?" Tanya Arnila ingin tahu.


"Ada tapi sedikit sih. Hari ini akan menjadi hari yang panjang deh," kata Rita agak mengeluh.


"Kamu pasti menanyakan semua soal kita ya," kata Ney.


"Iya dong tapi sebelum aku tanya juga mereka semua sudah lihat kalian sih," kata Rita.


"Seram tidak sih kamu?" Tanya Ney yang tidak bisa berkata apapun lagi.


"Lebih seram itu kalau kemampuan mereka, kamu punya. Pasti dibuat error," kata Rita.


"Lalu tanggapan Alex soal mereka bagaimana?" Tanya Arnila.


Ney sebal sekali iyalah dia membayangkan bila dia yang memiliki kemampuan super itu bisa menguasai banyak hal termasuk orang.


"Dia inginnya aku di ruqyah sama yang ibu-ibu tapi ya mana bisa," kata Rita.


"Alex cemburu itu, Koko kan ganteng ya," kata Arnila.


"Seganteng apa sih, Ri?" Tanya Ney penasaran. Dia tahu kalau laki-laki yang disukai Rita memang kebanyakan ganteng berbeda terbalik dengannya.


"Parah deh. Setara sih dengan Alex," kata Rita yang belum bisa melupakan wajahnya.


Ney tampaknya iri sekali. "Kamu punya nomor teleponnya kan. Sini aku mau lihat,"


"Ada. Tapi tidak akan kasih kamu😛😛," kata Rita.


"Buat apa sih? Mau buat masalah lagi belum cukup Dins tahu kelakuan kamu?" Tanya Arnila.


"Dia terlalu ganteng untuk kamu lihat," kata Rita.


"Alex pasti cemburu berat tuh," kata Arnila tertawa senang.


"Cemburu karena apa coba?" Tanya Ney yang kesal karena tidak mendapatkan nomor telepon Koko.


"Soalnya Koko bosa langsung dilihat sih," kata Arnila.


"Nah kan Koko Real tuh tidak seperti Alex yang masih belum jelas penampakannya. Ada kemungkinan Alex itu halusinasi lho," kata Ney senyum aneh.


"Halusinasi? Terus kenapa kamu bisa punya foto dia dari jaman jadul sampai videonya?" Tanya Rita menyengir membaca chatnya.


Ney tidak menjawab, dia kurang cerdas membuat banyak pernyataan tapi lupa kalau jawabannya bisa buat dia K.O.


"Iya kamu kenapa sih? Kalau iri mah bilang saja Ney. Siapa ya yang awalnya pacaran sama Alex? Itu tuh yang cuma 3 hari doang," sindir Arnila.


"Sampai ada kata mau rebut lho! Keren ya sekarang ngatain dia halusinasi. Kalau kata aku mah sejak awal tuh cewek banyak halu," kata Rita tertawa.


"Memangnya ada perempuan seperti itu?" Tanya Ney pura-pura tidak tahu meski menahan rasa kesaaaal sama keduanya.


"Oh iya sampai tuh orang bilang merasa tidak adil karena aku dikasih cokelat mahhal segala. Kamu tahu tidak siapa orangnya, Nil?" Tanya Rita sengaja.


"Tidak tahu Rita tapi orangnya ada kok. Dia gengsi tidak pernah mau mengaku," balas Arnila.

__ADS_1


"Kalian ngomongin gue ya?" Tanya Ney geram.


"Kita ngomongin dia?" Tanya Rita.


"Entahlah. Ney kamu merasa ya? Tumben," balas Arnila.


Mereka berdua tertawa keras. Ney mengutuk dirinya sendiri begitu bodohnya dahulu sebelum menikah bisa tertarik dengan Alex yang belum diketahui.


"Kalau Alex adalah halusinasi berarti cokelat yang aku bagi ke kamu, itu juga halu dong?" Tanya Rita mengirimkan gambar kotak cokelat yang pernah dia terima.


Ney diam membacanya. Dia yang paling sering minta cokelat lagi pada Rita karena tahu masih banyak. Lagi-lagi Ney mengumpati dirinya sendiri.


"Benar juga ya mana mungkin hantu bisa kirim cokelat. Alex hanya imajinasi lalu Syakieb juga dong?" Tanya Arnila.


"Seram yaaaa kita makan cokelat yang diberi oleh hantu," kata Rita.


"Terus kakaknya Alex itu meninggal karena apa sih?" Tanya Rita membuat judul lain. Ingin tahu nih sudah pasti Ney akan sesumbar bicaranya.


Ney yang merasa bangkit lagi kemampuan supra X nya, mulai berkoar-koar dengan info yang dia dapatkan dari bisikan ghaib.


"Kecelakaan mobil Rita parah deh," kata Ney mulai menerawang kan kejadiannya.


"Oohh begitu," jawab Rita menyembunyikan kebenarannya.


"Iya, dia itu ya ke lempar keluar dari mobilnya lalu mobilnya hancur lalu ada ledakan juga," kata Ney dengan bangga.


"Ada itu dalam beritanya?" Tanya Arnila agak curiga.


"Ah, mana mungkin karena kata kamu kan keluarga Alex terpandang ya kalau mobilnya sampai meledak, pasti heboh," kata Rita.


"Ohh iya ada sih beritanya tapi tidak heboh. Mereka kan pintar menyembunyikan berita," kata Ney mengubah info.


"Ada ledakan terus tubuh kakaknya hancur?" Tanya Rita.


"Iya hancur total! Tidak dikenali sama sekali lho. Saran aku lebih baik kamu jangan dekati Alex deh. Dia itu tukang pembuat masalah, tanda kesialan juga. Lihat saja dirinya sekarang hancur kan," kata Ney berkoar-koar.


"Aku tanyakan Alex ya apa benar kakak kembarnya kecelakaan lalu meninggal," kata Rita yang melihat reaksi Ney.


Ney membacanya kaget dan panik. "Ih, buat apa tanya segala? Kamu tidak percaya apa kata aku?" Tanya Ney agak cepat menulisnya.


"Iya. Kamu tukang bohong sih, kalimat jujur hanya ada 3 banding 1 M kebohongan," jawab Rita.


Ney merapihkan poninya jari-jarinya tampak gemetaran.


"Rita?" Tanya Ney memastikan.


Rita menanyakan hal itu pada Alex yang baru selesai rapat.


"Woi," kata Rita.


"Apa?" Tanya Alex. Dia tersenyum lebar dengan kata sapaan Rita.


"Kakak kembar kamu meninggal kecelakaan atau penyakit sih?" Tanya Rita.

__ADS_1


"Ya Allah kan aku sudah bilang. Penyakiiiiitttt," balas Alex penasaran.


"Oke," balas Rita. "Sudah aku tanyakan," kata Rita mempermainkan Ney.


Ney menganga. Dia agak waspada, "Lalu apa kata dia?" Tanya Ney.


"Ya kamu benar," kata Rita memandang ingin tahu ke arah ponselnya.


"Tuuuuuh kaaaaan apa kata aku juga. Memang kakaknya kecelakaan kaaaaan. Aku gitu lhoooo," kata Ney benar sangat bangga sekali dia, entah hoki atau bukan.


"Seriusan Rita?" Tanya Arnila yang kaget juga karena dari hasil penglihatannya karena sakit.


"Benar-benar tukang tipu!" Kata Rita lalu mengirimkan isi chat dari Alex.


Ney membacanya dan terdiam. Arnila menepuk dahinya, another trap from Rita.


"Si Ney juga bilang ke Alex terang-terangan kalau dia tidak akan setuju Alex sama aku. Parah ya awal-awal dia sendiri yang bela Alex. Ih plin plan lo!" Kata Rita.


"Hah? Kata siapa?" Tanya Ney kaget. Dia ingat memang ada obrolan begitu ke Alex tapi masa iya sih Alex memberitahu Rita semuanya?


"Dia berbalik arah karena tidak tercapai rasa cintanya, Rita. Makanya kalau dia tidak bisa dapat, ya kamu juga tidak boleh. Egois sih berasa dia paling penting saja," kata Arnila.


Kebetulan Arnila sambil memasak makan siang dan membuat jus pisang campur susu kesukaan suaminya.


"Kamulah yang mengobrol sama Alex. Ada kok obrolannya," kata Rita memotong chat dari Ney ke Alex.


"Widihhh! Bisa-bisanya kamu," balas Arnila. "Ingat ya kamu tidak ada urusan ikut campur soal Rita. Kamu urusan saja deh rumah tangga, Rita sama Alex urus mereka sendiri," kata Arnila membalas lalu masak lagi.


Ney menganga. Alex benar-benar menceritakan semuanya apa yang sudah mereka bicarakan. Ney agak panik dan mengipasi wajahnya yang kepanasan.


"Kamu benar-benar percaya dia ya. Yakin dia berkata benar? Bisa saja kan dia buat-buat," kata Ney berusaha membuat Rita jatuh.


"Alex jujur orangnya, kalaupun berbohong pasti segera ketahuan," kata Rita membuat Ney merebahkan badannya.


"Bagus Rita. Hubungan yang baik kan adanya saling percaya," kata Arnila.


"Memangnya dia cerita semuanya?" Tanya Ney cari tahu.


"Dia selalu cerita kalau ada obrolan sama kamu atau Arnila. Berbeda dengan orang yang selalu menyembunyikan semua chat untuk kepentingan dirinya sendiri ya," kata Rita menyindir Ney.


Ney hanya diam. Dia membuka salinan dari chat terdahulu yang isinya sebuah puisi dan semacam gambar glitter kupu-kupu hijau. Menurut Ney itu terlalu bagus untuk diberikan pada Rita jadi dia menyimpannya disana.


Tapi Alex tahu Ney tidak memberikan amanahnya dan Alex berikan langsung pada Rita. Sejak itu tampilan foto akun Rita berubah menjadi kupu-kupu hijau penuh dengan glitter. Lalu karena sudah sangat kecewa, Ney pun menghapus isi puisi tersebut.


"Pasti heboh isi chatnya," tebak Arnila.


"Wihhhh seru pokoknya si Kuney ancam Alex dong eeh sekarang seperti kesenangan dia. Aneh kan," kata Rita membeberkan.


"Kamu ngapain ancam Alex segala?" Tanya Arnila.


"Dia dimarahi Alex. Bagaimana kamu senang kan? Kamu kan masih ada hati sama Alex meski sudah menikah," kata Rita sudah tahu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2