
Keesokan paginya, hari libur yang ditunggu oleh Rita akhirnya datang. Rita bangun dengan kepala yang pusing karena terlalu banyak begadang tapi tentu saja dia tidak lupa untuk sholat Subuh. Lanjut setelahnya dia kembali masuk ke dalam selimutnya dan masih belum membuka ponselnya. Saat 5 menit dia mulai melayang ke alam mimpi, jam 7 pagi ada telepon masuk yaitu dari Komariah, sahabatnya di kampus. Dia mengangkatnya sambil kedua mata yang masih menutup.
"RI! Sudah bangun? Aku mau ke rumah ya!" Katanya dengan nada yang ceria.
Rita malas sekali padahal rencananya dia mau bermalasan dulu lalu terlelap lagi.
"Ya ya ya." Jawabnya dengan seenaknya lalu menutup ponselnya dan kembali tertidur.
Beberapa menit kemudian.... "Rita! Ada Teh Komariah tuh! Ayo masuk saja teh, Rita masih di kamarnya masih tidur paling." kata Prita yang sedang berolahraga pagi.
"Hah!? Tidur lagi? Ya ampun, ya sudah saya mau ke kamarnya langsung. Permisi," Kemudian Komariah menuju ke kamarnya Rita dan dia melihat Rita masih terkapar didalam selimutnya, dia menggelengkan kepalanya dan terkejut melihat bungkusan besar keripik pedas.
"Ya Allah, kamu beli keripik buat jualan, Ri? Bangun!! Sudah pagi!! Ayo kita jalan - jalan," kata Komariah yang lalu menduduki Rita di atas punggungnya.
"HUK! Berat tahu! Sudah datang saja? Aku kira masih di Ledeng," kata Rita bangun dengan malas.
"Sengaja. Aku hubungi kamu sudah depan gang hehehehe," katanya sambil nyengir. Sahabatnya itu tahu kalau Rita pasti kembali tidur lagi tapi tidak sampai siang.
"Duh, padahal rencananya aku mau bermalasan hari ini di rumah. Dari kemarin main mulu," kata Rita dengan membuka kedua matanya yang masih berat.
"Hahaha maaf deh, aku lagi mau ajak kamu jalan nih. Linda, Tamada dan Icha juga mau ikut jadi nanti janjian di BIP. Aku datang ke sini buat ngajak kamu," katanya menduduki kasurnya Rita yang empuk.
"Ya tidak mungkin juga aku menolak kamu sudah capek - capek datang kesini kan. Tapi jam segini?" Tanya Rita melirik jamnya agak terkejut.
"Ya nanti dong sekitar jam 10an, santai sajalah kita kan bersibuk ria dengan pekerjaan dan kuliah kan, jadi hari ini kita rencana mau jalan - jalan. Aku mau ya keripiknya?" Tanya Komariah sambil menunjuk ke bungkusan besar.
"Iya ambil saja. sekalian banyaklah jangan 1. Sebentar ya aku ke kamar mandi dulu. Kalau mau minum, tuh ambil saja di lemari, air aqua juga ada," tunjuk Rita lalu berjalan gontai menuju pintu kemudian masuk ke kamar mandi.
Ibunya sedang belanja bersama bapaknya, jadi mereka tidak tahu kalau Komariah datang tapi 15 menit kemudian mereka pulang dan melihat ada sepasang sendal sepatu.
"Ada tamu?" Tanya Bapaknya.
"Itu Teh Komariah," jawab adiknya. Karla dan Anne sedang main tali sambil tertawa.
"Sudah bangun tuh?" Tanya Ibunya yang menaruh belanjaannya.
"Baru. Tadi ke kamar mandi, cuci muka sepertinya," kata Prita lagi lalu menuju taman dan berolahraga lagi.
__ADS_1
Ibu dan Bapaknya kemudian sibuk dengan pekerjaan rumah, Bapaknya menyiapkan dokumen pekerjaannya dan berangkat setelahnya. Bapaknya Rita adalah seorang dosen Teknik di ITB Bandung. Tadi ikut belanja sekalian beli sarapan untuk disana karena tampak tidak sempat makan dirumah. Sedangkan ibunya mulai memasak menyiapkan makanan sebelum beliau pergi arisan.
Dengan rasa penasaran, Komariah menuju lemari yang ditunjuk oleh Rita tadi dan membukanya. Kedua matanya terbelalak kaget, hampir saja copot dan mulutnya membentuk huruf O. Rita kemudian keluar kamar mandi sekarang dia sudah merasa fresh! Dan masuk ke dalam kamar lagi melihat sahabatnya berdiri mematung lalu tertawa.
"Kenapa, Kom?" Tanya Rita sambil tertawa.
"Astagfirullah! Memangnya kamu mau buat brankas makanan selama setahun? Banyak banget! Aku tahu kamu tukang jajan tapi... kamu beli sebanyak ini, tidak lupa untuk sedekah kan?" Tanya Komariah dengan heran. Sahabatnya ini memang yang paling rajin mengingatkan soal sedekah, Diana juga sering mengingatkan jangan jadi sombong hanya karena gajinya mulai naik.
"Udah dong! Kalau gajian, yang aku lakukan pertama ya itu seperti biasanya lah aku pasti ke Salman ITB. Kamu mau samyang?" Tanya Rita. Tahulah kalau Komariah serta Diana juga tukang jajan. Hanya kalau Komariah karena keuangannya tidak seperti Diana dan Rita, jadi memaklumi.
"Mau! Hehehe lumayanlah buat nanti di rumah nenek buatnya. Aku mau sekalian traktir kamu tapi aku cuma bisa traktir kamu baso tahu, tidak apa - apa?" Tanya Komariah yang agak ragu.
"Hayu hayu! Ada yang murah, mau dimana?" Tanya Rita yang sama sekali tidak keberatan toh dia juga punya uang bukan untuk pamer.
"Disini sajalah yang dekat Sekolah TK?" Tanya Komariah.
"Iya itu. Harga satu siomay atau apapun hanya 1000 rupiah. Murah banget kan?" Tanya Rita sambil tertawa.
"Hayulah. Woh! Ada onigiri juga? Aku mau dong ya," katanya sambil tertawa.
Komariah langsung mengangguk, dia tahu banget kalau tipe makanan yang Rita sukai bernuansa barat dan asia daripada sunda. Dia membuka keripik pedasnya dan memakannya sedikit. Komariah mengambil satu onigiri tapi Rita mengeluarkannya 6 biji serta mengeluarkan cemilan lain yang berat dan ringan. Rita juga hafal kalau Komariah pasti belum sarapan.
"Diana nanti mau kesini juga," kata Komariah yang mulai membuka onigiri rasa tuna mayones.
"Hoaaaahmm oke deh ini sekalian buat Diana. Tumben kamu tidak bareng dia kesini," kata Rita yang duduk di karpet dan memakan onigiri juga.
"Dia mau memasak sesuatu dulu katanya jadi aku disuruh duluan ke sini. Kamu seperti yang kecapean, Ri. Tugas sekolah banyak ya?" Tanya Komariah melihat kelopak mata bawah Rita menghitam.
"Iya dan karena hal lain juga sih nanti aku ceritakan kalau Diana sudah di sini," kata Rita sambil menggaruk kepalanya.
Mereka lalu mengobrol soal tugas dan ujian kuliah dan membicarakan soal kelompok juga. Komariah juga Diana akan meneruskan pendidikan kuliah mereka ke Sarjana jadi mereka akan bersama - sama lagi. Hampir setengah teman kampus mereka juga memutuskan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Diana lalu datang 20 menit kemudian sambil membawa tekwan yang langsung disambut oleh Prita dan ibunya.
"Assalamualaikum! Rita ada?" Tanya Diana yang sudah berada di depan rumah.
"Walaikumsalam! Eh Diana ayo masuk! Ada di kamar, sok ke sana saja," kata ibunya menyambut Diana dengan senyuman.
Keluarga Rita sangat menyukai teman - teman kuliahnya karena mereka semua sopan dan hangat kepada Rita meskipun Rita orangnya lamban dan agak tidak peka.
__ADS_1
"Anu, tante ini. Saya buat tekwan," katanya sambil menyerahkan porsi besar tekwan. Prita yang melihatnya langsung segera menyiapkan mangkuk dibantu oleh kedua sahabatnya.
"Aduh! Datang kok bawa makanan?" Tanya ibunya yang sumringah tapinya.
"Ah, hanya segini Rita juga suka banget," kata Diana senyum.
"Ah, Rita mah apa saja juga suka yang penting bulan daging. Ayo masuk ayo! Dia malah belum keluar kamar sepertinya lagi ngobrol. Mau pergi main?" Tanya ibunya.
"Iya tante soalnya jenuh sama banyak tugas terus sebentar lagi ujian sedangkan tugas kelompok masih belum beres," terang Diana.
"Iya juga ya dia suka begadang juga sih. Ya sok masuk saja ya," kata ibunya yang langsung mempersilakan Diana.
Diana lalu menuju kamarnya Rita sambil memandang ke sekeliling rumah yang besar dan sangat nyaman itu. "Assalamualaikum,"
Rita dan Komariah lalu melihat kepala Diana yang menyembul. "Diana! Hahaha masuk!" Kata Rita.
"Ya ampun! Kalian mau pesta ya? Banyak banget!" Katanya melihat banyak makanan bertebaran di karpet Rita.
"Biasa Rita tea," kata Komariah yang sibuk mengunyah onigiri dengan keripik pedas. Mulutnya penuh dengan makanan dan tertawa.
Kemudian Diana masuk dan bergabung dengan mereka sambil ikut memakan juga. "Aku bawa tekwan, ambillah tuh,"
Rita lalu keluar dan masuk lagi membawakan 2 mangkok penuh tekwan. Komariah sumringah sekali, masakan Diana memang sangat lezat! Dia memang sangat senang memasak yah, perbedaan usia juga sih. Diana lebih tua tapi tidak terlihat karena badannya sependek Komariah dan sifatnya sama dengan Rita. Makanya mereka berdua langsung bisa akrab saat pertama bertemu. Dan langsung error bersama - sama, pulang kuliah langsung main sampai malam tapi kalau Komariah kadang bisa ikut kadang tidak, karena dia tinggal dengan neneknya.
"Nih kom. Asyik! Makasih ya! Kamu juga pasti belum sarapan kan, ini aku tadi sekalian menghangatkan onigiri dan omelette," kata Rita yang sudah menaruhnya di atas piring ukuran sedang. Lengkap dengan garpu dan saosnya.
"Wohohoho kamu tahu saja ya. Aku makanya. Lho? Kamu belum mandi ya?" Tanya Diana menatap Rita serta bajunya yang tampak kusut.
"Baru bangun dong. Sudah sholat tidur lagi, untung kan saya datang kesini dulu," kata Komariah sambil memukul bahunya Rita.
"Pastinya ya. Kamu mau ikut jalan - jalan kan?" Tanya Diana sambil menyendok kan omeletnya.
"Ikut dong Kokom sudah jauh - jauh datang masa aku tidak ikut, dia mau traktir baso tahu lho! Sebentar lagi aku mau mandi tapi sarapan dulu takutnya tidak keburu. Nih makan juga yang ini ya, ini juga kan keripik kesukaan kita ya," kata Rita menunjuk ke keripik pedas.
Mereka berdua lalu memakan tekwan buatan Diana. Diana dan Komariah adalah sahabat paling dekat dengan Rita, mereka selalu ada untuk Rita begitu pula sebaliknya. Meski mereka bertemu saat kuliah tapi mereka adalah orang - orang yang langsung klop dengan Rita. Kekurangan dan kelebihan masing - masing pun sama sekali tidak membuat mereka terganggu karena mereka saling menerima apa adanya diri mereka masing - masing. Itulah yang membuat keluarganya lebih nyaman dengan teman - teman Rita dalam kampusnya. Tidak seperti Ney.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1