ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(51)


__ADS_3

Hah!? Aneh banget masa sih keterima ke dianya begitu? "Iya ada di atas chat Rita dan di bawah Rita juga ada jawabannya seperti yang aku chat ulang tadi. Serius kamu tidak bisa lihat isi chatnya?" Tanya Arnila yang penasaran takutnya dia hanya pura - pura saja.


"Serius. Kenapa sih? Cuma aku saja yang beda?" Tanya Ney karena merasa sangat aneh, Rita kembali ke inbox PB dan menanyakannya pada Alex.


"Hei, aku memberikan isi chat aku dengan penjaga kamu tapi anehnya hanya aku dan Arnila yang bisa melihat isi chat itu maksudku bagian chat penjaga kamu sama sekali tidak terlihat. Itu bagaimana?" Tanya Rita. Lalu sekejap Alex membalas tampaknya pengobatan dia sudah selesai.


"Ney benar - benar tidak bisa melihatnya? Atau dia hanya menguji kalian saja?" Tanya Alex.


"Soal itu memang dia jujur tidak bisa melihat semuanya. Hanya kalimat aku saja yang bisa dia lihat. Kok bisa?"


"Hahaha ada kemungkinan tingkat Seventh Sense dia kecil. Tapi aneh kan dia punya penjaga juga harusnya bisa melihat atau jangan - jangan penjaganya dari panggilan spiritual ya? Yang aneh memang kamu, tidak punya penjaga tapi bisa komunikasi sedangkan teman kamu, punya penjaga tapi tidak bisa melihat isi percakapan Tengku. Arnila bisa ya?" Tanyanya.


"Iya juga ya. Bisa dia mah, lengkap juga sama dengan aku,"


"Berarti tingkatan indera ketujuhnya dia tinggi. Ada ya penjaganya? Kamu suka merasakan dia selalu datang setiap kami chat dengan Arnila? Karena dia penasaran sama seperti Tengku. Ingin tahu seperti apa kamu, kenapa bisa merasakan kehadiran dia tapi tidak bisa melihat. Aku juga masih penasaran sih, kenapa bisa? Aku ceritakan soal ini pada kakakku, dan dia juga heran,"


Diberitahukan bahwa kakaknya Alex membenci Rita karena gara - gara dia, Alex harus dibawa ke rumah sakit sebanyak tiga kali. Habis dia terlalu lebay sih terlalu dalam segala membawa perasaannya, heran. Saat itu pula Rita tidak menyukai kakaknya, belum pernah berbicara tapi sepertinya akan kejadian juga. Mana sering banget berantem dengan Rita tapi Rita sendiri merasa heran kenapa dia sangat suka berantem dengan Alex. Padahal dirinya sama sekali bukan orang pemarah lebih tepatnya orang yang sangat santai sekali.


Rita kembali ke grupnya, "Sudah deh dengan ini aku jadi tahu sesuatu," kata Rita.


"Apa tuh?" Tanya Arnila.


"Aku beri isi chat Tengku ini untuk menguji seberapa tinggi tingkat indera ketujuh kalian berdua," kata Rita.


"Kok kamu begitu sih? Sama saja dengan Alex pada akhirnya. Tidak percaya kalau aku punya kemampuan indera ketujuh?" Tanya Ney yang jelas sekali dari kalimatnya dia kesal.


"Percayalah tapi kamu kan selalu sombong bilang tahu ini tahu itu tapi ternyata aku kirim chat yang sesimple ini saja, kamu tidak bisa lihat lengkap sedangkan Arnila bisa,"


"Aku bisa kok. Tadi cuma mengetes kamu saja," Ney membela dirinya.

__ADS_1


"Ok. Kalau begitu chat manual saja buktikan kalau kamu memang benar bisa melihat semuanya. Jangan hanya bicara saja. Kalau penjaga kamu ilmunya murni tinggi, pasti otomatis aku sadar juga tapi kalau kamu saja tidak bisa lihat isinya, agak meragukan," kata Rita menantang Ney.


"Aah, malas lagi pula untuk apa juga ribut soal begitu saja," kata Ney yang memberi banyak alasan.


"Eiy coba tadi siapa yang ribut tidak bisa lihat?" Balas Arnila.


"Sudah deh. Aku tes kalian seberapa tinggi, ternyata Arnila malah yang tinggi apalagi bisa melihat penjaganya dan kamu pertengahan. Kalau kamu benar - benar bisa lihat chatnya, sudah pasti kamu responnya tidak akan seheboh tadi. Itu bukan salah kedua mata kamu tapi memang tingkatannya juga sudah berbeda. Itu juga yang menjelaskan kenapa aku tidak bisa merasakan Daeng. Kalau aku ya memang aneh bisa merasakan sampai komunikasi tapi tidak bisa melihat. Ya syukur Alhamdulillah sih, Alex juga cerita soal keanehan aku ke kakaknya, dimana kakaknya juga merasa aneh,"


Rita menjelaskan banyak lalu yang membalas penjelasan ku hanya Arnila sedangkan Ney lebih banyak diam, mungkin dia lelah adu debat dengan Rita karena sudah tertebak semuanya. Kemudian Arnila menjapri Rita dan berkata bila Ney sangat kesal.


"Ney memang tidak bisa melihat isi chatnya, Ri. Aneh ya," kata Arnila. Hal yang tidak terduga ternyata kemampuan indera ketujuh Arnila besar dan justru orang yang aslinya punya kemampuan begitu heboh banyak diam daripada heboh sendiri apalagi membanggakan kemampuannya. Justru orang yang ribut menyebarkan info soal kemampuan anehnya itulah yang tidak bisa dipercaya, kebanyakan ya. Karena buat apa dijadikan pameran? Hehehe yang seperti itu sih tipis ya terlihat oleh mata yang percaya, biasanya yang sama pernah mengalami hal itu tapi kalau dengan yang belum pernah ya tidak akan dipercaya.


Rita percaya kalau hal mistis itu ada seperti jin atau setan ya, pasti tidak ada karena dijelaskan juga kan dalam Al Qur'an. Dari penjelasan itu Rita ingin Ney tidak bersikap sombong apalagi sekarang dia tahu kalau Rita saja yang polos dan culun menurut dia,tidak punya penjaga atau apapun ternyata tingkat indera ketujuhnya di atas dia. Sudah pastilah Ney langsung merasa kesal karena inginnya kan dia yang paling teratas. Bersikap sederhana dan biasa saja pada siapapun.


"Menurut aku sih kemampuan indera ketujuh kamu tidak begitu hebat seperti Alex ya, dia bisa tahu apapun yang aku bicarakan pada kalian atau apa yang aku pikirkan, termasuk kamu dan Arnila. Jadi tidak perlu kamu berbangga diri toh kemampuan kalian pasti ada yang lebih diatas lagi," kata Rita.


"Iya ya. Aku kaget Alex punya kemampuan begitu. Waktu tahu bagaimana kamu?" Tanya Arnila.


'Hah? Bagaimana caranya?"


"Ya paling kamu tidak pendam pikiran apapun kan," kata Ney.


"Tidak. Aku berpikir banyak kok tapi memang dia tidak bisa tahu," jawab Rita. "Aku tahu sebabnya kenapa bisa tertebak oleh dia,"


"Kenapa?" Tanya mereka berdua.


"Dia cuma bisa menangkap pikiran dalam hati nurani saja. Tapi kalau aku berpikir dalam otak, dia tidak bisa menangkap,"


"Kamu bisa begitu!?" Tanya Ney kaget.

__ADS_1


"Bisa dong kalian juga asal jangan keceplosan saja. Dia bisa menebak dalam hati apa yang kalian pikirkan. Kalau aku sih sering hati - hati makanya dia tidak pernah tahu apa yang aku pikirkan," kata Rita dengan senang.


"Hmmm kenapa kamu tidak pernah cerita soal kemampuan kamu? Sepertinya banyak ya yang kamu rahasiakan," kata Ney.


"Buat apa? Tidak ada gunanya sih menurutku punya hal seperti itu, aku ingin hidup normal yang lainnya juga tidak ada yang aku beritahu. Setelah aku kenal Alex saja tiba - tiba muncul itu juga karena dia membuka 'kotak harta karun' aku yang ada didalam diriku,"


"Harta karun?! Ada harta karun didalam diri kamu!?" Tanya Ney.


"Iya. Aku juga tidak tahu tapi dia bilang di dasar aku kedalaman ada banyak kotak menarik dia buka sebagian mungkin ya, setengahnya ya kemampuan yang lain," kata Rita berpikir juga.


"Wow! Alex gila banget sampai bisa menjangkau kemampuan kamu yang lain. Bagaimana perasaan kamu?" Tanya Arnila.


"Kesal! Bete! Apalagi Tengku juga ikut - ikutan membuka sebagian kotak itu jadi, aku sekarang menyerah entah apa yang akan keluar," hal itu membuat mereka tertawa.


"Bukannya kamu senang dong bisa punya kemampuan begitu jadi bisa setara sama Alex," kata Ney.


"Ogah! Kan aku bilang, alu ingin hidup normal hidup biasa dan meninggal tanpa rintangan. Orang yang punya kemampuan begitu, takutnya tidam diterima matinya," kata Rita menegaskan. "Ya aku beda dengan kamu yang membanggakan kemampuan lain jadinya jauh dari agama kan, aku tidak berminat kalau begitu,"


"Siapa juga yang mau Rita? Kalau bisa memilih, aku juga tidak mau punya khodam atau kemampuan ini. Tapi karena sudah diberi mau bagaimana lagi? Hanya apa kamu tahu kalau kemampuan seperti itu memang bisa diturunkan dari nenek moyang?" Tanya Arnila.


"Tidak tahu," jawab Rita.


"Kalau aku kemampuannya bukan dapat dari hasil spiritual ya alias meditasi tapi dapat dari keturunan. Kalau kamu sih yang aku lihat dari kakek, kakek kamu itu meditasi di gunung terus dapat ilham begitu. Terus ya diturunin ke anak - anaknya, seperti ibu kamu,"


"Meditasi di gunung? Ibuku tidak cerita begitu," kata Rita.


"Mana mungkin ibu kamu cerita yang sebenarnya pasti disembunyikan. Percaya deh sama aku, jadinya kamu dapat kemampuan itu murni dari hasil meditasi jadi bukan murni keturunan asli. Tidak seperti aku jadi ya tingkat aku lebih murni," katanya yang berkesan memang ingin di atas.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak bisa baca isi chat dari Tengku? Lebih aneh lagi begitu, Arnila saja bisa. Itu bukannya tanda tingkat kamu justru dibawah Arnila sama aku ya?" Setelahnya Ney tidak menjawab sama sekali. "Ada kok saudara yang lebih tahu tentang ini nanti aku coba tanyakan saja,"

__ADS_1


"Oh iya. Aku tunggu, Rita soalnya aku juga penasaran," kata Arnila.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2