ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
471


__ADS_3

"Tapi kamu kan selalu bilang ke Alex kalau kita Buddy. Lalu sekarang kamu sudah mendapatkan Alex, kamu buang aku begitu saja. Jahat sekali!" Balas Ney dengan tertawa puas berhasil membuat Rita merasa bersalah.


"Suruh siapa kamu setuju sama dia untuk merundung aku? Kelakuan bejat kamu ya yang membuat aku hancur. Kepercayaan aku ke kamu, sudah nol!" balas Rita dengan cepat.


Ney diam, soal itu yah dia memang pasti selalu diam. Maksud dia merundung Rita sebenarnya karena kurang sekali memikirkan Rita akan bagaimana. Dia pikir Rita akan mengerti ternyata... membuatnya terhempas dari lingkaran Rita.


"Coba ya kamu pikir Alex saja heran kamu malah semangat gabung sama dia bukannya menolak. Dimana otak dan hati kamu, Ney? Pikir coba Arnila, Buddy macam apa yang seperti dia?" Tanya Rita esmosi.


"Iya sih aku juga mikir soal itu Rita. Kalau memang Buddy yang asli pasti menolak ya atau bahkan si Alex kena damprat Ney kan. Aku sudah kasih dia peringatan jangan percaya sama orang yang baru dia kenal, eh malah tidak digubris," kata Arnila.


"Iya karena apa? Ego dia. Dia lebih mementingkan dirinya,mementingkan keuntungannya sendiri tanpa bisa mikir efeknya nanti. Kamu pintar ya di bidang akademik tapi bego soal beginian," kata Rita yang langsung menancap ke ulu hati Ney.


"Sudah sudah aku tahu Rita kamu masih belum bisa melupakan kejadian itu. Dan Ney, tolong berhenti memancing emosi Rita atau siapapun. Aku sudah butek nih baca pertengkaran kalian," kata Arnila cemberut.


"Maaf ya Ney, aku tidak ada minat menjadikan kamu sahabat aku atau teman dekat. Sekedar info saja Buddy menurut aku itu ya teman. Teman biasa sekedar teman," jelas Rita.


"Tapi kan Buddy itu bukan teman artinya, Rit atau kamu memang salah makna?" Tanya Arnila.


"Ya memang salah..Makanya semuanya serba salah paham kan? Alex heran karena dia pernah bilang kok aku mau sih berteman sama orang kaya kamu. Kan? Terus kamu bukannya nanya, curiga malah bangga ya memang tidak nyambung," kata Rita.


Sekarang, semuanya jelas! Arnila menepuk dahinya, Ney supeeeerrrr malu setengah mati. Tapi karena salah makna itu menjadikan Rita terbuka kedua matanya. Melihat Ney aslinya seperti apa, lebih memilih kekayaan, kegantengan dan fisik orang dibandingkan perasaan temannya sendiri.


Menjual persahabatan demi perundungan dan yah ternyata dia memang tukang merundung karena korbannya bukan hanya Rita.


"Haha kalau aku sih sudah tahu sejak awal kalau maksud kamu itu hanya teman. Aku sudah bilang sama Ney jangan kepedean, karena sikap dia sama sekali tidak mencerminkan teman yang baik," kata Arnila membuka semuanya.


Ney tidak tahu harus berkata apa-apa yang dia tahu, bila Rita tidak suka orang dia akan menjauhinya dan dia tahu sejak dulu Rita memang menjauhinya.


Dari yang tidak pernah mengajaknya main lagi, berbicara dengannya menjadi jarang, diajak ke rumahnya juga Rita selalu menolak, bahkan orang tuanya yang memberikan saran pun tidak pernah dia dengarkan.


"Makanya kamu jangan egois begitu! Lihat kan sekarang Rita yang meninggalkan kamu. Kalau kamu benar-benar ingin punya teman baik, datang ke rumah Rita jangan dia terus yang kamu suruh kesini. Coba ubah kebiasaan bicara kamu yang kasar, tidak semua orang bisa menerima kamu, Ney."


Itulah yang selalu dikatakan oleh Ibunya. Sekarang? Ya terlambat. Kedua tangan Ney gemetaran dia mengingat semua perbuatannya pada Rita.


Sudah mah teman biasa eh melakukan perundungan pula. Ya lengkap sudahlah penderitaan Anda.


"Haaa si Kuney mana ada mau mendengarkan omongan kita. Dia kan inginnya pendapatnya yang harus selalu kita terima. PRETTT amit-amit dah, teman yang satu jalur begitu mah, tidak akan bertahan lama di aku," balas Rita.


"Dia selalu sombong Rita kalau aku kasih saran. Sekarang kamu tahu kan benar dugaan aku, Rita itu hanya menganggap kamu teman biasa bukan luar biasa. Jadi jangan belagu deh," kata Arnila senang.


Rita puas sekali hari itu. Dia bisa membalas kejahatan Ney kepadanya, meski kasihan tapi Rita tidak mau dimanfaatkan lagi.


"Lalu kamu jam berapa ruqyah?" Tanya Arnila menatap jam.


"Nanti aku sedang menunggu yang jemput. Alex juga menunggu kabar," kata Rita.


"Oh iya soal foto Alex itu bagaimana?" Tanya Arnila penasaran.


Tiba-tiba semangat Ney naik lagi dan dia punya ide untuk membuat Rita tidak membicarakan soal itu lagi. Yah, kenapa Rita terus mempermasalahkan karena tidak ada kata "Maaf" yang keluar dari chat Ney.


Dan Rita tidak akan pernah bosan terus mengungkitnya sampai Ney meminta maaf. Meskipun setelah itu tetap hatinya yang sudah dalam terluka, tidak akan bisa lagi menerima dirinya kembali.


Begitupun dengan Alex dan Arnila, dalam diri Rita sudah seperti mati rasa dan kecewa berat pada mereka bertiga. Alex tahu kalau sakit Rita tidak akan pernah sembuh dan akan menjadi

__ADS_1


pengalaman nahas baginya.


"Oh iya lho itu fotonya bukan dia, Rita. Jadi sepertinya kita semua sudah kena tipu dia deh," kata Ney semangat membuat alasan terbaru.


"Foto?" Tanya Rita. Dia tahu memang begitu kebiasaan buruk Ney, sudah tidak mau mengaku salah eh malah upgrade masalah lain.


Bukan Rita namanya kalau tidak cerdas dan pintar membuat jebakan. Rita yakin Ney masih punya banyak foto Alex. Dan untuk melepaskan atau membuat Ney hapus permanen semua foto Alex, dia akan memainkan sebuah permainan.


Alex sedang sibuk jadi tidak bisa mengikuti rencana Rita tapi dia tahu kalau Rita sedang merencanakan sesuatu dan menutup pikiran Rita agar tidak terbaca Arnila atau pun Ney.


Ua Mori dan adik kakaknya mengakui kehebatan Alex. Tapi juga tahu kalau Alex protektif dan posesif pada Rita.


"Iya itu bukan foto Alex yang asli lhoooo," ketik Ney dengan bangganya. Ya, sudah dapat dibayangkan seperti apa gelagatnya itu.


"Kamu memang sakit ya. Di otak," balas Rita.


Arnila menggelengkan kepalanya. Rita mengatakan itu juga karena tidak lagi menggunakan hati, karena lawannya ya begitu.


Ney tidak menjawabnya, mengganti topik ternyata tidak mudah kalau dengan Rita.


"Aku sehat kok. Kamu kali yang sakit," balas Ney kumat.


"Sudah Rita, maklumi saja. Kan kamu sudah tahu," kata Arnila.


Ruta mengerti kode itu dan Ney tidak mengerti apa maksud perkataan Arnila. Dia men chat Arnila meminta penjelasan tapi tidak digubris.


Rita akan mengikuti permainan yang dile.par oleh Ney, kita lihat sampai mana Ney akan bertindak sebagai dukun yang Tahu Segalanya.


"Oh ya? Foto yang mana yang bukan Alex?" Tanya Rita memancing.


Ney mengirimkan foto Alex secara sembarangan berpikir Rita kini akan mempercayainya seperti awal. "Yang ini. ini. ini. Ini semuanya bukan Alex. Aku batu sadar juga," kata Ney.


Semua foto yang dia kirim langsung Rita save untuknya disimpan dalam laptopnya. "Bagus juga nih orang, mudah sekali kena pancingan. Foto yang sudah aku punya tidak akan aku simpan," pikir Rita.


Sayangnya Ney tidak memiliki foto dimana Alex pernah memberikan foto secara tidak sengaja berada di kolam renang, telanjang setengah dada. Hihihihi tapi tidak Rita pajang kok hanya pernah lihat saja lalu dia hapus.


"Oh gila ya semua foto ini palsu. Kalau tidak salah ada video dia bukan? Itu juga sama?" Tanya Rita pura-pura tidak tahu.


Ney lalu memeriksa video yang dia punya mengenai Alex. Video itu ada 4 buah dan meski terpaksa dia kirim kan juga semuanya.


"Yang ini? Iya di dalam video itu juga bukan dia lho tapi kakak kembarnya. Kan aku sudah bilang waktu itu," kata Ney yang entah di episode berapa ya dia pernah bicara bukan Alex.


"Kapan kamu bilang?" Tanya Arnila dan Rita bersamaan.


"Ih, aku sudah bilang berkali-kali lho tapi ka.u sama sekali tidak percaya," kata Ney mengaku memang sudah menjelaskan.


"Memangnya bilang apa? Kok aku tidak tahu ya?" Tanya Rita yang semakin jelas si Ney memang sakit.


"Adaaa Rita. Ada kok buktinya iya kan Nil?" Tanya Ney mencari pembelaan.


"Tidak tahu, memangnya ada? Ngarang kamu itu," kata Arnila.


"Sudah daripada banyak bacot, kamu kirimkan saja omongan kamu kalau memang pernah bilang itu bukan Alex tapi kakak kembarnya," kata Rita senewen.

__ADS_1


Ney kemudian kebingungan dia yakin pernah bilang dan jelaskan. Dia cari ke semua episode dan bab dalam ponselnya tapi tidak menemukan.


"Tidak ada kan? Kamu kenapa sih ngadi-ngadi mulu kerjaannya? Yang tidak ada, kamu bilang ada. Heran," kata Rita.


"Ada kok, tapi aku lupa dimana menyimpannya," kata Ney beralasan.


"Halah! Alasan! Mana mungkin kamu lupa menyimpan dimana. Foto jadul Alex saja kamu punya semua, aku yakin itu halu kamu deh entah ya supaya aku kembali percaya kamu lagi mungkin," kata Rita tepat sasaran.


"Hahaha ketebak semua tuh," kata Arnila menggelengkan kepalanya.


Suaminya mengambilkan jus untuk Arnila dan dia ikut membaca isi chat mereka. "Parah," kata suaminya lalu nonton televisi.


"Aku yakin aku pernah bilang begitu," kata Ney tetap bertahan.


"Kamu asli harus ke psikiater deh Ney. Kamu itu sakit," kata Rita.


"Aku tidak sakit, Rita. Aku sehat! Kamu kali yang sakit jiwa," kata Ney sebal.


"Dokter psikiater bilang aku normal malah aneh kenapa datang untuk diperiksa? Nih ada buktinya. Justru Psikiater itu bilang kamu yang sakit jiwa makanya heran kok masih bisa berkeliaran?" Tanya Rita.


Rita lalu mengirimkan surat pernyataan. Ney dan Arnila melihatnya, Arnila marah sekali pada Ney yang membuat Rita harus pergi kesana. Ney sendiri dia malu sekali, wajahnya super merah dan dia menangis.


Saat Ney mau menyimpannya, Rita sudah menghapusnya jadi Ney tidak akan melakukan apapun untuk keterangan itu.


"Kok dihapus sih? Aku kan belum selesai baca!" Kata Ney.


Rita tahu Ney pasti bermaksud menyimpannya. Akhirnya Rita kirim lagi, tanpa sepengetahuan mereka Alex membuka WA Rita dan ikut membacanya. Lalu membuat foto itu tidak bisa di share di manapun.


Ney tersenyum riang dan menyimpannya. Kini dia memiliki ide gila yaitu membuat surat keterangan palsu untuk menyerang Rita. Hal itu dapat ditebak Alex, Ney lalu berusaha menyimpannya tapi anehnya foto Rita tidak bisa dia simpan.


Tiba-tiba fotonya hilang begitu saja. "Lho? Rita, kamu hapus lagi ya?" Tanya Ney.


"Hah? Tidak. Ini masih ada," kata Rita merasa aneh.


"Ih, di aku kok tidak ada?" Tanya Ney aneh, beberapa kali tidak bisa dan saat foto itu hilang, barulah bisa.


"Mana aku tahu, sekarang baru hilang," kata Rita tidak perduli masalah Ney.


"Paling juga kamu mau buat keterangan palsu ya? Entah untuk keterangan ke orang lain atau kamu mau membuat gosip jelek," kata Arnila.


"HAHAHAHA!! Parah sekali. Sama seperti jaman kuliah kamu dulu ya. Duplikat skripsi eeeh orang yang menerima fotokopinya ternyata pemilik skripsi itu," tawa Rita mengingat kembali kejadian parah.


Ney hanya bisa diam tidak membalas chat mereka berdua. Dia merasa tidak ada harapan, terbukti ucapan Rita lalu dirinya memang sakit.


"Kamu kok bilang begitu sih? Kan kata kamu juga Alex itu berbohong soal identitasnya kan. Ya ini semua fotonya tuh bukan dia yang asli, Rita. Percaya deh sama aku," kata Ney.


"Hahaha ogah banget percaya sama orang sakit jiwa. Foto palsu itu juga aku yakin kamu simpan baru ini kan..Itu foto dari tahun berapa? Kamu simpan sebanyak itu untuk apa?" Tanya Rita mulai membuat Ney mati kutu.


"Tidak kok, baru aku dapati dari teman. Ternyata dia nipu aku, ini mau aku hapus," kata Ney. Yang memang benar sedang menghapus semua foto Alex.


Rita ada perasaan memang Ney benar menghapus semuanya tapi belum membuatnya puas sampai semuanya permanen. Termasuk empat video yang di dalamnya Alex bernyanyi dan bertingkah konyol.


Rita tidak mau kalau Ney sampai memanfaatkan semua fotonya untuk menguntungkan dirinya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2