ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(156)


__ADS_3

"Sure! Nanti kamu akan melihat keindahan dari yang aku punya. Dunia baru akan menanti kamu untuk dijelajahi. You will always with me forever! HAHAHA!!" Kata Alex dengan wajah yang sangat senang.


Rita menghela nafasnya harus bahagia dengannya sama sekali tidak bisa dia bayangkan. "Bencana untukku,"


"Masa begitu?" Tanya Alex yang kemudian manyun membaca balasan dari Rita.


"Bertarung tanpa akhir," jawab Rita yang pasti sangat pusing kalau memang dia jodohnya.


"Tidaklah. Ada enaknya juga, kamu bisa berkeliling negara dan membuat memori yang menyenangkan," Alex tersenyum pada layar laptopnya. Ya, Alex chat dengan Rita menggunakan Laptop Macnya.


"Senang bagi kamu itu kalau bertarung di tempat tidur ya," kata Rita menyipitkan kedua matanya.


"Itu nomor satu dong. Buat Alfarizki Junior! Yaaay!" Seru Alex dengan senang.


"Bodoh!" Kata Rita sambil tertawa. Ney memandangnya sekilas dan tampak raut wajahnya yang cemburu melihat Rita yang dekat dengan Alex. Arnila hanya memandangi Ney dengan tawa kecilnya.


"Kalian bicara apa sih? Kelihatannya seru!" Kata Ney yang ingin melihat tapi dia tahu kalau Rita akan menghindarinya.


"Dia ingin membuat Alfarizki junior," kata Rita dengan suara yang menahan tawa. Ney menganga tidak menduga Alex sampai berpikir ke arah sana.


"Waduh! Tampaknya Alex sudah ingin sekali punya anak. Wah bisa jadi nih pertanda yang ketiga akan menikah ya kamu!" Seru Arnila senang mendengarnya. Ney pun agak senang meski terlihat sekali dia agak tidak suka.


"Aamiin! Sama orang yang menyebalkan tapi kita belum pasti ya kalau aku sama Alex," jawab Rita menyimpan hpnya di bawah pangkuannya.


"Tapi enak lho nanti kamu bisa jalan - jalan ke mana saja, ke semua negara!" Kata Arnila membayangkan.


"Tapi itu sepertinya tidak akan terjadi deh kalau kata aku," kata Ney dengan nada sebalnya.


"Loh kenapa? Tidak akan terjadi karena bukan kamu yang dapatkan Alex kan," tebak Arnila. Dia juga tahu kalau Ney menyesali telah meninggalkan Alex.


"Ya coba deh kamu bayangkan. Alex itu sangat tajir melintir sudah begitu pintarnya sampai keblenger. Sedangkan Rita? Hanya orang biasa terus dia juga bukan termasuk orang yang pintar. Kalau aku, ya beda. SMP saja aku masuk ranking 4, Rita itu peringkat terbawah lho hahaha mana ada orang biasa seperti kamu bersatu dengan orang seperti Alex. Sepertinya kamu harus mulai bangun deh dari mimpi kamu," kata Ney sambil merapihkan rambut atau dandanannya.


"Kami kok begitu sih? Bukannya mendoakan malah bilang kebalikan. Jangan didengarkan, Rita. Aku yakin itu tandanya baik kok, semoga kamu dan Alex nanti bisa bersatu ya," kata Arnila yang melirik tajam pada Ney.


"Tidak apa - apa karena aku juga masih dalam keadaan sadar kok, Nila. Iya aku setuju dengan yang dibilang Ney mana ada orang biasa, bodoh, tidak punya peringkat dalam sekolah bisa memenangkan Alex," kata Rita yang manyun. Ney mendengarnya sangat senang, senyumnya terkembang.


"Iya makanya kalau kata aku sih lebih baik lupakan saja. Kamu cari yang lain," Ney memberi saran yang membuat Arnila panas. Tapi Rita memberikan kode biarkan saja dia sesukanya.

__ADS_1


"Alex sama sekali tidak masalah mengenai itu semua karena dia sudah nyaman denganku yang biasa saja. Dia juga tidak masalah kalau aku tidak setara dengannya, dia sangat senang aku bisa membuatnya tersenyum. Aku tidak mau menganggapnya berlebihan, tapi kalau dia ingin lebih. Bagaimana?" Tanya Rita kepada Ney.


"Ya kamu tolak saja. Daripada nanti kamu dipermainkan sama dia? Lagipula dia itu ya penggemarnya juga sangaaat banyak di setiap negara lho. Memangnya kamu bisa bertahan kalau kamu sama dia, terus pasti banyak yang menggodanya, pelakor pun pasti banyak kan," jelas Ney yang memberi saran lebih ke menjauhi Alex.


"Aku tidak mau menolak siapapun kalau dia mau berteman, ya aku ayo saja. Tapi kalau berlebihan sudah menganggap pasti dengan dia, tunggu dulu deh. Nah soal penggemarnya nih, kamu tahu dia punya banyak kan?" Tanya Rita yang penasaran dari mana Ney bisa tahu.


"Iyalah," jawab Ney.


"Kalau begitu waktu kamu memberitahukan aku soal dia pacaran dengan kakaknya, aku kan komen juga. Tapi sampai sekarang tidak ada tuh yang menyerang aku lewat Pacebuk atau dari manapun. Kamu bisa tahu kenapa?" Tanyanya lagi.


"Iya juga ya. Kalau memang dia orang yang diluar dugaan kita harusnya kan kamu komen lalu Alex bilang dia mau chat sama kamu, kamu sudah terkena serangan banyak orang kan. Eh aneh juga sih. Tidak ada yang serang kamu, Ri?" Tanya Arnila.


"Tidak ada sama sekali," jawab Rita dengan aneh.


"Oh, kenapa ya? Aku juga baca komentar kamu di akunnya tidak ada yang bertanya sama kamu? Soal apa hubungan kamu dengan Alex?" Tanya Ney dia tidak sampai berpikir kesana juga.


Rita menggelengkan kepalanya lalu dia membuka Pacebuknya dan mereka berdua melihat ke dalamnya. Memang tidak ada apa - apa selain banyaknya orang yang tiba - tiba add akun Rita.


"Mereka siapa, Ri? Banyak banget yang add kamu," kata Ney me-roll semua orang yang meng-addnya.


"Tidak tahu. Itu aku kadang tidak membuka akun karena sibuk mengajar. Kadang aku periksa di hari Sabtu dan Minggu. Tiba - tiba sudah sebanyak itu saja," kata Rita yang memakan makanan lain.


"Buat apa? Aku tidak kenal," jawab Rita tanpa melihat apa yang dilakukan oleh Ney berikutnya.


Kemudian Rita berbicara dengan Arnila dan mereka tertawa, tanpa Rita ketahui, Ney meng-approve tanpa sepengetahuan Rita. Sampai semuanya tidak ada dalam List Waiting. Dan memberikan hp Rita padanya lalu pura - pura kehausan. Rita mengambil kembali hpnya dan memasukkannya ke dalam tas. Ney tampak menunggu sesuatu pada hpnya Rita dan itu dalam waktu yang lama. Sambil menggigiti kukunya, dia seperti gelisah sendiri dan mereka berdua sama sekali tidak perduli.


'Kok tidak ada notif pemberitahuan ya?' Pikir Ney yang kemudian memandang ke arah Rita dengan wajahnya menajam. Beberapa orang yang melihat kelakuan Ney, berbisik. Mereka bermaksud memberitahukan Rita tapi dicegat oleh temannya yang lain. Karena itu bukan urusannya, dan mereka hanya akan membuat suasana mereka menjadi gaduh. Tiba - tiba ...


TING TING! Suara notif dari hp berbunyi dan Ney mendengarnya juga. Dan bukan hanya sekali tapi sampai puluhan kali sehingga mengganggu Rita. Rita heran kenapa ada banyak sekali notif yang masuk lalu membuka hpnya dan kaget. Ney tersenyum diam - diam dalam pikirnya pasti orang - orang yang sengaja dia approve, menyerangnya.


"Berisik banget! Ada apa?" Tanya Arnila melihat Rita yang kaget.


"Banyak yang meng-inbox. Tidak kenal," jawab Rita yang masih melihat isi inboxnya dengan heran.


"Kok bisa? Kamu tidak approve kan? Mungkin kamu lupa," kata Ney menjawab dengan bahasa yang manis.


Rita berpikir, "Mungkin juga sih," katanya.

__ADS_1


"Mereka bilang apa?" Tanya Ney yang pura - pura cemas.


Arnila juga tidak menyadarinya apa yang tadi Ney lakukan. Dia juga ikut heran dengan banyaknya inbox yang masuk.


"Hanya bilang 'Hai' semuanya. Jadi aku gabungkan saja mereka dalam 1 wadah lalu aku balas juga 'Hai'," kata Rita yang kembali meletakkan hpnya dalam tas. Ney kecewa hanya itu sajakah yang mereka katakan? Ney menatap Rita dengan tidak percaya.


"Nih lihat saja," Rita lalu mengeluarkan lagi hpnya dan memperlihatkan isi apa yang mereka katakan. Ya, benar saja mereka hanya menyapanya. TING TING terdengar lagi tapi Rita masih memperlihatkan itu pada mereka berdua. Mereka mengirimkan gambar kucing dengan bermacam - macam pose yang lucu. Ney sebal dan kecewa tidak seperti harapannya lantas bertanya - tanya kenapa tidak ada yang melabraknya sama sekali.


"Lucuuu," kata Arnila. Lalu Rita melihatnya dan memang benar stiker yang mereka kirimkan sangat lucu dan berbeda - beda. Dalam wadah yang sama, Rita membalasnya dengan stiker kelinci yang membawa tulisan, 'Cute!'


"Tidak seru!" Ucap Ney. Arnila dan Rita melihat dirinya lalu tidak mempedulikannya. Sayang sekali yang Ney harapkan ternyata meleset! Tahu begitu dia tidak akan cape - cape sengaja approve mereka. "Kepikiran tidak kalau mereka itu penggemarnya Alex?" Ney menyeletuk tiba - tiba.


"Eh bisa jadi. Bagaimana dong Rita?" Tanya Arnila yang khawatir takut Rita nanti diserang oleh mereka.


"Menurut aku sih lebih baik kamu reject mereka deh daripada nanti kamu terkena masalah. Percaya deh sama aku, mereka akan serang kamu kalau memang benar fansnya Alex," kata Ney.


Rita mempertimbangkan apa yang Ney katakan dia berpikir ada benarnya dan ada salahnya. Tapi ...


"Tidak apa - apa. Kalau mereka memang benar fansnya Alex," Rita menatap hpnya dan memasukkannya kembali ke tasnya. Ney keberatan dengan yang Rita putuskan.


"Ih, kenapa? Kamu mau di terror sama mereka?" Tanya Ney yang agak kesal.


"Kamu kenapa sih? Ngurusin banget! Tumben kamu peduli kalau aku kena serang fansnya. Biasanya yang aku tangkap kamu senang aku diserang. Aku yang diserang, kenapa juga kamu jadi peduli?" Tanya Rita mulai keheranan.


"Ya... bukan begitu. Untuk apa juga mereka nyampah di akun kamu kalau tidak ada urusan?" Tanya Ney yang kebingungan.


"Hah? Menyampah dengan stiker lucu ya tidak apa - apa dong. Yang penting bukan menyampah kata - kata kotor atau sindiran. Pacebuk kan inboxnya unlimited, jadi biarkan saja mereka mau buang stiker sesukanya. Alasan kamu aneh!" Kata Arnila.


"Ya terserah deh! Kalau kamu diserang mereka, jangan cerita ke gue ya," kata Ney dengan nada galak dan jutek.


Rita memandanginya lalu ketawa. "Buat apa aku cerita ke kamu? Lebih baik aku cerita ke sahabat - sahabat aku deh. Cerita sama nanya saran ke kamu sama saja seperti nanya ke tembok! Mana tidak ada yang kena sama solusi yang bagus hahaha!"


"Tapi Rita, aku juga cemas kalau benar yakin kamu tidak akan apa - apa?" Tanya Arnila.


"Tidak akan ada apa - apa. Coba deh kalian lihat isi akunku apa ada yang bisa sampai mereka serang? Isinya juga biasa saja, foto juga biasa dengan gaya norak atau yang bodor sekalipun. Mereka mau menyerang aku karena apa? Mungkin bisa mereka menyerang karena aku saja yang bisa chat dengan Alex tapi yah, menurutku itu wajarlah," kata Rita.


Arnila dan Ney melihat isi akun Rita ada apa saja. Memang tidak ada yang spesial atau yang aneh. Hanya memang banyak aplikasi game atau komik anime.

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2