
"Jadi memang kita lihat juga dia punya niat jahat sama kamu hanya kita bingung kamu seperti susah lepas. Ternyata sudah pernah lepas toh," kata Komariah.
"Enak saja!" Kata Rita ketus. Mereka semua mengerti sekarang masalahnya memang hanya ada Ney.
"Duh, bagaimana ini kalau dia terus mendekati aku?" Tanya Diana yang pusing.
"Hahaha kalau nanti ternyata jeleknya dia mendatangi ke tempat kosnya Mbak, hubungi kita saja deh. Jangan ada Rita tapi supaya kita bisa bully dia," kata Annisa yang memang sudah gemas banget.
"Hah? Serius dia bakalan datang ke kosan aku?" Tanya Diana ke arah Rita.
"Dia kepo orangnya. Aku sih mana mungkin kasih tahu tempat kamu tinggal. Tapi kalau dia tertarik seseorang pasti selalu didatangi. Seperti jailangkung datang tak diundang, pulang kamu usir saja!" Kata Rita lalu tertawa keras.
"Wahahahahaha!!" Semuanya tertawa dan akhirnya deal juga, yang akan datang nanti Annisa, Tamada dan Linda. Jangan sampai ada Rita itulah senjata pemungkas ya mereka ingin tahu sejauh apa Ney akan bertindak kalau tidak ada Rita.
"Benar ya. Kamu jangan datang dulu ke kosan aku ya, Ri. Seminggu saja kita lihat nanti," kata Diana. Rita mengiyakan. Memang parah banget tuh orang semacam Paparoti ( Paparazi ).
"Tapi sebenarnya memang karena kasihan juga aku mash ada sama dia. Tadinya aku pikir dia akan merubah pikirannya tentang aku selama ini tapi nyatanya tidak ada bedanya," kata Rita sambil memainkan mie yang tersisa.
"Karena?" Tanya semuanya berbarengan.
"Di SMP itu dia diejek sama semua kelas kalian lihat juga kan penampilan kondisi badannya yang bertato bekas cacar air. Bully dia lebih parah dari aku yang anak guru. Memang sih SMP kelas 1 aku juga kena bully teman sekelas, temanku justru dari kelas lain. Hanya karena disangkanya aku pasti akan diberi nilai yang lebih bagus dari mereka, tapi pada kenyataannya saat dibagi rapot rankingnya kan ke 1230 dari semua siswa disitu. Dari situ mereka meminta maaf mereka menyangka aku akan di anak emaskan. Setelah naik ke kelas 2 & 3, aku mulai mendapatkan teman yang benar - benar baik apalagi lebih dari seperti Diana. Dan tentu saja ya aku sekelas lagi sama Ney tapi memang bukan sebagai teman dekat," kata Rita menceritakan semuanya dari awal.
"Semua anak yang ternyata ibu atau bapaknya guru pasti mendapat perlakuan begitu, Rita. Aku juga sama," kata Annisa Bapaknya adalah seorang guru agama yang dikenal baik di sekolahnya.
"Waktu kamu naik ke kelas berikutnya, apa Ney masih tetap sama?" Tanya Siti.
"Iya Teh. Tidak ada satupun perempuan yang mau menjadi temannya, apalagi dia juga pernah bilang aku yang jelek ke teman - teman yang sekarang aku masih kontak dengan mereka. Kecewa itu sudah ada semenjak SMP, makanya aku memang sebisa mungkin tidak mau punya hutang budi sama dia, soal uang pun aku jarang banget meminjam," kata Rita.
"Hah? Dari SMP saja dia bicara hal jelek ke teman kamu ya memang bukan orang baik. Aku lihat sih kalau dari Ritanya memang sudah ada lampu merah tapi dari Neynya salah tanggap ya. Dia tidak pekanya sama sesama perempuan tapi lebih tanggap sama lawan jenis. Wah itu sih kalau nikah juga bakalan susah hidupnya," kata Linda yang merasa heran dan aneh.
__ADS_1
"Soalnya yang lebih penting itu lingkaran teman perempuan kalau laki - laki sih berbeda ya. Kalau perempuan kan dari hati ke hati, beda kalau lelaki lebih ke otak sama fisik. Aku yakin dia sering affair ya kalau punya pacar juga," tebak Tamada.
"Iya. Sampai aku bosan setiap 3 hari sudah beda saja pacarnya," kata Rita melongo.
"Eleuh mun kitu carana mah geus! ( Kalau begitu sih ya sudah )," kata Annisa memegang kepalanya.
"Tapi kok ada ya lelaki yang mau?" Tanya Komariah. yang selesai makan.
"Ya itu sih tidak jauh dari dia juga pasti suka selingkuh juga. 11 12 alias sama saja," kata Tamada yang lalu disoraki oleh Rita.
"Rita paling lama sama dia pasti hafal. Tapi Rita sekarang kalian sudah sama - sama dewasa kamu juga sudahi rasa kasihan sama dia justru kita yang lihatnya malah kamu yang kasihan. Dia sama sekali bukan teman yang baik untuk dijadikan teman. Kenapa? Kamu bicara nanya juga ke dia, sama sekali tidak digubris kan. Sekarang kalau kemana - kan ada Mbak Diana ada Komariah juga atau teman kamu yang lainnya, dia mah jangan deh! Lupakan saja, dianya juga tidak pernah memikirkan perasaan kamu kok!" Kata Linda menasehati Rita.
'Benar juga sih selama ini Ney selalu bertindak apa yang dia mau. Datang kalau ada keperluan saja, atau pas sekali kalau aku punya uang. Selama ini Diana, Komariah, bahkan Putri lah yang selalu ada untuknya ditambah 5 orang teman dekatnya dari SMP. Ney? Tidak ada fungsinya juga.' Pikir Rita.
Kemudian mereka juga menceritakan secara singkat pada Rita soal apa yang mereka semua alami dari kisahnya Ney. Mendengar apa yang Ney katakan pada mereka soal dirinya, Rita hanya menghela nafas dan sudah tahu kalau itu akan terjadi.
"Ya wajar namanya juga manusia. Kita juga sudah bilang sama dia waktu kamu ke toilet tadi diluar itu. Keburukan kamu, di kita juga pasti ada memang aneh dia tuh pikirannya," kata Tamada yang tahu sesuatu tapi dia tidak mengungkapkannya pada Rita. Biar Rita tahu meski lama.
"Dia itu kurang waras, otaknya pasti ada yang putus di saraf - sarafnya, dia pernah punya trauma terdalam sepertinya sampai jadinya seperti itu. Tidak mungkin dia ujug - ujug jadi seperti itu terus orang tuanya juga juga mungkin dulunya kurang fasilitas makanya pas sukses, malah jadi terbengkalai. Kurang kasih sayang sama perhatian bisa jadi itu," jelas Annisa.
"Bisa juga itu alasannya. Sudah seperti itu, terus ibunya kurang memotivasi juga pas sukses, kaya malah jadi foya - foya, anak bermasalah dibiarkan saja. Sepertinya itu bukan sekarang saja deh, dan anehnya anaknya sama sekali tidak berkembang. Harusnya dia bisa berpikir makin abad ke abad dia sadar harus begini begitu," kata Diana yang berpendapat kalau Ney nampak depresi butuh penanganan lebih ahli.
"Hayang di jitak ku urang mah ( Ingin sekali aku jitak dia tuh )," kata Annisa yang masih belum puas kalau sudah bisa melakukannya.
"Kalem saja Rita, kita sudah tahu maksud dia seperti apa berkata ini itu soal kamu, Diana, Komariah juga. Kembali lagi dia super iri sama kamu, dia suka Diana tapi tahu sih kalau Diana tidak suka. Dia memaksakan dirinya sendiri untuk disukai kita semua padahal tahu sih dia juga tidak suka ke kita, hanya Diana kan yang dia nilai setara. Dia itu seperti sok suci, sok tinggi, dia juga jelas banget memang seperti itu ke semua orang. Tapi dia sendiri kalau dibalas begitu sama orang merasa paling menderita, teraniaya. Jadi dia itu masuk ke orang Manipulasi," kata Siti menjelaskan.
"Tapi buat apa? Dia sendiri kan yang membuat orang lain sebagai korban?" Tanya Rita keheranan.
"Untuk keuntungan dirinya sendiri, Rita. Meski menurut kita semua memang aneh sih kalau iri tidak perlu sampai mengendalikan orang kan. Tapi kalau orang yang memang punya ciri memanipulasi tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan orang dan mendapatkan yang dia inginkan. Misalkan kan dia ingin sekali merusak kamu dan merebut Diana, nah untuk mencapai itu, dia sengaja menghina kamu, menyerang dan banyak menyalahkan. Justru ini bahaya banget lho!" Kata Siti yang memperingatkan mereka semua.
__ADS_1
"Supaya kamu tidak punya teman, supaya kamu menganggap dia sendiri yang superior. Parah total sih sifatnya, bukan karena kamu berarti buat dia. Dia itu tidak punya maksud untuk berteman, dia hanya tertarik mengumpulkan orang tertentu agar menjadi teman pamernya saja." Kata Tamada yang mengeluarkan apa yang dia tahu dari Ney.
Semuanya memandangi Tamada, Linda dan Annisa tahu kalau Tamada aslinya memiliki kelebihan lain. Tamada pun melihat Rita juga sama tapi melihat Rita yang sama sekali tidak berminat soal begituan, membuatnya lebih baik diam. Tamada tahu betul apa yang dialami oleh Rita, aib jeleknya yang selama ini Rita sembunyikan pun Tamada tahu. Tapi buat apa juga, lagipula Rita bukan orang seperti kebanyakannya yang senang bangga dengan kelebihan. Mana tidak peka juga 🙄🙄.
"Serius, Tamada? Tidak punya niat memiliki teman?" Tanya Rita merasa aneh.
"Tidak ada sama sekali. Jadi cukup kamu jangan merasa kasihan lagi, kamu merasa begitu itu menjadi makanan dia untuk melawan dan menginjak kamu. Kasarnya sih dia mau kamu jadi budaknya dia selama ini tapi... yang tidak terduga nya kamu malah melawan balik dia karena kamu sadar kan. Hati kamu yang merasakan ada yang tidak beres, itu bagus." Kata Tamada tersenyum pada Rita.
"Selama aku perhatikan juga soal kamu yang tidak suka film horor, itu aneh banget. Dia mengaku sudah kenal lama kamu tapi dia baru tahu kamu tidak suka horor. Memangnya semasa SMA kalian jarang nonton film ke bioskop?" Tanya Diana pada Rita.
"Sering! Dia sukanya film pornografi kalau ada film Indonesia yang ada unsur porno, dia paling antusias, berapa kali juga kita nonton yang horor sampai aku buka kacamata saking tidak sukanya. Aku saja merasa aneh waktu dia bilang "Baru tahu"," kata Rita.
"Iya memang begitu. Dia sama sekali tidak peduli apa yang kamu suka, yang tidak disuka, yang kamu benci, yang kamu takutkan. Karena di dalam dirinya, dia lebih ingin kamu nurut sama dia, mengerti dia, lebih percaya. Kalau seperti itu tinggalkan saja, hidupnya akan susah kalau menikah juga bukan menjadi istri yang baik. Yang jadi suaminya akan menderita banget karena dia akan mengendalikan suaminya hanya patuh sana dia. Terbalik kan? Ciri istri durhaka," kata Tamada menjelaskan. Mereka semua merinding mendengarnya.
"Berarti pengetahuan dia soal Rita buat apa?" Tanya Siti penasaran.
"Buat keuntungan dia nanti bisa jadi info Rita yang dia punya, dia jadikan alasan untuk mendekati orang lalu mendapatkan apa yang dia mau yang orang lain tidak bisa beri. Kalau sudah punya suami, selingkuh dia akan menjadi sosok lemah padahal aslinya iblis. Kalau info dia ternyata ada yang menyerang, dia gunakan itu untuk memfitnah kamu. Kita kan tidak pernah tahu ya isi hati orang tapi kalau Ney sudah jelas banget! Dan sudah banyak sih yang jadi korbannya dia. Mudah dekat dengan orang tapi saat dia tahu kelemahan orang itu, dia akan jadikan sebagai "Senjata" untuk melumpuhkan orangnya atau seperti sekarang saja. Kejelekan Rita dia pakai untuk kita menjauhi Rita padahal kita semua sadar bukan makhluk sempurna. Dia itu lupa dirinya sendiri," kata Tamada yang meminum tehnya.
"Pintar memutarbalikkan fakta juga. Dia mengatakan apa, tapi sebenarnya kenyataannya bukan begitu. Banyak pasti kamu juga pernah baca mungkin chat dia seperti tadi bilang kalau katsu kesukaan dia, kamu bilang bukan kan. Ya begitu, dia itu cari perhatian sama kamu tapi masalahnya perhatian kamu terbagi ke semua orang. Masalahnya adalah cara menarik perhatian ke kamunya itu salah semua. Bukannya berhasil tapi membuat kamu semakin jauh sama dia," kata Annisa.
"Kira - kira dia sadarnya bisa tidak sih?" Tanya Rita yang semakin penasaran pada mereka bertiga. Kok sepertinya... mirip dukun ya?
"Hahaha bisa tapi lamaaaaa nanti juga kamu akan tahu," kata Tamada penuh misteri. Rita memiringkan kepalanya lalu komat kamit sendirian. Tamada memperhatikan Rita sambil tertawa.
"Kalian kok sepertinya tahu Ney banget padahal kan baru bertemu. Dukun ya?" Tanya Rita membuat mereka bertiga tersedak air saat minum.
Sisanya tertawa keras mendengar apa yang Rita katakan. Terkadang Rita dewasa bicaranya tapi terkadang juga seperti anak kecil. Tapi buka karena Rita berkepribadian ganda tapi memang begitu perilakunya. Sifatnya akan berubah sesuai kondisi sekitarnya, Rita juga sangat cepat beradaptasi dengan situasi sekitarnya. Itu juga yang menjadi sasaran iri dengkinya Ney. Berbeda dengannya, Ney selalu ingin bisa menghancurkan Rita namun selalu saja gagal karena di sisinya banyak orang - orang kepercayaannya. Termasuk Alex.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1