ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(305)


__ADS_3

Sekitar jam 3 sore, Alex kembali ke kantor lalu bermaksud pulang dengan tergesa - gesa lalu menyadari ada seseorang yang masuk ke kantornya.


"Ada apa? Saya mau pulang cepat," kata Alex tanpa melihat siapa yang datang.


"Pak, hari ini ada acara tidak?" Tanya sekretarisnya yang berdandan seksi dan berpakaian lebih... sopan sekarang tapi masih terlihat beberapa lipatan dari pantat dan kakinya yang langsing.


"Kenapa?" Tanya Alex singkat dan tidak menghiraukan sekretaris itu yang sedang mendekatinya.


"Saya mau undang Bapak ke..."


Setelah selesai berkemas, Alex keluar kantor tanpa menyambut sekretaris itu. Dengan langkah cepat, dia menyambar pintu kantornya terbuka dengan lebar sambil berteriak,


"YON! AKU PULANG DULU! KAMU YANG TERAKHIR JANGAN LUPA KUNCI PINTU KANTOR SAYA. SAYA TAK MAU ADA SESUATU YANG KOTOR MASUK KE KANTOR!" Teriaknya dengan lantang, semua orang pastilah bisa mendengarnya dan memang itu sengaja. Mereka sudah terbiasa menyantap suara bos mereka yang super galak itu.


Sekretarisnya hanya bengong di tempat melihat bosnya yang acuh lalu keluar dari kantornya meninggalkan semua orang yang sedang bersiap pulang, ada juga yang lembur karena kesalahannya sendiri.


"SIAP, PAKCIK!" Jawab petugas kebersihan itu dengan mengangkat salah satu tangannya sebagai tanda hormat.


Alex langsung menuju parkiran dimana supirnya sedang menunggunya sambil langsung membukakan pintunya laku menutupnya dan menuju apartemennya.


Di kantornya sekretaris itu mengigit jarinya sendiri. "Kasihan gagal lagi ya?" Tanya rekan Alex menggoda sekretarisnya yang sudah berjuang mengubah semua penampilannya tapi masih saja tidak bisa menarik hatinya.


"Sebal! Kesaaal!!! Aku sudah mengubah penampilanku masih saja tidak digubris! Mana aku juga sudah bilang pada semua temanku kalau bosku itu sangat tampan, aku mau bawa pamer dia," katanya sambil duduk kembali di kursi asisten lalu cemberut. Dia memeriksa ponselnya dan semua temannya tidak sabar ingin melihat bosnya yang super ganteng itu.


Yang lain hanya tertawa, Alex memang lelaki paling sulit untuk diajak makan bersama. Belum ada yang bisa mengajaknya keluar hanya sekedar makan cemilan atau acara makan bersama semua pegawai. Yah, dia adalah anak kebanggaan keluarga Alfarizki pastilah makan bersama orang berstatus rendah akan membuatnya jelek.


"Bagaimana dong!?" Katanya sambil memperlihatkan semua isi chat teman - temannya.


"Yah, kamu sih lain kali tanya dulu jangan langsung bicara yang pastinya bos kita mau. Sudah dari dulu juga bos paling susah diajak makan bersama," kata pegawai perempuan yang sudah kenal dekat juga.


Sekretaris itu lalu menyandarkan kepalanya ke kursinya dan kesal setengah mati kenapa juga bosnya harus jual mahal segala. "Kenapa sih bos kita yang paling beda?"


"Bilang saja jujur kalau kamu sudah ditolak hahaha," Ucap wakil direktur yang keluar untuk mengambil kopi. Memang bukan keanehan lagi kalau sekretarisnya itu sangat menyukai bos mereka well, hampir semuanya ya termasuk para pegawai.


"Orang secantik aku sama sekali tidak dilirik. Rugi dia!" Katanya yang marah.

__ADS_1


"Katrin saja dari lantai 4 ditolak juga malah dia sampai tidak masuk kerja karena malu. Dia sampai sering beri cokelat tapi meskipun sudah kita simpan di mejanya, sama sekali tidak dimakan. Malah bos memberikan semua cokelat mereka di lantai 4 kepada petugas kebersihan," kata salah satu pegawai lainnya.


"Aaaah aku ingat! Cokelat yang mereka beri itu sangat mahal! Satu biji harganya mencapai 500RM!" kata Pey yang pegawai paling belakang, dia mengurus keuangan kantornya.


Sekretaris itu kemudian berhenti kesal, iya ya semua perempuan yang cantik, menarik, langsing, benar - benar kriteria idaman sama sekali tidak dilirik. Jadi apa yang bisa membuat hatinya luluh?


"Kabarnya benar dia sudah punya kekasih lho," kata pegawai lain memperlihatkan sesuatu. Sekretaris dan semua orang kaget lalu berbondong - bondong melihat berita, lalu mereka mencari tahu sendiri. Hanya berupa tulisan sumbernya dikenal sebagai EXO.


"Wah! Kalau benar..."


"Siap - siap kita sibuk. Tapi takde ( tidak ada ) keterangan bukti fotonya?" Tanya rekan kerjanya yang memang selain sebagai rekan dia juga mengawasi keamanan Alex.


"Tidak ada. Tampaknya masih misteri, EXO ini siapa ya? Setiap berita yang dia tampilkan selalu benar," kata pegawai A.


Mereka semua berpendapat sama, firasat jelek kalau memang iya. Seluruh negeri termasuk Malaysia dan Jepang akan sangat heboh sekali. Jepang? Karena ayahnya adalah warga Jepang asli meski sangat pintar dalam bahasa Melayu dan Inggris.


"Tapi masih belum jelas dia.. disebutkan saja kalau salah satu anak Alfarizki memiliki hubungan dengan perempuan Indonesia. Hanya itu? Tampaknya dia masih belum bisa mengungkapkan lebih banyak," kata Sisca yang membaca berita itu.


"Benar juga. Teman bos kita juga kan dari Indonesia banyak, jadi memang bukan hal yang heboh sih tapi hebohnya semua perempuan Indonesia yang kenal Alex pasti akan mengakui kalau dirinyalah yang disebut," kata wakil direktur.


Mau tidak mau dia harus melakukan hubungan palsu itu tapi bagaimana dengan perasaan Rita? Apakah dia sanggup meninggalkannya sementara waktu? Sesampainya di rumah, keadaan masih sepi. Ibu dan Ayahnya masih bekerja di perusahaan mereka masing - masing, rumah megah bagaikan istana itu tampak begitu sepi hanya Alex dan 10 maid. Mereka menyambutnya lalu sudah menyediakan makan sore serta beberapa kue dan agar. Setelah makan sore, Alex menuju kamarnya di lantai atas dan membuka dasi dan membuka beberapa kancing bajunya.


Dia memandangi pemandangan depan rumahnya yang banyak pepohonan. Sambil berdiri dengan gaya lelaki, dia membuka jendela gesernya dan angin menyeruak membenturkan dirinya di dada Alex yang bidang. Angin pun ingin sekali merasakan dekapnya tangan Alex yang kekar. Otomatis bajunya yang terbuka 3 kancing berkibar menyambut angin. Pemandangan yang tak kalah hebohnya tentu saja badannya yang terlihat begitu bidang dan berotot seksi. Pantaslah dia banyak dipuja oleh kaum Hawa tapi tak ada dari mereka yang bisa membuatnya bertekuk lutut. Entah kalau Rita.


Kemudian dia mengacak - acak rambutnya yang rapi menjadi lebih natural. Jelaslah wajahnya yang lain wajah remaja nakal tapi kedua mata yang tersirat kesepian lalu dia duduk rebahan dan membuka ponselnya membuka Rita yang menyapanya. Mulutnya mengembang kedua matanya kembali ceria saat dia membaca satu nama yang bisa membuatnya sangat bahagia. Tapi dia berpikir apa jangan - jangan ada orang lain yang tidak sengaja membaca atau melihat isi chat mereka berdua? Tapi seingatnya hanya ibunya saja yang sering iseng.


Setelah itu ada sosok hitam yang berada di suatu ruangan, terlihatlah dalam layarnya isi percakapan Alex dengan Rita. Orang itu tersenyum jahat dan jail melihatnya. Dia memakai jaket bulu berwarna hitam dan dengan serius menikmati percakapan mereka berdua. Siapa ya? Entah...


"Sudah pulang? Aku sudah di rumah nih. Hari ini lelah sekali pasti kamu juga," kata Rita yang tampaknya sedang senang.


Sambil menunggu sesuatu, dia balas chat Rita. "Iya, aku baru pulang tidak sabar untuk mengobrol dengan kamu. Bagaimana senamnya?"


"Seru! Kamu harus rajin senam juga untuk jantung," kata Rita yang sudah berganti baju.


"Aku tidak bisa yang terlalu berat," kata Alex yang sedikit sedih dirinya tidak bisa melakukan beberapa hal seperti Rita.

__ADS_1


"Oh iya ya aku lupa ada kok senam yang santai tidak banyak loncatan hanya gerak kaki, tangan, pinggang atau leher saja," kata Rita.


"Oh ya? Hmmm mungkin nanti aku coba kalau ada waktu libur. Oh iya aku mau tanya," kata Alex.


"Bayar!" Kata Rita yang sambil meminum susu cokelat.


"Ngutang," kata Alex tertawa keras.


"Negara kamu banyak ngutang," kata Rita tertawa.


"Negara kamu juga sama. Kamu pernah melihat sebuah jembatan dalam mimpi?" Tanya Alex tertawa lalu langsung serius.


"Jembatan? Yang seperti apa dulu?" Tanya Rita penasaran. Dia duduk dengan hal yang sama dengan Alex dibawah karpet dan bersandar pada kasur mereka sendiri.


"Jembatan penyebrangan tapi seperti yang ada di neraka. Pernah?" Tanya Alex. Dia ingin tahu kalau Rita memang orang Terpilih harusnya pernah lihat juga karena dia mampu melihat sesuatu yang besar dalam dirinya.


"Oh! Pernah! Waktu SMA sih," kata Rita yang langsung ingat. Itu kan mimpi ya.


"Serius? Lalu?" Tanya Alex yang tidak menyangka. Kalau memang begitu tidak aneh kalau Alex melihat Rita mengalami banyak kejadian tapi kenapa dia tidak ada cerita ya?


"Ya aku berjalan di atasnya. Kamu pernah?" Tanya Rita dengan polosnya menjawab seperti yang dia memang lakukan.


Alex bengong dia terduduk sudah tidak rebahan. "Aku hanya melihat saja tidak bisa berjalan. Sampai kamu bisa berjalan di atasnya lalu bagaimana lagi?" Tanya Alex yang semakin keheranan. Tak takutkah?


"Jembatan yang aku lihat sendiri sih ya lebar tidak seperti yang aku baca dalam buku manapun. Menangnya kenapa?" Tanya Rita kebingungan. Apa ada yabg penting dari jembatan itu?


"........... Ya Allah kamu tidak tahu artinya jangan bilang juga kamu berjalan bulak balik?" Tanya Alex yang tidak menyangka apa yang Rita lakukan itu sangat berbahaya.


"Lah iya. Sepi banget sampai aku bisa lari kemana saja lalu pulang lagi. Warna jembatannya hitam sekitarnya merah," kata Rita menjelaskan dengan detail.


"Kamu sadar kan itu jembatan apa?" Tanya Alex sambil sesekali menggaruk kepalanya.


"Serius sekali sih namanya juga mimpi. Memangnya ada artinya? Aneh kamu ini," kata Rita menggelengkan kepalanya. Kok mimpi saja bisa seheboh itu?


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2