
"Ya kan kalau kamu cerita sama dengan aku jatuhnya," kata Ney.
"Idih ogah! Disamakan dengan kamu. Bisa lihat aneh-aneh saja aku sudah merinding. Aku tidak mau, aku lebih ingin menjadi orang biasa. Mau aku mengalami hal aneh pun aku ceritakan cukup ke orang tua," kata Rita yang tidak selevel sekali cerita pada Ney.
"Aku setuju kan orang tua lebih mengenal kita setiap hari," kata Arnila.
"Ya begini jadinya kan kalau aku cerita ke kamu, bisa kena cuci otak juga. Aku tidak berminat dan hal itu cukup aku yang merasakannya," kata Rita.
"Bagus itu Rita. Memang kamu kan dari dulu juga takut hal mistis dan horor. Kalau kamu minat, lama-lama bisa jadi orang gila," kata Arnila sekalian meng kode soal seseorang.
Rita yang membacanya tentu saja tertawa pelan. Apa Ney merasa ya?
"Orang yang tidak waras pasti bisa lihat hantu. Aku waras dan sadar mereka juga punya tempat sendiri. Jadi kenapa harus heboh?" Tanya Rita.
Waktu SMP dia juga heboh karena pertama kalinya melihat hal begituan, sampai dikerjai juga. Melihat Ney seperti itu, mana mau juga Rita menceritakannya.
Ney membacanya dan skak mat. Sama sekali tidak bisa membalas apapun.
"Dengan si Alex bagusan mana khodamnya?" Tanya Ney mengalihkan topik.
"Ya ibu itu dong dengan yang mau ruqyah Rita. Mereka kebanyakan dari kerajaan sampai hewan mitos juga ada lho. Ada yang naga juga wih, keren!" Kata Arnila.
"Waaah, aku suka naga," balas Rita. Siapa ya yang punya?
"Naga? Siapa yang punya?" Tanya Ney menganga.
"Itu yang mau ruqyah Rita. Pokoknya gila keren sekali. Coba saja kamu dekati Rita, siapa tahu bisa ketemu dengan salah satu naga nya," kata Arnila.
"Naga ya? Hmm sepertinya aku sudah lihat salah satunya," kata Rita.
"APA!?" Seru Ney dan Arnila. Ney terdiam, kenapa hanya mereka berdua apalagi Rita yang tidak memiliki khodam bisa melihatnya?
"Kenapa sih kalian bisa lihat? Sedangkan aku tidak?" Tanya Ney kesal.
"Bukti kemampuan kamu kecil," kata Arnila membuat Ney bete sekali.
"Lalu? Aku yakin kamu tidak melihat dengan jelas kan," kata Ney sebal.
"Tidak melihat jelas tapi siluet saja sih lalu tiba-tiba energiku yang setengah bisa full. sepertinya dia bisa ilmu penyembuhan ya," kata Rita menebak.
"Tuh kaaan apa kata aku. Kamu juga kemampuannya kecil kok berlagak besar ya hahaha," kata Ney bangga.
"Soalnya naga nya itu keluar kalau terancam pemiliknya. Lalu bagaimana kesan kamu saat melihatnya?" Tanya Arnila tidak menggubris apa kata Ney.
"Galak. Senangnya marah-marah tidak karuan, susah diatur juga kalau sudah keluar sulit disuruh tenang," kata Rita.
"Wah. Memang parah sih naga yang satu itu. Pemiliknya juga kesusahan lalu bisa masuk lagi bagaimana?" Tanya Arnila.
"Sebab dia keluar kenapa tuh?" Tanya Ney.
"Tengku nya Alex datang dan pakai pose menantang ya lah langsung On itu naga. Khodam dan pemiliknya sama-sama bodoh sih jadi aku lempar bantal aja ke arah dia. Tuh naga masuk lagi," kata Rita membuat Ney dan Arnila tertawa keras.
"Waw! Serius anehnya kamu bisa komunikasi ya sama Tengku. Nanti ada yang mendatangi kamu Rita, jangan kaget ya," kata Arnila tertawa.
__ADS_1
Ney tentu saja agak cemburu karena tidak mengira kekuatan Rita sudah bangun sebelum mereka kenal. Tapi Rita sama sekali tidak peduli dan beranggapan itu hanyalah mimpi.
"Tapi kan tidak sehebat khodam aku ataupun kamu Arnila. Kalau Rita sih tidak masuk hitungan ya," kata Ney berusaha mengangkat dirinya.
"Kamu tidak akan bisa menang deh dengan mereka. Aku juga kalah apalagi Alex. Kalau mereka mengerubungi khodam kita, habis jadi gepeng. Tapi plusnya khodam mereka baik-baik semua. Khodam aku datang kesana juga mereka diam kok," jelas Arnila.
"Wah! Serius?" Tanya Ney menganga membacanya.
"Serius. Ramah pokoknya tapi kalau naga yang mau ruqyah kamu, memang ada yang rese. Suka heboh sendiri nanti juga ketemu," kata Arnila penasaran.
"Ketemu aku?" Tanya Ney merasa dipentingkan.
"Bukanlah. Apa urusannya sama kamu Ney. Sama Rita kan Rita yang nanti terkontrak sama ruqyah nya," kata Arnila menggelengkan kepalanya.
"Oh," kata Ney agak lemas. Kenapa semua hal penting harus berurusan dengan Rita? Memangnya Rita bisa apa?
"Ibu itu energinya besar?" Tanya Rita.
"Sangat. Mungkin karena itu ya khodamnya penurut sekali. Meski kamu yang lebih besar sih Rita," kata Arnila agak menyayangkan.
"Besar karena aku makannya banyak, Ar," kata Rita cuek.
"Iya iya tukang kuliner sih kamu," kata Arnila mengerti bila Rita tidak ingin disebutkan pemilik kekuatan besar.
"Aku ingiiiiin deh mereka bisa menelanjangi kamu, Ney. Sesuatu yang tidak aku ketahui, yang selalu kamu sembunyikan sejak lama. Niat dan tujuan kamu berteman sama aku," tulis Rita untuk Ney.
Arnila diam.
Ney kaget.
"Hokkay kita ganti topik ya," kata Rita melihat jam sudah pukul 10 pagi.
Ney tentu saja menyambut gembira karena obrolan itu membuatnya semakin iri hati kepada Rita dan Arnila.
"Lalu mana buktinya?" Tanya Rita langsung.
"Bukti apaan? Ganti topik tapi tiba-tiba minta bukti," kata Ney bingung.
"Bukti kalau ponsel kamu sudah kosong tidak ada foto Alex. Mana buktinya? Aku masih menunggu nih," kata Rita menagih terus.
Ney sudah senang eh dibuat kesal lagi. Masih saja Rita ingat soal itu. "Kamu masih kepo saja soal begituan," kata Ney cemberut.
"Iya aku juga mau lihat buktinya. Ayo foto kan," pinta Arnila.
Mau tidak mau Ney meminjam ponsel milik suaminya. Kebetulan dia sudah ada di rumah untuk bersantai. Ney memfotokan isi galeri Dins yang memang hanya ada foto-foto tidak penting.
"Nih buktinya," kata Ney mengirimkan foto galeri yang hanya ada foto lain. "Betul kan. Aku sudah hapus semuanya nih. Masih tidak percaya?" Tanya Ney.
"Aku masih meragukan deh," kata Rita karena Rita tahu kalau dia sangat super kepo dengan Alex.
"Ney itu kan bukannya galerinya Dins ya?" Tanya Arnila membuat Rita yakin kalau Net berbohong.
"Ih tidak ini ponsel aku kok," kata Ney yang panik kenapa Arnila bisa tahu?
__ADS_1
"Serius? Kok kamu tahu sih Arnila? Kalau aku sih si Ney kan super kepo sama Alex jadi tidak akan mungkin semudah itu dia hapus. Pasti dia simpan di galeri yang lainnya. Ngaku deh," kata Rita menancap di jantung Ney.
"Serius Ya Allah," kata Ney kemudian menunjukkan ponsel milik Dins. "Ini ponsel aku,"
"Kan aku tahu merk dan tipenya, kamu sendiri yang tunjukkan ke aku, Neh waktu itu. Tipe ponselnya sama sekali tidak berubah hanya berbeda di Tipenya. Itu kan kelihatan," kata Arnila mengirimkan foto ponsel Dins.
Wah, ini sih Rita menyimak benar saja kalau Arnila seperti menjatuhkan Ney secara kasat mata. Dan Ney menjatuhkan Rita pada Alex.
"Bodohnya kamu Neeeey kenapa dulu coba... UGH! Malah pamer ponsel kamu pasangan dengan Dins. AGH!!" Kata Ney menahan rasa kesal karena dirinya sudah membuka jebakannya sendiri.
"Sumpah, itu ponsel aku. Yang kamu lihat itu punya aku," kata Ney terus keukeuh.
"Sumpah tapi bohong artinya kamu siap menerima konsekuensinya kalau memang tidak sesuai kenyataan. Berani?" Tanya Rita menantang Ney.
Ney lalu mengembalikan ponsel Dins dan memfoto miliknya. Dins tentu saja keheranan melihat istrinya yang heboh dan panik dengan ponselnya.
Tanpa dia tahu, Arnila chat Dins dan dibalasnya. Lalu dikirimkan bukti chat mereka.
"Aku tadi coba tanya ya terus kata suami kamu, kamu pinjam ponsel di entah untuk apaan. Nih chatnya, aku ada bukti. Fotonya sama kan?" Tanya Arnila lalu kirim bukti percakapan.
Arnila : "Dins, sibuk?"
Dins : "Wey, lagi santai sih. Kenapa?"
Arnila : "Ponsel kamu lagi dipakai? Ney lagi pakai ponselnya tidak?"
Dins : "Oh, ponsel aku dipinjam sama Ney. Tidak tahu buat apa. Kalian mengobrol apa sih? Dia tampak panik."
"Wah, gila ya lu dasar tukang bohong. Parah," balas Rita menggelengkan kepalanya.
Ney tidak bisa berkata apapun hanya memarahi Dins yang mengatakan sebenarnya. Dins tidak peduli doa hanya berkata, "Siapa suruh kamu bohong."
"Mau aku katakan pada Dins kalau kamu simpan banyak foto laki-laki lain?" Tanya Arnila gemas sekali.
"Bilang sajalah Nil, dia kan tidak pernah peduli dengan orang lain," kata Rita.
"Iya iya aku mengaku. Memang masih ada foto alex ini semua untuk keperluan kamuuuu, Rita," kata Ney akhirnya menyerah.
"Akhirnya mengaku. Sudahlah hapus saja yang kamu punya semua foto dia dan jauhi. Untuk apa sih? Kamu tidak perlu repot-repot urus urusan aku segala. Kamu sudah menikah masiiih saja mengurusi hidup orang. Mending kalau kamu yang biayai hidup aku dari kecil sampai sekarang," kata Rita mengomel.
Ney diam. Terpaksa mengaku karena tahu Rita tidak percaya lagi kepadanya akibat Arnila. Foto Alex masih ada banyak di ponselnya tapi Rita sama sekali tidak pernah menanyakan apapun.
"Iya Ney, jangan kepo lagi deh sial Rita dan Alex. Itu sudah bukan ranah kamu lagi," kata Arnila.
"Hidup aku bukan urusan kamu. Terima kasih kalau kamu mau membantu tapi lebih baik tidak deh. Lebih baik isi galeri kamu penuh dengan foto bermanfaat deh. Utamakan keluarga bukan orang lain, dunia kamu sudah berubah Ney," kata Rita.
"Ya lagian lambat laun suami dia pasti tahu sih. Siap-siap saja dia akan meledak," tambah Arnila dalam grup.
"Kamu harusnya malu lho masih saja menyimpan foto laki-laki lain bukan suami. Sudah menikah gitu lho," kata Rita.
"Kamu sama sekali tidak bisa menghargai aku ya yang banyak membantu," kata Ney kecewa.
"Membantu apa? Menjelekkan orang? Merundung aku? Sudahlah Ney, bantuan kamu itu berbeda tujuannya dengan omongan. Kalau kamu tulus kamu tidak akan pernah mengungkit. Alex juga sudah beritahu aku soal obrolan kalian tahun lalu jadi semuanya sudah jelas. Soal kamu, aku sama sekali tidak peduli!" Kata Rita.
__ADS_1
Rita bersiap-siap untuk ruqyah hari ini. Dia akan dijemput oleh saudara dari adik ibunya Mereka akan pergi bersama-sama.
Bersambung ...