ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
398


__ADS_3

Rita kembali lagi bersama Alex. Alex bernafas lega bisa mengobrol dengan Rita setelah dia bercerita betapa sangat merindukannya untuk mendengar kisah sehari-harinya. Alex selalu berdoa meminta pada Allah agar diriNya mau menyambungkan lagi dengan Rita. Baru kali ini Alex meminta doa yang baik karena selama off, dia sangat kesepian. Meski dalam keluarganya ramai banyak orang, lalu canda tawa dia masih merasa kurang.


Perjodohannya dengan Ameera tentu saja gagal, ibunya mengomel ternyata Ameera sudah hamil duluan dengan kekasihnya. Pada akhirnya ibunya hanya diam saat melihat Alex termenung dan sering melamun, ibunya tahu hubungan dengan Rita berakhir.


"Kamu ini kenapa sih begitu memikirkan perempuan Indonesia itu. Disini banyak lho yang antri untuk kamu genggam tangannya. Rita itu Mom tidak yakin ada orangnya," kata ibunya memberikan nasihat.


"Ibunya juga sama dengan Mom. Berpikir aku tidak nyata," kata Alex lalu pergi ke taman.


Ibunya terdiam, yah wajarlah namanya juga kenalan dari media sosial jadi mau dari pihak keluarga Alex atau Rita ya sama. Selama bulan itu, Alex rajin ibadah dan banyak berdoa sambil menangis, memohon ampun dan mengatakan bahwa dirinya sangat kesepian. Banyak sekali dia ceritakan pada Tuhannya dengan wajah penuh kesedihan, telah salah menilai Rita.


Lewatlah 2 tahun dengan penuh kesabaran, Alex menapaki kehidupannya dan dia anggap itu sebagai ujian untuknya agar bisa lebih sabar. Dia juga berhenti banyak mengeluh, mengurangi kadar emosinya mengingat jantungnya sangat berbahaya. Dia tidak mau dirinya sendiri yang menghilang dan meninggalkan kesan pada Rita. Dia benar-benar hidup sehat, membuang semua barang yang mengingatkan pada masa lalu.


Koleksi botol minuman dari berbagai negara, dia berikan pada orang lain, mau dijual pun dia ikhlas. Dia ganti menjadi buku-buku pengetahuan, agama, matematika, ataupun novel. Lembaran kotak yang biasa dia gunakan dulu untuk have fun, dia bakar habis dan diganti dengan wadah permen. Dia benar-benar yang akan mengubah dirinya agar Allah mau mengabulkan permohonannya.


Baju-baju oblong yang seksi, dia ganti dengan baju koko. Semuanya dia rapihkan kembali ke dirinya yang dulu, pernah dikatai norak karena isi kamarnya tidak ada yang nakal. Pengaruh kakak lelakinya yang pertama, sampai bertengkar dengan kakak lelaki kedua sampai sakit. Dia letakkan foto kedua kakak lelakinya yang sudah pergi duluan, sambil tersenyum.


"Dukung aku berubah ya kak," kata Alex memandang kedua foto tersebut.


Ibunya kadang memeriksa kamarnya dan sangat terkejut melihat perubahan isi kamarnya. Tampak rapih dan bersih, barang haram yang ibunya temukan pun sudah tidak ada. Botol minuman sudah dia beri entah ke siapa, ibunya memeriksa setiap sudut kamar.


"Inikah pengaruh kehadiran anak perempuan itu? Aku jadi penasaran seperti apa orangnya bisa mengubah Akang sampai sebegini," bisik ibunya lalu menutup kamarnya dengan senyuman.


Dan waktu itu akhirnya tiba, dia bersujud syukur Rita mau mulai mengobrol lagi dengannya. Dia memandangi kamarnya dan meneteskan air mata, Allah ingin bukti bahwa dia benar bersungguh-sungguh. Allah ingin sekali dirinya kembali ke tempat dia menjadi anak yang norak tapi berilmu dan akhlak baik. Setidaknya Allah menunjukkan kepadanya bahwa ada seseorang yang akan selalu menerima, meski dia norak sekalipun.


"Kamu tahu tidak aku sempat koma lagi," kata Alex memberitahukan.


"Lebay sih," jawab Rita dengan wajah yang datar.


Alex menampilkan wajah datarnya namun senang, Rita masih sama polosnya dari tahun lalu. "Enak saja. Karena kangen kamu laaah Ehehehehehe," katanya dengan malu-malu.


"Tuh kan lebay," kata Rita yang biasa saja.


"..........." balasnya. Alex lagi-lagi bertingkah pingsan sambil menepuk dahinya. Memang Rita tidak mengerti kalimat gombalan.


"Kamu tahu Arnila sudah menikah?" Tanya Rita.

__ADS_1


"Oh iya ya kamu datang kesana? pasti ada sesuatu yang terjadi," kata Alex tidak sabar ingin mendengar kisahnya.


"Kok tahu sih?" Tanya Rita sebal.


"Ya tahulah kamu ini pasti Ney diundang juga kan. Dia pasti panas memikirkan hal negatif ke kamu. Kenapa kamu datang sih?" Tanya Alex. Rita berpikir setuju.


"Kan diundang masa tidak datang. Ya memang ada kejadian," kata Rita.


"Apa tuh?" Tanya Alex.


"Aku kena buli lagi sama gengnya dia. Heran banyak sekali orang yang senang merundung ya," kata Rita merasa aneh.


"APA!? WHY!?" Teriak Alex kaget. 'Astagah! Setelah kami ternyata giliran gengnya Ney?! Kenapa sih dia?' Pikir Alex. "Kamu baik-baik saja? Luka?" Tanya Alex cemas.


"Mereka yang kenapa-kenapa HAHAHAHAHA! Aku dilawan salah target mereka," kata Rita dengan bangganya.


"Tampaknya aku tidak perlu cemas ya soalnya kamu nih galak seperti Naga," kata Alex tertawa keras.


Rita lalu menceritakan semuanya, sedikit Alex tahu Rita tidak takut pada mereka justru dia miris dengan hasilnya. Dengan dirinya yang seorang anak jenius saja berani sekali mengatai dirinya Stupid. Bukan otaknya tapi kelakuannya yang membuat Rita selalu heran dan tertawa.


Dari kisahnya, Alex merasa tidak benar apa yang pernah dikatakan oleh Ney kepadanya soal Rita itu pendiam atau penurut. Aslinya membuat Alex kagum karena Rita sangat tomboi, tahu dia memakai sepatu olahraga dan bukan sepatu pesta membuat Alex tertawa terpingkal-pingkal. Dari semua perempuan yang selalu dia miliki, atau bahkan mantannya tidak ada yang berpenampilan sebodoh amat.


Tipe penampilan Rita bukanlah tipe Alex yang dia sukai tapi dalam hatinya ada sesuatu yang membuatnya sangat nyaman dengan Rita, dan membuatnya banyak merasakan bahagia. Andai Rita sadari perasaan Alex yang sebenarnya, dia sangat tidak mau kehilangan Rita. Alex juga berhenti mengatai Rita dengan kalimat yang kasar, dia melihat dirinya sudah salah menilai. Rita benar-benar perempuan yang terjaga, dan membuatnya sadar harus lebih menjaga.


Selama setengah tahun cukup baginya mempelajari Rita, perilaku dan pribadinya. Alex juga tahu kalau Rita selalu bisa memaklumi kelakuan Ney yang masya Allah. Alex sadar sudah banyak mengecewakan Rita membuatnya menangis. Karena dia selalu mendapatkan perempuan yang buruk tabiatnya setelah menjalani 3 bulan. Hal itu menjadi kebiasaannya dan memperlakukan Rita seenaknya, yang kemudian selama setahun itu, dia banyak merenung apalagi dia sampai hack semua media sosial Rita termasuk ponselnya.


Yang dia selalu temukan dalam mantannya tidak ada pada Rita. Semuanya bersih! Kalaupun ada chat dengan lelaki isinya seputar Game yang dia mainkan. Grup juga banyak sekali tapi isinya soal: Game. Ternyata Rita seorang Gamers, itu isi WA grup Gamers kebanyakan, membuat Alex bengong. Ada juga grup gengnya berisikan materi kuliah, atau obrolan kerja kelompok. Dari situlah Alex mengakui telah salah menilai Rita, apalagi dia baca semua komen dari grup Ney.


Dialah yang perlu diperbaiki bukan Rita dan dia bertekad akan berusaha lebih baik lagi untuk bisa belajar menerima kekurangan orang lain, termasuk Rita. Dia belajar memahami Rita yang dia dapatkan tidak pernah keberatan dengan ke-brengsekannya terdahulu. Alex kadang merasa heran, Rita tidak pernah bertanya soal masa lalunya yang membuktikan Rita tidak tertarik. Neylah selama ini yang selalu kepo padanya dan memberikan info itu, tapi Rita sama sekali datar.


Selama ini Alex telah buta karena berpikir Rita akan sama dengan yang lainnya. Disaat dirinya bekerja, mantannya akan mencari gandengan baru atau beralasan pergi kemanapun sedangkan Rita, dia kerja Rita mengerjakan Gamenya. Selama off dengan Rita, tentu Alex selalu mendapatinya di jam tertentu terbukalah situs game yang selalu Rita mainkan. Alex juga sampai menghitung berapa jam Rita bermain kadang sampai subuh untuk menunggu downloadan tugas selesai.


Dari situ juga Alex berpendapat kalau Rita tidak pernah membalas chat yang tidak dia kenal. Tentu saja banyak dalam inbox Pacebuknya, Rita bahkan sama sekali jarang membukanya alhasil Alex yang geram menghapus semuanya. Dirasa Rita sedang membuka PBnya dan memeriksa inbox, memang dibuka tapi dia kembali ke beranda lagi dan tidak melakukan apapun. Membuat Alex tersenyum sendiri. Dia terlalu berlebihan, apa yang dipikirkan soal Rita kebanyakan melenceng tidak sesuai ekspektasinya.


Setelah Arnila menikah, benar saja Ney menjadi sendirian. Dia berkontak dengannya mengajak bertemu pun sudah tidak bisa lagi, Arnila sibuk dengan suami dan mertuanya. Dia selalu tidak ada di rumah karena ikut tugas dinas dengan suaminya ke luar negeri kadang komunikasi pun hanya sesekali. Nomor Ney juga diblokir oleh Rita yah pastinya dia bete juga, akhirnya kemana-mana selalu sendirian.

__ADS_1


Dia melihat suatu alamat rumah yang dimana adalah kosannya Diana, entah kapan dia mendapatkan alamat itu. Dia datang kesana sendirian dan mengajak Diana main tapi ditolaknya. Tugas kuliah dan skripsi membuat Diana tidak punya banyak waktu, berbeda dengan Ney yang sudah kelar semuanya. Diana merinding sampai alamat kosannya juga Ney bisa dapat, Diana melaporkan pada Rita dan pindah ke kosan saudaranya di Jalan Cempedak.


Selang 3 bulan terlewati, Ney dan Arnila tentu sudah lulus wisuda begitu juga dengan Rita. Ney mencari pekerjaan dengan melamar ke 30 perusahaan tapi yang menerimanya hanya 3. Dia bekerja dengan tidak sesuai jadwal, dia terus berpindah-pindah pekerjaan mencari yang waktunya sesuai keinginannya. Bekerja dia perusahaan pertama dengan dia tiba di kantor pukul 10 pagi setiap harinya. Semua pegawai membicarakannya yang berani datang se siang itu, sudah sangat sering dirinya dipanggil bukan karena jam masuk, tapi pekerjaannya yang lama selesai.


Akhirnya dia dikeluarkan, lalu diterima lagi dengan kebiasaan yang sama. Perusahaan kedua menjanjikan gaji per bulan Rp 4.000.000 bila dia rajin masuk dan bekerja dari pukul 7 sampai 5 sore. Padahal ilmu designnya bagus tapi kebiasaannya itulah yang membuatnya harus dikeluarkan lagi. Hanya 2 bulan dia mampu bertahan rajin, kesananya merasa sudah enak, bertingkah semaunya.


Perusahaan ketiga sudah mulai ada perubahan tapi yahhh diberi banyak tugas banyak mengeluh, dia tidak puas yang lain diberi tugas lumayan sedangkan dirinya menggunung. Ternyata itu hukumannya karena sering tertidur saat jam kerja. Direktur pun sudah banyak memarahinya karena tidak ada perubahan. Dia keluar akhirnya karena merasa tidak adil dan kini kebingungan. Ayahnya memarahinya karena yang terlalu seenaknya, wajar kalau bosnya selalu marah karena dirinya yang terlalu berkesan manja.


"Kamu itu bekerja bukan bermain! Mau sampai kapan kamu terus begini? Sudah, kerja saja dengan Om Pras," kata ayahnya mengamuk.


Om Pras adalah teman ayahnya tapi Ney tidak suka karena sangat disiplin dan galak. Pegawai yang telat menyerahkan tugas langsung dipotong gajinya Rp 100.000, telat masuk potong Rp 50.000 mana Ney selalu kesiangan habis sudah gajinya.


"Mana ada bekerja yang isinya sedikit, Ney? Guru saja pekerjaannya banyak coba tanya Rita dia kan guru. Mana belum menghadapi orang tua yang suka marah anaknya tidak bisa belajar, belum harus beli ini itu, buat karya," kata ibunya menasehati.


Ney diam mendengar celotehan ibunya, dia tahu pernah bertemu dengan Rita. Rita tampak kelelahan dia membawa banyak bahan untuk karya kelasnya kadang dengan Diana dan yang lainnya. Mau menghampiri tapi dia memilih untuk pergi saja. Akhirnya dia diterima di perusahaan yang lumayan bonafit, pekerjaannya hanyalah membuat design logo semacam itu dan dia menikmatinya.


Dia mampu bertahan di tempat itu dengan gaji yang lumayan Rp 3.500.000 tapi dia mulai bertekad akan bekerja dengan sebaiknya. Keluhan dia hadapi meski tidak suka karena dia sudah berusaha membuat yang bagus. 6 bulan dia bekerja, ada senang ada kesal dengan semua orang tapi dia ingat lagi apa kata orang tuanya. Toh pekerjaannya lebih enak ketimbang Rita yang harus memikirkan materi untuk bulan depan.


Suatu hari Ney merasa sudah pantas memiliki sebuah keluarga dan suami, melihat keadaan keluarganya dimana adik lelakinya menghamili pacar orang lain dan kakaknya yang juga ikut hamil diluar nikah. Dia ingin keluar dari lingkaran hitam ini, ibunya menangis bertanya salah apa. Dan mereka berdua bersujud meminta maaf padanya, Ney hanya masuk ke dalam kamar tanpa berkata apapun.


Ney terduduk di kasurnya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, tapi siapa yang mau menjadi suaminya? Selama ini setiap dia gebetan lelaki, mereka pasti menolak. Alasan ada saja, kebanyakan karena fisiknya. Tiba-tiba Ney teringat pada pesan Rita jauh tahun lalu. Lalu dengan iseng hanya ingin membuktikan kebenarannya, dia mulai rajin sholat sampai doanya terkabul.


Beberapa minggu terlewati dia mulai merasa kecewa nyatanya apa yang Rita katakan ternyata bohong belaka. Dia kesal dan melemparkan mukenanya, kemudian ...


"Ney, ada tamu tuh. Coba keluar dulu," kata ibunya yang nampak gembira sekali.


"Siapa? Apa Rita?" Tanyanya ke dirinya sendiri lalu bergegas membuka mukenanya dan keluar kamar. Perasaan senang bercampur yakin Rita pasti akan kembali, menuju ruang tamu.


Ney kaget melihat ada Dins beserta keluarganya disana memandang Ney. Adiknya tidak menyukainya dan enggan bersalaman.


"Ayo duduk," kata ibunya membimbing Ney duduk.


Ternyata saat itu juga Dins melamar Ney. Ney hanya bengong terkejut mendengarnya, tentu disambut gembira oleh ibu dan kedua saudara kandungnya. Rencananya kakaknya yang akan menikah duluan, lalu adik lelakinya lanjut Ney. Adik lelakinya masih menunggu hasil DNA jadi memilih paling terakhir saja.


"Me...menikah?" Tanya Ney yang masih membeku. Dins tersenyum kepadanya dan menggenggam erat tangannya lalu memberikan sekotak cincin emas.

__ADS_1


"Aku melamar kamu. Kita akan menikah," kata Dins bahagia memeluk Ney.


Bersambung ...


__ADS_2