ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(84)


__ADS_3

"Iya serius. Karena semua orang sarannya sama, kalau Ney itu orang berbahaya dan tidak cocok menjadi temanku mungkin jadi teman kamu juga. Kamu tidak mengalaminya?" Tanya Rita yah aneh saja kalau cuma Rita yang mengalaminya.


"Pernah tapi tidak sampai terpikir kalau dia punya sifat memanipulasi. Kamu sampai segitunya ya tentang Ney,"


"Salah dia sendiri bermain dengan aku dengan niat yang tidak baik meski katanya dia mau membantu. Coba kamu pikir, masa membantu aku dengan plin plan? Dia pasti punya tujuan tertentu dan itu pasti akan aku bisa dapatkan!" kata Rita sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Seram ya kamu," balas Arnila.


"Aku tidak pernah mau seperti ini dan aku jarang banget sampai mengancam orang lain tapi orangnya sendiri tidak mengerti terus. Kamu pernah lihat dia mengerti kita berdua? Tidak kan," kata Rita.


"Iya aku tahu. Aku lihat kamu orangnya sangat lembut, penuh perasaan tapi sekalinya ditindas, kamu akan bangkit lebih menyeramkan dari orang yang menindas kamu. Aku netral ya tidak pilih siapapun," baru sekarang dia bilang begitu kenapa tidak sedari dulu sewaktu dia ikut membully?


"Balik ke grup yuk. Kamu nanti dicurigai sama Ney, kalau aku sih masih bisa super cuek, kamu pasti kena teror dia. Iya jangan berpihak sama aku atau Ney, kamu lebih baik berdiri sendiri,"


Lalu kembali ke grup, Ney tidak membalas apapun.


"Tidak ada sanggahan ya berarti apa dugaanku tepat sasaran sepertinya. Orangnya saja sepertinya tidak sadar kalau dirinya pintar memanipulasi tapi sayangnya, tidak tahu kalau lawannya lebih cerdas. Alex saja sampai mati kutu dengan penyelidikan ku," kata Rita yang sengaja mengatakannya untuk memancing kehadiran Ney. Tapi masih belum ada pergerakan status "Ney mengetik...".


"Ya ampun, kamu menyelidiki soal apa?" Tanya Arnila yang bergantian chat.


"Dia cerita soal mantannya yang sudah meninggal,"


"WAH! Meninggal karena apa?" Tanya Arnila.


"Kecelakaan pesawat. Tapi ternyata dibalik itu ada kisah menyedihkan soal Alex sendiri," jawab Rita.


"Hidupnya penuh ujian banget ya apa karena sakit bawaannya?" Tanya Arnila.


"Bukanlah apa urusannya? Kita kan masih hidup, semua manusia yang masih hidup sampai kapanpun selalu ada ujiannya. Tidak ada manusia yang tidak punya ujian. Aku saja sekarang ujiannya berat kan kamu, Ney dan Alex. Belum keluarga, yahh ikhlas, tawakal dan sabar saja kan,"


"Iya Rita betul! Kalau tidak mau ada ujian lagi ya sudah akhiri hidup saja. Sakit juga ujian kan,"

__ADS_1


"Tapi berpahala," lanjut Rita.


"Hahaha lalu bagaimana tanggapan kamu soal yang tadi? Kalau Alex sudah tidak perjaka, mau bagaimana lagi kan. Yang penting hatinya baik menurut aku sih dari cerita kamu. Dia sepertinya inginnya kenal dekat sama kamu, Ri,"


"Iya. Dia juga kesepian, Arnila. Kasihan aku sama dia hidupnya penuh pengkhianatan ya dari mantannya terus dia anak billion pastinya banyak dimanfaatkan. Aku saja yang biasa ini masih ada saja yang memanfaatkan padahal aku ikhlas sama dia. Masalah Alex sih no problem. Kenakalan remaja sampai dia kehilangan sesuatu yang berharga, dia sangat menyesalinya. Tidak menyangka saja dia bisa kenal dengan aku yang menjaga banget soal yang privat, dia banyak meminta maaf, dan merasa sangat tidak enak," kata Rita menceritakan sedikit. Dia sudah tidak mau terlalu banyak bercerita mengenai Alex karena ada orang yang tidak bisa dia percaya.


"Wow, dia terbuka banget ya kelihatannya sama kamu," Arnila tidak menyangka kalau Alex bisa terbuka dan jujur kepada Rita. Menurutnya anak billion biasanya tidak terlalu terbuka.


"Hmmmm iya menurut aku juga begitu. Pikirku kenapa dia sangat terbuka kan aku orang lain. Dia sepertinya sudah nyaman sama aku, aku juga tidak mau menjudge dia bagaimanapun kondisinya. Karena aku juga bukan manusia sempurna," kata Rita. Ney masih belum keluar karena status atas WA nya tidak ada yang berubah. Lalu kemudian ...


"Kamu tahu kan kalau kamu juga sempat punya kejelekan? Mungkin kamu tidak tahu kalau kamu sebenarnya sudah kena "begitu" sama jin yang nempel kamu!" Nah keluar dia dengan topik yang lain lagi. Dia pasti begitu kalau merasa dirinya sudah basah pasti mengalihkan topik dan sudah sangat sering termasuk ini. Tapi Rita selalu siap sedia kalau soal berhadapan dengan Ney karena niatnya kentara sekali.


"Di-begitu-kan bagaimana sama jin?" Tanya Arnila penasaran. Iya ya Arnila pasti tidak tahu. Soal ain yang Rita punya kenapa Ney keluarkan begitu saja? Kalau memang teman baik tidak seharusnya dia mengungkitnya ke permukaan bahkan sampai ada Arnila sekalipun. Memang bermasalah dia nih!


"Tidak ada apa - apa kok, Arnila. Cuma bilang begitu saja takutnya Rita lupa saja," padahal Rita tahu persis apa maksudnya Ney.


"Soal aku diperkaos dalam mimpi sama jin, Nil," kata Rita memberitahukannya. Ney pasti antara senang akhirnya Rita buka suara atau dia kaget kalau rahasia yang dia punya soal Rita, Rita beritahukan pada Arnila juga.


"HAH!? ASTAGFIRULLAH! Serius? Kok bisa?" Seru Arnila terkejut tidak menyangka kalau ada jin yang berbuat begitu pada Rita. "Oh, makanya kamu sampai rajin ruqyah karena itu?"


Ney lalu langsung menjapri Rita dengan heboh dan sepertinya keberatan dia memberitahu Arnila. Suruh siapa juga dia mengatakannya di grup?


"Kok kamu bilang sih sama Arnila? Itu kan cukup jadi obrolan kita berdua saja, buat apa kamu bicarakan juga dengan Arnila? Dia tidak akan mengerti, Ri. Aku yang lebih mengerti kamu,"


"Lantas kenapa kamu bicarakan itu di dalam grup? Sengaja? Supaya kamu bisa buat aku malu di hadapan Rita? Kalau kamu maksudnya mengingatkan aku soal kejelekanku, kamu bisa japri aku privat seperti biasa kita lakukan. Jangan salahkan dong kalau Arnila bertanya, sudah wajib kan kita harus jawab," balas Rita. Dia sudah tidak peduli kalau maksudnya Ney menjaga tapi dengan memberitahunya di grup?


"Ya maksudku bukan begitu sih," kata Ney.


"Makanya dipikir dulu kalau mau bertindak sesuatu jangan asal kirim. Aku akan cerita semua pada Arnila dia juga pantas membacanya. Aku tidak akan pilih kasih karena Arnila pernah membantu aku juga menyelesaikan masalah. Yang namanya teman bukan mengingatkan aib temannya tapi sembunyikan tapi yang kamu lakukan justru aneh. Malah dibilang di grup! Memang ada yang salah sama otak kamu," kata Rita membuat Ney tidak membalas lagi. Jangan salahkan kenapa juga dia awal bilang begitu di grup.


"Lalu?" Tanya Arnila.

__ADS_1


"Aku banyak ruqyah karena sudah sangat terganggu dan tidak mau lagi mengalami hal begitu! Dan dari situ juga aku banyak mendekatkan diri pada Allah SWT dan lebih rajin lagi membaca Al Qur'an,"


"Kamu kenapa tidak cerita sedari dulu ke aku?" Tanya Ney. Yang membuat Rita malas.


"Cerita? Ke kamu? Soal aku curhat saja kamu tidak mau dengar apalagi soal yang seperti ini. Dan saran kamu kurang bisa masuk akal, lebih baik aku cerita ke orang yang lebih bisa diandalkan. Soal mistis aku lebih baik menceritakannya dengan orang yang lebih tahu bukan sok tahu. Aku tidak pernah cerita juga karena memang tidak perlu. Aku hapus kenangan mimpi itu karena memang kurang ajar si jin jun itu! Katanya ada untuk menjaga tapi malah berbuat begitu. Jin itu semuanya kafir dan tidak ada yang Islam!"


"Jadi kamu membenci jin?" Tanya Arnila.


"Sangat! Setidaknya kalaupun ada, jangan mengganggu deh!" kata Rita tegas.


"Tapi jin punya aku masuk Islam kok dia sudah baca kalimat syahadat," kata Ney.


"Apa kamu menjadi saksinya?" Tanya Rita yang sangat heran.


"Iyalah dia kan jin punya aku. Aku yang suruh dia membaca syahadat jadi sudah dia masuk Islam,"


"Apa dia selalu melakukan hal kebaikan?" Tanya Rita lagi.


"Iyalah. Dia selalu memberitahuku untuk melakukan banyak kebajikan," balas Ney.


"Tapi kok bisa ya Jin Jun kamu sampai memberi informasi penerawangan yang jelek? Mendoakan orang lain jelek juga? Kalau jin kamu memang sudah masuk Islam, harusnya kepribadian kamu juga berubah tapi masih saja sama tidak punya hati. Aku aneh!"


"..........."


"Memangnya kalau jin masuk Islam bisa mengubah majikannya?"


"Bisa. Tapi kalau Jin Junnya istimewa," menurut yang Rita baca di Gugel.


"Yang seperti apa?"


"Wujud malaikat. Kalau benar ya, kalau wujudnya jin jun mah ya sama saja bohong. Kamu yang menjadi saksinya, apa kamu bisa baca hati jin jun kamu? Kalau bisa mungkin benar masuk Islam tapi kalau kami bilang tidak, itu bullshit!"

__ADS_1


"........." balas Ney lagi.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2