
Lalu perihal itu Rita ceritakan pada Arnila soal tingkah laku Ney. Arnila juga memutuskan untuk menunggu langkah selanjutnya yang akan Ney lakukan. Hari ke hari akhirnya Ney sudah banyak melihat barang mewahnya semakin bertumpuk di rumahnya. Kalau di setiap rumah, setiap orang, setiap anak perempuan atau laki - laki itu normalnya memiliki lemari pakaian. Tapi berbeda dengan Ney, dalam kamarnya hanya terdapat berbagai macam bingkai lukisan polos yang berbagai ukuran, komputer satu, sederet gantungan tas, kasur beserta meja ukuran sedang, dan rak komik yang itu juga tidak bisa menampung banyak.
Jumlah komiknya tidak setara dengan banyaknya komik yang dimiliki oleh Rita. Ya mereka berdua sama - sama penggemar komik Jepang tapi dengan versi bahasa Indonesia. Lemari pakaian dia satukan dengan kepunyaan kakaknya, Cyphrin jadi mereka seperti bisa saling memakai. Lemari pakaian adiknya lebih berbeda lagi tempatnya, intinya itu rumah aneh banget. Lantainya bukan lantai putih tapi kuning jadi setiap kali Rita kesana, dia merasa takut kalau lantainya belum dipel 😂.
Itu pun semua baju pemberian pamannya Alex tidak pernah dia masukkan dalam lemari karena terlalu mewah untuk dimasukkan ke dalam lemari baju biasanya. Jadi alhasil, kamarnya yang kecil itu semakin sempit dengan barang - barang yang lain. Apalagi komik - komik banyak bertebaran juga menggunung karena tidak muat dalam lemarinya. Ibunya serta kedua anaknya yang sering merapihkan barangnya, sebenarnya ibunya sangat tidak setuju Ney segampang itu menerima semua hadiah. Dan juga ibunya memiliki firasat yang tidak baik mengenai orang yang Ney kenal.
"Bisa tidak kamu sudahi kedekatan kamu dengan orang itu? Sudah banyak korban, Ney. Itu orang agak tidak normal. Mama mau kamu putuskan kontak dengannya!" Pinta ibunya pada Ney yang sedang selonjoran di kasurnya. Tapi tidak didengarkan oleh Ney karena dia sedang fokus dengan chat grup sosialitanya dan juga chat pamannya Alex.
"Mana mungkin Ney dengar, ma. Dia sedang asyik memamerkan semua barangnya. Ini mau dikemanakan lagi? Perhiasan mewah saja jadi seperti barang murahan kalau dia yang punya. Tidak bisa rapih orangnya," kata Cyphrin memperhatikan baju yang berserakan meski mereka sudah merapihkannya.
"Apa lebih baik kita jual saja? Kakak tidak akan sadar kalau perhiasannya ada yang hilang," ucap adiknya sambil kedua matanya bersinar.
"Jangan ah! Nanti kalau putus, orang itu pasti meminta semua yang dia kasih dikembalikan. Mama yakin ini pasti ada sisi lain dari orang itu yang diinginkan ke Ney," ibunya melihat tingkah anak keduanya yang hanya tertawa.
"Iya juga ya. Pemberian yang kurang halal. Serem juga sih. Lu pernah kan pakai barang dia bagaimana rasanya?" Tanya adiknya.
"Heboh sih tapi kerasa gimana gitu. Pas ke aku tapi kurang nyaman mungkin karena memang ada efek negatifnya ya," Cyphrin bergidik mengingat saat dia memakai perhiasan kepunyaan Ney.
"Terkesannya sih kata mama seperti perempuan gampangan gitu," kara ibunya sambil menggaruk tangannya yang gatal.
"Memang dia begitu kan makanya aneh ma. Lelaki tajir yang asli mana ada yang mau dekat dia selama ini kan dapatnya kacangan semua," kata Cyphrin yang lalu kena jitakkan dari mamanya.
"Kamu nih. Untung Ney lagi fokus sama chat yang lain coba kalau dengar," ibunya mulai menyingkirkan tumpukan baru.
__ADS_1
"Kan memang iya. Teman laki lu saja banyak yang kabur kan, Ney paksa kenalin ya begitu jadinya," kata Cyphrin yang membantu ibunya membereskan. Adik dan kakaknya ada sedikit kecemburuan tapi tidak mau juga kalau bisa dapat barang semudah itu. Harusnya adiknya merasa waspada dengan niat orang itu, dua temannya saja menghindari tapi kenapa Ney malah mendekati.
Sampai akhirnya Ney diberikan uang sebesar 5 juta dan dia belikan untuk laptop Acer terbaru. Ibunya curiga karena uang saku dari suaminya tidak sebesar dia membelikan laptop tersebut.
"Laptop itu kamu beli dari mana? Uangnya?" Tanya ibunya. Ney mendengar tapi dia terlalu fokus dengan ponselnya, karena merasa tidak didengarkan, dan ibunya sudah muak dengan kelakuannya,ibunya merampas ponselnya dan diberikan pada kakaknya.
"Ah mama! Apaan sih!? Kembalikan!" Ney teriak pada ibunya yang berdiri dengan tangan dilipat di dadanya.
"Jawab! Kamu dapat uang dari mana sampai bisa beli laptop mahal begini!" Ibunya menunjuk ke laptop yang masih terbungkus kotaknya.
Ney gelagapan, dia lupa menaruh laptop barunya di tumpukan barang lain karena sudah tidak ada lagi yang bisa dijadikan tempat persembunyian. "Itu... dikasihlah,"
"Sama om yang kamu ceritakan? Kamu sadar tidak sih kalau dia punya niat jelek sama kamu?" Tanya ibunya yang masih memendam emosi.
"Dia orang baik kok, mah buktinya dia kasih semua ini tanpa ada iming - iming," jelas Ney yang sedikit ketakutan akan kemarahan ibunya.
"Duh, ma itu namanya tidak menghargai pemberian orang! Masa dikembalikan!" Ney tetap enggan mengembalikannya.
"Paling juga lu yang minta kan merasa karena dia 'pacar' halu lu," kata Cyphrin yang memperhatikan gelagat adiknya. Kakaknya sudah lebih tahu kebiasaan adiknya itu.
"KEMBALIKAN! KALAU KAMU MASIH MERASA ANAK MAMA, KALAU KAMU TETAP TERIMA, KELUAR DARI RUMAH INI!" Teriak ibunya yang membuat kaget Ney serta kedua saudaranya.
"Jangan begitu kak, ini sudah keterlaluan. Harusnya kakak itu bisa melihat dengan jelas Rita saja tidak mau bertemu sering kan dengan orang itu," kata Zayn.
__ADS_1
"Dia kan sudah punya Alex,"
"Kamu kan juga sudah punya Dins. Masih saja kamu tega menyakiti orang lain demi memuaskan keinginan kamu?! Benar sih kamu memang tega orangnya Rita saja sudah kamu khianati. Tidak malu apa? Kakak sih kalau punya teman seperti Arnila dan Rita, sungguh bahagia!"
Ney terdiam di hadapan saudara dan ibunya. "Aku sama Dins sudah putus,"
"Astagah! Bisa tidak sih apa - apa kamu berpikir dulu? Pakai dong otak kamu! Sadar diri kamu sudah punya tunangan malah lebih milih orang asing yang belum tentu dia mau kenal kamu lebih jauh. Sekarang kan banyak, Ney lelaki tampan yang ternyata psikopat. Meskipun Dins kurang dari om yang kamu kenal, tapi dia tulus menerima kamu yang kurang. Mama sendiri tahu kamu seperti apa tapi jangan terlihat kamu perempuan gampangan dong!"
Ney kaget sampai ibunya berkata seperti itu dan kedua matanya mulai berkaca - kaca. Tapi itu adalah air mata penuh kepalsuan karena dia memakainya juga kepada Arnila dan Rita. Kalau Rita sih sudah kebal dengan tangisannya jadi sudah bisa bertindak jahat.
"Kak, sudahlah jangan selalu memakai air mata begitu. Kita sudah tahu kalau kakak enggan mengakui kesalahan pasti menangis. Air mata itu artinya untuk sesuatu penyesalan bukan main - main," kata Zayn yang bosan melihat kakaknya selalu bertingkah begitu kalau merasa terpojok.
"Iya nih susah banget sih mengakui salah malah mewek tidak jelas!" kata Cyphrin.
Setelah mendengar komentar saudara - saudara kandungnya, Ney berhenti menangis. Ibunya menghela nafas, apalagi ibunya yang memang sudah tahu sejak awal kalau Ney memang selalu mulai menangis bohongan kalau dirinya harus meminta maaf.
"Berhentilah memakai air mata untuk alasan kamu tidak mau meminta maaf. Sesaat mungkin kamu lega karena orang yang jadi lawan kamu iba tapi suatu hari nanti, mereka tidak akan mau tahu lagi alasan kamu. Pokoknya kamu harus kembalikan laptop itu kalau tidak, mulai hari ini kamu angkat kaki! Mama sudah muak melihat semuanya!" Ibunya lalu pergi dan kakaknya menyimpan ponsel Ney di tumpukan bajunya.
Ternyata ada makna tersembunyi dan ada alasan juga air mata keluar dari mata terutama dari mata perempuan. Tapi air mata ini juga kadang keluar dari mata lelaki hanya pastinya perempuan yang lebih sering mengeluarkannya. Air mata yang keluar karena terpercik bawang atau cabai ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Nah yang berbahaya itu ternyata kalau kita menangis karena kecewa atau sedih. Terbayangkan bagaimana super kecewa dan sedihnya Rita saat mengetahui kedua temannya mengkhianati dia dan membalas segala kebaikan yang dia sudah lakukan ke temannya itu?
Tapi tentunya hal itu sangat baik lho untuk tubuh kita. Peneliti merekomendasikan agar orang - orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab jika air mata sedih dan kecewa itu dipendam, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung. Menangis itu simbol Kejujuran bukan Kebohongan! Yang dilakukan oleh Ney kebanyakan air mata kebohongan ya. Karena dia sendiri sering memojokkan orang, mengejek orang tapi tidak merasa kalau orang tersebut sakit karena ulahnya. Tapi berbeda kalau orang lain terutama Rita yang membalas, dia akan bilang dengan kata - kata berlebihan dan itu memang kebiasaanya dia. Tidak heran banyak orang yang muak kepadanya selama ini hanya Arnila yang setia TERPAKSA menemaninya.
Menangis sampai mengeluarkan air mata ketika terharu mengingat dan merindukan sang Khalik itu lebih bagus lagi apalagi termasuk mengingat kepada Kematian yang akan datang kapan saja. Air mata itu akan melicinkan nya dan menembus surga tapi harus tulus juga di waktu sholat untuk melantunkan doa.
__ADS_1
Hadis Nabi, ada juga mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT. Tampaknya kita perlu banget ya membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah akan banyak orang yang menangis sepeninggalan kita ataukah banyaknya lebih tertawa? Innalilahi... eh tapi novel ini belum tamat ya...
BERSAMBUNG ...