ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Kejadian Memilukan


__ADS_3

Happy Reading.


Fara terbangun karena mendengar alarm ponselnya berbunyi. Wanita itu melihat suaminya masih tidur terlelap sambil memeluk nya, perlahan ia pun bergerak bangun tapi Fara merasakan nyeri di area sensitif nya.


"Aduh, Mas Keill memang keterlaluan, bikin semua badanku jadi sakit!" rintih Fara berusaha untuk duduk.


Keill sama sekali tidak menunjukkan rasa lelah sedikitpun, pria itu semakin lama semakin menggila dan menggebu. Keill bahkan memainkan 3 ronde malam ini.


Mungkin kalau Fara tidak kelelahan, Keill masih ingin menambah ronde lagi.


"Mas, bangun udah jam 4 subuh, mandi terus shalat dulu!" Fara menggoyangkan lengan Keill, berharap suaminya itu lekas bangun dan mereka bisa segera mandi dan shalat berjamaah bersama.


Tapi Keill sama sekali tidak mau membuka matanya, bahkan pelukannya di pinggang Fara semakin erat.


"Astagfirullah Mas, kalau kita gak cepetan bangun nanti ketinggalan waktu subuh!" karena waktu di WITA berbeda satu jam dengan di Jakarta. Sehingga di sana jam 4 sudah seperti jam 5 bila di Jakarta.


Keill menggeliat dan membuka matanya, sedikit menguap sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


"Iya, sayang, ini mas juga sudah bangun, masih ngantuk sebenarnya," Fara memukul lengan Keill kemudian mencubit nya.


"Salah siapa yang mainnya kelamaan, jadinya sekarang ngantuk dan capek 'kan!" kesal Fara.


Semalam mereka menghabiskan sebagian waktu malam untuk membuat baby, mengadon sampai jadi kata Keill. Fara kemudian menarik tangan Keill mengajaknya untuk segera bangun.


"Mas, ini, ayo jangan malas bangun!" Fara mengambil bokser Keill dan memberikan pada sang suami.


Keill yang masih belum memakai apapun itu menerima bokser dari Fara dan kemudian turun dari atas ranjang.


Fara masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, mandi besar sekalian dan berwudhu. Kalau mereka mandi berdua yang ada nanti akan semakin lama. Seperti pengalaman yang sudah-sudah.


Akhirnya Fara telah menyelesaikan ritual mandinya dan bergantian dengan Keill.


Setelah shalat subuh dengan berjamaah, kedua pasangan itu memutuskan untuk melihat suasana pantai dari balkon.

__ADS_1


Semilir angin pagi menerpa kulit Fara dan Keill membuat Fara kedinginan, Keill yang melihat hal itu langsung memeluk istrinya dari belakang. Mendekap tubuh mungil Fara yang hanya sebatas dagu pria itu.


"Rencananya nanti kita ke mana?" tanya Keill.


"Aku ingin ke GWK ( Garuda Wisnu Kencana )" jawab Fara antusias.


Keill menatap sang istri dari arah samping, "memangnya kamu belum pernah lihat GWK?" Fara menggeleng.


"Udah pernah lihat di TV, kemarin gak sengaja ada berita di salah satu stasiun televisi menyiarkan berita dan disitu aku baru tahu kalau ternyata Garuda Wisnu Kencana sudah jadi ..."


"Jadi kamu baru tahu kalau GWK udah jadi?" Fara mengangguk


Keill tertawa mendengar ucapan sang istri, "katanya dulu udah pernah ke Bali, tiga kali malah?"


"Iya, tapi belum sempat ke sana!" jawab Fara mengerucutkan bibirnya.


Keill membalikkan tubuh sang istri, kemudian membawakan ke dalam dekapan.


"Oke, nanti kita ke sana, tapi setelah kita lihat matahari nya kelihatan, kita cari sarapan dulu, ya?"


Drrtt!!


Suara bunyi ponsel berdering, Fara segera melepaskan pelukannya dari Keill. "Ada yang telepon, mas, siapa ya?"


"Bukankah semuanya juga sudah tahu kalau kamu sedang bulan madu?" tanya Keill.


"Iya, seharusnya mereka tidak akan mengganggu kalau tidak ada kabar yang penting," jawab Fara.


"Ya sudah, angkat dulu, setelah itu kita bersiap-siap untuk sarapan di bawah," Fara mengangguk dan berjalan masuk kedalam kamar.


Jimmy Calling.


"Kenapa Jimmy menelepon?"

__ADS_1


"Angkat saja, gak apa-apa," ucap Keill yang ikut masuk ke dalam.


"Assalamualaikum, Jimmy, ada apa?"


"Waalaikumsalam, Fa, Ibu kamu masuk rumah sakit, beliau terjatuh di kamar mandi!"


"Astaghfirullah!"


Ponsel Fara langsung jatuh, tangannya bergetar hebat setelah mendengar ucapan sahabat sekaligus tetangganya itu.


Keill langsung mengajak istrinya duduk dan kembali mengambil ponsel Fara.


"Halo, Jim, kita akan kembali pagi ini, terima kasih udah kasih kabar!"


Bersambung.


Hai aku mau promo novel punya temen aku



Kamu milikku mulai dari sekarang bahkan saat kakiku sudah 3," ucap seorang laki laki di depan perempuan yang selalu ia claim sebagai miliknya.


"Dih apaan, aku juga perempuan butuh yang namanya kepastian bukan seperti ini."


"Oke kamu butuh kepastian yang seperti apa? Mau aku lari lari di lapangan cuma buat kamu?"


"Ish gak boleh, nanti kamu banyak yang suka."


"I Love You."


Dua anak manusia yang memiliki sifat dan kepribadian yang beda kini disatukan dengan yang namanya status perjodohan yang akhirnya malah membuat mereka lengket tak mau pisah.


Dewi Arabella gadis berusia 18 tahun yang sangat blak blakan, ceria dan apa adanya, dia tak akan mau berbohong hanya untuk membuat orang bahagia.

__ADS_1


Dewa Sanjaya Putra pria berusia 18 tahun yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Dewi. Dewa sangat tertutup dan dingin tapi jika sudah dengan Dewi sifat itu hilang entah kemana. Bahkan Dewa sangat manja dengan Dewi sejak perjodohan dilakukan.


__ADS_2