ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(272)


__ADS_3

"Soal tadi kenapa kamu tidak membela aku sih? Aku dikatain lho sama teman - teman kamu," kata Ney yang mengalihkan topik. Diana menghela nafas dia sudah cukup lelah dengan Ney.


"Kamu sering ya mengalihkan topik dengan yang tadi. Sepertinya sering kamu gunakan pada Rita juga, kamu memang suka berbohong ya. Soal itu sih itu kan hak mereka sesuka merekalah karena kamunya menyebalkan. Anehnya baru juga kenal baru juga aku membela kamu sekali, kamu sudah nyaman sama aku? Karena kamu bisa menggunakan aku sebagai tameng ya buat Rita?" Tanya Diana dengan jutek.


Ney tidak memperdulikan itu dia hanya akan membicarakan sesuatu yang menurutnya salah untuk dirinya sendiri. Tanpa Ney katakan seperti apa dirinya, dia membuat lubang sendiri agar mereka kenal seperti apa dirinya. "Ya memang aku senang sekali berteman dengan kamu kalau kamu mau menerima aku, aku mau berubah,"


Diana memandang Ney dengan wajah yang kurang enak. "Maaf ya aku lebih nyaman menjadi teman Rita dan yang lainnya. Kamu saja yang sudah lama kenal Rita bisa dengan ringannya menghina dia entah kalau dengan aku. Aku tahu betul orang dengan ciri seperti kamu!" Kata Diana yang menyengir pada Ney.


"Sungguh! Aku tidak akan mengatakan hal negatif soal kamu. Aku akan menjadikan kamu lebih sebagai teman berharga aku," Ney meyakinkan Diana.


"Kalau aku jadi sahabat kamu entah apa yang akan kamu katakan pada orang lain. Bisa saja kamu bertindak sombong dan menghina aku juga. Atau seperti kasus Rita, kamu akan menguras habis uang aku kan? Kamu hanya datang pada Rita kalau butuh sesuatu atau bila Rita punya uang banyak. Aku tahu betul kamu itu hanya memandang orang dari materi. Aku sama sekali tidak suka orang yang membully sahabatku! Kamu terkesan merasa lebih suci, entahlaaaah masa lalu apa yang kamu punya dibelakang," kata Diana sambil mendorong bahu Ney dengan telunjuknya.


Ney terdorong dengan lemah, jantung berdegup kencang. Dia tidak menyangka Diana mampu menghempaskan nya sepertinya dia salah berpikir mengenai Diana dan bersiap akan menyerang juga.


"Heh, yang aku lihat memang Rita itu sok suci! Kamu tidak tahu ya kalau dia pernah tidur sama jin?" Kata Ney dengan nada sombong. Lalu....


PLAK!!! Saat Ney menyombongkan info itu, di kata terakhir akhirnya membuat Diana berhasil mendaratkan lambaian tangan kanannya di pipinya Ney. Ney pun tersentak kaget, dia sama sekali tidak bisa membaca gerakannya Diana. Diana tampak puas sekali telah melakukan itu dengan bersungguh - sungguh. Untungnya keadaan sepi Rita dan lainnya menganga di tempat melihat apa yang Diana lakukan.


"Bilang ini itu soal Rita, lalu soal Jin? Kamu sebagai teman itu dukung dia bukannya menyebarkan fitnah! Kalau kamu tahu aib yang Rita punya, bisa tidak kamu simpan untuk kamu sendiri malah senang sekali menyebarkan gosip! Saya dan Komariah sahabat dekatnya, kamu itu minus sekali semua sifat baik! Aku heran kenapa kamu bisa hidup sampai sekarang. Awal aku bela kamu itu sebagai peringatan!" Kata Diana dengan senyuman jahat merekah di wajahnya membuat Ney ketakutan.


Ney masih memegangi pipi kanannya yang cenat cenut terasa perih karena Diana tampar. Dia tampak kaget dan ingin sekali menangis, masih terkejut dengan yang dilakukan Diana, dia juga tidak bisa lagi berkomentar soal apapun. Sangat syok yang dirasanya membuat dirinya hancur juga soal Diana.


"Hanya karena Rita pendiam kamu bisa seenaknya menginjak dia? Saya juga cukup tahu kamu kenal dia lebih lama daripada kita semua tapi apa kamu tahu selama kenal dia, gelar Sahabat itu bukan dari lamanya bersama tapi bagaimana kamu bisa menerima dia di saat kesulitan, saat dia ada masalah, saat dia jatuh ke bawah. Saya tidak bisa menerima perlakuan jahat kamu ke dia selama ini dan saya harap kamu tidak usah mencari Rita lagi! Seperti kata kamu, dia memiliki keburukan lebih baik kanu cari orang lain saja yang sesuai dengan kriteria teman kamu. Dia sudah punya banyak teman dekat, tidak setara dengan level kamu!" Kata Diana yang akhirnya terpaksa blak - blakan karena ternyata Ney itu memang sama sekali tidak mengerti orangnya. Masa harus diajarkan?


Diana menggarukkan tangannya ke kepalanya, dia sudah pusing melihat Ney tampak seperti anak kecil yang salah ukuran bentuk badannya. Tapi dia yakin itu disengaja untuk menarik perhatiannya. Sambil menahan sakit, Ney berusaha terus meyakinkan pada Diana kalau dirinya lebih baik dari Rita. Dia berbicara dengan tergagap berusaha menjelaskan pada Diana yang sudah tidak mau tahu lagi.

__ADS_1


"Aku... sadar... sudah... salah... hik hik.. tapi tolong... jangan tinggalin...gue... hik hik hik... gue memang... ingin jadi teman... kamu," katanya yang mulai mengeluarkan air mata tapi sayang bagi Diana itu adalah senjatanya dan tidak terpengaruh lagi.


"Kamu tahu apa yang paling menyakitkan? Saat tahu sahabatnya sendiri sering disakiti oleh orang paling JAHAT SEPERTI KAMU!" Teriak Diana pada Ney.


Rita dan semua yang mendengarnya tersentak kaget, Diana memang lebih parah kalau marah, kalimatnya akan paling tersadis keluar. Rita juga pernah dimarahi olehnya karena menghabiskan jatah adiknya untuk pempek. Tapi setelahnya meminta maaf karena Rita menjelaskan membalas adiknya Prita menghabiskan semua topokki.


"Tidak ada yang harus menghentikan Diana?" Tanya Rita pada semuanya. Semua tidak ada yang menyahut karena memang sangat mengerikan soal Diana yang sedang marah akhirnya hanya bisa diam. Tapi Rita teringat satu - satunya yang bisa menenangkan Diana adalah Es Krim! Dia langsung mengajak Komariah untuk membeli es krim tentu saja semuanya juga mau.


"Aku.. tidak bermaksud jahat... sama Rita. Dia saja yang... baperan! Kenapa coba semua perempuan Indon baperan?" Tanya Ney yang berusaha menenangkan dirinya.


( Kata Indon biasanya digunakan untuk orang - orang yang membenci sekumpulan orang yang berada di Indonesia, mereka menyebut seseorang dengan sebutan ini karena sangat membencinya atau tidak menyukainya. Ini adalah sebutan paling kasar. Dulu sebutan ini digunakan oleh Alex dan Rita membalasnya dengan Malayshit yang membuat Alex terdiam ).


"Jaga ya omongan kamu! Kamu juga orang Indonesia tapi yang paling ****! Kalau kamu mengejek orang Indo itu sama saja kamu mengejek ke diri kamu sendiri kalau kamu sangat jelek! Kamu sendiri sensitif hanya sayang sama sekali tidak peka sama sekali! Kamu sama sekali tidak punya hati. Rita itu selalu ada buat kamu tapi tidak pernah kamu anggap. Dia sama sekali tidak pernah pergi tapi kami sendiri yang meninggalkan dia bahkan kamu menusuknya dengan perilaku kamu. Jahat sekali ya kamu! Kamu menganggap sahabatnya tapi kenapa kamu sampai memihak ke orang yang baru kamu kenal? Kamu itu Palsu!" Kata Diana yang sudah tidak sabar lagi.


"Rita juga cerita kalau satu kelas membully kamu lebih parah dari dia. Makanya kamu selalu sendirian, dari kejadian itu harusnya kamu sadar apa yang kurang apa yang salah apa yang harus kamu tambahkan bila ingin punya teman. Tapi bukan menjadi salah satu cara kamu menghadapi Rita memakai cara yang sama seperti teman sekelas kamu dulu. Kurang adil? Selama ini aku tahu Rita jarang memperlihatkan masalah dia ke kamu karena apa? Kami guru Taman Kanak - Kanak diajarkan untuk mengesampingkan masalah bila berhadapan dengan orang banyak terutama anak - anak. Seharusnya sih kamu sudah bisa mengerti itu tapi anehnya malah bertanya itu menandakan kalau kamu tidak peduli dengan keadaan sekitar," kata Diana menjelaskan panjang lebar.


Rita datang dengan membawakan es krim untuk Diana bila keadaannya semakin parah. Sambil membagikan es krim untuk yang lainnya juga dan mereka mengganti uang es krim pada Rita.


"Aku tidak mengerti sungguh soal Rita selama ini," kata Ney yang sudah mereda tangisannya tapi tentunya rasa perih ditampar itu masih ada. Kadang dia mengusap pipi kanannya dan Diana menyengir melihatnya.


"Saya setuju dengan pendapat Linda dan Tamada sebenarnya yang sangat egois itu kamu. Rita tidak pernah memikirkan dirinya sendiri itulah kejelekannya dia yang kami lihat. Dia selalu mengedepankan membantu orang yang kesulitan baru dirinya sendiri. Kamu? Hanya ingin Rita selalu menuruti keinginan kamu, kamu ingin Rita hanya percaya sama kamu kan. Setelah kamu mendapatkannya kamu bisa seenaknya menginjak dia terutama kalau kamu mendapatkan teman yang setara, kamu akan langsung menendangnya. Sudah tertebak lah orang macam kamu tuh. Saya sudah lebih dulu memakan banyak garam," kata Diana.


Ney mendengarkan tapi kesan pada Diana berubah, menjadikannya musuh bukan lagi niat untuk berteman dengannya karena pancaran ekspresinya sekarang menantang Diana.


"Seenaknya saja sudah menampar aku, sekarang kamu terus menghina aku!" Kata Ney dengan geram. Diana tertawa dengan keras.

__ADS_1


"Inilah sifat kamu yang asli buat apa kamu memakai topeng? Topeng kamu itu menjijikkan! Kamu sama sekali kurang terampil memakai topeng bukannya orang menyukai kamu, malah mereka menghindari kamu. Ada yang aneh memang sama kamu sendiri. Soal Alex kamu kesal ya Rita ternyata bercerita pada kami berdua. Soal itu saja aku tahu karena kamulah yang paling kepo soal kehidupannya nanti. Kamu itu penuh aura negatif tapi kamu tidak sadar ya?" Tanya Diana.


"Kamu bisa membaca aura ya? Cocok kalau..." kata Ney.


"Berhentilah mengatai Rita ini itu kalau kamu masih saja mengatakan hal soal Rita, ini yang akan berhadapan dengan kamu yang kedua! ( Kepalan tangan ) Dan aku tahu tujuan kamu sekarang yang masih menempel pada Rita, hanya untuk menaikkan tingkatan kamu kan tapi itu tidak akan pernah kamu dapatkan!" Kata Diana yang lalu pergi sambil melambaikan tasnya agar kena pada tangan Ney. Kemudian dengan menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya, Diana pergi meninggalkan Ney yang terguncang lagi.


Sudah jauh dan melihat Rita dan yang lainnya yang sudah berjajar menunggu Diana. "SEBEEEEELL!!" Teriak Diana pada mereka. Diana lalu duduk di lorong yang sepi pengunjung.


"Nih!" Rita memberikan es krim pada Diana.


Diana tersenyum menerimanya lalu membuka dan memakannya. Lalu mengunyahnya seperti sedang makan nasi.


"Sudah deh, kita biarkan saja itu orang. Capek banget menghadapi dia kalau masih mengekor juga biarkan saja. Dia tanya apa, bilang apa kita pergi saja," kata Annisa yang sedang duduk memakan es krimnya.


Beberapa menit mereka memakan es krim sambil menyegarkan pikiran, Linda dan Siti kembali dengan sebuah belanjaan boneka. Rita memeriksa ponselnya dan nampak Alex cemberut padanya. Rita mengirimkan emoji kecupan untuknya lalu disambut senang oleh Alex.


"Sabar ya. Ada kejadian tidak mengenakkan," kata Rita membalas Alex.


"I know. Ney memang tidak baik untuk kamu bila kamu menganggapnya sebagai teman. Aku setuju dengan yang dikatakan oleh teman - teman kamu, lebih baik jauhi. Meskipun aku kurang setuju tapi melihat tadi, benar - benar keterlaluan," kata Alex yang saat itu sedang rebahan di kamarnya.


"Dia ada chat dengan kamu hari ini? Dugaan ku sih dia pasti laporan hasil kejadian itu," kata Rita pada Alex.


'Tepat sekali!' Pikir Alex. "Ya tapi sayangnya yang menerima dan membalasnya bukan aku tapi sahabatku. Dan secara otomatis dia menggali kejelekannya sendiri di hadapan sahabatku itu," kata Alex yang lalu menceritakannya. Rita kaget ternyata memang benar Net itu hobinya memutarbalikkan fakta, kenyataannya justru dialah yang membuat masalah.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2