ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(298)


__ADS_3

"Zzzzzz kamu tidak tahu di blokir itu sakit tahu!" Kata Alex sambil manyun.


"Aku biasa saja tuh kamu blokir juga ya santuy saja tumben kamu bisa blokir - blokir. Kalau bosan nanti juga on lagi," kata Rita santai membalasnya sambil makan cemilan.


"Kalau aku tidak on lagi bagaimana? Kamu tidak sedih?" Tanya Alex tersenyum.


"Ooh ya tidak apa - apa," kata Rita dengan wajah biasa.


Alex terdiam sambil menampilkan ekspresi datar. 'Nih cewek benar - benar cuek banget ya. Dia tidak tahu kalau aku sendiri sedih atau merasa down sekali mengetahui kena blokir. Malah santai saja nampaknya. Sepertinya aku sendiri yang berlebihan selama ini. Atau dia sebenarnya...' Pikir Alex. Lemot? Ya! Alex menepuk dahinya, Rita sama sekali tidak tahu arti dari kelakuan atau perasaan yang dia rasakan. Bagi Rita ya biasa saja, memangnya kenapa?


"Ya Allah, kamu tidak tahu maknanya kenapa aku bicara begitu?" Tanya Alex tidak percaya.


"Hah? Apa sih? Di bumi kan masih banyak manusia ini. Orang seperti kamu banyak juga kali, berasa yang paling langka hahahaha!" Kata Rita yang memang sama sekali tidak tahu apa yang dimaksud oleh Alex.


Alex mengacak - acakkan rambutnya dengan kejer. Lalu mengambil nafas pelan " #sabarAlex. Orang yang bisa tahan sama kamu itu hanya aku saja," sambungnya berusaha menjelaskan dan berharap Rita menyadarinya kalau Alex care sekali pada Rita.


"Halah! Sok tahu lu! Banyak ya yang bisa tahan sama aku, hanya kamu saja tidak tahu! HUH!" Kata Rita yang sebal lalu menertawakan kepercayaan diri Alex yang sangat tinggi.


Lagi - lagi Alex melongo membaca apa yang Rita katakan. Alex hanya bisa bengong lagi - lagi Rita membalasnya out of box! Ingin sekali dia pingsan tapi nanti ibunya bisa panik dan histeris lalu pastilah Rita akan disalahkan lagi. Tiba - tiba Alex tertawa keras lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Ya sudahlah, ikuti jalurnya saja.


"Tapi yang seperti aku dari segi fisik nih ya sempurna lho. Kalau kamu mau tahu, aku berotot and soo sexy many woman really like my body. So that's why many woman ask me to ... ( dan sangat seksi banyak wanita sangat menyukai tubuhku. Jadi itulah kenapa banyak wanita memintaku untuk .... )" kata Alex yang terpotong.


"Itu sih kamu kan pervert juga orangnya. Kalau tidak mesum, mana ada kamu suka bilang porno," kata Rita yang langsung menimpuk perkataannya.


"Itu bukan aku yang minta tapi mereka," kata Alex yang pingsan.


"Apa tujuan kamu punya badan bagus? Aku yakin pasti niatnya jelek," tebak Rita.


"Hehehehe iya sih buat menarik banyak wanita HAHAHAHA aku banyak pegang sana pegang sini makanya ..." kata Alex yang terpotong lagi.


"Kamu sudah tidak perjaka lagi. Sayang sekali, badan bagus eh mesum, otak pintar nyatanya bodoh banget. Aneh πŸ™„πŸ™„πŸ™„," kata Rita membuat Alex menyesali perkataannya.


"Jangan begitu," kata Alex sedih lagi.


"Sempurna itu kalau kamu bisa menjaga diri kamu dari banyak godaan. Harusnya banyak uang kamu bisa mengendalikan nafsu tapi memang sih semakin banyak uang, ujian semakin besar ya. Dulu kamu jarang sholat ya?" Tanya Rita menebak lagi. Kebanyakan dari yang Rita lihat dari ilmu film ya, orang kaya biasanya banyak yang jarang berdoa. Makanya diberi ujiannya tidak terkira, Alex juga sepertinya begitu


"Ehehehehe iya. Tapi sekarang aku rajin kok aku juga sudah tobat dari pesta alkohol dan xxx. Aku sangat menyesal sekali apalagi setelah berkenalan dengan kamu, aku tidak menyangka akan benar - benar mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku senang kamu terjaga you know from anything dirty," kata Alex dengan senyum pahitnya tapi senang mengetahui Rita bersih.

__ADS_1


"Kamu yakin aku sangat bersih?" Tanya Rita.


"Yah soal kamu yang dikerjai oleh Jin, aku juga tidak peduli. Memangnya ada lagi?" Tanya Alex yang tidak percaya.


"Aku pernah kissing," kata Rita.


"EEEEEEHHHHH!?! KISSING WHO? HOW MANY? WHYYYY!?" Tanya Alex yang berurutan.


"Denda," kata Rita langsung menjentikkan tangannya.


"πŸ˜’πŸ˜’apanya yang salah? Aku kan tidak mengatakan bahasa kasar," kata Alex yang kebingungan.


"Pakai Capslock satu kalimat," Rita tertawa cekikikan.


"Kok semakin sadis ya aturannya? Jadi dengan siapa dan berapa orang kamu ciuman?" Tanya Alex yang pasrah sama denda tapi dia bergemuruh emosinya dalam hati. Rita berani kissing!? Kenapa juga dia harus marah kan.


"Memangnya aku bilang 'Orang'?" Tanya Rita pada Alex yang sudah tertawa keras.


"Eh?" Alex bengong.


"Kissing sama teko waktu mau berbalik ke kiri, aku tidak tahu kalau ada teko jadi ya sudah. Accident itu mana tekonya berdebu," kata Rita.


"Kamu pasti terpancing mau emosi kan. Huh! Kamu mesum saja memangnya kapan aku emosian? Dasar lebay!" Kata Rita yang tertawa juga.


"😝😝😝yang seperti aku itu sangat jarang dari segi fisik tadi lalu kekayaanku itu sangat berlimpah ruah. Lalu wajah aku yakin kamu juga mengakui super ganteng kan? Hehehe Teejay itu kalah sama aku!" Kata Alex dengan membanggakan dirinya.


"Ya memang super ganteng sih kamu, aku juga kaget lihatnya. Aku kira itu editan, sudah banyak kan orang yang berhalu wajahnya seganteng Park Jimin atau Teejay," kata Rita mengakui kalau Alex memang super ganteng kalau jadi pasangannya, insecure pasti.


"See? I know it! My daddy have same face like me ( Lihat? Aku tahu! Ayahku punya wajah yang sama sepertiku )," kata Alex bangga sekali meskipun dirinya selalu bertengkar hebat dengan ayahnya.


"Like son like father ya," kata Rita membayangkannya. Kembarlah sudah kalau mereka disandingkan. Eh tunggu sekarang sih pasti sudah tua, jadi penasaran seperti apa ya?


"Salah! Like father like son. Kamu ini bagaimana sih bahasa Inggrisnya? Serius itu nilainya murni atau kamu edit?" Tanya Alex penasaran karena kadang ada juga kalimat atau kata yang terbalik.


"Sama sajalah kan bahasa Inggris selalu terbalik," kata Rita.


"Tidak bisa kalau begitu, artinya seperti anak seperti ayah dong. Yang lahir duluan ayah atau anak. Pikir!" Kata Alex menjelaskan.

__ADS_1


"Oh iya ya HAHAHAHAHAHA!!" Kata Rita tertawa keras.


"Kamu perlu diajari bahasa lagi dengan baik. Sudah sini belajar sama aku saja. Free!" Kata Alex dengan senyum nakalnya.


"Ogah. Mesum bukan belajar malah diajarin hal lain," kata Rita tertawa nakal.


"Tahu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu cepat pulang, aku tahan di rumahku hohoho!" Kata Alex dengan senang membalasnya.


"Yakin sempurna?" Tanya Rita sengaja mengalihkan topik malam itu. Dia sudah tak ingin membicarakan hal mesum lagi.


"Of course laa apa lagi," balas Alex yang langsung mengikuti jalur Rita saja. Dia juga sudah enggan banyak membicarakan kegiatan lain di malam hari. Baginya sudah sangat cukup bisa terus mengobrol dengan Rita.


"Jantung?" Tanya Rita yang melepaskan panah tepat ke target.


"........." Alex lupa kalau dia itu memiliki jantung yang tidak sempurna. Dan Rita berusaha mengingatkannya.


"Jangan terlalu yakin diri lebih sempurna karena sempurna itu hanya milik Allah SWT. Memang sih dari segi fisik dengan kekayaan berlimpah tapi bagaimana dengan sifat dan perilaku kamu? Sudah dikatakan baik atau sempurna baiknya?" Tanya Rita.


"........." Alex tidak bisa menjawab, sifatnya ada yang baik ada yang buruk sama dengan perilakunya. Kasar pada Rita, bertindak seenaknya, tukang perintah, menganggap dirinya lebih tinggi dari siapapun juga dari Rita.


"Nabi saja yang katanya sempurna tetap saja manusia biasa, ada khilafnya ada salahnya. Nabi jarang sekali mengatakan dirinya Sempurna meski diistimewakan oleh penciptaNya sendiri. Kalau kamu merasa sempurna tandanya kamu manusia yang sangat sombong. Ya memang sombong sih menurut aku juga," kata Rita.


"........" Alex masih tidak bisa berkata apa - apa semua yang dikatakan Rita seakan menyumpal mulutnya dan otaknya unyuk membalas. Selama ini dia hanya berpikir kalau semua orang patutlah menghormatinya, menghargainya, mengikuti semua yang dia inginkan. Tapi ternyata ada satu yang tidak akan begitu yaitu Rita. Dengan pemikirannya tidak berpikir dia juga harus sama dengan yang lain apalagi Alex kasar padanya.


"Harta dan uang yang kamu atau orang tua punya bisa saja dalam sekejap mata, semuanya hilang. Menurutku selama kamu hidup di dunia, usahakan jangan mencap diri sendiri lebih hebat dari manusia lain. Di atas langit masih ada langit, begitu juga dengan kemampuan spiritual kamu. Aku yakin ada yang lebih hebat dari kamu yang sudah tahu segalanya melebihi kamu," kata Rita menjelaskan.


"Kamu sombong ya," kata Alex dengan wajah kecewa pada Rita. Ya semacam itu.


"Sombong karena?" Tanya Rita bingung.


"Ya banyak memberitahu aku ini itu padahal aku juga tahu," kata Alex.


"Kalau tahu kenapa bilang begitu? Kalau kamu bilang aku sombong karena banyak memberitahu, itu karena aku punya ilmu untuk berbagi. Yang sombong itu kamu kali, awal bertemu saja kamu banyak bicara soal hal - hal hebat, sekarang saja punya ilmu lebih kamu lebih memendamnya untuk diri sendiri. Kalau kamu merasa aku sombong, tinggalkan aku. Sudah ya sudah malam. Bye." Kata Rita yang tidak ingin melihat balasan dari Alex lalu meng off kan internet.


"Soalnya aku ...." tapi Rita sudah off kan netnya dan Alex tidak bisa mengirimkannya. Lagi - lagi salah benar juga kata kakaknya jangan memancing atau mengujinya lagi. Dia hanya manusia biasa bukan Tuhan, ujian cukup diberikan dari Tuhannya saja bukan dari dirinya. Selama ini Alex memang selalu membuat masalah dengan banyak orang, suatu hari dia akan menyesali semuanya karena terlalu banyak menguji. "Besok kamu masih mau chat kan?"


"Ya." Balas Rita lalu tidur. Alex tersenyum tipis dia menyadari lagi - lagi berbuat kesalahan. Mengatakan Rita sombong padahal hanya mengingatkan Alex tapi yah namanya juga manusia. Kita berbuat baik belum tentu akan dibilang baik juga.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2