
"Something wrong? Ney saying something, right? I feel you very sad ( Ada apa? Ney mengatakan sesuatu, benar? Aku merasa kamu sangat sedih )," ketik Alex lalu Rita menghapus air matanya yang mulai jatuh.
"Nothing ( Tidak ada apa - apa ). Meski ada, bukan urusan kamu karena kamu pasti lebih membela Ney daripada aku. Jadi tidak perlu kamu mulai simpati," balas Rita yang membuat Alex terdiam.
Sekitar sore hari, acara pun selesai dan Rita bersiap - siap mau pulang. Anggara menyalakan mobil milik temannya untuk memanaskannya dan Ney keluar meminta Anggara mengantarkannya namun ditolak. "Maaf, kamu pulang saja sendiri aku ada perlu dengan Rita dan Merlin," kata Anggara melewati Ney yang kaget dengan perilakunya.
"Aku salah apa sih?" Tanya Ney pada dirinya sendiri. ~Mbak tidak sadar sudah berbuat sesuatu? Terlalu!~ Ney melihat Rita keluar dengan digandeng oleh Merlin sedangkan Anggara membantunya membawa kantong plastik besar yang isinya terdapat 2 kotak kue yang dipesan Rita. Teman - teman mereka mulai memasuki mobil tentunya teman Merlin ada sebagian yang ikut mobilnya begitu pula Anggara.
Ney lalu menghampiri Rita dengan yakin kalau Rita sudah melupakan apa yang dia bilang tadi. "Rita, pulangnya sama aku ya,"
"Sori kamu pulang saja sendiri. Aku diantar sama Merlin, ada angkot kan lagipula buat apa kamu bareng aku? Jangan sok dekat deh, aku kan tidak setara sama kamu!" Ucap Rita dengan jutek membuat Ney kaget dan akhirnya terdiam di tempat.
"Iya sudah pulang sana! Ngapain kamu masih mengekor Rita? Rumah kamu kan dekat dari sini, Rita di Lembang. Buat apa bareng Rita? Dia harus antar kamu dulu ke rumahnya? Yang benar saja!" Kata Merlin dengan sombongnya.
Ney menggigiti kukunya sendiri yang membuat Merlin merasa jijik melihatnya. Anggara sufah menyimpan kotak kuenya dan melihat Ney lalu menghela nafas. "Biar aku antar," kata Anggara yang disambut lembut wajah Ney dan sinis ke arah Merlin dan Rita. Merlin tidak peduli dan masuk ke dalam mobil disusul dengan Rita. Ney tampak puas dan bangga, beranggapan kalau Anggara mulai membelanya.
Dalam mobil Merlin. "Merlin?" Tanya Rita yang khawatir takutnya dia meledak disini.
"Tidak apa - apa, kita akan menunggu Anggara disini, aku sudah kontak dengan teman - temannya. Kita masih adakan pertemuan jadi sekarang kita pura - pura mau pergi," melihat Rita dan temannya yang khawatir, Merlin tertawa keras. "Aktingku meyakinkan kalian ya?"
Semuanya langsung kecewa dengan hasil yang mereka dapat begitu juga Rita. "Aku kira kamu benar benar marah," Merlin melihat dalam mobil Anggara dimana Ney tampak senyum - senyum sombong saat mobil mereka melaju.
Sampai depan rumah, Anggara pamit undur diri dan Ney nampak kecewa tapi dia senang karena dirinya maju beberapa langkah sampai dia bisa mendapatkan Anggara. Setelahnya sesuai rencana, Anggara kembali ke tempat cafe Merlin beserta teman - temannya yang tengah menunggu. Mereka banyak berbicara mengenai teman Rita yang tidak sesuai selera mereka. Banyak juga yang memperingati Rita untuk jaga jarak dengan Ney karena dia bukan teman yang sejati.
Kemudian Merlin dan Anggara mengantarkan Rita kerumah setelah mengantarkan sebagian temannya. Di rumah Rita mereka disambut hangat oleh keluarganya dan menyambut oleh - oleh yang dibawa Rita. Rita lalu membiarkan mereka berdua berpacaran di depan rumah, semua anggota keluarganya menggelengkan kepala melihat kebucinan mereka yang saling kangen.
"Besok adalah hari terakhir! Untuk perempuan kurang ajar itu," Kata Merlin meyakinkan Anggara. Pastinya tidak rela melihat pacarnya sendiri berbaik hati pada perempuan lain.
__ADS_1
"Sayangnya aku sudah lepas kendali," kata Anggara sambil mengacak - acak rambutnya sendiri.
"HAH!?" Anggara lantas menceritakan semuanya dan Merlin tertawa keras. "Kok bisa sih Rita mau temanan dengan orang seperti itu?"
"Yah Rita terlalu baik sih," kata Anggara yang merangkul kekasihnya itu.
"Dia selalu sendirian sih," kata Rita yang muncul tiba - tiba.
"Eh, Ri!" Sambut Merlin.
"Tapi tidak begitu juga, Ri," balas Anggara.
"Iya dia kurang ajar banget! Sovian mendengar apa yang Ney bilang ke kamu dan dia kaget banget katanya 'masa teman bilang begitu. Padahal Rita tidak pernah membedakan orang lain dengan status keluarga'," Merlin cemberut menceritakannya.
Rita menundukkan kepalanya, "Aku tidak sangka dia bisa seperti itu. Selama ini aku selalu tahan bertahan di sisi dia yang nyatanya..." kata Rita yang mulai menangis dan Merlin memeluknya.
"Kalau teman, dia tidak akan melihat kamu siapa, Ri. Dia itu hanya ingin kesenangan, waktu kamu susah pasti kamu ditinggalkan," kata Anggara meyakinkan Rita.
"Tadinya aku mau menemani dia karena aku lihat sampai kuliah lalu aku punya pekerjaan, teman yang dia punya hanya satu saja,"
"Hah!? Hanya satu sampai sekarang? Orang yang dekatnya?" Tanya Merlin dan Anggara bersamaan.
"Kalau begitu sih sudah aneh, Ri. Normalnya kan kalau manusia setahun, dua tahun temannya selalu bertambah lah kalau dia hanya punya satu terus sih... pasti ada yang salah," kata Merlin melihat ke arah Anggara yang setuju dengannya.
"Lagipula tidak bisa hanya dengan kasihan terus menerus. Kamunya juga jadi kasihan yang terus menemani dia lalu dia seenaknya saja sama kamu, yang menurut aku sih dia anggap kamu kesepian makanya kamu terus menempel sana dia," jelas Anggara.
"Ri, sudah deh jangan terlalu dekat kalau bisa menjauh saja. Teman kamu banyak kan yang waras. Cukup hanya kamu dan Alex saja," Rita tertawa mendengar yang dikatakan Merlin.
__ADS_1
"Ribet tahu! Percaya diri sekali dia kalau aku suka sama dia hanya karena aku antar dia pulang," dengus Anggara yang kesal.
"Aku sama Gara punya rencana tadinya mau buat dia malu tapi dasar sayangkuuu malah lepas kendali!" kata Merlin sambil memegang dagunya seperti seekor kucing. "Kamu sama Alex baik - baik saja, kan? Orangnya sulit, lho banyak yang tidak suka sama dia. Galak bangeeet, aku pernah mau dijodohkan dengan dia tapi aku tolak, playboy berat! Tapi dia baik juga,"
Anggara menatap satu - satunya teman yang paling baik itu dengan cemas, dia ternyata berhadapan dengan orang yang tidak terduga apalagi Alex sudah memiliki banyak kenangan buruk selain playboy.
"Aku tahu kok seperti apa masa kelamnya, dia suka cerita," kata Rita yang membuat Anggara terkejut.
"Ney tahu ya seperti apa Alex. Dia mendukung kamu?" Tanya Merlin.
"Mana mungkin, say. Dia aja bisa - bisanya bilang begitu sama Rita soal setara - setara,"
"Iya dan tidak," jawab Rita alias ya sama dengan yang dikatakan Anggara.
"Yah, kita percayakan saja pada Rita kalau kamu disakiti, aku siap pasang badan,"
"Kita," sambung Merlin memegang tangan Anggara.
"Oh iya kita berdua maksudnya," kata Anggara lagi dengan tersenyum.
"Hahaha iya tenang saja. Oh iya lalu bagaimana dengan rencananya? Bagaimana kalau begini saja, besok kan kalian punya acara tuh bagaimana kalau Anggara meminta maaf dan memberikan undangan? Bilang juga untuk mengajak aku," pinta Rita yang ingin LEBIH meyakinkan tentang Ney.
"Boleh juga setelah itu, teman kamu akan sangat terkejut jangan lupa ya kode bajunya biru. Terserah biru apapun, semoga ke depannya dia tidak membuat masalah baru. Orangnya agak aneh ya, aku sih melihat dia agak kasihan tapi sangat mengesalkan!" kata Merlin. Ya memang iya sih, Ney itu kasihan karena selalu sendiri. Teman pun ya hanya Arnila, kalau soal Feb dan Safa, hmmm teman - teman yang entahlah Rita tidak terlalu kenal dengan mereka berdua juga. Tapi sepertinya teman yang cocok dengan chemistry Ney bukan dengan Rita.
"Hei hei, dia chat aku nih. Padahal aku tidak memberitahukan nomornya. Bagaimana ini?" Tanya Anggara yang melihat nomor Ney menghubungi WAnya.
"Tenang balas saja. Aku yang minta semua teman - teman untuk memberikan nomor kamu kalau dia bertanya," Rita dan Anggara memandangi Merlin yang kemudian tersenyum simpul.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...