ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(295)


__ADS_3

"Sudahlaaah...!" Kata Alex yang kesal.


Rita tertawa membacanya yakin sih Alex cemberut. "Menurut kamu apa yang akan terjadi ya pada Ney kalau dia terus saja seperti itu?" Tanya Rita mengalihkan topik.


"Yah dia tidak akan berubah mau kamu yang berubah sampai seperti apapun juga. Aku mengerti sekarang kenapa kamu tidak menyukainya lagi. Dia sampai membuat ijazah palsu juga, lalu banyak kebohongan yang lain. Mengenai masa lalu aku pun kamu memang tidak mau tahu kan," kata Alex menyimpulkan.


"Buat apa? Kalau memang itu kelam dan kamu tidak mau cerita, ya sudah. Yang memaksa bukan aku ya dan aku tidak PERNAH sekalipun menyuruh dia buat cari tahu siapa kamu, masa lalunya bagaimana. Itu bukan aku yang suruh," kata Rita dengan sangat jelas. Kadang Alex sangat sulit diberi kejelasan.


"Iya iya iya aku tahu itu, memang jelas dia sendiri yang cari tahu tapi bukannya teman baik itu begitu ya?" Tanya Alex.


"Kalau memang baik ya mau seperti apapun kamu dia tidak akan pernah banyak ngomong. Dia akan lebih mendoakan hal yang baik soal kamu, berbicara baik meskipun dia tahu sesuatu soal kamu yang jelek. Mengerti tidak?" Tanya Rita kadang arti teman versi Rita dan Alex berbeda.


"Hmmmm?" Tanya Alex agak pusing.


"Oke, dia mencari tahu soal kamu tapi saat dia mengetahui hal soal kamu yang jelek dia akan lebih bijak mengutarakannya. Dan berpikir dengan otak bukan dengan egonya, menyadari kalau manusia tidak ada yang sempurna kan. Bukan malah koar - koar kalau kamu itu kamu ini tapi lebih bijaknya. Seperti berusaha bilang, "Yah, Rita memang masa lalunya jelek tapi dia baik kok kalau nanti kamu jadinya kurang gimana, ya sudah hentikan saja". Begitu," kata Rita.


Benar juga sih, Alex mengerti apa yang dimaksud oleh Rita. "Intinya daripada membully kamu kalau dia lihat aku tidak baik ya sudahi saja. Begitu?"


"Iya tidak perlu koar - koar segala disebutin semua kamu pernah apa, bukan aku yang bikin jijik ke kamu tapi ke arah dianya yang "Apaan sih?" heboh sendiri, rungsing sendiri, aku yang jalani ngapain dia larang ini itu? Aku berterima kasih sama dia atas infonya aku udah katakan itu tapi dia sama sekali tidak mengerti kalau itu tidak penting," kata Rita.


Obrolan mereka tentu saja disaksikan oleh kakaknya yang berjarak jauh dari mereka berdua. Intinya Rita sama sekali tidak memerlukan bantuan temannya itu untuk soal masa lalu Alex biar orangnya sendiri yang cerita.


"Dia ingin kamu menjauh dariku tapi dia juga seperti memaksa kamu yang menyesuaikan diri ya. Apa kamu merasa terpaksa?" Tanya Alex.


"Sangat!" Kata Rita.


Alex merenung baru kali ini ada seseorang yang sangat terganggu dengan yang dilakukan oleh temannya. Bagi Alex melihat Rita tidak suka dibantu kalau dia tidak meminta, kalaupun dia butuh dia akan mencarinya sendiri dulu kalau sudah kesulitan baru minta bantuan.


"Kenapa laa menurutku dia baik ya dalam artian mungkin memberikan info agar kamu tahu siapa aku," kata Alex.


"Kalau begitu jangan pernah kenal denganku," kata Rita.


Jasmine manggut - manggut mengerti maksud Rita tapi tampaknya Alex tidak mengerti.


"HAH!?" Teriak Alex, dia kaget membacanya.


"Aku ingin kenal kamu tidak akan menerima apa kata orang kamu ini kamu itu, karena aku yang berhadapan sama kamu biar aku sendiri yang melihat sisi kamu dari kiri dan kanan. Bukan urusan orang lain apalagi soal masa kelam kamu, kalau kamu tidak mau cerita aku menganggap masa itu sangat buruk, ya sudah. Tapi aku lihat kamu terkesan kamu lebih percaya apa kata orang deh daripada bisa lihat sendiri," kata Rita.


"............." jawab Alex yang sepertinya tepat sasaran.


"Seperti Ney pasti bilang aku egois, aku tidak sabaran atau tukang pamer apalah itu, kamu pasti lebih percaya. Mau aku bilang bukan atau memang itu tidak benar, kamu akan tetap percaya dengan apa yang dikatakan orang lain atau Ney. Mungkin karena kamu berpikir 'Ney kan orang paling dekat dengan Rita pasti benar apa yang dikatakannya.' Aku yakin sih begitu," kata Rita menebak terus.


"..............." Alex terdiam dia tidak bisa menjawab apapun karena tebakannya Rita memang tepat!


"Itu yang membuat kamu berpikir 'Rita juga sama saja' ya sudah kalau begitu kenapa kamu masih ada? Cari saja yang lain, banyak kan perempuan yang bisa kamu pilih. Daripada sama aku yang Ney bilang minus," kata Rita.


Alex hanya diam, dia mau balas apa? Tebakan Rita memang tepat, dia memang percaya pada Ney tapi... makin ke sini kenapa yang diceritakan oleh Ney semua malah salah?


"Si bodoh terkena jebakan orang lain. Itulah yang membuatnya selalu terjebak, sepertinya Rita memiliki pemikiran yang polos dan langsung tepat," kata Jasmine sambil memegang kedua anaknya untuk makan.


"Hahaha tebakan kamu tepat semua! 😂😂" Kata Alex sambil mengusapkan wajahnya.


"Itu karena kamu bodoh!" Kata Rita.


"😑😑😑😑😑😑," kata Alex.

__ADS_1


"Jangan - jangan selama ini kamu selalu terjebak pada hal yang sama ya? Mungkin karena ada salah satu atau beberapa orang bilang ini itu, kamu percaya saja padahal belum tentu orang itu memang punya niat baik. Lah kamu kan bisa membaca isi hati atau pikiran," kata Rita heran.


"Dulu aku tidak begitu eh malah memang dijebak. Aku takut kamu juga begitu," kata Alex mengakuinya.


"Kamu kok bego banget ya? Kalau sudah merasa tidak baik atau dipermainkan kenapa tidak pergi saja sih? Playboy tapi lembek banget," kata Rita.


"Hahahahaha! Sebal!" Kata Alex, dia sedih tapi senang ada yang bisa mengatakannya langsung.


"Kamu benar mantan playboy?" Tanya Rita yang tidak yakin. Yang dia lihat playboy itu kalau mempermainkan perempuan tidak bucin.


"Iya. Mantan ya. Aku sudah tobat!" Kata Alex.


"Tobatlah, pasangannya sudah mati juga," kata Rita.


"HEI!! Jangan begitu laa," kata Alex teringat lagi.


"Lebih enak ditinggal mati daripada masih hidup. Mati sudah jadi debu, hidup jadi kenangan terburuk kan," kata Rita dengan polosnya.


"Kamu benar - benar kurang asem ya. Bilang begitu tanpa memikirkan perasaanku," kata Alex geram.


"Waktu kamu diselingkuhi apa dia memikirkan perasaan kamu?" Tanya Rita.


"Tidak sih ya mana ada," kata Alex.


"Kamu sendiri kalau selingkuh bisa memikirkan perasaan pasangan kamu? Sakitnya bagaimana?" Tanya Rita lagi.


"Bagaimana kamu tahu aku pernah selingkuh? Eh?" Tanya Alex yang keceplosan.


".........." kata Rita membacanya dengan kedua bola mata yang mengecil setitik.


"Wah ternyata kalian sama saja.. Entah siapa yang paling sering selingkuh," kata Rita.


"Zzzzzzz kamu sudah membacanya ya. Aku selingkuh sekali kok! Mantanku selingkuh dengan pacarnya," kata Alex terus terang.


"Saat kalian mau menikah? Apa memang begitu ya tradisi negara luar? Sebelum menikah menikmati goyangan orang lain dulu?" Tanya Rita dengan langsung pada Alex.


"TIDAK BEGITU! DIA YANG TERLALU BANYAK TAMPIL DI MANAPUN. DEKAT DENGANKU LANGSUNG JADI NAIK PAMORNYA DAN... DAN..." Kata Alex tiba - tiba.


"DENDAAAAAAA!!!" Teriak Rita tidak mau kalah.


Alex membenturkan kepalan tangannya dia teringat lagi saat Kayla tampil dalam layar televisi dan banyak orang yang menanyainya mengenai kebenarannya yang dengan dengan Alex. Saat dirinya masih polos lalu dengan tegas Alex menghalanginya tapi dia bilang hanya ingin menjelaskan hubungan mereka. Lalu lama kelamaan dia terlena dengan dunia gemerlap. Dari perempuan polos sampai menjadi perempuan murah, digiring kemana - mana dengan alasan menghormati mereka. Pada akhirnya... terjadilah kejadian yang membuat Alex menangis keras saat itu dan membabi buta. Membanting kan segalanya yang ada di sekitar mereka, Kayla menangis histeris meminta maaf dan Alex meninggalkannya.


Semua itu bagi Alex seperti kilatan mata dan kejadian setelah Alex meninggalkannya, Kayla selingkuh dengan mantan pacarnya sampai kehilangan kesuciannya dan anehnya Alex masih saja terus mencintainya meski sudah terluka dimanapun. Dia masih berharap Kayla setia padanya meskipun disakiti berapa kali pun. Dan terlintas Alex berharap Kayla mati saja. Dan itu akhirnya terkabulkan. Antara sedih senang kecewa bersyukur, semuanya bercampur aduk sampai membuatnya berubah menjadi zombie. Kisah ini ada ya di entah episode berapa...


Alex membaca dari Rita saat itu dia tengah menangis sedih lalu tertawa. Dia ingat kalau punya perjanjian denda. Dia mulai melupakan kenangan buruk itu saat Rita masuk dan mulai menyembuhkan kesakitannya.


"Astagaaa kamu sih jangan tolonglah mengungkit - ungkit soal dia lagi. Aku sedih nih ingat sama yang dulu," kata Alex dengan sedih.


"Harusnya kamu gembira bukan sedih. Dia sepertinya menyakiti kamu entah mungkin pernah terkenal?" Tanya Rita menebak.


"KENAPAAAA..." Alex sama sekali tidak menduga kalau Rita bisa membaca pikirannya.


"Aku kan menebak," kata Rita yang kaget dengan jawaban Alex.


"Kamu yakin tidak bisa membaca pikiran? Kadang tebakan kamu tepat apa yang aku pikirkan," kata Alex.

__ADS_1


"Tidak bisa. Menebak biasanya tepat karena melihat kondisi kamu. Kamu selingkuh dari dia mungkin karena dia selingkuh duluan dan mungkin juga ya dia lebih banyak selingkuh selama ini. Aneh banget kamu masih ada rasa cinta, kamu terkena santet cinta ya?" Tanya Rita aneh.


"Hahahahaha! Sebenarnya sih jujur aku ingin dia mati saja dalam hati agar aku bisa hidup. Tapi saat tahu kecelakaan itu, aku merasa bersalah tapi juga senang. Bagaimana ya?" Tanya Alex.


"Ya senang karena kamu tidak akan menderita lagi. Kalau aku jadi kamu, aku akan sujud syukur!" Kata Rita tertawa.


"Tapi akunya jadi lemas... aku hampir bunuh diri setelahnya," kata Alex terdiam lalu menghapus.


"Lemah iman ya. Kebanyakan makan micin jalanan sih," kata Rita yang sudah membacanya.


"Micin?" Tanya Alex sambil tertawa.


"Banyak makan perempuan murahan," kata Rita nyolot.


"............" Alex terdiam lagi. Jasmine tertawa terbahak - bahak membacanya.


"Akibatnya otak jadi merosot, katanya sholat tapi hampir mau bunuh diri. Dulu jarang sholat ya? Ngakulah!" Kata Rita ketahuan.


"DAMN!!!" Teriak Alex, akhirnya ketahuan juga. Benar juga tanpa bantuan Ney, Alex akan keceplosan sendiri jadi memang tidak perlu bantuan untuk tahu seperti apa Alex.


"Semua 150 RM. Jangan lupa dibayar ya besok," kata Rita membuat Alex mati kutu.


"AAAAAAAA!!! AKU TERJEBAK!" Kata Alex.


"Tambah 100RM. Teriak - teriak," kata Rita.


"Ya ampun, sadis banget! Tidak apa - apa itu mudah! HAHAHA aku punya banyak uang," kata Alex dengan bangga. Dengan cepat dia keluarkan uang dari penyimpanannya dan menyimpan uang itu di dalam kotak yang biasa dia gunakan untuk membagi uang.


"Ditambah kalau sombong, pamer jadi 6000? Mau?" Tanya Rita.


"Jangaaaannn...! Kejaaaam," kata Alex. Air matanya sudah kering semenjak langsung Rita berbuat ulah.


"Kamu jangan terlalu cengeng dong. Bukan mengingatkan kamu yang lama, kamu sendiri sudah selama kepergian dia masih belum bisa lupa ya susah, mau kamu menemukan penggantinya juga," kata Rita.


"Oh... maaf. Habis rasa kecewaku sangat dalam juga sih. Aku jadi terus teringat, bagaimana ya caranya agar bisa melupakannya?" Tanya Alex pada Rita mungkin Rita bisa.


"Mudah kok. Mau tahu?" Tanya Rita.


Alex dan Jasmine penasaran mengenai hal itu. Apa?


"Benar? Kalau dilakukan akan hilang?" Tanya Alex.


"Iya. Dan itu adalah cara paling terampuh di manapun," kata Rita sambil tersenyum.


"Apa itu? Aku mau coba kalau memang ada," kata Alex penasaran.


"Cerita," kata Rita dengan singkat. Jasmine juga termenung lalu menyadari sesuatu dan apakah adiknya akan sadar?


"Cerita? Soal?" Tanya Alex yang mulai curiga.


"Cerita soal rasa sakit kamu kepadaku, semua kekecewaan kamu pada dia," kata Rita. Apa Alex mau ya?


"NO! AND YOU DON'T HAVE ANY PERMISSION OF THAT! STOP TALK IF YOU KNOW ANYTHING ABOUT MY SICKNESS!!! ( Tidak! Dan kamu tidak punya ijin melakukannya! Berhentilah bicara bila kamu tidak tahu apapun soal kesakitanku!!! )" Teriak Alex lalu dia off.


"Yah... nanti juga dia akan cerita." Kata Rita kemudian off juga. Rita tidak mempermasalahkan apapun soal Alex itu haknya kalau tidak bercerita tapi Rita yakin, suatu hari Alex akan bercerita.

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2