
"Terus aku harus bagaimana dooong kalau dia nanti blokir aku lagi?" Tanya Ney yang sudah lupa kalau Rita memang sudah blokir dia.
Dins menghela nafas susah sekali memang menasehati istrinya yang keras kepala ini. Semua saran dan penjelasan darinya tidak pernah dia cerna baik-baik.
"Terima keputusan yang dia buat, Yank. Kamu tidak bisa memaksakan orang untuk berteman sama kamu. Kamu kan sudah punya teman dari grup lain, lalu kenapa harus Rita? Kaku kejar apa sih dari Rita? Lalu kalau Rita dengan Alex lalu kenapa?" Tanya Dins banyak bertanya.
Heran saja sih kalau istrinya sebegitu ingin tahu kehidupan orang lain apalagi Rita yang sama sekali tidak pernah dia sebut.
Ney menunduk. "Ya aku pikir dia akan melupakan aku," katanya.
"Jadi sebelum dia melupakan kamu, kamu berbuat dzalim ke dia? Teganya!" Kata Dins yang marah.
"Habis Alex itu hartanya banyak sekali lho say. Aku yakin ya Rita akan sangat sombong nanti kalau benar sama Alex," kata Ney.
"Lah, terus apa urusannya sama kamu? Kamu saja sekarang sudah sombong. Rita mau sombong, mau hidupnya bergelimpangan emas atau uang bahkan berlian, apa urusan kamu? Dia yang punya dosa, urusan kamu? Ada kamu pernah beri dia saran baik? Ney, aku tahu kamu selalu chat apa ke banyak orang tapi dari semua chat itu, tidak ada satupun kalimat baik yang keluar," kata Dins.
Ney maluuuu sekali kalau suaminya ternyata mengetahui semua isi chatnya. "Jadi kamu mematai aku selama ini?" Tanyanya penuh selidik.
"Iya. Karena sejak awal kita pacaran yang paling banyak selingkuh siapa? Aku sekali lho. Kamu? Sampai saat kita mau menikah, kamu jalan sama siapa?" Tanya Dins.
Ney menggigit bibir bawahnya.
"Aku masih bisa bersabar ya Ney sama kamuuuu. Masih!" Kata Dins yang menepuk dadanya.
"Dins," kata Ney yang agak cemas.
"Aku ini salah apa sih sama kamu? Tega sekali berkali-kali mengkhianati aku. Sekarang, kamu lebih mementingkan urusan Rita dan Alex. Ney, sadar! Aku yang ada di sini itu suami kamu!" Kata Dins agak sedih.
__ADS_1
Ney diam mendengarnya. Dia tahu tapi...
"Tolong fokus sama suami kamu ini yang selalu sabar dengan sifat dan kebiasaan buruk kamu. Kalau kamu merasa Rita bukan teman yang baik, fokuskan kamu ke aku. Kebutuhanku!" Kata Dins yang kecewa tampaknya.
Baru mereka menikah beberapa bulan sudah begini. Padahal secara nyata ya terlihat seperti apa kebiasaan Ney, masih saja mau menikah sama dia. Yah kalau sudah jodoh susah sih.
Ney menundukkan kepalanya, apa yang dia kejar ingin menikahi Dins? Hanya karena ingin secepatnya kabur dari rumah, kabur dari keluarganya yang tidak normal. Tapi Ney tidak punya ilmu seperti apa kehidupan rumah tangga itu.
Dia menyadari sangat kurang memperhatikan suaminya. Yang bisa dia berikan hanyalah kepuasan pada suaminya, dia pikir hanya cukup begitu hidupnya akan senang.
Ney tidak bisa masak kalau pun bisa semuanya serba bertaburan garam. Dia sedikit bisa masak hanya 2 macam selebihnya tidak bisa. Padahal sebelum menikah, ibunya sudah memberikan peringatan.
"Kamu minta apa, aku usahakan. Tapi dimana tugas kamu sebagai seorang istri? Aku kerja pagi, kamu masih tidur! Kamu juga tidak menyiapkan sarapan untukku, aku harus makan apa!?" Tanya Dins yang sudah kesal.
"Ya aku kan juga capek, Dins. Mengurus rumah," kata Ney.
"Bukan kok. Aku memang cinta sama kamu," kata Ney memegang tangannya.
Dins melepaskan. "Kamu tahu? Sekretaris Bos di kantor sampai membawakan makanan untuk aku. Setiap hari! Dia bertanya kemana saja istri kamu? Kenapa tidak ada sarapan? Aku maluuuu," kata Dins.
"Oke oke, besok aku..." kata Ney yang mendengar suaminya diperhatikan oleh perempuan lain. Apalagi kabar yang dia dengar, sekretaris bosnya itu masih single.
"Tolong ya kalau kamu memang niat menikah ingin memiliki keluarga, berhenti mendahulukan Rita atau siapapun! Atau.. kita akhiri saja pernikahan ini," kata Dins menghela nafas.
Ney kaget dan memeluk suaminya. "Jangan! Jangan Dins, aku sayang kamu! Aku janji besok aku akan lebih rajin bangun pagi," kata Ney yang memang ketakutan kehilangan mata pencahariannya.
"Tolong ubah kelakuan kamu. Ney kepribadian kamulah yang seharusnya berubah bukan Rita atau Arnila," kata Dins membuat Ney kaget. itu sama seperti yang dikatakan Rita dan Arnila kepadanya. Juga Ibunya sendiri.
__ADS_1
Ney diam mendengarnya. "Tapi menurut aku pribadiku baik," katanya.
"Sudahlah tuh ada titipan dari Ibu. Makan sana," kata Dins melangkah ke ruang TV.
Ney melihat Dins kembali ke sana lalu kembali chat di grupnya. Benar apa yang suaminya katakan sama sekali tidak dia pedulikan. Pisah? Mana ada cerita begitu, dia akan melakukan cara apapun agar Dins tidak berpisah darinya.
Akting. Ya hanya akting, Ney pernah mengikuti klub drama di SMA nya namun hanya 2 bukan saja. Alasan dikeluarkannya ternyata tidak disukai karena dia menggoda pacar anggota disana. Yang ternyata menjebaknya supaya dikeluarkan.
Dia hanya akting sedih atau menyesal namun tidak ada niatan berubah, menurutnya apa yang dia lakukan sudah baik.
"Wajah kakaknya sama dengan Haryaka tidak, Rita?" Tanya Arnila yang saat itu masih menunggu balasan Rita
"Iya, agak mirip hanya berbeda di gaya rambut saja," kata Rita dengan senang.
Ney yang membacanya semakin penasaran apalagi Alex sudah setampan itu.
"Kamu punya fotonya ya," kata Ney agak curiga.
"Ada," kata Rita.
"Mana? Mana lihat dong," kata Arnila dan Ney bersamaan.
"Tidak ah, rahasia😛," kata Rita.
"Pelit," kata Ney cemberut. Lagi-lagi Rita tidak bisa dirayu nya.
"Biarin. Aku tidak mau lagi banyak cerita ke kamu atau berbagi foto apapun. Kamu orangnya begitu sih, aku yakin kamu ceritakan ke orang sebagai kisah kamu kan," tebak Rita.
__ADS_1