
"Hah? Sampai 4x? Kak Ney?" Tanya Zayn yang terkejut. Dia benar - benar tidak mengenal kakaknya sama sekali bahkan untuk hal sepele seperti senang selingkuh. Dia menyesal kenapa dirinya hanya memikirkan dirinya sendiri.
"Iya. Lalu aku membalasnya, aku pikir dia akan mengakui kesalahannya dan meminta maaf padaku tetapi menyalahkan aku yang tidak romantis. Hahahaha! Harusnya semenjak kita menjalin dia sudah tahu karakter aku bagaimana. Sekarang yang aku sadari dia hanya tertarik soal aku hanya karena mahasiswa ITB dan memiliki otak yang pintar. Selebihnya kakakmu sama sekali bukan orang yang peduli dengan siapapun diri kamu," kata Dins yang membuat Zayn diam.
Keheningan malam itu dengan iringan isak tangis dari Ney membuat perasaan siapapun mulai memudar. Dins dengan pikirannya yang entah kemana dan Zayn yang memikirkan segalanya mengenai keluarganya termasuk yang didengarnya tadi. Keluarganya ternyata memang jauh dibawah normal, banyak sekali masalah yang ada di dalamnya. Zayn juga termangu berpikir mengenai betapa anehnya yang terjadi pada kakak keduanya yaitu Ney, yang sama sekali tidak terlalu mengenal kak Arnila atau juga Rita. Padahal yang setahu dia, mereka berdua sudah secara sukarela mau dekat dengannya, lalu apa yang salah dari mereka?
Mereka bisa memasak dengan baik bisa kakaknya jadikan mereka sebagai tutor agar kemampuan memasaknya yang selalu tidak enak itu bisa diperbaiki, eh malah yang ada dibuat jauh dari dirinya karena merasa sebagai musuhnya.
"Egois sekali kakakku," kata Zayn sambil memandang langit malam itu.
"Sangat egois. Kamu tampaknya tidak terlalu mengenal kakak kamu dengan baik padahal kalian bersaudara sedarah pula," kata Dins yang membuatnya agak menohok.
"Iya kak, semua keluarga kami terlalu memikirkan diri mereka sendiri. Tapi untungnya aku berbeda dengan kedua kakakku, banyak temanku yang membimbing menjadi pribadi yang baik padahal kalau sedikitnya Ney bisa mengubah sudut pandangnya dan berusaha untuk memperbaiki sikap dan kelakuannya, mungkin kakak tidak akan meninggalkannya," kata Zayn sambil memandangi kak Dins yang merokok lalu menawarkan Zayn. Mereka berdua merokok juga.
Dins tertawa mendengar perkataan adiknya Ney, "Hahaha tidak mudah juga mengubahnya seperti itu, itu keluar harus dari diri kakakmu sendiri. Kakak butuh waktu sendiri selama setahun mungkin. Orang tua termasuk adik - adik kakak juga tidak setuju mereka tidak memberikan restu pada hubungan kami berdua. Sambil mencari mungkin yah mungkin saja jodoh kakak orang lain," kata Dins yang menghembuskan asap dari putung rokoknya.
Zayn menatap Dins yang tampaknya sudah niat sekali dan Dins hanya bisa menyemangati adiknya itu agar bisa berubah lebih baik lagi.
"Yah, aku bisa apa kalau kakak sudah memutuskan begitu. Banyak orang yang sudah menyerah akan kak Ney, Mama dan Ayah sudah berusaha semampunya mereka. Kak Cyphrin juga sama dengan Kak Ney, meski alasannya berbeda. Sekarang aku tahu kenapa kami berdua kadar kasih sayangnya dibedakan," kata Zayn yang menghirup rokok lalu menghembuskannya.
"Begitu," kata Dins singkat.
"Kalau kakak meninggalkan dia, lalu nanti bagaimana?" Tanya Zayn pada Dins yang cemas.
Dins lalu tersenyum sambil mematikan rokoknya yang sudah mulai habis. "Itu bukan kewenangan kakak lagi, orang tua kamu sudah tahu kan apa yang terjadi pada Ney. Merekalah yang harus bertanggung jawab bukan orang lain, bukan kedua temannya. Masalahnya dia semakin parah, sampai menyerang salah satu teman dekatnya dan membuatnya semakin jauh dari orang baik,"
Zayn melongo mendengarnya. "Kak Ney berbuat apa lagi?"
"Lho, kamu tidak tahu juga?" Tanya Dins.
"Soal bully?" Tanyanya.
"Iya itu dan alasannya dia melakukannya, aku tidak bisa mengerti apa yang dia pikirkan. Bagaimana bisa dia berkata untuk mengubah sifat seseorang dari nol menjadi lebih baik dengan cara membullynya? Menurutku kakakku benar - benar harus diperiksa oleh Psikiater," kata Dins.
"Itu pernah dilakukan sewaktu kak Ney berusia 8 tahun sepertinya ada kejadian dimana itu membuatnya trauma. Aku juga mendengarnya dari kak Cyphrin kan dia juga dimasukkan ke tempat yang sama," kata Zayn menundukkan kepala.
"Yang normal hanya kamu saja ya," kata Dins menepuk bahu Zayn.
"Tidak juga kak, aku sempat mengalami Bipolar tapi melihat kedua orang tuaku yang menderita dan sudah cukup lelah dengan mereka berdua, aku berusaha sembuh dengan didukung oleh teman - temanku juga. Sudah cukuplah kedua kakakku yang gila, aku akan menemani Mama untuk menjadi pembatas mereka berdua," kata Zayn sambil tersenyum.
"Kamu masih perjaka?" Tanya Dins tiba - tiba.
"MASIHLAH!" Teriak Zayn yang agak bengong.
"PUHAHAHAHA kalem. Pertahankan itu jangan seperti kakak dan Ney. Yah, salah sih kakak juga tahu tapi kakak tidak bisa menolak," kata Dins.
Zayn bengong lalu mencoba memberanikan diri untuk bertanya. "Kak, kalau tidak keberatan kakak bisa jujur?"
"Iya soal apa?" Tanya Dins yang keheranan melihat gelagat Zayn.
__ADS_1
"Siapa yang duluan meminta hubungan intim. Kakak atau Kak Ney?" Tanya Zayn dengan takut.
"Ney. Seharusnya kakak menolak tapi kakak kamu gairahnya sangat besar dan dia menggoda kakak dengan menyerang kakak duluan. Tapi kakak juga tidak bisa menolak, salahnya disitu dan sepertinya ini hukuman untuk kakak jadi... kakak ingin putus," katanya sambil tersenyum miris.
...ALEC BENJAMIN - LET ME DOWN SLOWLY...
...This night is cold in the kingdom...
...I can feel you fade away ...
...From the kitchen to the bathroom sink and...
...Your steps keep me awake...
...Don't cut me down, throw me out, leave me here to waste...
...I once a man with dignity and grace ...
...Now I'm slipping through the cracks of your cold embrace...
...So please, please ...
"PULANG! Kamu tidak ada gunanya di Bandung. Hari ini kamu harus pulang ke Jakarta, selesaikan skripsi kamu! Biar ayah yang meminta maaf sama dekan kamu. MEMALUKAN!" Teriak Ayahnya dengan keras lalu ditutup lah teleponnya itu. Lalu terdengar lagi Ney menangis meraung - raung, kesialannya hari itu memang double!
...Could you find a way to let me down slowly?...
...A little sympathy, I hope you can show me...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
Zayn lalu menghampiri mobilnya Dins dan memandang kakaknya. "Kenapa sih kak parah banget sampai bikin ijazah beginian? Kalau ketahuan tempat kakak kuliah bagaimana? Hancur juga kan pekerjaan Ayah kita, kakak memang hanya memikirkan diri kakak sendiri! Apalagi sekarang sampai kak Dins tahu sendiri. Kak, yang namanya gengsi itu jangan dipelihara, rugi!" Kata Zayn yang melempar ijazah itu ke tempat sampah.
Ney tidak bisa membantah sama sekali ternyata perhitungannya memang tidak bisa dipertahankan selama mungkin. Dia malu ternyata hanya dia sendiri yang tertinggal jauh dengan yang lain, mereka sudah mau sidang sedangkan Ney malah kabur dan tidak mengerjakan. Apalagi dosennya pun sudah menyiapkan surat Drop Out. Ijazah yang dia buat sekarang menjadi sampah dan tergeletak begitu saja, dia turun dari mobil lalu mengambilnya dan merapihkan ya lalu memasukkannya ke dalam tasnya.
...Cold skin, drag my feet on the tile...
...As l'm walking down the corridor ...
...And l know we haven't talked in a while...
...So l'm looking for an open door ...
"Sekarang aku antar kamu ke Jakarta, selesaikan ini dengan keluarga kamu. Ayo," kata Dins yang selesai merokoknya. Dia lalu menelepon keluarganya beralasan mau menginap di rumah temannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
Zayn lalu masuk ke rumah dan mengambil beberapa barang serta makanan untuk di perjalanan. Kemudian pergi bersama mereka berdua menuju Jakarta.
"Kak, menginap saja di kosan aku," kata Zayn berharap kak Dins berubah pikiran.
...Don't cut me down, throw me out, leave me here to waste...
...I once a man with dignity and grace ...
...Now I'm slipping through the cracks of your cold embrace...
...So please, please ...
"Oke." Katanya menjawab singkat lalu mereka berangkat. Ney terpuruk tidak bisa berkata apapun lagi dia memang benar - benar sudah sangat tersudut saat ini. Kesalahannya yang lalu hanya karena dia gengsi satu - satunya mahasiswi yang masih tertahan di kampus karena terlalu sering plagiat di tugas manapun dan soal judul juga skripsi. Sampai akhirnya dia lelah dan berinisiatif untuk membuat ijazah palsu dan menipu semua orang.
Entah apa pamannya Arnila menyadarinya atau tidak tapi memang Ney adalah orang yang bermasalah. Setelah semuanya siap mereka mulai melakukan perjalanan menuju Jakarta toh setelah ini Dins akan putus dengan Ney. Dia sudah sangat lelah menghadapi masalah yang Ney buat sendiri. Hari ini adalah hari terakhir Dins menemani Ney, Zayn duduk bersama Dins didepan sedangkan Ney di belakang. Tangisannya sudah mereda meski wajahnya masih memerah entah apa yang akan dilakukannya saat sesampainya di rumah nanti.
...Could you find a way to let me down slowly?...
...A little sympathy, I hope you can show me...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
Dia sama sekali tidak menyangka dan tidak sadar kalau Dins sangat ahli menemukan kejanggalan apalagi soal ijazahnya. Soalnya tidak ada kabar berita juga kalau Universitas Ney akan mengadakan kelulusan, karena memang belum. Jadi memang sangat aneh Ney sudah terlebih dahulu memiliki ijazah apalagi proses skripsinya pun sama sekali tidak diketahui oleh Dins serta keluarganya. Ney berdebar - debar dia merasa belum siap bertemu dengan Ayahnya tapi tahu juga kalau adik dan mantannya tidak akan membiarkan dia kabur.
...And l can't stop myself from falling down 4x...
Ayahnya sangat galak kalau sudah menyangkut soal pendidikan dan ini bukan yang pertama kalinya jadi intinya Ney sedari dulu sudah pernah mengalami hal seperti ini juga. Padahal dia pintar lalu kenapa? Padahal prestasinya bagus dalam bidang pendidikan, dia mampu mengerjakan semua materi lalu kenapa dia bisa sampai begitu. Hanya kelemahannya dalam bersosialisasi, dia buruk saat dirinya harus berbaur dengan banyak orang. Dengan orang tua dan adiknya Dins pun sangat kaku bahkan sama sekali tidak pernah menanyakan kabar mereka atau basa basi. Sebagai perempuan kalau diajak ke rumah mereka pun tidak pernah membawakan apapun tapi dia cerita ke Rita kalau ibunya Dins selalu banyak meminta.
...Could you find a way to let me down slowly?...
...A little sympathy, I hope you can show me...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
...lf you wanna go then l'll be so lonely...
...lf you're leaving baby let me down slowly...
Kasihan sih ada yang salah dengan hidupnya, bukan orang yang bisa bersyukur dia diberi otak yang pintar pun ternyata tidak bisa dipakai dengan baik. Kita beralih ke tempat Rita dimana mereka saat jam 6 sore bersama - sama sholat Maghrib. Imamnya adalah tukang parkir lalu mereka merapihkan segalanya, membuang sampah di tempatnya lalu saling berpisah pulang.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1