ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(313)


__ADS_3

"Aku yakin itu kamu yang rebut deh," kata Rita curiga karena Alex sangat membanggakan wajahnya yang super ganteng, tidak salah juga kalau ada yang dia suka tapi tidak tertarik.


"Hehehe kamu kok tahu sih?" Tanya Alex penasaran. Beberapa perempuan memang dia yang rebut menggunakan wajahnya dan... keterampilannya menggombal.


"Dari film," kata Rita singkat. Tentu sajalah banyak ilmi yang dia dapatkan dari film yang sudah banyak dia tonton.


".........." Alex melongo mendapatkan jawabannya dari Rita. 'Dari film saja?! Apa!?!?' Pikir Alex parodi menggubrak kakinya terangkat ke atas dan kepala di bawah.


"Aku kan banyak nonton film soal seperti kamu juga ada. Lelakinya super ganteng tapi kesepian sebenarnya makanya dia banyak buat masalah di sekitarnya dari peristiwa yang kamu alami dulu sampai sekarang. Punya teman dan sahabat tapi akhirnya putus semua karena dia merebut semua kekasih teman dan sahabatnya. Lalu dikatai banyak orang dan dikenal pelakor juga akhirnya sama sekali tidak punya teman," kata Rita memberitahukan isi cerita film yang kemarin dia tonton.


Alex agak sedikit kesal karena memang ada sih ceritanya yang agak mirip dengan dirinya. Apa Rita sengaja? "Lalu?" Banyak sekali film yang dia tonton sampai hafal isi ceritanya dan dia penasaran dengan salah satu film yang dia katanya lihat. Apa memang ada? Ataukah dia sengaja menyindir kehidupannya?


"Satu - satunya teman yang selalu ada hanya uang orang tuanya dan yang dia punya. Dari tempat bekerjanya juga kerjaannya sama saja. S party ini itu hidupnya benar - benar monoton sekali. Bahagia hanya kulit luarnya dalamnya sudah tidak bersisa. Ternyata film itu mencerminkan kehidupan asli orang kaya ya," kata Rita puas menceritakannya sebagian. Filmnya memang ada dan entah kenapa pas sekali dengan Alex.


Alex yang membacanya meskipun itu spoiler film membuatnya mengeluarkan air mata sama seperti kisah hidupnya yang monoton dan juga kesepian. "Terus bagaimana akhirnya?" Tanya Alex meskipun film tapi kok bisa sama ya?


"Punya kekasih sama banget dengan kamu kejadiannya. Kok bisa ya? Jangan - jangan itu soal hidup kamu? Tapi masa sih semua film soal kamu ya? Tapi beda kok yang jelek juga ada yang sangat menderita tapi akhirnya bahagia," kata Rita melihat - lihat kumpulan film yang pernah dia tonton.


"Lho? Memangnya film yang lelaki ganteng itu bagaimana akhirnya? Bahagia kan?" Tanya Alex berharap penuh. Kan awalnya penuh penderitaan pasti akhirnya berbahagia.


"Mati dia," kata Rita.


".........." Alex kaget. Dia hanya membeku terdiam, sebagian makanan habis tak bersisa, licin tandas! Tinggal sebuah puding, yoghurt plain dan sup ayam. Air matanya menetes apakah hidupnya juga akan seperti itu? Sampai akhirnya menderita karena kesendiriannya apakah dia tidak akan mendapatkan Rita juga? Dia menangis terisak - isak meski menahannya sebisa mungkin.


"Karena banyak orang yang dia sakiti, terus perempuan juga eh bedanya di film itu semua perempuannya hamil terus dia lempar uang 10 juta untuk aborsi. Ada juga sih yang sampai dirawat sampai besar, sebagian sudah di aborsi terus menyewa pembunuh bayaran. Ya mati mengenaskan," kata Rita tertawa tahu pasti Alex merasa tersindir akan hidupnya.


"Tapi aku tidak begitu serius. Tidak ada yang sampai hamil, aku tidak melakukannya sampai 'Masuk!'" Tegas Alex keceplosan. Dia jadi takut sendiri membaca kelanjutan ceritanya dan dia benar - benar sudah tobat melakukan itu semua. Lagipula itu terjadi saat dia masih di SMA sampai kuliah tapi ya jarang melakukannya kalau depresi saja. Karena akhirnya dia bertemu dengan perempuan yang baik seperti Rita, yang tidak keberatan dengan masa kelamnya.

__ADS_1


"'Masuk'? Apanya?" Tanya Rita tidak mengerti.


"Ya 'Itu'nya yang masuk. 'Itunya!'" Kata Alex masa iya Rita tidak mengerti maksudnya?


"Ya apa? Hatinya yang masuk? Jelasin dong!" Kata Rita ingin penjelasan yang detail.


Alex menepuk dahinya kalau Rita sama sekali tidak tahu soal sekitar bagian per-mesum-an. Tidak seperti dirinya yang sudah tahu semuanya bahkan spot wanita yang membuat mereka semua bergairah. Rita adalah pemula yang benar - benar bersih dari semua itu, membuat Alex semakin tertarik dan ingin dengannya. Hanya dia tahu jalannya akan sulit dan terjal, karena sangat terjaga oleh Allah swt.


"......" kata Alex tidak bisa berkomentar. Kalau dijelaskan sudah pasti mengamuk Rita ini.


"Kamu kenapa sih? Oh, sudah terlalu larut ya. Kita tidur saja ya kamu jadi error hanya karena aku cerita soal film. Besok aku kuliah sore hari jadi dari pagi sampai siang aku ada waktu banyak," kata Rita. Kalau saja Alex ingin membahas tentang film yang baru dia tonton.


Alex yang tadinya menangis kini tertawa dan mengusap air matanya yang jatuh. Itu adalah air mata penyesalan dan memang Alex agak cengeng juga, hal yang dia lakukan ini sangat berbeda sekali dengan Ney.


"Jangan! Kita kan hampir tidak pernah chat lagi, aku lagi ingin chat sama kamu lama," kata Alex antara kesal sakit kecewa tapi kalau ditinggalkan Rita, dia tidak sanggup lalau bagaimana mengenai perjodohannya dengan Ameera?


"Iya. Aku juga besok harus konsultasi ke dokter mau periksa jantung," kata Alex melihat jadwalnya sendiri. Pasti... Ameera akan datang juga. Perempuan itu sebenarnya sudah melakukan hubungan lebih jauh dengan pacarnya apa kedua orang tuanya tidak tahu? Meskipun sudah berubah tapi sifat dasarnya yang perempuan preman itu masih ada.


"Oh iya aku jarang dengar kamu drop lagi," kata Rita hampir lupa karena banyak chat.


"Berkat kebodohan seseorang jadi my mom juga heran besok mau periksa tapi aku selalu bisa On kok," kata Alex meyakinkan.


"Oke, itu kan hanya film, nyatanya kamu sekarang masih hidup berapa kali kamu diberi keajaiban untuk segera bertobat?" Tanya Rita menghitung sejak dia dari usia SMA sampai sekarang. Sudah lebih dari 20 mungkin ya. SD kan tidak ada kejadian nakal, SMP juga dia lewat begitu saja.


"Banyak sih tapi akunya yang nakal sama sekali meremehkan semua hal yang ada di depanku," kata Alex tertawa. Sama sekali tidak lucu, bodoh!


"Banyak lho orang yang diberi koma lalu bisa hidup kembali. Jangan kamu meremehkan sesuatu hal bagaimana kalau Allah swt sudah bosan, saat kamu bermaksud ingin jadi baik ya sudah terlambat," kata Rita yang kesal dengan Alex dia memang sangat mudah meremehkan banyak hal termasuk Rita sendiri. Merasa dia punya banyak kekuasaan dan uang, bisa membuatnya lupa siapa Hakim dunia ini sebenarnya.

__ADS_1


"Memangnya Allah swt bisa merasa bosan?" tanya Alex yang menyengir pada ucapan Rita. Menurutnya Rita lah yang terlalu sok tahu soal segalanya berpikir dia sedang membanggakan dirinya sendiri sebagai yang paling benar.


"Bisa dong! Kalau Allah sudah mulai bosan itu berbahaya lho," kata Rita hanya mengingatkan Alex.


"Istidraj ya," kata Alex menebak. Selama ini dia merasa begitu juga tapi menjadi sombong karena dia sejak lahir sudah sakit. Jadi mana mungkin Allah berbuat begitu kepadanya.


"Iya. Kamu tidak begitu kok, normal sih. Tapi sombongnya masih. Sudah benar tobat kan?" Tanya Rita.


"Karena ada seseorang yang selalu membuat aku tertawa dan menyemangati jadi aku tidak kepikiran untuk melakukan itu lagi. Apa judul filmnya?" Tanya Alex. Dia penasaran apa benar ada filmnya? Tapi dia yakin itu hanya akal - akalan Rita untuk terus menyindir kehidupannya.


"Judulnya Sad, itu film yang membuat aku menontonnya mengeluarkan, 'Syukurin lu!' Kisahnya sama seperti kamu sih. Hehehehe," kata Rita sambil mengirimkan foto cover filmnya.


Lalu Alex mulai mencari dan keluarlah film dengan judul dan cover yang sama. Ternyata memang ada filmnya lalu Alex juga melihat isi sinopsisnya. Memang seperti yang Rita ceritakan, isinya sadness banget. Masa iya hidupnya juga akan berakhir sama seperti tokoh utamanya?


"Kenapa kamu bilang begitu? Jadi membuat perasaan tidak enak saja," kata Alex sambil manyun.


"Soalnya sudah hidup diberi yang enak tapi malah disalahgunakan. Terus kalau merasa kesepian ya ubah kek sifatnya sampai kena ditinggalkan teman. Kalau sudah sampai tahap itu berarti itu orang memang sudah layak jadi binatang!!" Teriak Rita dalam chatnya.


"Aku tidak jadi melihat filmnya," kata Alex langsung menyusut membaca apa kata Rita. Dia merasa salah juga nanti saat menontonnya meskipun hanya film.


"Kenapa?" Tanya Rita merasa aneh. Masa iya dia jadi pundungan?


"Soalnya kamu malah bilang sukurin saat tokoh utamanya mati," kata Alex merasa tokoh utama itu sama dengannya ternyata disumpahi mati.


"Itu kan hanya film aneh kalau kamu menyangka sama hidupnya dengan dia. Kamu cengeng ya lebay sekali. Merasa tersindir ya?" Tanya Rita langsung to the point.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2