ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(121) 21+


__ADS_3

"Itu jawaban Alex. Parah total si Ney hahahaha kacau dibalasnya juga lebih parah. Akhirnya ketahuan ya disana dia awal mendukung kamu tapi dia lalu membelok dukungan ke orang lain," kata Arnila yang tampak puas sekali.


"Sepertinya dia lupa kalau dia balas komen di akunnya, Nil. Biarkan sajalah lagipula baca saja apa yang Alex jawab di akhiran, itu menurut aku lumayan kena tabok!" Rita tertawa.


"Hahahaha benar juga,"


"Kalau kamu ada disitu bagaimana mau dukung Alex juga?" Tanya Rita.


"Ya tidaklah. Siapa dia? Yang kenal kan hanya kamu saja kalau Ney kan cuma selintas tapi dia sudah merasa yang paling tahu. Hati - hati ya, Ri dia suka banget mengklaim apapun sebagai hasil dirinya. Aku hanya tertawa saja membaca komen Alex. Rasain!" Arnila sangat semangat. Tahulah dia juga kan selalu terkena intimidasi Ney.


"Baru tahu aku kalau dia bisa seperti itu. Teman - teman aku juga tidak ada yang suka sama dia kalau tujuannya tercapai dia bisa tendang orang yang sudah lama dekat dengannya. Kamu juga pasti merasa kan? Apa dia cerita soal balasan chat dari aku?" Tanya Rita dia lupa tadi Arnila mengirimkan copy paste chat mereka.


"Aku kan sudah kirim. Kamu lupa ya?" Tanya Arnila menyelipkan emot kedua mata yang segaris.


"Wahahaha maaf maaf. iya ya sudah ada. Sebel banget berisiklah dia. Heboh sendiri,"


"Dia itu menurut aku kasihan sama kamu selama ini kamu masih sendiri. Sebelum ini, dia pernah datang ke rumah nanya soal kamu, 'Rita bagaimana ya kabarnya? Apa dia masih sendiri di usianya uang sekarang?' Tadinya sih dia mau bantu kamu kenalin sama dia ke temannya. Sudah bekerja juga terus seorang manajer HRD gitu. Tapi aku bilang 'Lu yakin mau kenalin dia?'"


"Memangnya kenapa, Ar?" Tanya Rita. Kenapa Arnila tampak tidak setuju?


"Ya aku tidak setuju karena teman yang mau dia kenalin itu, bukan lelaki yang baik entah apa maksud dia mau kenalin temannya itu. Aku bilang kan 'Rita itu berjilbab masa kamu kenalin Zed sama Rita sih? Tidak cocok banget!' Tapi kata Ney, pasti bisa cocok kali saja Rita bisa menyadarkan Zed jadi anak baik. Tapi aku tidak yakin sih, Ri.. soalnya 11 12 sama Ney sih,"


"Ya Allaaah kalau begitu sih aku setuju sama kamu. Lalu bagaimana?" Tanya Rita penasaran.


"Zed sempat bertanya soal pribadi kamu


Tidak enak juga sih bilangnya tapi dia bilang 'Berapa "ukuran" teman kamu? Cantik tidak?' Nah dari situ, aku mulai marahin Ney. Aku tidak yakin dia mau menjodohkan kamu, aku lebih takut dia sengaja ingin menjebak kamu. Niatnya baik sih tapi dia tidak bisa memilih - milih orang. Dan tetap ya,dia hitungan tentang siapapun padahal banyak lho teman dia yang masih single dan statusnya lebih tinggi dari Dins,"


"Hmmm aku sih tidak peduli yang penting dia lucu saja. Terus? Jadi mau dikenalin ke aku?" Tanya Rita lagi.


"Tidak jadi karena saat itu dia datang ke rumah kamu, kamu lagi kenalan dengan Alex. Dari situ dia mulai agak tidak percaya ya. Dia cerita sih ke aku soal itu, dia kaget setengah mati. Alex hampir mirip dengan teman kita, Ri namanya Hendo.. parah banget gantengnya terus kaya Ney kan naksir sama dia tapi sayang, bukan tipe dia. Sekarang sih sudah menikah Ney langsung patah hati,"


"Wooow untung sudah menikah ya," balas Rita terbayang kalau Hendo belum menikah dan bertemu.


"Hahaha iya. Aku bilang 'Makanya jangan hitungan kalau mau membantu orang. Jadi saja sama Allah Rita diberi yang lebih dari Hendo mana mereka mulai dekat pula.. boleh niat membantu tapi jangan sekali - kali kamu mengharapkan balas jasa atau pujian. Karena kadang ya Rita, orang yang kita bantu malah melupakan jasa kita,"


"Benar. Lebih baik membantu dengan niat mengumpulkan pahala. Tidak akan rugi deh," kata Rita sambil minum air.


"Rita, kamu jangan marah dan salah paham dulu deh sama Alex. Menurutku itu bukan pacar barunya bisa jadi kan saudaranya atau kakak perempuannya? Lebih baik kamu tunggu penjelasan dari Alex deh,"


"Apa iya? Aku sedikit sih ada rasa sedih dan cemburu," kata Rita yang bisa jujur pada Arnila.


"Iya aku tahu kok. Tenang saja, Alex bingung mau memberi penjelasan bagaimana pasti kamu banned dia kan. Dibuka ya,"


Rita lalu menuruti perkataan Arnila dan memberitahunya kalau - kalau Alex menghubunginya, Rita sudah membuka kunciannya.


Baiklah. Kita pindah ya ke obrolan dari akunnya Alex yang dimana ada debatan sedikit soal pendapat Ney. Tentu saja hal itu tampak dan terbaca oleh beberapa orang terutama dua sahabat Alex, yaitu Ion dan Aran. Ion sahabatnya dari Indonesia juga tapi semasa sekolah SMP sampai Kuliah selalu bersama dengan Alex begitu juga Aran. Orang tua Ion asli orang indonesia tapi kalau Aran, keduanya orang Malaysia jadi percampuran bahasa Indonesia dan Melayu sudah sering Alex telan.


Ion : "Who was that? The woman who did you mean? ( Itu tadi siapa? Perempuan yang dimaksud siapa? )"


Aran : "Don't tell me you got a new prey again? ( jangan bilang kamu mendapat mangsa baru lagi? )"


Alex : "I shouldn't have included that photo ( harusnya aku tidak mencantumkan foto itu )"


Ion : "What do you do with your sisters photo? Who want to heat up? ( Buat apa kamu pasang foto cikpuan? Mau memanasi siapa sih? )"


Alex : "Someone but got excited because of one person ( seseorang tapi malah heboh gara - gara satu orang )"

__ADS_1


Aran : "What's is Ney's name? ( yang namanya Ney itu siapa? )"


Alex : "Hers friend ( dia temannya )"


Aran : "How can she talk like that about her friend? If her friend finds out it can be fatal ( kok bisa dia sampai bicara seperti itu soal temannya? Kalau temannya tahu bisa fatal )"


Alex : "Later she will also be slashed by her friend ( nanti juga dia akan terkena tebas temannya )"


Ion : "Won't you just explain? In order to minimize the actions of her friend ( tidak akan kamu jelaskan saja? Supaya meminimkan tindakan temannya )"


Alex : "No need. Let her friends tell her who cikpuan is, if she wants. I'll explain to her later. I'm currently banned ( Tidak usah. Biar temannya yang memberitahu dia siapa cikpuan, kalau dia mau. nanti aku akan jelaskan sama dia. Saat ini aku terkena banned )"


Ion dan Aran : Hah? HAHAHAHAHAA


Alex : "You guys... ( kalian... )"


Aran : "Usually you are banned by many women why can it be the opposite? (Biasanya kamu yang banned banyak perempuan ini kenapa bisa kebalikannya? )"


Ion : "You who are always superior can also be subjugated. Introduce ( kamu yang selalu superior bisa juga ada yang menundukkan. Kenalkan )"


Alex : "NO! She is special ( tidak boleh! Dia istimewa )"


Ion : "One night friend? ( teman satu malam? )"


Alex : "W...HHAAAATT!? ( a....pppaaaa!? )"


Aran : "I don't think so, Ion. If it's special it looks like you take good care of the woman. You haven't touched her have you? ( sepertinya bukan, Ion. Kalau istimewa sih sepertinya kamu menjaga wanita itu baik - baik. Kamu belum menyentuh dia ya? )"


Alex : "How? She is in Indonesia, where am I? ( bagaimana? Dia di Indonesia, aku di mana? )


Alex : "No, I'm sure she will be loyal. It's just that you know, I'm the one who feels guilty ( tidak, aku yakin dia akan setia. Hanya saja kalian tahu kan, akulah yang merasa bersalah )"


Aran : "Try you at that time to obey a little with our suggestions. You're too upset to give up something precious if only you could endure it ( coba kamu waktu itu menurut sedikit dengan saran kami. Kamu terlalu kesal sampai menyerahkan hal yang berharga kalau saja bisa kamu tahan... )"


Alex : "She really accepts me even though my virginity has been taken away from whatever woman. But if she is my soul mate, take it easy I can still satisfy her ( dia sangat menerima aku meski keperjakaanku sudah diambil entah wanita yang mana. Tapi kalau dia jodohku tenang saja aku masih bisa memuaskannya kok )"


Ion : "You still leave satisfaction? She will give her virginity to you if you can endure not having anyone. Are you capable? We know what you're like ( Kamu masih menyisakan kepuasan? Dia akan memberikan keperawanannya pada kamu kalau kamu bisa bertahan tidak memiliki siapapun. Apa kamu mampu? Kita tahu banget kamu seperti apa )"


Alex : "Could be because she is not the type of woman who is easy. She's a virgin only for me even though I feel unworthy but somehow I can't leave her ( bisa karena dia memang bukan tipe wanita gampangan. Perawan dia hanya buat aku saja meski aku merasa tidak pantas tapi entah kenapa aku tidak bisa meninggalkannya )"


Ion : "Can't be left because you haven't touched it. I don't know if you have dismantled the virgin, will you continue to be faithful? ( Tidak bisa ditinggalkan karena kamu belum menyentuhnya. Entah kalau kamu sudah membongkar perawannya apakah akan terus setia )"


Alex : "Of course! She's not like Kayla ( tentu! Dia tidak seperti Kayla )"


Aran : "Kayla is less aggressive when you are in action. What about people you know now? ( Kayla kurang agresif sewaktu kamu beraksi. Kalau tentang orang yang kamu kenal sekarang bagaimana? )"


Alex : "She can satisfy me later I will get her completely. I wish if I met him a little I could touch some parts of hers body ( dia bisa memuaskan aku nanti akan aku dapatkan dia sepenuhnya. Inginnya kalau bertemu sedikit saja aku bisa menyentuh beberapa bagian tubuhnya )"


Aran : "Not again ( mulai lagi )"


Ion : "Hey hey, hold on. I'm sure the woman now is very special. Don't let you snatch it before you get married ( hei hei, tahan dirilah. Aku yakin yang sekarang wanitanya sangat istimewa. Jangan sampai kamu merenggutnya sebelum menikah )"


Alex : "It's not going to be that way. Only ... if it's allowed I want to mark in his mouth and suck her tongue, a sign that she will be mine ( tidak akan sampai segitu lah. Hanya... kalau diijinkan aku ingin menandai dalam mulutnya dan menghisap lidahnya, tanda kalau dia akan menjadi milikku )"


Aran : "Kissing is not a sign that she is already yours, there must be a ceremony too ( ciuman bukan tanda dia sudah jadi milikmu harus ada upacara juga )"


Ion : "Then after you get the lips and tongue there must be one more part right? ( lalu setelah kamu dapatkan bibir dan lidahnya pasti ada satu bagian lagi kan? )"

__ADS_1


Alex : "Hahahaha damn talking yo you guys like this, I want something to happen to her. I want to hold her breasts, squeeze a little until shes tense then I make a sign ( Hahahaha sial bicara begini sama kalian, aku jadi ingin kejadian sama dia. Aku ingin memegang gunungnya, meremasnya sedikit sampai dia tegang lalu aku buat tanda )"


Aran : "I'm sure now you're masturbating ( aku yakin sekarang kamu sedang masturbasi )"


Alex : " Almost ( hampir )"


Ion : "You must have thrown it ( kamu pasti dilemparnya )"


Alex : "I'll tell her later. I want her to be mine. As long as we get intimate and just making love. At least it's light ( aku akan katakan nanti. Aku ingin dia jadi milikku. Asalkan jangan sampai intim dan Making Love saja. Sedikitnya yang ringan saja )"


Ion : "It's better for you to hold on until the sacred event and then after that you can bee freer again. Don't be like Kayla after you strip her it turns out shes playing with some other friends ( lebih baik sih kamu tahan sampai acara sakralnya lalu setelahnya kamu bisa lebih bebas lagi. Jangan seperti Kayla setelah kamu telanjangi dia ternyata dia ada main dengan beberapa teman lain )"


Aran : "Oh yes, she's really bad. She once begged us both to play with her but of course we refused. I don't want to lose Shinta and Ion, already engaged to Dipta ( oh iya parah banget dia. Dia pernah merayu kita berdua untuk main dengan dia tapi tentunya kita tolak. Aku tidak mau kehilangan Shinta dan Ion juga kan sudah mau tunangan dengan Dipta )"


Alex : "Between sad but happy she's gone ( antara sedih tapi senang dia sudah tidak ada )"


Ion : "Now don't let you repeat the previous one. You have to take good care of this girl ( Sekarang jangan sampai kamu mengulangi lagi yang sebelumnya. Perempuan ini harus kamu jaga baik - baik )"


Alex : "Certain. After marrying her, I will be able to have her forever. I promise to always be loyal to her because she is able to survive even thought she often runs away when I start to go crazy ( pasti. Setelah menikahinya, aku akan bisa memilikinya selamanya. Aku janji akan selalu setia padanya karena dia sanggup bertahan meski sering kabur saat aku mulai menggila )"


Aran : "Are you sure she can keep up with your crazy lust? ( Yakin dia bisa mengimbangi ***** gila kamu? )"


Alex : "What I noticed can even if taught she can be very wild and both of us can last all day in the room hahaha ( yang aku perhatikan bisa bahkan kalau diajari dia bisa sangat liar dan kita berdua bisa bertahan seharian di kamar hahaha )"


Ion : "You know as usual. Then will she just stand still when you act or groan? ( kamu tahu seperti biasanya. Lalu apa dia akan diam saja saat kamu beraksi atau mengerang? )"


Alex : "Shut up when it's good, sigh because it's the first time she know "mine" and moan when I start to move wildly. Aaaah I want it ( diam kalau sudah enak, mendesah karena pertama kenal punyaku dan mengerang kalau aku mulai bergerak liar. Aaaahhh jadi ingin )"


Aran : "Want to be introduced to all skills? ( mau dikenalkan semua skill? )"


Alex : "Of course! And all positions styles from soft to hard. She will exclaim I will take the war later in the room ( tentu saja! Dan semua gaya posisi dari lembut sampai keras. Dia akan seru aku ajak perang nanti di kamar )"


Ion : "There will be a fight ( akan ada perlawanan )"


Alex : "Surely she's rebelling but will lose with my hard hugs and bottom push. Especially one hand that squeezed her breasts as a diversion. And I will place my other hand to lift the other her leg and...you know next ( pasti dia memberontak tapi akan kalah dengan dekapan dan dorongan bawahku yang keras. Apalagi sebelah tanganku yang meremas gunungnya sebagai pengalihan. Dan tangan satuku lagi akan aku tempatkan untuk mengangkat kaki sebelahnya dan... kalian tahu selanjutnya )"


Aran : "You press until she sighs and hold your pressure in. Her hands will definitely not stay still. Can you stand it? ( kamu tekan sampai dia mendesah dan menahan tekanan kamu masuk. Tangannya pasti tidak akan tinggal diam saja. Kamu bisa tahan? )"


Alex : "Of course! Surely She will start to move to feel my swish. I am 100% sure she will like and want more. I will attack her from behind first to build his passion out ( tentu! Pastinya dia akan mulai bergerak untuk merasakan desiran punyaku. Aku yakin 100% dia akan suka dan ingin lagi. Aku akan menyerangnya dari belakang dulu untuk membangun gairahnya keluar )"


Ion : "First you have to gently squeeze her breasts and another suck so she won't be to let go of your straw. The other hand you wrap your hand to hold ( awal kamu harus lembut remas gunungnya dan satu lagi hisap jadi dia tidak akan bisa melepaskan sedotan kamu. Tangan satunya kamu lingkarkan tanganmu untuk menahan )"


Alex : "Sure it is. When she feels good and comfortable, I start tracing down and make a mark. Around her crotch until she moans then I crush his calves ( pastilah itu. Kalau dia sudah merasa enak dan nyaman, aku mulai menelusuri ke bawah dan membuat tanda. Di sekitar selangkangannya sampai dia mengerang lalu aku ***** betisnya. ) ENOUGH!!! ( CUKUP!!! )"


Kedua temannya lalu tertawa kegirangan akhirnya mereka bisa membuat Alex masturbasi. Pastinya Alex membayangkan keranuman tubuh sintal Rita dan bibirnya yang segar seperti strawberry masih pink dan tampak lezat. Alex bisa melihat sosok Rita dengan Astral Projection dan dia memang sedang menahan hasrat untuk memilikinya. Dia tidak ingin merusak rencananya seperti sebelumnya.


Ion : aku yakin Perempuan itu masih ranum karena kamu sangat menjaga dia


Aran : jangan sampai kamu membuat kesalahan dua kali. Kami ingin melihat kamu memiliki istri yang pas dan tidak mudah meninggalkanmu


Alex : thanks. Dan aku harus menuju toilet. Aku masturbasi parah membayangkan wanitaku itu, Ughh... aaahhhh! Akan lebih enak kalau aku benar - benar bisa menikahinya


Aran : ya ampun! benar - benar masturbasi! Bertahanlah banyak berdoa agar wanita kamu tidak ada yang merebutnya


Alex : jangan aku akan menunggu dia. Aku ingin dia menjadi milikku sepenuhnya semoga Allah SWT ikhlas memberikan dia untukku


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2