ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(263)


__ADS_3

"Ri, mau beli kentang goreng tidak? Disini enak banget lho menunya ada bola kentang sosis isinya ada udang dengan mayones. Kamu kan suka sama kentang ya. Terus ada stik kentang keju, kentang spiral, terus ada hotang juga!" Kata Komariah dengan antusias.


"Kamu mau beli?" Tanya Linda ke arah Komariah.


"Mau murah juga hanya Rp 15.000,- tuh," tunjuk Komariah. Hotang itu yang isinya sosis plus keju moza lalu kalau dimakan melaaaaar kejunya.


"Yuk yuk.. sepertinya enak banget," Linda juga tertarik karena ternyata mereka sedang mempromosikan makanan tersebut.


Setelah adu debat dengan Rita, Ney pun kembali seperti biasanya, dia merasa sama sekali tidak ada rasa penyesalan atau rasa seperti apalah karena dia memang tidak mau mendengarkan omongan orang. Mendengar apa yang temannya katakan, dia tergiur juga melihat penampakan makanannya kemudian memandangi Rita yakin dia pasti akan ikut membelinya. Jadi dia tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Gemas sekali mengenai Ney ini, bagaimana ya? Dia memang muka badak banget, sama sekali tidak punya rasa malu. Cuek pun ada kalanya tidak terlalu cuek dengan norma kesopanan tapi berhubung ini Ney, dia benar - benar minus.


Semua temannya membeli hoyang tersebut termasuk Diana. Namun tidak dengan Rita meski dia juga ingin sebenarnya. Dikarenakan ada suatu kondisi yang sangat tidak mengenakkan ujungnya. Komariah tampak senang saat membelinya lalu memakannya dan benar saja kejunya mantul!!


"Huwaaa melar ini!" Katanya sambil tertawa.


"Hmmm enak!" Kata Siti yang baru pertama mencobanya.


"Kamu tidak beli?" Tanya Annisa pada Rita yang hanya memperhatikan mereka makan.


"Oh iya, tumben! Kamu tidak suka kentang? Bosan?" Tanya Diana, sama sekali bukan Rita kalau tidak membeli kentang.


Rita membalas dengan wajah datar lalu memberikan kode pada mereka dengan memutar bola matanya ke arah Ney. Mereka tidak mengerti memangnya kenapa? "Tidak. Kalau aku beli nanti ada yang meminta makananku sampai habis. Sudah? Kita menuju mana lagi nih?"


Mereka lalu baru mengerti arti kode yang dibuat Rita, mereka juga nampak seperti "Hah? Masa sih?!" Tidak percaya kalau Ney orangnya begitu tapi bercermin pada yang terjadi di taman, bisa jadi. Dan nampak Ney kecewa karena Rita ternyata tidak membeli seperti teman - temannya.


"Serius tidak malu banget ya," bisik Linda ke Diana. Mereka mengangguk memandangi Ney dengan kesan yang tidak enak banget.


"Kita belum ke lorong sana, katanya ada film horror ya!" Kata Komariah sambil menarik Rita menyusuri lorong Horor.


Rita malas banget kalau soal Horor! Karena memang tidak suka kalau tidur takut terus terbayang. Mana dulu pernah sampai mengalami alhasil tidak tidur seharian. Soal hal mistis pun masih terus dialami Rita tapi dia sudah tidak takut apalagi, dia sudah pindah kamar. Kamarnya yang dulu dijadikan kamar tamu oleh orang tuanya.


Mau dibicarakan seperti apapun, nampak Ney tidak peduli karena dalam pikirannya Rita pasti akan selalu menerima dia. Padahal dalam batas kesabaran Rita sebenarnya tersisa 50% lagi dan tentu saja "petasan sabar" Rita semakin menurun.


"Kita nonton ini yuk nanti kalau sudah ada sekarang masih coming soon sih," kata Komariah semangat sekali.


"Haruskah??" Tanya Rita yang melihat cover judulnya sangat tidak memungkin dirinya mampu menonton.


"Kalau takut lepas kacamata saja. Kamu rencana mau nonton apa?" Tanya Diana pada Rita yang sudah pucat melihat film seram.


"Ada tuh tadi tapi masih lama ternyata sebulan lagi baru keluar. Detective Conan itu yang Live actionnya," kata Rita.


"Nanti gantian, Ri! Mau kamu dulu boleh, keduanya saya," kata Komariah senyum.

__ADS_1


"Haih! Kamu dulu saja deh dari horor ke detektif daripada harus nonton yang seram belakangan nanti malam tidak bisa tidur!" Kata Rita terbayang dengan setan film itu.


Komariah lalu bertepuk tangan menantikan kedatangan film horor itu, sedangkan Rita harus mulai menyiapkan mental eh tapi... benar juga ya dia kan bisa lepas kacamata hahaha! Rita juga senyum - senyum setidaknya benar dia bisa lepas kacamata saja kan nanti melihat buram hanya bisa mendengar suara saja.


"Di antara kita yang tidak suka film horor hanya Rita saja ya?" Tanya Tamada mereka semua tertawa.


"Tenang meski tidak suka aku bisa lepas kacamata jd tetap bisa ikut gabung," kata Rita dengan bangga.


"Apa enaknya lepas kacamata terus nonton horor? Cuma bisa dengar suaranya," kata Ney dari samping Rita.


"Hanya Rita yang bisa merasakan sensasinya," kata Siti kemudian mereka tertawa. Diana menawari Rita hotangnya lalu Rita hanya mencomot sedikit saja. Ney hanya bisa memperhatikan dan kesal sih karena tidak ada yang menawarinya, toh Rita sudah otomatis memberikan peringatan pada semuanya lewat kata - katanya.


"Nanti aku mau beli kalau dia sudah pulang. Antar ya," bisik Rita ke Diana dan Komariah. Mereka mengangguk mengerti. Melihat Ney yang manyun ke arah menu makanan tapi dia tidak mau mengeluarkan uang apalagi tampaknya Rita sudah menyadari kebiasaan dirinya yang selalu mencomot makanan milik Rita. Sindirannya memang untuk dirinya yang sama sekali tidak tahu malu yah meskipun teman tapi tetap saja mencomot makanan orang sampai habis bahkan, itu disebut minus akhlak.


Rita sadar selama ini dia yang paling banyak kerugian kalau pergi kemanapun bersama Ney. Rugi uang dan juga makanan, dia yang beli Ney yang habiskan kan keki jadinya! Tapi kalau dia punya makanan sendiri, sama sekali tidak mau diminta katanya takut kehabisan. Tapi anehnya setiap makanan yang dibeli olehnya selalu terasa tidak enak dan ada bau yang tidak mengenakkan juga padahal makanannya dibeli bersamaan. 🤔🤔🤔aneh sekali setelah itu Rita sama sekali anti mencicipi makanan yang dipunya Ney.


Sadar ternyata Rita tidak menyukai film horror Ney manggut - manggut dengan ekspresi yang, 'Bagus! Sekarang gue tahu kelemahan lu!' Seperti itu. Yah pokoknya bukan hal yang bagus deh kalau soal Ney mengetahui sesuatu tentang Rita. Dia akan menjadikan pengetahuan soal Rita semacam alat entah untuk apa. Biasanya penukaran informasi, Ya Allah jauhkanlah orang tipe macam ini!


"Kamu tidak suka film horor toh, aku baru tahu," kata Ney yang berjalan mendekati Rita.


"Hah? Masa kamu baru tahu sih? Kita semua saja sudah tahu lama. Kemana aja neng selama beberapa tahun lalu masa sih kenal Rita sejak dari SMP sampai sekarang, baru tahu dia tidak suka film horor?" Tanya Annisa keheranan. 'Benar memang bukan tipe teman baik.' Pikir Annisa.


Selintas Ney membaca pikiran Annisa dan dia terdiam mendengarnya. Semua orang yang dia dengarkan kecuali Rita dan Tamada. Tamada ini membuat Ney heran karena dia tidak mendapatkan perkataan apapun.


"Bukan sibuk tapi memang kamu tidak peduli tentang orang sekitar. Kamu lebih peduli sama diri kamu sendiri mungkin itulah yang menyebabkan kamu kurang ilmu Pertemanan bisa berefek fatal lho kalau kamu hanya mengandalkan per-dugaan," kata Tamada yang menyilangkan tangannya di dadanya.


"Ditambah kamu kan memang bukan temannya Rita mana ada teman yang menjelekan temannya sendiri. Kamu hanya seperti teman biasa tapi yang biasa banget jadi tidak ada khusus begitu. Yah, jauhlah dari tipe teman seperti Komariah dan Mbak Diana juga, kamu dengan kita saja beda jauh padahal kita baru setahun ya kenal Rita," kata Annisa kepada semua teman - temannya.


Yang lainnya mengangguk mengiyakan karena memang aneh sekali kalau dia baru tahu tentang Rita sekarang - sekarang. Bisa dihitung mereka katanya lama kenal sekitar 4 tahun tapi baru tahu saat Rita kuliah? Itu kan aneh banget! Ney tidak mau tahu tentang apa yang mereka pikirkan, dia mengusap wajahnya dengan satu tangannya. Sudah kesal plus bete pula apalagi perutnya sekarang lapar.


Annisa lalu menjulurkan lidahnya pada Ney dibelakangnya, lalu Linda timpuk pakai tangannya. Mereka tertawa bersama terlihat jelas kalau Annisa sudah tidak bisa menahan rasa kesal kepada Ney.


"Otomatis kok itu kalau kamu kenal orang pasti ingin tahu segalanya tapi kalau sampai baru tahu sih memang kelewat aneh. Itu berarti kamu memang tidak ada niat berteman, jadi anggap Rita sebagai apa dong?" Tanya Komariah.


Ney tidak menjawab, dia sudah lelah berhadapan dengan mereka. Dia pandang ke arah lain, mereka juga jadi semakin malas mengajaknya berbicara. Tapi yah sudah kelewat tanggung juga sih, dan mereka memang sengaja membuatnya tidak betah agar dia secepatnya pulang. Tapi ternyata masih bertahan, apa sih yang dia mau sebenarnya? Toh kalau soal menjauhkan Rita sudah tidak ada kemungkinan juga sih.


"Kita begitu saja terus sampai dia bosan lalu pulang. Soal yang tadi Kom, jangan dipikirkan. Orangnya nyinyir banget! Kita dengar kok apa yang dia bicarakan tadi," Kata Linda menepuk bahunya Komariah.


Komariah tersenyum, dia juga santai menghadapi Ney meski dia kadang tidak tahan juga ingin sekali memarahinya. Apalagi Rita juga lebih mengsedih karena sudah menjadi korban bully dia.


"Memangnya asli tidak punya teman sama sekali?" Tanya Diana pada Rita yang berjalan menjauh.

__ADS_1


"Makanya sampai Rita selalu makan hati soal cerita itu menurut kamu bagaimana?" Tanya Siti yang bergabung dengan mereka.


"Ya kalian sendiri lihat dia seperti apa mana ada juga yang mau?" Tanya Rita sambil menyunggingkan mulutnya ke arah Ney.


"Rita, mau sampai kapan kita disini? Aku bosan nih! Kalau masih lama mendingan aku pulang saja deh!" Kata Ney yang menggerutu kesal. Yang mereka lakukan hanya melihat - lihat mana dia juga sudah kelaparan.


"Ya silakan saja kalau mau pulang juga, soalnya yang lain masih betah disini," kata Rita yang heran memandangi Ney. Buat apa juga doa masih bertahan disini? Yang lain aja senang kalau dia benar pulang.


"Soalnya aku lapar nih, mana kamu ternyata tidak beli hotang juga," katanya manyun menatap Rita. Sayangnya Rita tidak peduli.


"Beli saja sendiri ngapain juga kamu tunggu aku beli? Orang aku tidak lapar," kata Rita jutek.


"Bukan begitu maksudnya ya aku kan..." kata Ney yang kemudian dipotong oleh Annisa dengan sebal.


"Ih, kok ada ya orang yang tidak punya rasa malu suruh orang beli makanan tapi dianya mau yang enak. Benar juga ya kalau kamu beli makanan, ada yang menghabiskan makanan kamu!" Kata Annisa menepuk Rita.


"Iya makanya aku malas jajan karena ada orang itu. Aku yang suka eeeh dia yang habiskan! Ikhlas? Mana ada!" Kata Rita yang bete saat itu.


"Kita makan siang yuk, benar sih aku juga mulai lapar. Ke kedai ramen?" Tanya Linda merasakan perutnya berbunyi.


Akhirnya mereka keluar, Komariah tersenyum dengan hotang yang masih ada di tangannya. Baru kali ini dia akhirnya bisa memakan makanan mewah itu dengan harga murah. Rita berjalan dibelakang sambil melihat - lihat toko. Ney yang kesal menghampiri Rita dan mencoleknya.


"Kok lu jadi beda sih sama gue?" Tanya Ney dengan nada sebalnya.


"Heh! Gue masih sama saja kok hanya, gue sudah tidak mau lagi jadi budak lu!" Kata Rita yang membalas nada juteknya.


"Ya aku merasa nya kamu jadi beda. Kali kamu ada masalah sama aku?" Tanya Ney dengan wajah polos tapi super jijik lihat wajahnya.


"Kalau begitu bisa kamu jelaskan apa maksud kamu bilang hal jelek tentang aku ke mereka semua?" Tanya Rita yang berhenti dan menghadapi Ney seorang diri.


Ney membuka mulutnya dan menyisir rambutnya dengan salah tingkah. "Tahu dari siapa? Kok kamu percaya sih?"


"Heh! Gue kenal lu sudah lama, asal lu tahu ya memangnya lu pikir gue buta soal lu? Banyaaaaakkk ya orang - orang yang bilang ke gue kalau lu punya niat jahat sama gue. Begonya, gue selalu tidak percaya sama mereka sampai gue mengalami sendiri! Lu tidak usah deh pura - pura bego lagi, gue pernah tidak sengaja mendengar perkataan lu di rumah lu sendiri saat lu diinterogasi sama nyokap lu! Sakit disini ( dada ), menyadari memang lu selama ini menganggap gue musuh lu!" Kata Rita dengan nada biasa tapi mengungkapkan rasa sakitnya.


"Ya aku tidak tahu kalau lu merasa begitu," kata Ney yang melihat - lihat ponselnya. Langsung Rita merebut ponselnya dan Ney kelabakan.


"Hadapi gue tanpa lu pegang ini. Mau gue lempar? Sekalian hancur nih ponsel sama kaya lu yang sudah hancurkan kepercayaan gue?" Tanya Rita sambil menunjuk ke arah Ney dengan ponselnya. Rita sudah geram banget pada Ney.


"Jangan! Jangan dihancurkan nanti mama marah! Ya lu kan punya banyak teman buat apa lu cerita ke gue segala," kata Ney yang akhirnya mau menghadapi Rita.


"Kalau begitu buat apa lu bilang ke Alex kalau lu sahabat gue? Lu anggap gue musuh mau nampang lu ke dia? Tidak sadar kalau selama ini Alex sudah tahu asli lu seperti apa, dia saja kasihan sama lu yang sama sekali tidak ada yang mau mendekati selain Dins atau Arnila," kata Rita dengan nada galak.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2