
"Jadi kamu kalau praktek seni yang harus memainkan piano bagaimana?" Tanya Alex ingin tahu. Piano sepertinya di Malaysia ya kalau di kita bukan piano asli yang besar tapi piano kecil yang bisa dibawa oleh kita, biasanya ditiup tapi ada juga yang kecil menggunakan baterai.
"Ya aku lewat," kata Rita.
"HAH!? Jadi?" Tanya Alex lagi maksudnya di lewat apa ya?
"Aku ke depan tapi tidak memainkan pianonya hanya melagukan do re mi-nya saja," kata Rita menjelaskan.
Alex menepuk dahinya jadi hanya nadanya saja lalu. "Ya Allaaaah... next next!" Ingin menangis tapi jadinya malah tertawa. Dia jadi ragu kalau harus berpacaran palsu nanti dengan Ameera, apa Rita akan menjauh darinya? Kalau benar, dia akan merindukannya.
Alex menunduk sambil memijat kepalanya yang cenat cenut dan tertawa dengan keras mumpung rumahnya tidak ada siapapun. Tapi melupakan beberapa maid yang bekerja mondar mandir depan kamarnya. Kebanyakan maidnya masih muda dan bekerja di rumahnya karena sangat menyukai Alex atau bisa dibilang penggemar yang rela jadi seorang maid. Tapi tentu saja dengan perubahan yang terjadi pada Alex, mereka bertanya - tanya dengan siapa Alex mengobrol karena sering kali mereka mendengar Alex tertawa keras.
"Okeh! Aku sudah bawa daftar nilaiku nih. Mau aku kirim?" Tanya Rita mengira Alex tidak percaya.
"Taksah nanti kamu malu. Sebutkan saja lah," katanya yang entah harus bagaimana melihatnya.
"Halah! Kamu kan nanya ya aku jawab. Masa sekarang aku mau kasih tahu nilai aku, kamu malah tidak mau?" Tanya Rita.
"🤣🤣🤣🤣🤣," kata Alex menyadarinya.
"Kamu saja pamer IQ kamu," kata Rita cemberut.
"Aku kan memberitahu bukan pamer ya sudah lalu apa ya... dalam bidang seni, alat musik apa saja yang bisa kamu kuasai?" Tanya Alex tertawa lagi. Saladnya sudah habis dia makan lalu minum air yang tersedia dalam kamarnya.
"Angklung, Seruling, Gendang, Gambang dengan Gong," kata Rita selain angklung dan seruling alat musik lainnya hanya menggunakan pukulan tangan saja🤣🤣🤣 makanya Rita paling bisa.
"Eh? Oh iya ya kamu ini Sunda. Gambang apa itu?" Tanya Alex sebagian yang dia tahu memang sedikit toh buat apa tahu alat musim khas Indonesia?
"Kamu kan pintar masa tidak tahu?" Lalu apa yang menjadi kepintarannya masa hanya di bidang pendidikan saja?
"Oh iya ya! Ah alat musik yang dipukul ya sama dengan Gong kan?" Tanya Alex yang langsung mencari tahu menyangka Rita tidak akan menyadarinya.
"Kamu pasti cari di net kan? Apanya yang pintar," tebak Rita tepat membuat Alex tertawa lagi, dia ketahuan!
"Kamu pikir otakku itu semacam Gugel? Lalu kamu bisa memakai itu semua?" Tanya Alex mengalihkan topik.
"Gendang, Gambang sama Gong sih gampang tinggal pukul sesuai irama," kata Rita tertawa.
"Pantas kamu paling ahli dalam alat itu ya. Kalau seruling dan angklung? Jangan bilang kamu hanya bisa dengan nada do re minya saja!" Tebak Alex.
__ADS_1
"Angklung kan tinggal digoyang sesuai tangga nadanya seperti kamu yang goyang di kasur," kata Rita memancing Alex. Sudah pasti dia sekali dipancing yang mesum, kesananya heboh.
"Hahaha goyang di kasur ada iramanya juga tahu. Mau tahu nadanya bagaimana?" Tanya Alex langsung tahu Rita memancing.
"Oh ya seperti apa tuh? Memangnya ada?" Tanya Rita dia memang serius berpikir juga.
"Kalau teriakan perempuan 'Ah' biasa karena dia merasakan sesuatu di tubuhnya dengan kelembutan dari lelaki," kata Alex yang sudah hapal sekali.
"Oh ya biasanya sentuh apa?" Tanya Rita memulai.
"Bisa sentuh kulitnya, biasanya kaki. Perempuan itu lemah di situ," kata Alex mulai kesenangan. Pisangnya agak mulai bangun.
"Lalu?" Tanya Rita penasaran si bodoh ini mulai bagaimana lagi.
" 'Aah' agak pendek dia merasakan sentuhan yang agak mulai disuka," kata Alex.
"Apa tuh?" Tanya Rita dengan ekspresi datar. Menurutnya itu adalah kode dia ingin melakukan pikiran mesumnya.
"Biasanya lelaki menyentuh sesuatu yang membuat perempuan enak seperti badannya, bahu sebuah kecupan," kata Alex tertawa.
"Hmmmm," kata Rita sambil membayangkannya. "Geli juga ya,"
"'Aaaaaah' agak panjang mulai merasa hal yang lebih intens, biasanya lelakinya sudah mulai menjamah sesuatu yang membuat perempuannya enak. Seperti buah dada, lelaki meremas dan memegang lembut membuat perempuan berteriak panjang tandanya dia menikmatinya meski mungkin agak malu," kata Alex.
"Sudah tobat kok. Ini kan kamu mau tahu nadanya bagaimana kan jadi aku jelaskan. Lanjut! Kalau perempuan mulai menggigit bibir bawahnya dan berteriak 'Uuuh' pendek tapi menutup mata, lelakinya meremas buah dadanya dengan lembut dan membuat dia enak karena sambil dipeluk. Biasanya kedua tangannya sambil memegang tangan lelakinya untuk mengendalikan tapi kalau lelakinya lebih kuat biasanya akan pasrah," Alex tertawa yakin Rita agak sebal.
"Tapi pasti melawan kan," kata Rita.
"Iya tapi sia - sia saja. Biasanya ya tangan perempuan menahannya dengan memegang baju lelakinya ada juga yang sampai sobek saking tidak bisa tahan sama efek remasan lelakinya. Biasanya yang bertindak kasar tapi kalau aku lembut kok," kata Alex.
"Ya ya ya," kata Rita datar.
"Nadanya 'Uuuh aah' pendek sambil gigit bibir bawah nahan sakit artinya lelakinya mulai menghisap buahnya kasar lalu menggigitnya pelan," kata Alex. Belum disadari Pisangnya mulai menyembul.
"Kalau misalnya ada nada 'Aaaaaaaa!' lalu perempuannya seperti nahan. Itu bagaimana?" Tanya Rita ingin tahu lagi. Sedalam apa sih pengetahuan Alex nih?
"Pisang lelakinya sudah mulai masuk menuju tempat perempuannya kalau sampai menahan berarti sudah masuk. Kalau perempuannya sampai memegang pinggang lelaki dan membuka lebar kakinya berarti, lelakinya mulai melesak masuk dan perempuan itu menahan masuknya," kata Alex menjawab dengan detil.
"Kalau sudah masuk terus perempuannya goyang - goyang?" Tanya Rita yang dia pernah lihat dalam film dan kenapa harus begitu.
__ADS_1
"Berarti dia kurang pas sama posisi pisang lelakinya atau bisa jadi untuk membalas perlakuan lelakinya dengan bergoyang. Kalau dengan tarikan, sudah pasti memuaskan lelaki juga," kata Alex lalu menyadari pisangnya sudah tegang dan dia langsung berjongkok.
"Kamu bicara begini apa tidak ada efeknya?" Tanya Rita.
"Kenapa kamu tahu laa saya nih sedang berjongkok. Baru sadar kalau Pisangku ingin mendesak keluar. Hanya kamu yang bisa begini," kata Alex membelai pisangnya untuk sabar.
"Kalau saya ada di situ, pasti saya belai," kata Rita cekikikan sengaja agar efeknya lebih mantul.
"OW!" Teriak Alex yang membacanya langsung pikirannya menembus Pisangnya dan tegang.
"Kenapa?" Tanya Rita.
"Menegang lebih hebat. Ada pertanyaan?" Tanya Apex yang sedang mengurus Pisangnya, dia memang sangat keheranan kenapa soal Rita bisa membuat Pisangnya tertarik.
"Kalau ada kata 'Uhhhh... aaaah.... aw aw aw ah ah ah'?" Tanya Rita sambil tertawa mengetiknya.
"Berarti sedang proses pelumatan bagian perempuannya secara lumayan keras. Kamu tahu itu dari mana? Sangsi kalau kamu pernah," kata Alex yang menahan serangannya.
"Film. Aneh sih ada adegan seperti, kenapaa gitu. Kalau ada perempuan begitu sama kamu terus dia teriak - teriak, kamu suka?" Tanya Rita ingin tahu.
"Suka dong. Tandanya kan mereka menikmati banget daripada yang diam. Aku penasaran kamu bagaimana ya?" Tanya Alex yang memang menduga seperti apakah Rita kalau di ranjang.
"Aku dilihat soal hal itu oleh seseorang dulu ya waktu SMA," kata Rita mengingat lagi.
"Serius? Lalu?" Tanya Alex penasaran.
"Bisa puasin suami dalam 3 ronde.. ya begitulah meski aku tidak mengerti sih," kata Rita.
"Oh....wow...aku jadi penasaran. Tapi tenang aku tahu kamu tidak akan beri, setelah menikah kan? Sedikit lagi. Dari tipe mana?" Tanya Alex yang sedikit lagi meledak.
"Hmmm awal sih harus yang pelan dulu tapi karena katanya aku suka tantangan, kata yang lihat yang Pemula 2x praktek langsung bisa," kata Rita meski masih tidak mengerti. Nampaknya Alex langsung lepas tandas nih.
Alex sudah mulai ada dorongan untuk mengeluarkan sesuatu yang akan keluar menyembur. Dia menunggu waktunya sedikiiiit lagi.
"Maksudku level saat kamu bisa melakukannya,"
"Ooh.. Dari yang lembut ke keras? Aku tidak tahu artinya kamu nampak mengerti. Kalau sudah yang selow, katanya aku bisa langsung minta yang keras. Suka tantangan juga pasangannya tinggal ajarkan saja ke sananya bisa. Lalu senang berkreasi begitu jadi suaminya akan puas kewalahan," kata Rita
DUAAAARRRR!!! Meledak juga pisang Alex sambil berpegangan ke dinding, dia langsung merasa lega luar biasa, ponselnya hampir saja masuk ke toilet kalau dia masih bisa sigap menangkapnya lalu menaruhnya di kaca tempat dirinya menaruh tempat sikat gigi. Keringat mengalir deras, dia bisa bernafas lega lalu mandi dulu.
__ADS_1
"Woyyyy!!! Kamu pingsan ya? Aku mau mandi luluran dulu ya. Kita chat lagi nanti. Aku yakin itu kamu meledak ya HAHAHAHA!" Lalu Rita off, begitu juga Alex yang setelah selesai berbaring di kasurnya. Dia mengangkat jempol pada chat Rita lalu terlelap.
BERSAMBUNG ...