
"Kenapa kamu sampai tidak bisa berpikir kalau itu aku simpan sebagai kenangan terburuk lalu kamu buka begitu saja? Apa kamu punya maksud membalas dendam?" Tanya Rita yang tidak enak harus mengingat itu.
"Karena kamu mencari tahu soal masa laluku!" Balas Alex.
"Bukan aku yang mencari, dari mana aku bisa tahu masa lalu kamu? Aku tidak punya kemampuan seperti kamu yang bisa melihat masa lalu orang!"
"Oh berhentilah kamu menyalahkan orang lain,"
"Aku tidak menyalahkan, aku bicara seadanya sejujurnya. Coba kamu terawang aku, apa aku punya kemampuan bisa melihat masa lalu orang?" Tanya Rita dan sepertinya Alex mencari tahu.
"Tidak ada. Jadi itu Ney?"
"Ya memang dia! Dia yang sepertinya agak freak ( kecenderungan orang yang berperilaku sangat keterlaluan atau terlalu kepo sampai melanggar privasi orangnya ) sama kamu! Memangnya aku menganggap masa lalu kamu itu suatu kesenangan? Dan jangan lupa kamu juga sering keceplosan, jadi jangan salahkan aku!"
"Iya iya maaf kalau aku sudah salah! Ney memang aku merasa dia sangat cenderung pada aku ya, berusaha mendapatkanku tapi setelah tahu aku yang cacat di jantung, dia meninggalkanku. Jadi dia tahu semua soal masa lalulu? Dia beritahu kamu semua?" Tanya Alex.
"Semua! Tapi itu sudah terlambat karena kamu duluan yang memberitahuku dan dia heran kenapa aku masih bisa menerima kamu. Aku sudah mengingatnya seperti kamu yang kamu bilang akan menerima aku apapun, itu bukan masa lalu sih hanya kejadian yang menjijikkan. Kamu pikir aku mau mengalami itu?" Tanya Rita.
"Pastinya tidak. Aku benar - benar tidak akan meninggalkanmu.. kamu bisa menerimaku dengan terbuka, jadi aku juga akan lakukan itu padamu. Jadi kamu akan berkisah?"
"Ya kalau kamu bisa menerima ingatan yang aku banned sih,"
"Don't worry I never leave you ( Jangan cemas aku tidak akan pernah meninggalkanmu )," Rita bisa mempercayai itu dan mungkin Ritalah yang akan meninggalkannya? Alex bukanlah orang yang selalu berbohong mungkin nanti dia akan banyak cerita soal kenapa dia selalu berbohong. Kalau Rita masih ingat.
"Tapi kamu kan bisa tahu lewat kemampuan kamu kenapa kamu ingin aku yang ceritakan?" Tanya Rita. Ya Alex memiliki kemampuan lain selain Seventh Sense itu adalah bisa tahu tentang masa lalu seseorang, apalagi otaknya yang pintar karena dia orang IT.
"Aku ingin kamu yang menceritakannya. Meski aku bisa tahu ceritanya tapi tidak selengkap yang dialami oleh pelakunya. Jadi tidak sempurna banget,"
__ADS_1
"Jadi aku mengalaminya saat kuliah, saat itu aku tidak menganggap kejadiannya benar - benar yang aku inginkan dan aku tidak tahu sama sekali hal itu ternyata asli! Tapi aku memang mengalami hari - hari berat dengan kemampuan Seventh Sense aku,"
"Kamu tidak suka memiliki kemampuan itu?" Tanya Alex.
"Aku sangat terganggu! Setiap malam diganggu suara - suara aneh,"
"Ada cakaran, suara tawa, kamu mendengarnya?"
"Jelas sekali!" Jawab Rita.
"Hentakkan suara langkah kaki yang besar atau langkah di tangga?"
"Aku mengalami semuanya!"
"Wooooow! Mereka benar - benar mengganggu kamu! Sama dengan aku lalu kalau penampakkan?" kata Alex.
"Semua. Aku bilang semua kan termasuk penampakkan Kunta dan Toyol ( aka Tuyul ). Tapi kalau genderpuwo ( aka genderuwo ) tidak sih, amit - amit deh! Lanjut!"
"Sudah berkali - kali aku ikut ruqyah tapi siapapun tidak bisa membantu. Ibuku tahu tapi adikku tidak karena dia sangat penakut. Ibuku banyak merekomendasikan tempat ruqyah tapi yah mungkin karena kemampuanku terlalu besar jadi banyak yang angkat tangan. Terutama saat jin itu mulai menguasai tubuhku,"
"Kamu suka bermimpi buruk setelah kejadian itu?"
"Always. That why I'm always so stressed ( Selalu. Itulah kenapa aku selalu mengalami stres berat ). Aku pikir aku bermimpi tapi anehnya sangat terasa bagaimana jin itu menyentuhku dengan lembut lalu kasar. Aku tidak tahu sekeras aku melawan jin itu, selalu berakhir... dia memperkosaku. Aku hanya berpikir harus bangun dari mimpi buruk itu tapi sangat sulit!" kata Rita yang bercerita sambil menangis. Sepertinya Alex pun merasakan kesedihanku yang teramat dalam.
"Aku minta maaf kalau kamu merasa tidak enak. Kita hentikan saja kalau kamu merasa tersiksa,"
"Merasa tidak enak tapi memang kamu tidak sopan dan sama sekali tidak mengerti kata 'Terlarang' karena dalam pikiran kamu, aku harus merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan kan. Aku tahu kamu itu sangat egois, kamu pernah melakukan hal A orang yang berhadapan dengan kamu juga harus sama melakukan itu juga. Aku tahu banget itu yang aku rasakan saat berkenalan dengan kamu, makanya aku ingin mundur saja. Karena kamu tidak peka, sama sekali tidak punya rasa empati!" Kata Rita yang terus menerus menghapus tetesan air matanya.
__ADS_1
".........." balas Alex yang intinya tepat sasaran apa yang Rita rasakan. Itulah Alex, itulah dia yang selalu berpikir semua orang harus mengalami hal sama dengan yang dia alami dan harus merasakan hal yang sama juga.
"Sekarang sesuai keinginan kamu, aku akan terus cerita. Baca saja terserah kalau nanti kamu mengejek aku dengan berpikir 'sama saja tidak suci dengan aku' tapi ingat ya! Aku masih perawan! Sampai aku tidak tidur untuk menghindari jin sialan itu! Aku hanya berani tidur siang sampai mau malam. Malam aku bergadang mengerjakan tugas mengajar!" Tidak ada balasan dari Alex menurut perasaan Rita, Alex sedang mengutuki dirinya sendiri yang terlalu senang bermain api dengan kisah laku orang.
"Lalu setelah bangun, aku berkeringat bercucuran seperti habis mandi dan aku gemetaran hebat. Aku tahu aku tahu! Aku telah diperkosa dalam mimpi oleh jin sialan itu yang harusnya ya dia menjagaku. Dan itulah kenapa aku sangat membenci jin itu dan berusaha semampuku untuk mengusirnya!" Rita menunggu 10 menit agar Alex membalas.
"Lalu soal kasus ku? Kamu benar - benar tidak tahu apa yang jin itu katakan?"
"Aku benar - benar tidak tahu apa yang aku katakan sama kamu, apa yang aku tulis, dan apa yang terjadi sama kamu. Yang aku ingat hanya soal berita kamu jatuh, jantung kamu mengalami komplikasi lagi. Kalau aku tahu, aku akan sangat bersalah dan terus ingat kamu tapi tidak kan?" Rita memang tidak bisa mengingat apa yang dia lakukan waktu itu sampai Alex ternyata koma.
"Jin itu membuatku jatuh dan terus menyerang. Dia datang menantang tapi untungnya Tengku menyerang balik dan jin itu masih ada. Dia memandangku sangat benci, kamu perlu seseorang untuk mengusirnya. Selama dia masih menempel, aku bisa koma kapan saja,"
"Sepertinya 'dia' sangat membenci kamu, aku sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan dan aku memang kaget dia bisa sampai membuat kamu masuk rumah sakit. Sampai aku tidak disukai oleh ibumu awalnya kan tapi aku memang tidak tahu apa yang terjadi. Apa dia mengancam mu?" Tanya Rita.
"Iya. Tapi Tengku selalu ada dan dia mengusirnya dengan sekali tebas," Rita membayangkan hal itu dan merasa merinding.
"Setidaknya sekarang kita tahu, kita seri," kata Rita.
"Ah iya! Meski secara fisik berbeda, itu masih mengejarmu ya,"
"Menurut kamu kenapa ya dia sampai melakukan itu?" Tanya Rita ingin tahu.
"Kalau menurut aku, jin itu menyukai kamu mungkin karena kamu selalu menjaga perawan kamu. Kalau di aku sih, aku takut kehilangan kamu agar kamu tidak dimiliki orang lain, aku akan menodai kamu duluan. Begitu tapi aku tidak akan melakukannya lagi karena aku akan hargai keinginan wanitaku yang ingin dinodai saat sudah menikah,"
"Itulah yang membuat aku melakukan penghapusan ingatan karena sangat tidak perlu diingat. Ney yang tertarik menelusuri soal kamu, aku tidak peduli seberapa buruknya masa lalu kamu. Menjijikkan bukan, kamu bisa pergi kapan saja kalau kamu menganggap aku yang sok suci,"
"Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu, aku senang kamu bisa menerimaku aku juga akan senang menerimamu. Tapi kenapa kamu sampai tidak mau mengingatnya? Aku pikir karena kamu ingin dianggap suci padahal sama saja,"
__ADS_1
"Makanya sedikitnya kamu harus punya rasa empati atau simpati yang dengan otomatis, itu akan membuat kamu berpikir 'Aku tidak sempurna'. Kenapa aku tidak cerita, melihat masa lalu kamu itu sama denganku jadi buat apa diceritakan? Kalau kamu tahu, kamu akan berpikir 'Dia juga tidak sempurna'. Aku memang tidak pernah merasa sempurna, itu bagus daripada merasa sok suci kan. Tidak sadar kalau kejadian itu juga pernah teralami. Dan jangan menerimaku hanya karena kita punya kejadian sama karena tetap saja berbeda. Kecuali kalau kamu masih suka melakukan zina sampai detik ini."
BERSAMBUNG ...