
"Tidak kok, aku punya dendam apapun memang itu yang aku lihat," kata Ney merasa dirinya tengah di sidang oleh Rita. Terkesan dia tidak bisa menerimanya.
"Kalau Gift yang berasal dari Allah swt itu semuanya kebaikan bukan keburukan seperti yang kamu lihat, apalagi soal aku semuanya tentang kecelakaan atau musibah. itu doa kamu ya sebenarnya mungkin karena kamu iri," kata Rita langsung ke pusatnya.
Arnila terkejut membaca pernyataan Rita yang langsung menonjok Ney, tapi dia mengerti merasakan langsung. Arnila juga merasa kalau Ney sebenarnya sangat iri dengan rejeki yang didapatkan oleh Rita. Berulang kali dirinya mengatakan setiap orang memiliki keuntungan yang berbeda. Dia hanya melihat luar sedangkan dalamnya untuk mencapai keberuntungan penuh dengan peluh dan air mata.
"Iya, Ney. Kalau pun kamu melihat yang buruk sekalipun tidak boleh diutarakan sama saja artinya kamu berharap itu yang terjadi," Arnila menimpali. Menurutnya sudah keterlaluan kalau selalu mengatakan hal buruk kepada Rita.
"Bukan. Memang itu yang terjadi kok," kata Ney yang tidak mau kalah. Meskipun memang bukan itu yang tertampak apa yang dikatakan Rita memang benar adanya. Dia sangat super iri kepada Rita yang menurutnya sangat beruntung bisa mendapatkan hati Alex.
"Yakin?" Tanya Arnila yang tidak percaya karena penerawangan yang dia lihat soal Rita sangat bagus sekali.
"Kamu kolab ya dengan Jin? Makanya melihat pribadi orang yang memang baik, membuat kamu kepanasan. Intinya kamu tidak bisa menerima baiknya orang, mereka bahagia kamu tidak sama seperti aku. Padahal aku selalu merasa kamulah yang beruntung," kata Rita kecewa.
Ney terdiam membacanya, ya dia memang inginnya hanya dialah yang mendapatkan banyak kebahagiaan. Allah swt membagikan rejekinya kepada semua manusia entah dia suci atau tidak, kafir atau tidak, semuanya rata dengan kapasitas masing-masing. Yang perlu kita lakukan hanyalah bagaimana cara kita mensyukurinya saja.
"Kamu yang seperti itu tidak punya rasa empati, aku yakin kamu sebenarnya tidak bisa bersosialisasi kan?" Tanya Rita tepat sasaran.
"Aku punya banyak teman kok tidak seperti kamu," kata Ney yang sudah kesal seubun-ubun.
"Kalau memang kamu punya banyak teman kok sama sekali tidak punya simpati atau rasa legowo ya sama orang? Yah, itu juga kalau teman kamu memang benar-benar teman asli yang bisa mendukung dan saling memahami," kata Rita tidak mempedulikan kalau semua perkataannya memanah langsung ke jantungnya.
Arnila hanya tertawa saja membacanya semua yang diutarakan oleh Rita sangat menohok. Pantas Alex sangat menyukainya karena Rita mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya. Karena itulah dalam pikiran tidak ada sama sekali prasangka negatif, karena semuanya lebih baik dia keluarkan.
Ney menggebrak meja belajarnya sendiri karena sudah sangat kesal, dia tahu tidak bisa melawan Rita yang memang dia sangat tahu mengenainya. Kalau saja dia mau belajar jujur dan terbuka, Rita akan bisa membantunya menjadi dirinya sendiri. Tapi dia menolak semenjak lama, ya sudah.
"Contohnya saat kamu tahu aku kenal Alex, aku yakin kamu sudah kelabakan kepanasan macam orang kerasukan padahal aku sama sekali tidak pamer lho," kata Rita yang terus mengeluarkan pendapatnya.
Ney menggenggam kedua tangannya dan sudah bergemetaran, ingin sekali dirinya berhadapan dengan Rita tapi dia terlalu takut. Dia melihat sesuatu yang besar berada di belakangnya bukan soal Jin yang menempelinya.
"Hei! Jangan sok tahu ya, siapa juga yang tertarik sama dia meski banyak uang dan terkenal. Tapi kelakuan begajulan, aku sama dia tidak ada hati ya. Lagian aku ini ya banyak kegiatan kamu saja yang tidak tahu," kata Ney kesal sekali.
"Oh ya? Apa tuh? Selain kamu sibuknya memacari banyak lelaki?" Tanya Rita.
Arnila hanya diam dia tidak bisa menengahi mereka selain menyimak saja. Satu per satu semuanya dikeluarkan oleh Rita. Dia setuju apa yang dikatakan oleh Rita.
"Eh aku itu ya sekarang sering sekali menghadiri ke acara diskusi perkuliahan. Kamu saja yang tidak punya kegiatan. Kalau soal Alex sih memang aku agak kepanasan ya soalnya kamu seperti pamer sih," kata Ney mendelik kan matanya ke arah lain.
Rita lalu mengirimkan foto piagam dari 15 kegiatan seminar alhasil grup chat pun penuh dengan foto. Apalagi dia juga menunjukkan saat dirinya ikut kuis dan menduduki peringkat satu bersama dua orang teman lainnya.
"Ini ya yang kamu sebut pamer. Padahal aslinya selama aku gabung di grup ini, kamulah yang paling banyak memamerkan sesuatu. Sekarang aku pamer nih kalau memang kamu suka mengikuti diskusi pasti ada kan buktinya. Mana?" Tanya Rita meminta.
Disinilah Ney kembali terpojok, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya bukti. Selama ini kalau saja dia selalu ikut saat Arnila mengajaknya mengikuti seminar pasti bisa mengalahkan Rita.
__ADS_1
"Padahal aku sudah sering mengajak kamu ikut seminar. Tapi kamu selalu menolak," kata Arnila yang ikut berkomentar.
"Ih, sayang sekali kamu pasti lebih memilih tidur ketimbang cari ilmu di luar. Kalau panas beli kipas tangan jangan senangnya membuat aku jelek di depan orang lain! Seminar tidak pernah ikut toh," kata Rita.
"Dulu dia sedang sibuk pacaran, Rita katanya tidak sempat kalau ikut seminar takutnya pacarnya minta putus. Padahal pasti senang tuh lihat kamu banyak kegiatan tidak hanya merongrong minta ini itu," beber Arnila.
"Idih. Kamu pernah ikut talk show lalu dapat piagam? Seminar apapun mau yang pendek waktunya pasti akan diberi piagam. Benar tidak, Arnila?" Tanya Rita padanya.
"Iya nih, aku juga punya. Sebentar," kata Arnila lalu mengirimkan banyak piagam seminar. Lebih banyak dari punya Rita.
"Wih, banyak sekali sampai ada untuk game!? Game apa tuh? Apa ada di Play Store?" Tanya Rita antusias. Karena dia memang suka bermain Game Online.
"Oh iya! Aku tuh pernah mau bilang kalau aku mengikuti seminar game. Iya ada permainannya, adik aku juga main sekarang masih ada kok. Aku tahu kamu kan suka sekali Game, namanya MayLand bukan My Land ya," kata Arnila. Dalam ponselnya memang dia juga memainkan game itu.
"Aku juga mau main. Seru tidak?" Tanya Rita yang kemudian mencari game itu dan mendownloadnya.
"Seru! Kita bisa membuat rumah, kebun, taman, lalu ada juga mencari harta karun untuk mendapatkan uang dan diamond. Ini cocok sekali deh buat kamu yang memang senang berjelajah," kata Arnila yang semangat.
"WOOOW! Nanti deh aku mainkan kalau lagi rehat kuliah. Ini offline ya yang bagian match 3 nya bisa dimainkan saat tidak ada kuota," kata Rita memperhatikan game itu yang sangat lucu.
"Kalian buat apa sih main game seperti itu? Seperti anak kecil saja," kata Ney yang sombong.
Rita lalu memfotokan dan membagikan isi game itu di grup dengan selipan kalimat. "Lucu sekali" lalu mengirimkannya pada Alex juga. Yang langsung diberi love dan tanpa sepengetahuan Rita, Alex pun mendownloadnya.
Tanpa mereka sadari, akhirnya Ney juga melihatnya memang lucu tanpa mereka sadari, Ney mendownload dan membuat karakternya dengan kacamata. Agak membuat karakter seperti Rita entah untuk tujuan apa tapi dia tahu Alex memainkannya juga. Sedangkan yang Rita buat adalah karakter bukan dirinya dengan rambut panjang seperti Kaho Sailor Pluto. Sedangkan Arnila dengan rambut pendeknya.
"Ney, kamu ikut permainannya?" Tanya Arnila dalam Game itu karena dia kenal karakter yang dia buat.
"Iya ternyata lucu juga permainannya. Karakternya aku buat agak berbeda bagus kan," balas Ney dalam karakternya.
Tentu saja Arnila tahu siapa tapi dia tidak mengerti maksudnya apa membuat karakter seperti Rita. Lalu datanglah karakter Alex yang bernama Ruben tersenyum pada karakter Rita yang dinamai Mulan dan mengajaknya berkenalan.
Ney kesal dalam game tetap saja Alex menghampiri Rita bukan dirinya padahal dia membuat karakter semirip mungkin dengan Rita. Sekarang Arnila mengerti untuk apa Ney membuatnya yah, memang Hati itu tidak akan pernah salah menilai yang mana yang asli.
Karakter Rita senang menyambut kedatangan Alex, dan Arnila memberikan mereka sorakan. Alex mengajaknya ke taman diikuti oleh Ney yang langsung di tarik oleh Arnila untuk tidak mengganggunya.
'Ini aku,' kata Karakternya.
'Alex? Bagaimana kamu tahu ini aku?' Tanya Rita kaget.
'Tentu saja aku tahu,' balas Alex.
Lalu datanglah karakter Arnila dan Ney ke taman mereka berdua sedang duduk di kursi. Ney kesal sekali kenapa dia malah lebih tertarik dengan karakter palsu Rita daripada karakternya.
__ADS_1
'Itu Rita palsu,' kata karakter Ney.
"Kamu punya niat apa sih?" Tanya Arnila dalam grup.
"Kita lihat saja dia akan lebih suka kamu yang aku buat karakternya atau yang kamu buat. Kalau dia lebih suka karakter yang kamu buat, itu artinya kamu yang sekarang bukan tipenya," kata Ney.
"Dalam game itu kita bebas mau membuat karakternya seperti apa, Ney. Bukan berarti kita harus menjadi orang lain. Aku juga beda kok karakternya tidak seperti aku yang asli, kamu jarang ya main game. Kelihatan kok," kata Arnila yang memang termasuk ke dalam pemain game online sama dengan Rita.
Dalam game, Alex lebih tertarik pada Rita dan dia memegang tangan Rita. Rita lalu tersenyum, Arnila bertepuk tangan tapi Ney kesal.
'Aku tahu ini Rita asli,' kata Alex.
'Rita aslinya kan pakai kacamata bukan yang seksi,' kata Ney menampakkan gambar marah yang sudah otomatis muncul.
'Kamu kenapa sih? Cemburu ya,' kata Arnila keluar gambar menggoda.
"Nil, itu gambar emoji bagaimana sih cara menghentikannya? Tidak sesuai yang aku tampilkan," kata Ney yang salah tingkah apa yang dia rasa ternyata tercermin dalam game itu.
"Itu otomatis, Ney. Kelihatannya game ini menyesuaikan dengan kalimat kita deh. Aku juga bingung nih aku saja muncul emoji menggoda kan," kata Arnila yang tidak memberitahukannya kalau game yang mereka mainkan sebenarnya terdapat mengindikasikan rasa dari sidik jari mereka.
'Cieee ada yang marah nih,' kata Karakter Rita.
'Aku tahu kenapa Rita membuat karakter ini,' kata Alex dalam game.
'Kenapa tuh?' Tanya Ney emojinya mengeluarkan emoji wajah tanda tanya yang lucu.
'Karakter Sailor Pluto ya?' Tanya Arnila duluan yang sudah tahu.
Dalam game Alex agak kecewa karena Arnila menjawabnya duluan dan karakter Rita dan Ney tertawa. Padahal aslinya Ney hanya terdiam bengong, ternyata sistem gamenya memang otomatis.
'Wah, Arnila tahu ya. hebat!' Kata Rita bertepuk tangan.
'Iya dong. Kamu kan suka anime,' kata Arnila lagi membuat Alex sebal.
Tapi dia senang karena bisa berpegangan tangan dengannya. Meski hanya dalam dunia maya, dia terus saja tersenyum.
'Tapi Alex kan tidak suka anime. Harusnya kamu lebih mengerti dia,' kata Ney membela.
'Aku tidak apa-apa selama dia tahu batasannya. Toh aku juga masih suka balapan mobil HAHAHA!' Kata Alex tertawa lebar dan emojinya juga keluar sama yang ditulisnya.
Mereka bertiga bengong. Ney semakin kesal tapi dia masih penasaran apa yang akan mereka lakukan. Tapi tidak berselang lama mereka berdua menghilang lalu Arnila juga kemudian Ney yang kebingungan.
"Kok pada menghilang sih?" Tanya Ney bingung dalam grupnya.
__ADS_1
"Itu tandanya kita semua off ya memang begitu. Kan? Kamu tidak pernah main game apapun jadinya tidak tahu," kata Rita tertawa.
Bersambung ...