ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(310)


__ADS_3

Di perjalanan, mantannya tak henti - henti mengoceh soal mobilnya yang tidak dia ketahui dan Alex hanya terdiam, wajahnya puas membuatnya melupakan apa yang baru dia katakan. Sikap genit dan manjanya keluar lagi jadi memang seperti itulah dirinya.


"Kamu tidak pernah bilang punya mobil sebagus ini," katanya terus memegang dan membuka semua yang ada di dalam mobil itu.


Alex terdiam fokus pada menyetir. "Nanti kalau kita jalan - jalan lagi, pakai mobil ini ya. Teman - temanku pasti terkejut nih," katanya sambil mengupdate status di Pacebuk.


Alex menyengir tipis mendengar perkataannya. Semua orang yang melewati mobil itu teriak keren tapi Alex tidak menghiraukannya. "Menurut saya lebih baik kamu tidak usah buat status mengenai saya dan mobil ini."


"Kok begitu? Ini kan menjadi kenangan istimewa untuk aku. Menjadi momen hubungan kita yang kembali lagi kan. Oh ya kapan kamu pergi ke New York?" Tanyanya penuh tanda tanya dari suaranya terdengar dia menginginkan sesuatu.


"Kok tahu?" Tanya Alex yang tidak melihat ke arahnya.


"Tahu dong ya waktu teman kamu bertanya, aku kan masih ada disitu. Hmmmm kapan berangkatnya? Aku mau kamu..." katanya yang terpotong dengan suara klakson yang tiba - tiba dibunyikan oleh Alex. Dia langsung melihat ke jalan depan, melihat orang yang membantu keluarga kucing yang mau menyebrang.


"Mas, ada apa berhenti tiba - tiba!" Kata Alex membuka kaca jendelanya.


"Aduh maaf kang, ini ada kucing sama bayinya mau menyeberang. Saya bantu dulu, maaf ya perjalanannya terhenti. Sebentar," kata orang itu mengangkat anak - anaknya dan induknya mengikuti dari belakang.


"Aduh, itu kucing kurang ajar banget ya jalan di depan mobil mewah begini. Untung tidak tertabrak. Kang, dilempar saja kucingnya cepat dong itu motornya bergerak!" Teriak mantannya histeris.


Alex kaget dengan perkataannya dan keputusannya memang sudah bulat dari minggu kemarin. "Tidak seharusnya kamu bilang begitu." kata Alex yang datar.

__ADS_1


"Ya haruslah, kucingnya tidak tahu diri banget. Oh ya waktu kamu pergi ke New York hmmm kalau boleh, aku mau nonton konser bareng Siska. Jadi uangnya..." katanya sambil menatap Alex yang fokus menyetir. Menunggu Alex membalas tapi tidak peduli.


"Saya sedang menyetir kamu mau kita kecelakaan?" Tanya Alex memandangi mantan nya itu dengan kedua mata yang dingin.


Mantannya kaget memandangi kedua matanya yang sudah tidak ramah lagi lalu terdiam. Dia kebingungan bukankah mereka akan kembali terhubung lagi jadi tidak salah kan? Dia melihat Alex yang tampak datar sekali tidak ada hal yang mau diungkapkan. Mantannya tetap memposting mengenai hari ini dan banyak yang Like dan berkomentar bahwa mobilnya mewah sekali.


Akhirnya sampailah dirumahnya, mantannya menunggu untuk dibukakan pintunya. Alex menghela nafas untuk sabar hari ini hari terakhir dia melihat mantannya ini. Kedua orang tuanya histeris lalu keluar rumah, mereka berlari dan pastilah banyak mengagumi mobil mewahnya. Untungnya rumah mereka memang tidak terlalu banyak rumah jadi tidak seperti pawai jadinya.


"Ya ampun nak, mobil kamu kenapa baru sekarang dikeluarkan?" Tanya Ibunya yang histeris.


Bapaknya terlihat sangat bangga sekali dengan putrinya. Memakai baju resmi seperti mau ke undangan ternyata mantannya memberitahu mereka kalau dirinya diantar pulang menggunakan mobil super mewah. Alex hanya bersandar dan memainkan ponselnya membiarkan mereka bertiga berteriak macam tarzan.


Sekitar 15 menit Alex membiarkan mereka semua berfoto atau seperti itulah mereka lalu setelah selesai, dia diajak masuk. Oh ya tampilan mantannya memakai celana jins yang ketat dan atasan panjang sepantat, jilbabnya adalah jilbab dengan bahan kain yang tebal tapi tembus pandang. Berwarna pink pucat yang ujungnya terdapat warna lain.


"Ayo nak, masuk. Ibu buat minuman enak," kata Bapaknya yang mempersilakan Alex.


"Maaf, saya sudah harus kembali bekerja. Saya harus mempersiapkan keberangkatan saya besok," kata Alex. Pastinya mereka juga diceritakan oleh anaknya kalau Alex mau ke New York. "Jangan lupa kembali kemari untuk memberikan hal serius. Bapak ingin kamu menikah dengan anak Bapak ini HOHOHO!" Katanya dengan penuh percaya diri.


Yang Alex lihat soal Bapaknya itu seperti melihat Sinterklas karena memang sangat mirip dan Alex menahan tawanya. "Kalau begitu saya permisi."


Mantannya keluar dan mengantar saat Alex mau masuk, "Kamu tidak cium aku dulu?" Tanyanya. Alex dengan penuh kesabaran, memberinya ciuman di pipi lalu masuk mobil dan pergi tanpa menatap. Saat itu mantannya keberatan dia ingin dicium di bibir tapi Alex sudah kepalang masuk mobil.

__ADS_1


"Bagus! Untung kamu pakai jilbab lagi. Aaaah Ibu tidak sabar saat dia pulang nanti, Ibu akan minta kamu dilamar! Dan kita... akan punya istana!" Mereka bertiga bersuka cita.


Setelah itu Alex ceritakan pada mereka berdua dan tertawa terbahak bersama - sama. Saat keberangkatannya pun tiba, semua teman, keluarga sepupu mengantarkannya ke bandara. Dan saling bercengkrama dan mendoakannya sampai dan pulang dengan selamat.


"Mantan kamu bagaimana?" Tanya Xia penasaran.


"Aku sudah hapus semuanya. Mereka yakin aku akan kembali lalu melamarnya. Yang benar saja! Habis hartaku menikahinya nanti dan aku harus menghadapi dirinya yang lebih jelek!" Kata Alex sambil memperlihatkan semuanya. Nomor kontak, Pacebuk, WhatsApp, dan Twitter sampai emailnya.


Setelahnya yah, Alex menjalani kehidupannya di New York dan mantannya terus menanti. Namun dirinya keheranan tidak bisa menghubunginya kemana pun. Mantannya hanya berpikir mungkin waktunya berbeda dia sampai mencari tahu selisih waktu antara Indonesia dan New York dan berusaha menghubungi Alex. Orang tuanya pun ikut gelisah, temannya bertanya kapan anaknya akan menikah dan masih banyak lagi. Lalu mantannya memeriksakan nomor kontak Alex ternyata nomornya itu sudah tidak terdaftar dalam jaringan manapun, lemaslah sudah mantannya itu. Mengetahui bahwa kemarin itu adalah hari terakhirnya bertemu Alex dan mobil mewahnya.


Kedua orang tuanya pun menyesal sekali seharusnya mereka memberikan banyak saran baik pada putri satu - satunya untuk tetap rendah hati. Dan kini putri mereka selalu merenung, kuliahnya pun terpaksa dihentikan dulu, tak ada teman namun satu - satunya sahabat datang menjenguknya. Dan dia menangis tersedu - sedu melihat Siska masih mau datang. Dia bercerita sangat menyesal sekali dirinya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan tidak pernah mendengar kata - katanya. Setelah itu mantannya kembali menata hidupnya dan lebih legowo berharap Alex datang menerimanya lagi.


Selesailah kisah sedih di Indonesia, Alex menceritakan soal itu pada kedua orang tuanya dan mereka berkata kalau dirinya dilindungi oleh Allah swt. Ibunya memeluknya tahulah dari wajahnya kalau Alex kira dialah gadis yang dicarinya selama ini tapi bukan. Saat Alex koma 6 bulan itu, dia bercerita bahwa ada gadis berjilbab yang menarik tangannya keluar dari pintu besar yang terdapat pemandangan super indah. Daripada pemandangan itu, Alex memilih tangan yang menariknya dia tahu gadis itu memakai jilbab.


Setelah mimpi itulah, Alex bermaksud mencarinya sampai dapat. Di kala pencariannya bertemu Kayla lalu perempuan lainnya tetapi dalam benaknya dia masih harus mencari. Meskipun dia sangat menyayangi Kayla tapi masih ada yang kurang bukan Kayla yang mampu melengkapinya. Dan suatu hari saat dirinya tengah mulai memperlancarkan sholatnya, puasa, zakat, sedekah, beberapa tahun kemudian saat dirinya sedang berselancar di internet lalu Pacebuk, dia melihat Rita meskipun fotonya memakai foto kelinci cokelat.


Alex penasaran hanya kepada Rita, itulah awal mulanya dia kenal Rita. Dia menelusuri foto - foto Rita ternyata dia berjilbab dan dari fotonya, tampaknya dia lebih suka memakai rok atau long dress hanya sedikit saat Rita memakai celana jins. Lalu dia melihat beberapa foto saat Rita mengunjungi Malaysia. Rita berfoto di depan gerbang kerajaan Malaysia dan Alex tersenyum apalagi dia dan teman - temannya berpose dengan jenaka di depannya. Jilbabnya saat itu mengenakan yang lebar menutup sampai buah dadanya, atasannya pun panjang menutupi pantatnya.


Kali ini firasatnya tidak salah apalagi ada foto baju yang mirip dengan gadis yang dipakai saat menarik tangannya sewaktu dia SMA, sampai akhirnya dia berusaha berteman dengannya meski sudah ditolak sampai 3x. Alex tidak menyerah dia menelusuri memakai kemampuannya, sangat sulit sekali nampaknya untuk bisa mengenal Rita. Karena Rita memang bukan sembarang perempuan seperti yang dia temui sebelumnya - sebelumnya. Dan saat dia berusaha chat dengan Rita pun memakai foto aslinya beberapa perempuan sebelumnya akan langsung mengontaknya. Namun tidak dengan Rita, dia terus menolak Alex. Sampai akhirnya pertemanannya diterima.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2