
Happy Reading.
Setelah menghabiskan sore hari dengan berjalan-jalan di pinggir pantai dan juga melihat sunset yang begitu indah, akhirnya Keill mengajak Fara untuk kembali ke hotel.
"Mas aku mau mandi dulu, nanti setelah ini kita cari makanan yuk?" ucap Fara yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang, abis makan kita ke kamar lagi, ya?"
"Loh, kok ke kamar lagi sih, Mas? bosen tahu kalau cuma di kamar terus, aku kan maunya jalan-jalan gitu," Keill menghela nafas, sebenarnya sejak tadi dia sudah menahan untuk tidak menyerang istrinya karena dia juga senang melihat istrinya yang terlihat begitu antusias saat melihat pantai tadi sore.
"Sayang, pasangan kalau honeymoon biasanya ngapain aja?" Tanya keill sambil berjalan mendekati istrinya, bibirnya menyunggingkan sebuah seringaian.
Fara terlihat berpikir.
"Jalan-jalan, cari makanan yang enak, terus belanja lalu...??" Jawab Fara tanpa menoleh ke arah suaminya.
"Bukan itu maksud Mas, sayang," Bisik Keill di telinga.
Fara sebenarnya sangat paham apa yang diinginkan suaminya itu.
"Mas gimana kalau besok kita berjemur?" Farah mengalihkan pertanyaan.
"Kamu kan pakai hijab sayang, itu badanmu juga tertutupi oleh baju lengan panjang, terus gimana kita mau berjemur!"
"Iya Mas maaf aku tadi cuma bercanda kok" Jawab Fara nyengir kuda, sebenarnya dia hanya ingin mengalihkan pembicaraan karena Fara memang masih ingin jalan-jalan dan bersenang-senang.
Bukankah mereka akan menghabiskan waktu seminggu di Bali, dan itu waktu yang sangat lama kalau hanya memikirkan urusan ranjang.
Jadi menurut Fara dia ingin berkeliling di kota itu, menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk bisa menikmati liburan mereka selain urusan yang satu itu.
Keill kembali mendekap istrinya, "i love you so much," bisikan telinga Fara, membuat wanita itu melambung tinggi ke awan karena mendapatkan sikap yang begitu mesra dari suaminya.
Setelah keill mengetahui perasaan Fara padanya dan juga dia telah membicarakan perasaannya, tentu saja dia tidak akan pernah ragu untuk mengungkapkan kata cinta untuk sang istri.
"I love you more!" Bisik Fara.
Setelah itu keduanya melakukan ritual mandi bersama-sama.
__ADS_1
Dengan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu, Keill dan Fara masuk ke dalam restoran.
Dengan desain yang begitu spektakuler, restoran tepi pantai ini tidak hanya akan memuaskan lidah namun juga mata.
Fara begitu kagum dengan pemandangan yang di suguhkan di restoran itu.
Untuk pengalaman yang tak akan mereka terlupakan di Arwana Restaurant, Keill memesan meja makan istimewa yang terletak di bawah permukaan pasir pantai. Lengkap dengan bantal-bantal empuk, membuat makan malam mereka romantik dan kian berkesan.
Untuk dapat ke meja eksklusif dan privat yang diterangi cahaya lilin dan lentera serta menghadap langsung ke arah laut ini, Keill harus menuruni beberapa undakan. Sambil menikmati hembusan angin laut dan panorama Pantai Nusa Dua yang romantis, Keill juga sudah memesan dengan banyaknya pilihan menu makan malam yang tersedia.
Sajian seafood segar, seperti lobster, kepiting, ikan, dan kerang serta aneka macam sushi disiapkan khusus oleh tangan-tangan handal para juru masak berpengalaman.
"Wah, makanan nya benar-benar enak dan juga pemandangannya yang sangat indah, aku jadi betah lama-lama berada di sini," ucap Fara dengan mata yang berbinar.
"Kamu suka, sayang?" Fara mengangguk cepat.
"Suka banget, jadi pengen tinggal di sini deh, pasti suasananya bikin mood baik terus," Fara terkekeh.
"Kalau mau, aku akan belikan satu villa di sini dan kita bisa liburan setiap tahun di villa pribadi kita, gimana? kamu mau nggak?" ucap Keill.
Fara melongoh mendengar ucapan suaminya. "Membeli villa? memangnya masih ada villa yang dijual di tempat seperti ini?"
"Ya kalau kamu mau, itu semua bisa diatur, aku tinggal membayar uang lebih banyak dan mendapatkan villa itu."
"Baiklah akan aku pikirkan lagi,"
Akhirnya mereka sudah menghabiskan semua menu makanan tanpa sisa dan tentu saja yang makan lebih banyak itu adalah Fara.
Mmereka memutuskan untuk kembali ke hotel, Fara juga tidak bisa menolak ajakan suaminya itu. Biar bagaimanapun mereka menginginkan liburan ini untuk membuatkan cucu bagi para nenek dan kakek.
"Aaakkk!! Mas!! turunkan aku!" teriak Fara sambil melingkarkan tanganya ke leher Keill karena tiba-tiba pria itu menggendong ala bridal style.
Tapi Keill tidak peduli denga teriakan istrinya, dia membopong Farq masuk ke dalam hotel dan langsung membawanya ke arah kamar.
Dari mulai masuk pintu depan Keill sudah melancarkan aksinya dengan mencium bibir manis istrinya itu sampai ke tempat tujuan yaitu kamar.
Keill membuka pintu kamar dengan susah payah lalu membaringkan istrinya diranjang, tanpa melepas ciuman nya tentunya.
__ADS_1
Keill melepas ciumannya dan menatap wajah istrinya dengan tatapan yang berkabut. Fara yang sudah hafal dengan keinginan suaminya itu hanya mengangguk.
"Sayang, ayo kita mulai bulan madu ini tanpa ada yang mengganggu kita," ucap Keill membelai wajah sang istri.
"Hem, baiklah suamiku" jawab Fara tersenyum.
"Jadi kita mulai dengan membuat baby, kita harus bikin baby yang banyak, sayang" ucap Keill yang mendapatkan cubitan dari Fara.
"Awww, cubitanmu mulai terasa sakit sekarang!"
"Satu dulu cukup, kita harus berusaha sekuat tenaga, jadi jangan minta yang macam-macam" ucap Fara.
"Baiklah sayang, bolehkah aku mulai sekarang?" tanya Keill yang sudah tidak sabar.
Fara mengangguk sambil tersenyum menatap mata suaminya.
Keill langsung saja melancarkan aksinya dengan membuka pakaian mereka satu persatu dan tidak lupa dengan sentuhan dan ciuman yang memabukan tentunya.
Lenguhan indah yang keluar dari bibir mungil istrinya membuat Keill semakin tidak bisa menahan diri lagi.
Fara yang sudah terbuai dengan perlakuan Keill, hanya bisa pasrah saat suaminya mulai membuka kedua kaki Fara, membuat wanita itu menahan malu karena Keill menatap area sensitifnya dengan tatapan lapar sekaligus kagum.
"Aku sangat menyukai ini, harum dan indah, tempat favoritku dan juga si Kei!"
"Kei?" cicit Fara.
Keill hanya mengarahkan matanya ke arah benda panjang dan besar serta berurat itu sudah tegak menantang.
Pipi Fara langsung merona ketika menyadari apa yang dimaksud oleh suaminya.
Keill mengarahkan wajahnya ke area sensitif milik istrinya dan membenamkan wajahnya di sana memberikan sensasi menggelitik yang membuat Fara semakin meliukkan tubuh indahnya.
Lidah keill dengan lincah menari-nari di atas biji kacang kecil milik sang istri. Fara merasa sudah tidak tahan dan akhirnya merasakan ada yang mendesak ingin keluar.
"Ah, mas aku mau keluar!" Dan seiringnya cairan surgawi meleleh dari tempatnya.
Keill menegakkan tubuhnya dan mengarahkan si Kei ke tempat favorit nya.
__ADS_1
Dengan sekali hentakan, Kei masuk dengan sempurna kesarangnya membuat Fara mendesah tertahan.
Bersambung