ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
485


__ADS_3

"Lebih baik kamu hadapi 'itu' dengan doa," kata Ua Mori dengan serius.


"Sudah keluar jin nya?" Tanya Ryan.


"Dia lagi mengahadapi omongan Koko," kata Ua Mori menjawabnya.


"Hah? Seriusan? Penasaran suaranya bagaimana," kata Ratih.


Berbeda dengan ibunya yang sangat penakut. Dan meminta suaminya untuk turun ke lantai bawah saja.


Ua Mori menerawang ruangan itu. "Hahh tidak juga karena Tetehnya berusaha mengendalikan mungkin malu ya,"


"Ya ampun. Lalu harus bagaimana dong?" Tanya Ryan.


Teman Koko tetap bersikukuh garamnya harus dibawa. "Tapi kan Bu tidak ada salahnya kan mencoba pakai garam. Lagipula garamnya murni kok," katanya meyakinkan.


Ua Mori menghela nafas tahu kalau akan sia-sia saja. Ya sudah kalau kamu mau coba," akhirnya.


Saksi itu turun ke lantai bawah dan mengambil garam murni lalu masuk lagi ke ruangan. Koko masih saja memarahi jin kumpret itu yang berlagak cuek.


"Kamu ini mau apa? Masuk dan tinggal di dalam tubuh Teteh ini. Apa sih rencana kamu terus mengekor? Sudah tua bangkotan bukannya tobat, lebih baik kami cari saja deh orang yang lebih parah sifatnya, sama-sama reyot seperti kamu, yang bisa kamu ajak mati sekalian!" Kata Koko marah sekali.


Tapi Jin yang menempati tubuh Rita sama sekali tidak bergeming, dia hanya menatap Koko tanpa ada ekspresi apapun.


"Jangan mengganggu kehidupan Teteh ini. NGOMONG! LU TAKUT YA!" Kata Koko menggebrak lantai membuat kedua temannya kaget.


"Kalem Ko, ini lantai bisa hancur kalau kamu pakai ilmu dalam," kata temannya.


Rita hanya memandangi Koko tanpa ada suara. Tidak ada kesan sakit hati atau menangis saat Koko memarahinya. Kalau Rita yang asli sudah kebingungan si Koko 😆😆.


Omongan soal si jin peyot pun keluar semua, kedua saksi menatap Rita yang masih tanpa ekspresi menatap Koko. Tidak kosong hanya sesekali mendengus nyengir tipis.


"SAYA TIDAK TAKUT SAMA KAMU, KELUAR! Atau saya paksa? Jangan salahkan ya. Sini garamnya," perintah Koko dengan geram.


Rita lalu melihat Koko yang menaburkan garam bahkan ke badannya. Lalu...

__ADS_1


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!" Rita tertawa keras sekali. Yah, sangat keras Ua Mori yang mendengar di luar pun memaksa masuk tapi adik dan kakaknya menahan.


Rita yang asli ada tapi anehnya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin bicara seakan mulutnya terkunci, hanya bisa melihat.


( Suara Nenek ). "Mau usir saya pakai itu mana bisa HAHAHAHAHA!!!" Katanya dengan suara reyot.


Rita akhirnya sebaaaal sekali sama nenek peyot ini akhirnya memutuskan untuk tidak menahan dan ikut campur lagi. Dia pun akan berusaha menarik si peyot keluar dari tubuhnya.


Koko dan Ua tentu saja tahu Rita sudah marah juga memandangi dia tertawa.


"Bagooos akhirnya kamu bicara juga hah!" Kata Koko puas sekali. Yang sekarang ada dalam tubuh Rita adalah jin peyot. Rita sudah tidak mau tahu lagi, benarlah ada jin dalam tubuhnya.


Ua Mori akhirnya tenang kembali melihat Rita memberikan semangat pada Koko. "Roh Teteh kepisah," kata Ua.


"HAH!?" Tanya semua saudaranya Rita. Tyas juga ada dan agak merinding.


Koko mengeluarkan satu kristal garam yang masih berbentuk layaknya kristal. "Saya tantang kamu untuk pegang kristal ini. Bagaimana? Atau kamu takut?" Tanya Koko tertawa mengejek.


Rita kembali menatap Koko dengan tatapan biasa, Koko menyimpan kristal itu di depan Rita dan menunggu. Tidak ada gerakan dan menatap Koko dengan pandangan mengejek juga.


"Kamu yang penakut ya hahaha kamu hebat bisa serang si Malaysia sampai ambruk. Aku senang dia pantas mendapatkannya tapi lu takut sama saya. Ngaku!" Kata Koko menyengir dengan wajah nakalnya.


( Suara Nenek ). "Benda ini tidak akan mampu menghancurkan saya selama saya memegang kekuatan alami anak ini," katanya terkekeh-kekeh menantang Koko.


Ua Mori yang berada di luar masih menahan gerakan gerilya nya mengepalkan kedua tangannya. Koko juga geram ingin sekali dia memukul tapi dia tahu jin peyot itu bisa saja menarik Rita untuk menjadi tamengnya.


Lalu Koko mengatainya lagi dan di saat bersamaan salahnya, Rita asli menendang si peyot dan duduk kembali.


Saat Koko hendak melanjutkan, dia tahu Rita yang asli sudah kembali dan berhenti melihat pandangan Rita yang berbeda dan menutup mulutnya.


"Koko kok bicaranya begitu sih?" Tanya Rita melipatkan kedua tangannya. Kedua saksinya lega.


"Aduuuh," kata Koko hampiiiir saja. "Haaa jadi begini ya caranya dia makanya kamu banyak sakit hati. Susah deh kalau Rita yang asli keluar," kata Koko menghela nafas memijat dahinya.


"Memangnya saya salah apa, Ko?" Tanya Rita bertanya agak tersinggung.

__ADS_1


"Bukan. Begini, tenang dulu ya Teh. Saya marah-marah tadi itu bukan ke Teteh," jelas Koko pelan.


"Oooohhh... aku kira ke aku. Kenapa tidak diteruskan?" Tanya Rita.


"Ya kan Teteh nya masuk. Si jin peyot Teteh apain?" Tanya Koko karena tiba-tiba.


"Ya aku tendang lah. Kelamaan keenakan cengengesan. Salah ya?" Tanya Rita.


"Yah elah, susah dong ngusir nya," kata Koko tepuk jidatnya.


"Berarti aku masuk, dia kabur ya?" Tanya Rita merasa bersalah.


"Tidak kabur. Masih ada tuh penuh kemenangan sebal aku lihatnya. Dia tahu titik lemah saya saat berkata kasar, dia akan menarik kamu masuk jadi kena ucapan kasar itu ke kamu bukan dia," kata Koko.


Rita terdiam dia teringat apa kata Alex sampai koma lalu dampratan habis ke Ney dan Arnila. Yang membuat semua hancur.


"Jadi selama ini dia yang selalu membalas chat jelek ke mereka bertiga? Salah aku dong?" Tanya Rita garuk kepalanya.


"Iya tapi tidak sepenuhnya juga salah dia sih. Kamu tidak akan pernah tahu jin ini chat apa saja karena ingatan kamu ditutup. Tapi kalau dia mendamprat yang 2 orang itu, ya patutlah. Karena mereka ada niat melukai kamu," jelas Koko.


"Tapi aku tahu dia ada niat membantu aku sama Alex," kata Rita.


"Iya, memang ada tapi seujung jari. Rencana dia, kalau kalian bersatu akan memudahkan untuknya mencapai level tertinggi. Jadi tidak baik juga, kamu akan jatuh depresi dan... hmmm," kata Koko terdiam, wajahnya sedih.


"Kenapa? Bunuh diri ya?" Tanya Rita.


"Eh.. ya itu. Karena nanti Malaysia akan lebih berpihak ke dia bukan kamu. Dan... ya kamu akan pergi lebih dini," kata Koko dengan suara pelan.


"Ya bagus, Ko. Kan yang jahat pasti akan tersisa di dunia. Sekalian saja supaya mereka berdua tersisa pas kiamat," kata Rita.


"Iya juga sih. Eh tapi jangan. Tidak terjadi karena Allah punya jalan yang terbaik meski harus membuat kamu trauma dulu," kata Koko berpikir.


"Nah soal mereka berdua?" Tanya Rita.


"Hmmm soal itu sih bukan efeknya jin peyot. Memang aslinya mereka begitu, makanya banyak yang aneh. Orang yang bisa melihat, tidak ada kecocokan kamu sama mereka berdua," jelas Koko.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dong?" Tanya Rita. Dia tidak ingin dibenci Alex tapi hidup Alex itu ribet, akan membuat Rita banyak kesusahan juga.


Bersambung ...


__ADS_2