ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(85)


__ADS_3

"Kecuali kamu bisa mengetahui apa yang mereka katakan dalam hati, mungkin tapi selama jawaban kamu tidak, semuanya bohong," kata Rita yang berusaha menerangkan soal itu pada Ney.


"Jadi jin itu tetap kafir meski mereka mengucapkan syahadat?" Tanya Arnila. Rita tahu Arnila juga memiliki khodam tapi tetap saja khodam pun jenisnya sama yaitu Jin. Dan karakter jin jun ya sama saja, kafir tidak bisa dipercaya tetap kita sebagai manusia harus punya benteng yang membatasi mereka.


"Iyalah, Nil. Kalau memang bisa masuk Islam, sudah sejak dulu jaman Nabi banyak jin yang bergabung dengan manusia. Manusia akan menjadi makhluk berakhlak mulia lalu apa gunanya ada Jin? Info kamu yang bisa melihat penerawangan pun yang aku lihat, kamu tidak sehebat itu. Kemampuan indera ketujuh kamu ada tapi sayangnya hanya setengah, sisanya hanyalah info yang kami dapatkan dari jin kafir. Aku sudah memberi kalian info dari Gugel kan beberapa waktu lalu,"


"Tapi aku benar lihat apa yang akan terjadi sama kamu besok hari," Ney tetap memaksa kalau kemampuannya itu sangat bisa diandalkan.


"Dulu kamu tidak pernah cerita apapun soal mistis kenapa sekarang jadi mengangkatnya?" Tanya Rita yang heran. Kalau dia bermaksud hanya pamer soal apa yang dia bisa, kenapa baru sekarang bawa soal kemampuan diluar nalar?


"Ya kami kan tidak bertanya lagipula tidak peduli juga," jawab Ney.


"Karena banyak yang harus dipikirkan, pendidikan aku terus lingkungan apalagi soal mistis juga sudah cukup berat. Harusnya kalau kamu memang bisa mengetahui isi hati aku, kamu bisa langsung menebak masalah apa yang sedang aku alami. Tapi tidak ada kepedulian juga dari kamu, sedangkan baru sekarang kamu membuka soal itu. Sangat aneh wajar kalau aku merasa kamu punya tujuan tertentu,"


"Oh," jawabnya singkat. Memang iya kalau benar dia punya kemampuan itu, harusnya dia langsung bisa tahu kalau Rita punya masalah. Harusnya! Bukan dipendam dan membiarkan Rita sudah sendiri.


"Ya wajarlah dari SMP sampai kerja juga yang kamu pentingkan hanya soal lelaki dan pacaran jadi mana mungkin ya kamu punya perasaan 'Teman' sama orang yang dekat kamu, tidak tahu tuh bagaimana dengan Arnila juga. Tapi memang iya aku tidak peduli tapi memang aku mengalaminya sendiri, aku pikir lebih baik tidak menceritakannya pada siapapun pikirku kamu dan Arnila penakut,"


"Oh, iya juga ya yang seperti itu memang sulit diceritakan sih, Rita. Kalau dulu tahu kesulitan kamu, mungkin sekarang kamu sudah bisa tenang ya," kata Arnila.


"Mana aku juga mengalami Deja vu sudah kelewat depresi karena diganggu dan soal sekolah. Aku banyak melihat berbagai macam termasuk soal Alex," kata Rita.


"Soal Alex? Seperti apa?" Tanya Arnila.


"Kemarin aku diperlihatkan sebuah foto. Dia memberikan foto waktu dirinya berusia 17 atau sekitaran itu, dan foto dia adalah foto yang kulihat sewaktu aku masih SMP. Aneh tidak sih menurut kamu, Nil?" Tanya Rita yang enggan bertanya pada Ney.


"Kamu sudah cerita soal ini sama Alex?" Tanya Arnila.


"Belum tapi pasti aku cerita sih," jawab Rita.

__ADS_1


"Hebat banget, Ri bisa lihat apa yang akan terjadi nanti tapi kalau kamu lihat waktu SMP, jauh juga ya. Ada lagi?"


"Iya ya jaraknya memang berjauhan sih, Nil. Setelah itu banyak yang keluar waktu dia sudah menikah, punya anak,terus aku lihat dia menangis sedih sepertinya tempatnya di Amerika deh," kata Rita sambil mengingat - ingat pecahan deja vunya.


"HAH!? AMERIKA!? Dia lagi apa disana?" Tanya Arnila lagi. Setelah di beritahu soal kecurigaan Rita pada Ney, sepanjang hari dia tidak membalas chat lagi.


"Tidak tahu tapi wajahnya sedih banget. Dia disana dikunjungi sahabatnya yang punya pacar terus bilang, 'I will find her ( aku akan menemukannya ). Tidak tahu apa yang dia cari tuh. Menurut kamu siapa ya yang dia cari?" Tanya Rita.


"Menurut aku sih itu hanya khayalan kamu saja atau cuma mimpi," kata Ney tiba - tiba.


"Kalau mimpi tidak mungkin sedetail itu apalagi Rita sampai tahu dia di Amerika. Kamu tahunya dia disana dari apa?"


"Ada tower tinggi mirip menara Eifel tapi bukan. Kalau Eifel kan segitiga merucut lurus ya kalau ini sebuah gedung di atasnya seperti ada pemancar. Waktu aku mencoba cari tahu, itu di Amerika. Sedang apa disananya, aku kurang tahu. Siapa yang akan dia cari ya Arnila?" Rita bertanya tidak mempedulikan soal pendapat Ney.


"Seseorang ya. Apa mungkin saat itu kamu tidak kontak sama dia ya? Aku jadi penasaran mungkin kamu sebenarnya bisa melihat sesuatu di masa nanti bukan soal penerawangan. Tidak selalu kan?"


"Jarang. Itu datang kalau aku mengalami depresi saja. Kalau normal ya normal saja tidak ada yang terjadi," jawab Rita.


"Sangat. Apalagi aku pernah datang ke pintu akhirat surga dan neraka. Mengerikan tapi menakjubkan!"


"Wah!! Kamu sampai mengalami hal itu?!" Arnila kaget tidak menduga kalau Rita sampai mengalami hal mengerikan.


"Itu namanya mati suri," kata Ney lagi.


"Aku punya penyakit namanya Sleep Apnea. Hal ini aku sadari sewaktu SMP, waktu SMP aku selalu merasa seperti mau pingsan dan bisa tidak sadar dalam hitungan detik tapi aku berusaha bertahan. Makanya mana ada waktu aku memikirkan hal mistis karena sakitku itu mengganggu juga. Dan semua saling bertumpuk!"


"Ya Allah, Rita! Terus kamu ceritakan hal itu sama keluarga?" Tanya Arnila.


"Tidak. Aku diamkan saja, aku cari sendiri penyebabnya dan ternyata itu terjadi kalau aku kelewat kelelahan, kalau sudah limitnya pasti itu terjadi dan efeknya aku mimpi sangat jauh. Kalau kalian mimpi pasti sekitar rumah atau lingkungan kemana kan, kalau aku jauuuuh ke alam lain. Takut? Sangat! Takut tidak bisa pulang menyadari aku masih banyak dosa," jelas Rita yang kembali merinding mengingat kondisi waktu itu.

__ADS_1


"Kenapa takut tidak bisa pulang? Bukannya kamu senang ya?" Kata Ney yang seenaknya.


"Iya senanglah kalau bisa tidak pulang apalagi aku tidak harus bertemu kamu lagi HOHOHO! Tapi aku sadar, rasanya tidak adil "pulang" begitu saja mengingat dosaku masih menumpuk di dunia meski jadi Meninggal dalam keadaan Sahid,"


"Tapi dirasa kurang adil ya," kata Arnila sambil menyelipkan emoji tertawa.


"Iya, Arnila! Dalam mimpi entah kenapa ya dalam hatiku, aku bilang, "nanti aku pasti datang lagi saat dosa - dosaku menipis dan lebih berat amal kebaikan," tidak adil kalau aku yang punya dosa ini masuk begitu saja ke sana," kata Rita.


"Syukurlah kamu pulang dan sekarang bertemu Alex kan. Mungkin kamu masih punya tugas dan misi, memperbaiki Alex mungkin," kata Arnila.


"Wallahu alam, yang bisa memperbaiki dia ya hanya dirinya sendiri bukan aku. Aku hanya di bagian berdoa untuk dia semoga selalu diberi banyak kebahagiaan dan usia yang amanah. Supaya dia bisa dapat takdir baik sepanjang hidupnya,"


"Aamiin," Balas Arnila. Ney sama sekali tidak membalas chat, tahu kalau apapun yang dia katakan sama sekali tidak digubris oleh Rita. "Kemana nih Ney? Kok diam saja?"


"Aku sedang menyimak kok lagian, setiap aku balas chat sepertinya ada orang yang tidak mau diganggu," jawab Ney.


"Hahahaha tumben kamu baper biasanya kan cuek saja,"


"Maaf ya siapa juga yang baper?" Tanya Ney tidak mengakuinya.


"Kalau tidak baper, kamu mau balas apapun mau tidak dibalas juga ya kamu lurus saja sampai tidak berpikir ada orang yang tidak mau diganggu. Aku kan masih bisa balas chat kamu, kalau ada yang tidak mau," kata Arnila.


"Ya..." kata Ney tidak melanjutkan. Maunya Rita saja yang membalas tapi perkataan tidak bisa dijaga terlebih lagi, dia tidak mau mendengar eh membaca seperti apa balasan Rita.


"Aku penasaran memangnya kamu lihat apa di hari esok untuk Rita?" Tanya Arnila. Meski tahu penerawangan Ney agak - agak disangsikan tapi agar dia tidak terlalu lama marah, makanya ditanya.


"Segitu saja baperan!" Balas Rita yang langsung tertawa. Hm! Akhirnya bisa dibalas juga perlakuan dia kepadaku! Pikir Rita. Namun Ney tidak membalas karena capek menghadapi Rita yang selalu punya banyak perlawanan. Rita yang dikenal oleh Arnila dan Ney adalah sosok perempuan yang pendiam dan penurut ternyata bisa sangat berbahaya kalau mereka sudah memasuki wilayah merahnya.


Tapi Rita juga ingin tahu apa benar apa yang dilihat dia bisa terjadi atau tidak. Karena dia tahu Ney suka berbohong dan hanya mengangkat - angkat agar banyak diperhatikan, jadi dia ingin mencoba kebenarannya besok hari. Ini tidak membuat Rita takut melainkan membuatnya sangat penasaran. Seberapa persenkah penerawangannya itu tepat?

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2