ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
463


__ADS_3

Beuh! Rita nyeplos sekali mengetiknya. Memang ada niat membalas semua perlakuannya tapi tentu saja Ney pun tidak mau kalah. Meski omongannya terkadang tidak nyambung, dia akan terus melawan karena itulah keinginannya.


"Kekuatan aku itu besar sekali! Mereka saja yang sok tahu," kata Ney yang panas membara.


"Halah apa buktinya? Mana? Kata mereka kamu bisa kirim santet. Sini kirim. Berani?" Tanya Rita menantang.


"Ya Allah, Rita sudah sudah. Ney juga tolong dong kapan sih kalian bisa akur?" Tanya Arnila yang pusing.


"Enak saja," kata mereka berdua bersamaan.


"Kata mereka Ney bisa kirim santet?" Tanya Arnila kaget. Lah ya makanya dia tidak bisa dekat dengan Rita ya begitu.


"Tampaknya begitu," jawab Rita.


Karena sudah kepalang ketahuan, Ney akhirnya mengirimkan santet yang besar dan akan meledak di atas rumah Rita.


Tapi .... kok tidak meledak ya?


Lagi dan lagi dan lagi, sampai energinya hilang setengah sama sekali tidak ada efek. Ney agak aneh dan merasa bingung, sampai sekarang Rita masih bisa bicara dan menguras emosinya.


"Mana? Tidak ada kan. HUH! Semprul! Meramal aku saja isinya jelek. Itu mah doa kamu, kamu ingin aku dapat musibah kecelakaan karena apa? Kamu itu iri hati dan dengki!" Kata Rita langsung ke targetnya.


"Lu kirim, Ney?" Tanya Arnila langsung.


"Yaaa kan dia yang mau," kata Ney membalas.


"Lu gila ya. Kalau Rita kenapa-kenapa, lu mau tanggung jawab?" Tanya Arnila marah.


"Tanggung jawab bagaimana, semua yang aku kirim mental entah kemana. Si Rita pakai ilmu ajian apa sih? Semua santet yang ke dia tidak ada yang kena," kata Ney marah-marah.


"HAH!?" Tanya Arnila lalu terdiam. Masa iya? Padahal Ney kirim yang paling jahat karena emosi. Lalu Arnila memeriksanya dengan gaya ninja Naruto yang memanggil jurus bayangan.


Arnila kemudian melihat semuanya memang mental aneh sekali. Para jin jun yang datang membawa tombak, panci, pemukul kayu, serta pisau pun ikut terlempar begitu saja menuju kutub utara.


Ada sesuatu yang melindungi Rita secara kasat mata, Arnila maupun Ney sama sekali tidak bisa menembus termasuk Alex. Mereka bertiga memeriksa Rita, Rita tidak punya khodam hanya... ada sesuatu yang berbeda.


"Lihat kan? Sebanyak apapun aku kirim, tidak ada yang kena. Aku yakin dia pasti pakai ilmu dukun yang lain," kata Ney sok tahu.

__ADS_1


Ya kesal lah bisa memantulkan apalagi melempar jauh semua jin jun nya.


"Jangan sembarangan! Rita yang aku lihat dia sama sekali tidak pernah menyentuh ajian-ajian seperti kamu. Meski kalian berdua sama-sama kurang kasih sayang orang tua, tapi Rita jauh berbeda dengan kamu, Ney," kata Arnila memberitahukan.


"Beda apanya sih? Lu lihat apa sih?" Tanya Ney penasaran. Bisa saja dia sok paling besar tapi tidak bisa melihat kekuatan yang mengelilingi Rita.


"Pokoknya, kamu sama Rita beda banget! Sudah deh Ney, kenapa sih kamu selalu memancing emosi dia? Katanya mau temenan baik sama Rita, ubah dong kebiasaan ucapan kamu yang bisa menyakiti banyak orang," kata Arnila.


Mereka beranjak lagi ke grup yang Rita masih mengomel di dalamnya.


"Jadi sebenarnya sejak awal yang jahat ya kamu, bicara busuk menyalahkan aku ini itu. Kapan sih kamu pernah doa baik soal aku?" Tanya Rita sangat kesal. Kenapaaaaa jugaaaaa harus kenal sama orang seperti ini?


"Iya Rita, aku mengerti perasaan kamu. Kebiasaannya memang begitu kalau sudah kesal, marah apalagi kalau tidak ada yang sesuai dengan keinginan dia. Bicaranya jelek-jelek semua, ke aku juga begitu," kata Arnila chat Rita secara pribadi.


Ney tentu saja tidak membalas, dia juga komat kamit sebal dengan membaca apa yang Rita tulis. Mana panjang juga. Ney tipe yang tidak tahan membaca tulisan panjang tapi itu juga yang membuatnya memang agak tidak didekati banyak orang.


"Maaf ya Ar, sifat kamu kata mereka 11 12 alias sama dengan Ney," kata Rita memberitahukan.


"Haaaaaah? Aku? Kok bisa?" Tanya Arnila bingung tapi menyadari grup gengnya juga berkata begitu. Makanya mereka memutuskan untuk menjauhinya.


"Ya memang sih karena dia pernah melakukan itu ke aku di depan semua orang," jujur Arnila.


"Ya aku mengerti kamu membalas perlakuannya dia tapi ini kita ya benar-benar hubungan teman yang toxic, tidak sehat," kata Rita mengatakannya juga.


"Aku pun juga berpendapat begitu, Rita. Sepertinya aku sudah terlalu dekat sama dia ya? Sampai tidak sadar seperti duplikatnya," kata Arnila agak menyesal.


"Kamu punya tujuan lain ya? Kata Ua kamu bukan teman dekatnya atau sahabat. Kamu itu sama dengan aku," kata Rita.


"Maksudnya?" Tanya Arnila.


"Kita sama-sama jauh sama dia. Sahabat bukan, teman dekat atau teman biasa juga bukan," kata Rita lagi.


"Laaah iya. Aku kan sudah bilang, Rita. Aku memang bukan teman dekat atau sahabat dia tapi kamu tidak percaya kan? Memang kesan yang kamu dapat aku sama dia dekat sekali?" Tanya Arnila mengibaskan rambutnya.


"Iya. Serius bukan?" Tanya Rita.


Arnila menepuk dahinya, Rita terlalu polos. "Bukaaan ya Allah, amit-amit deh aku sahabatan dengan orang seperti dia. Tapi memang iya aku ada niat lain ke Ney tapi tenang, ke kamu tidak ada kok. Pokoknya ada sesuatu," kata Arnila. Wow, dia kaget semua soal dirinya pun diketahui oleh Ua Mori dan Koko.

__ADS_1


"Ohh.. baiklah. Lalu aku mau tanya sama kamu," kata Rita yang sudah memikirkannya secara matang.


"Apa tuh?" Tanya Arnila.


"Kamu tahu juga tidak kalau... Ney sakit?" Tanya Rita hati-hati.


"AKHIRNYA SADAR JUGAAAAA. Sujud syukur gueee," kata Arnila bertepuk tangan lalu memang sujud syukur. Suaminya memandanginya dengan aneh lalu tertawa.


"Gitu amat," balas Rita sebel.


"Habissss... hah Rita, kamu lama sekali sih sadarnya?" Tanya Arnila bersyukur.


"Ya bagaimana ya? Itu serius? Dia sakit?" Tanya Rita tidak percaya.


"Iya! Aku tuh mau kasih tahu kamu tapi tidak jadi karena kamu pasti sadar. Akhirnyaaaa kenapa selama ini dia selalu merasa Power full tuh ada.. apa ya? Kisahnya Rita tapi jangan tahu deh," kata Arnila yang sudah tahu kisah masa lalu Ney.


Rita hanya bengong. Sakit disini maksudnya lebih ke dalam kejiwaan bukan sakit luar. Jadi memang ada sesuatu kelainan yang Ney miliki dan dia secara tidak sadar, penyakitnya itu selalu kambuh.


"Lalu kamu sudah tahu penyakitnya? Itu parah sekali," kata Arnila.


"Belum tahu sih. Alex lalu para ruqyah bilang begitu. Habis Ney kalau bicara tidak teratur kan, lalu tiba-tiba seperti berkhayal soal Dins lalu bicara kalau soal Alex dia itu tahu sejak dia lahir sampai dewasa sekarang," kata Rita.


"Ya ituuu.. jangan kamu percaya ya Rita. Dia itu hanya ingin mendapat perhatian orang, perhatian kamu, alex. Tapi karena Alex ingin mendapat perhatian dari kamu, dan kamu menyambut jadi ya Ney teralihkan," kata Arnila.


"Ohhh begitu. Lah dia kan sudah dapat perhatian banyak kalo dari aku sejak SMP?" tanya Rita tidak mengerti.


"Singkatnya, dia tidak mau kamu bergantung sama siapapun, Rita. Tapi sisi lain, dia akan menghancurkan kamu, mengancam kamu kalau kamu keluar jalur dari dia. Dan saat dia sadari, kamu dan dia berbeda. Aku tahu kamu kurang kasih sayang orang tua kan," kata Arnila hati-hati.


"Iya 😞," kata Rita


"Jangan sedih. Bedanya adalah kamu selalu mendekatkan diri dengan Allah, kamu tidak pernah putus asa, selalu menyemangati diri sendiri dan... teman dekat dan sahabat banyak kan. Kalau Ney ya kurang kasih sayang malah membuatnya melampiaskan pada ilmu hitam," jelas Arnila.


"Hah? Serius? Kok kamu tahu sih?" Tanya Rita aneh.


"Hmmm ada deh, aku tahu kamu tidak suka sesuatu hal yang ghaib jadi jangan banyak tanya deh," kata Arnila jujur.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2