
Benar saja setelah Alex berada di sana sekitar 10 menit, membuat banyak penggemarnya berdatangan. Bagaikan madu yang dikerubungi oleh semut, mereka bertanya apa saja yang dibeli oleh Alex.
"Dia membeli banyak barang!" Kata Direktur dengan gembira.
Semua penggemar lalu memberi banyak hijab, tas, gamis bahkan sepatu yang ada dalam toko tersebut. Siapakah Alex? Kenapa kedatangannya membuat banyak orang berdatangan? Artis kah? Penyanyi? Aktor? Atau... seorang petinggi penting? Yah, masih menjadi misteri Ilahi.
Alex menuju tempat dimana dia membuat banyak bisnis sambil membawa kantong berisi kado untuk Rita.
Kita pindah ke tempat Rita.
Kembali ke obrolan tidak berguna dalam grupnya.
"Rita, jam berapa kamu di ruqyah nya? Memangnya akan berhasil?" Tanya Ney di grup chatnya. Yah, dia gemetaran soalnya apalagi soal info yang disampaikan oleh si ruqyah.
"In sha Allah karena banyak yang jadi pasiennya lalu dia juga ganteng lhoooo," balas Rita yang masih teringat akan sosok Koko.
"Hah!? Serius? Ganteng mana dengan Alex? Hayooo main mata nih sepertinya. Tidak ada bedanya dong sama aku hahaha," kata Ney.
"Memangnya kenapa? Alex kan bukan pacar aku juga. Maaf ya beda kasus lah, situ yang sudah terang-terangan punya pacar siapa yang selingkuh? Sekarang sudah menikah, aku ragu kamu bisa setia," balas Rita buat Ney bete.
"Iya juga ya kamu sama Alex kan tidak ada hubungan jadi wajarlah kalau kamu suka orang lain," kata Arnila setuju. Meski tahu Alex ada perasaan suka pada Rita.
"Iya iya, tuh kan ya dia mengaku, Arnila. Aku simpan ya kata-kata kamu nih. Aku bukan tukang selingkuh tuuuch," ketik Rita puas!
Ney panik kata-kata dia lupa untuk dihapus. "Eh buat apa kamu simpan segala sih?" Tanya Ney.
"Untuk bukti kalau suatu hari nanti kamu mengaku tidak selingkuh. Aku yakin ponsel kamu juga banyak menyimpan foto Alex kaaaan," kata Rita menduplikat kebiasaan Ney.
Ney kesal sebal Rita bisa menjiplak kata-katanya. "Tidak koook. Sudah tidak ada," kata Ney yang sebenarnya memang persis dikatakan oleh Rita. Memori penyimpanan habis dengan foto-foto Alex.
"Mana? Kirim buktinya. Berani? Kamu kan tukang bohong," ketik Rita.
"Kok dia bisa tahu y kalau gue simpan banyak foto Alex? Tapi dia mengakunya tidak bisa baca pikiran orang tapi kenapa sering benar ya?" Pikir Ney. Dia menembus pikiran Rita tetap tidak ada pikiran apapun yang terbaca olehnya. Aneh.
Ney tidak membalas apa kata Rita, dia sedang sibuk menembus pikiran Rita tapi semuanya kosong!
"Yalaaah mana mungkin kamu kan beraninya hanya bicara saja, kenyataan diragukan," kata Rita.
"Pasti Alex cemburu da aku jamin hahaha," ketik Arnila.
"Iya Arnila, dia inginnya aku di ruqyah sama yang perempuan," balas Rita.
Ney terus menyimak obrolan mereka. Ada rasa amarah, kesal, sebel, dan sedih semuanya menjadi satu. Sekarang Rita sudah tahu kemampuannya yang tidak ada apa-apanya.
"Memang ada yang perempuan?" Tanya Ney mencari tahu.
"Ada, tapi kan itu ibu-ibu bukan orang yang mau ruqyah aku, dia hanya membantu," jelas Rita.
"Hmmm orangnya lembut sih Rita. Baik sekali orangnya," kata Arnila yang mampu melihat.
"Kamu bisa lihat orang itu, Arnila?" Tanya Ney. "Kok bisa? Kenapa aku tidak bisa ya?" Tanya Ney aneh.
__ADS_1
"Bisa. Khodamnya juga tidak setara dengan kita, keren semua itu. Dia tahu kemampuan aku juga," kata Arnila menggelengkan kepala.
Ney termenung kalau Arnila sampai bilang begitu berarti memang parah total. Ney menepuk dahinya, ya mana mau dia mengakui kehebatan mereka.
"Usianya berapa tuh?" Tanya Ney dalam grup.
"Sudah tua tapi kekuatannya dahsyat. Penerawangannya jauh sekali, kita tidak ada apa-apanya deh. Siapapun yang berhadapan dengan Ibu itu bisa ditelanjangi bulat-bulat seperti apa kita, karakter, sampai dalamnya," jelas Arnila.
Ua Mori membuka auranya agar terbaca oleh Arnila tapi menutup sebagian kekuatan Ney yang dirasanya akan mengganggu Rita. Selebihnya Ua Mori percaya bahwa Rita mampu menghadapi sisanya.
"Iya itu benar! Mau kamu bicara A dalam pikiran pasti langsung tahu, semuanya ketebak. Gawat sekali orangnya, kalau aku sih ingin tahu apa yang kamu katakan dalam hati, Ney," kata Rita.
"Kamu tidak akan pernah tahu!" Kata Ney.
"Tapi mereka tahu lho, Ney. Niat dan tujuan kamu sama Rita," Arnila chat Ney secara pribadi.
Ney yang membacanya tidak bisa membalas komentar apapun.
"Dia tahu kamu punya niat membantu tapi sisanya, kamu mau memanfaatkan keadaan Rita karena dia lemah," lanjut Arnila dalam chatnya.
"Aku.. memang hanya ingin membantu Rita kok tidak ada tujuan lain," balas Ney.
"Lalu bagaimana dengan kata kamu "Menaikkan pamor?" Apa kamu betul-betul tulus membantu dia atau mengharapkan balas jasa?" Tanya Arnila yang tidak dijawab oleh Ney.
Arnila tahu sebagian Ney punya niat begitu. "Jangan lakukan Ney, bila hati kamu tulus biarkan itu mengalir. Biar Allah yang membalas, tapi bila kamu menghitung kebaikan, lebih baik hentikan sekarang atau kamu akan menyesal," saran Arnila.
Ney hanya membaca dan berpikir sendiri toh Arnila bukanlah teman dekatnya atau siapapun. Mau dia melakukan apa juga bukan urusan dia jadi Ney tidak peduli. Dia akan melakukan apa yang sesuai rencananya.
Meskipun Arnila menembus mereka, tapi khodam Ua Mori tidak menyerang. Justru Ua Mori menyematkan sesuatu pada Arnila.
"Neng, saya tahu kamu anaknya baik bisa masuk dengan Rita tapi sayangnya bila kamu masih berdekatan dengan yang satu itu, kamu juga akan menghancurkan Rita. Kalau tujuan kamu belum terpenuhi, jauhi Rita. Anak itu sangat berbahaya, tenang saja meskipun kamu nanti jauh dengan Rita dan yang satunua, kamu akan bisa kembali dengan kelompok mu,"
Arnila menangkap pesan itu dengan jelas dan menghela nafas.
"Arnila?" Tanya Rita.
"Ya. Maaf ada keperluan sedikit," balas Arnila. Dia mengigit bibirnya bagaimana baiknya untuk menyelesaikan hubungan ini dengan Rita?
"Galak tidak khodamnya?" Tanya Rita karena dia tidak bisa melihatnya.
"Yah, khodam kan tergantung karakter pemiliknya Rita. Tapi punya perempuan itu tidak bisa diremehkan, bahaya sekali," kata Arnila.
"Kok aku tidak bisa lihat sih?" Tanya Ney seberusaha keras pun tetap tidak bisa melihat mereka padahal milik Alex dan Arnila saja bisa.
"Serius tidak bisa lihat?" Tanya Rita.
"Serius! Makanya aneh apa jangan-jangan khodamnya disembunyikan?" Tanya Ney.
"Tidak kok. Ada berdiri begitu saja. Kalau Rita sih tidak aneh memang tidak bisa kan ya," kata Arnila merasa Rita cukup aneh. Memiliki kekuatan terbesar tapi tidak punya khodam namun bisa berkomunikasi dengan mereka.
"Kenapa aku tidak bisa lihat?" Tanya Ney masih belum bisa menerima.
__ADS_1
"Ya itu kan karena kekuatan kamu memang segitu. Memang ada untungnya bisa melihat mereka?" Tanya Rita.
"Ya tidak ada manfaat sih hanya kan bisa melihat seberapa kuatnya mereka. Yah kamu sih mana paham tidak bisa lihat juga kan hahaha," ejek Ney.
"Rita memang aneh. Kekuatannya sangat besar dari kita semua tapi tidak punya khodam, tidak bisa lihat mereka tapi bisa bicara dengan Tengku nya Alex. Kan aneh!" Kata Arnila.
"Kamu katanya kekuatan besar tapi tidak bisa melihat khodam Ua dan Koko, bicara dengan mereka juga tidak bisa. Itu artinya kekuatan kamu setara dengan Alex. Kalau Arnila memang di atas kalian berdua, itu yang aku rasa habis bisa langsung melihat khodam Ua kan sudah hebat," kata Rita memuji.
Ney membacanya. Dia memang tidak bisa menerima kalau kekuatannya kalah dengan Arnila. Pokoknya dia harus yang nomor satu tapi membaca di bagian "Kekuatan Rita lebih besar", membuatnya semakin sebal.
Dia bisa melihat Tengku Alex tapi tidak bisa berkomunikasi sedangkan Rita bisa. Memang aneh. Bagaimana bisa?
"Sepertinya aku tahu kenapa Rita bisa berkomunikasi," kata Arnila menebak.
"Kenapa?" Tanya Rita dan Ney bersamaan.
"Karena Rita polos. Dan khodam itu semacam manusia kalau ada yang punya informasi pasti mereka sebar. Dan mungkin ya menurut aku, kenapa kamu bisa komunikasi karena mereka membuat untuk bisa bicara. Mengerti tidak?" Tanya Arnila.
"Intinya khodam itu penasaran sama Rita?" Tanya Ney.
"Itu! Penasaran karena kabarnya tidak bisa melihat mereka tapi bisa bicara. Rita, jangan aneh kalau nanti ada beberapa khodam mendatangi kamu," kata Arnila tertawa.
"APA!?" Tanya mereka berdua lagi.
Arnila tertawa. "Iya karena sama seperti manusia mereka juga ada rasa penasaran. Jadi pasti akan datang," kata Arnila.
"Wih, penampakkannya seram tidak sih?" Tanya Rita.
"Tidak kok mirip manusia hanya lebih besar saja ukurannya. Punya Alex tampan lhooo," kata Arnila.
"Iya aku juga lihat sampai bengong," kata Ney.
"Hmmm kalau bisa lihat tentu saja akan aku buri habis dia," kata Rita mendendam.
"Lho, kenapa?" Tanya Ney dan Arnila.
"Karena dia "membuka" semua segel yang aku sembunyikan dalam kotaknya," kata Rita.
"HAH!? Maksud kamu kekuatan tersembunyi kamu?" Tanya Arnila.
Ney membaca itu juga kaget jadi... Rita memang sudah tahu sejak awal? Dan dia malah menyegel semuanya?
"Kok kamu tidak pernah cerita sih kalau kamu memang sudah tahu semuanya? Kamu tidak pernah anggap aku teman ya," kata Ney cemberut.
"Halah! Mana mau kamu dengar? Aku kan tidak suka hal yang mistik. Untuk Apa aku cerita soal begituan? Mau pamer kekuatan? Membandingkan kekuatan aku dengan kamu? Buat apa? Aku tidak pernah mau mengakui hal macam begitu," kata Rita.
Arnila setuju memang sih semenjak dia kenal Rita sama sekali tidak pernah ada cerita mistis. Yang ada juga nonton bioskop horror juga selalu memakai kacamata hitam.
Arnila sudah tahu sejak lama kenal Ruta, kekuatannya memang besar tapi tidak pernah ada cerita soal ke arah itu. Lebih banyak ke arah makanan dan komik.
Bersambung ...
__ADS_1