
"Kenapa kamu suarakan ke saya? Salah sasaran. Aku tidak bekerja di pemerintahan,"
"Memang karma itu ada ya. Lalu apa kata ibumu? Sepertinya seru sekali," kata Rita.
"Ibuku ikut menyela obrolan tadi,"
"Cieeee disebut akang. Ibu kamu orang Sunda juga toh, tapi kamu bisa kan Sunda?" Tanya Rita.
"Nooooo! Aku tidak bisa dan tidak mengerti. Jangan Sunda ya," kata Alex mengiba.
"Boleh. Gantinya jangan pakai Melayu dan Inggris," Alex lalu mengirimkan wajah datarnya.
"Belajarlah biar kamu bisa. Nanti bagaimana kamu berkomunikasi?" Tanya dia yang membuat Rita heran.
"Memangnya aku akan komunikasi dengan siapa lagi selain kamu?"
"Dengan banyak orang. Dipertoan.... EEEEHH!?!? Hampir sajaaaaa.." kata Alex yang ribut sendiri.
"Si bodoh! Pertuan apa?" Tanya Rita yang semakin penasaran.
"Kamu pasti mencari tahu ya,"
"Dipertoan Agung? Kalau tidak salah itu kan sebutan raja Malaysia ya. Ada hubungan apa kamu sama raja sana?" Tanya Rita yang menangkap keceplosannya.
"Secret ( Rahasia ),"
"Tidak apa - apa pasti aku akan mencari tahu," hehehe lihat saja!
"Jangan dong. Aku ingin dikenal sebagai orang biasa kenapa kamu menghancurkan mimpiku? AAAAAA!!" Teriaknya dalam medsos agak aneh juga nih orang.
"Berisik! Senang banget sih teriak - teriak. Untung di medsos bukan asli,"
"Kalau aslinya bagaimana?" Tanya Alex.
"Aku masukkan mulut kamu dengan keju!" kata Rita sambil tertawa.
"Aku suka kalau kamu yang memasukkannya ke mulutku,"
"Maunya kamu itu! Anyway, soal perjuangan kamu itu yang sedari kecil lalu bagaimana?"
"Oh itu. Ya aku sempat dilahirkan dalam keadaan koma, ibuku yang menangis terus memelukku sampai tiba - tiba ya jantungku berdetak,"
"Sediih," kata Rita.
"Jangan menangis. Tapi aku kuat,"
"Dimana - mana orang bodoh itu lebih kuat dari orang biasanya. Bersyukurlah kamu salah satunya," kata Rita tertawa.
"Bodoh tapi handsome," kata Alex yang bangga.
"Kamu dari bayi suka koma?"
"Tentu saja! Aku tidak pernah sekalipun keluar dari tabung, ibuku selalu ada di sisiku. Kadang ya sulit membayangkannya saat itu. Ibuku mati - matian menjaga aku sampai kakakku kurang kasih sayang darinya,"
"Kakak kamu normal kan?" Tanya Rita.
"Tidak. Kakakku menderita kelainan darah,"
"HAH!? Kalian sekeluarga penyakitan semua ya," Wah tidak terbayangkan!
"Ya begitulah. Tapi kita sangat kuat. Kakakku cuma bisa dapat donor darah dari aku saja. Kamu tahu Thalasemia?" Tanya Alex. 'Hmmm baru dengar ya tapi lebih baik aku cari tahu saja' pikir Rita.
__ADS_1
"Kelainan pada darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal," ketik Rita.
"Kami mengerti?" Tanya Alex.
"Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen ( hemoglobin ) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Penyakit kakak kamu yang parah atau normal?"
"Mana ada penyakit yang normal? Kalau normal itu sehat tandanya," kata Alex mengirimkan emoji wajah datar.
"Oh iya ya maksudku ringan apa parah?"
"Nah begitu bertanyanya. Kakakku selalu membutuhkan darah baru setiap 1 bulan sekali. Menurut kamu bagaimana?"
"Hah!? Serius sebulan sekali!?" Alex menjawab dengan singkat lalu Rita mulai kembali mencari info lagi di Gugel.
"Sepertinya masuk ke tipe Thalasemia Mayor. Karena gennya termasuk ke keturunan ayah atau ibu, kalau masih berbentuk bayi beresiko meninggal di umur kehamilan terakhir. Waduh! Mengerikan banget sih. Syukur Alhamdulillah kakak kamu selamat ya,"
"Iya kami semua bertahan dengan sangat kuat untuk hidup, lalu kalau ada yang bisa bertahan bagaimana?"
"Untuk mereka yang berhasil bertahan, mereka akan mengidap anemia dan terus - menerus membutuhkan transfusi darah untuk menyokong kebutuhan hemoglobin dalam darah. Seumur hidup?" Tanya Rita pada Alex yang terkejut.
"Ya. Aku dan kakakku saling ketergantungan karrna tidak ada lagi yang bisa membantu,"
"Yang segolongan dengan darah.. Hmmm... "
"Apa?" Tanya Alex.
"Golongan darah kamu Rhesus Negatif ya?"
"HOW YOU KNOW THAT?! ( Bagaimana kamu bisa tahu itu?! )" Tampaknya sangat terkejut. Dia ini pintar atau bodoh sih? Ya tentu saja Rita tahu kan mencarinya di Gugel.
"Gugel," Alex terdiam sesaat dia lupa kalau lewat Gugel bisa menemukan apapun.
"Masih muda sudah pikun!" Kata Rita.
"Hahahahaha!"
"Alex," kata Rita yang cemas setelah tahu keadaannya.
"Apaaa? Kenapa?"
"Jangan suka pukuli kepala ke tembok ya. Jangan sampai terluka. Lebih baik luka di hati jangan di badan kamu, susah cari darah rhesus nya," yang dibalas Alex dengan wajah datar lagi.
"Kamu cemas?"
"Iyalah. Kamu kan begajulan pasti suka mukul orang atau tembok kalau kesal, sayang darahnya kalau muncrat. Secuil juga itu adalah kehidupan untuk kakak kamu,"
"Lalu aku harus bagaimana kalau ada orang brengsek atau kesal selain memukul?"
"Pukul diri kamu sendiri saja, kalau berdarah telan lagi," kata Rita.
"Kamu gila. Serius. Masa aku telan lagi? Haram tahu!"
"Ya itu sayang darahnya. Bagaimana sih? Coba pikir kalau kamu kekurangan darah siapa yang menolong?" Kata Rita yang sebenarnya menahan tawa juga.
"Ya tapi tidak begitu juga dijilat lagi memangnya aku kucing? Ya itu dulu sekarang, aku tidak akan lagi mencari musuh sudah cukup satu, ini juga ribet,"
"Ada memangnya musuh yang ribet? Itu kamu,"
"Ada. Ini yang sedang menjadi lawan ketikku. Dari tadi aku ketawa sambil dilihat oleh ibuku. Dan menjewer aku yang tidak mau menjawab akhirnya aku beritahu apa yang kamu balas," Rita lalu tertawa keras membacanya.
"Kamu juga ribet. Baru kali ini dapat lawan yang seimbang,"
__ADS_1
"Kamu akan selalu menjadi musuhku. Eternal Enemy tersayang. Cieeee,"
Wah wah wah keluar juga nih sesuai judulnya ya. Mungkin bagi yang membaca novel ini menganggap kalau awal - awal yang menjadi musuh abadi adalah antara Ney dan Rita tapi sebenarnya maksud dalam novel ini adalah antara Rita dan Alex. Kenapa? Karena lambat laun mereka akan saling merasa mirip satu sama lainnya meski berbeda versi. Sama - sama memiliki penyakit yang harus diwaspadai bila kambuh. Tapi jangan cemas, ceritanya masih berlanjut kok. Dan akan banyak cerita konyol dan romantis antara Alex, konflik dengan Ney dan Arnila yang membuat Rita pusing setengah putaran. Tapi sebenarnya Eternal Enemy itu bisa banyak artiannya sih, bisa juga musuh abadi Rita adalah Ney. Karena... sudah dibahas di beberapa episode sebelumnya dan nanti akan ketahuan Ney itu kenapa sih? Oke kita lanjut yaaa...
"Cieeee yang mau romantis tapi garing!" Kata Rita.
"Kamu tidak suka hal yang romantis? Perempuan biasanya suka yang romantis. Seperti bunga, cokelat. Kamu suka apa?"
"Kenapa? Mau ngasih ya?" Tanya Rita dengan menebak.
"Kalau kamu mau, nanti aku kasih kalau kita bertemu. Mau bunga atau cokelat?"
"Permen," jawab Rita.
"Permen? Suka marshmallow?"
"Tidak suka tidak bisa dimakannya. Pernah coba hilang tapi hambar," Alex lalu tertawa keras tentunya dengan emoji.
"Aku suka. Karena aku punya kenangan dengan permen itu,"
"Aku tidak nanya," kata Rita yang membuat Alex sebal. "Kenangan mantan kamu ya. Kenapa atuh putus?"
"Akunya terlalu gila kerja jadi dia selingkuh,"
"Bahahahaha kasihan!" Teriak Rita senang.
"Jahat ih,"
"Terus? Kamu mau nanya apa?" Tanya Rita.
"Kamu suka hal yang berbau romantis? Seperti meja yang ada lilinnya atau piring yang banyak bunga,"
"Aku bukan tipe perempuan romantis. Sayang sekali," kata Rita jujur.
"Eh!?"
"Kalau suka langsung bilang saja jangan bertele - tele nanti aku tidur," balas Rita.
"OMAYGOD! Baru sekali ini ada puan yang macam awak ni, bukannya senang dikasih bunga malah lebih suka diberi permen! Tidak suka romantis! Masa kalau aku menyatakan, harus mendaki gunung?" Tanya Alex yang sepertinya merasa Rita adalah manusia teraneh yang pernah dia temui.
"Boleh juga tuh idenya!" Kata Rita menjentikkan jarinya.
"SALAAAH!" Teriak Alex lagi yang mulai panik. Lucu banget ya Allah, Rita langsung tertawa lagi sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"Sebentar perutku sakit ini. Aduuh!" Rita mengelus perutnya dengan bahagia.
"My mom pon tertawa dengan gila ini. Jadi kalau nanti bertemu aku beri kamu permen saja? Apa dengan bunga saja?"
"Ya kalau kamu mau silahkan saja. Permen biar lebih wangi. Aku lebih suka makan di meja dengan piring biasa buat apa pakai bunga seperti di sinetron saja! Bunga yang bertebaran itu kan kelopaknya saja?" Tanya Rita.
"Iya seperti itu! Kamu tidak suka? Aku bisa membuatnya begitu,"
"Lebih baik kamu tebarkan bunga itu di kuburan saja jangan di atas meja jadi mengganggu melihatnya! Aneh banget kerjaan kamu seperti itu ya? Bagusnya sih tebar bunganya di kasur kalau yang sudah nikah kan jadi lebih tinggi hasratnya,"
"Kamu ini memang tidak romantis ya. Aku jadi berpikir mungkin seperti ini bagaimana mantan - mantanku merasakan aku yang dingin. Ternyata malah terbalik malah aku yang mengalami. Ya Allah aku minta maaf! Telah menyia - nyiakan mereka dulu, sekarang tidak akan lagi!"
"Kasihan," balas Rita.
"Karma itu memang ada," jawab mereka berdua.
BERSAMBUNG ....
__ADS_1