ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
Posesif Keill


__ADS_3

Happy Reading.


"You are my Enemy, Jim! My Eternal Enemy, karena sampai kapanpun lo nggak bakalan bisa gue jangkau, hati lo bukan buat gue, mendingan kita sahabatan aja sampai mati," gumam Vera saat melihat mobil berwarna hitam itu meluncur begitu saja meninggalkan restoran tempat mereka baru saja makan malam.


Setelah makan malam mereka habis tanpa sisa, Jimmy mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa dia harus segera pulang karena tiba-tiba ibunya pingsan dan Vera lagi-lagi harus ditinggalkan sendirian.


Sebenarnya tadi Vera ingin ikut ke rumah Jimmy untuk melihat kondisi ibu Merry, tapi Jimmy melarangnya dan akan segera memberitahukan kondisi ibunya pada Vera setelah nanti Jimmy memeriksa sang ibu.


Akhirnya wanita itu melangkah masuk ke dalam mobilnya, mungkin dia akan kembali ke rumah Keill karena tadi Vero berangkat bersamanya.


Di perjalanan menuju rumah Tante Rara dan Om Aris terasa begitu lama, padahal tadi saat akan menemui Jimmy direstoran sangatlah cepat.


Vera kembali mengingat percakapannya dengan Jimmy sebelum dia pergi. Pria itu menginginkan nya menjadi kekasih, bahkan memberikan nya waktu untuk berpikir. Mungkin dulu sebelum Jimmy mengalami semua masalah di dalam hidupnya, masalah yang menyangkut hati dan wanita, pasti Vera tidak akan berpikir dua kali untuk menerima ajakan Jimmy.


Tapi yang Jimmy lakukan adalah memintanya menjadi kekasih di saat mungkin hati pria itu sudah hancur berantakan, lalu apa gunanya dia? apakah hanya untuk sandaran dan pelampiasan? mungkin kalau Jimmy hanya butuh sandaran, Vera selalu ada untuknya seperti malam ini yang dia bela-belain datang karena permintaan pria itu, padahal seharusnya Vera sedang ikut makan malam di rumah sepupunya.


'Tidak masalah!' pikir Vera.


Mungkin dia akan tetap memberikan jawaban yang sama untuk Jimmy yaitu 'tidak' untuk pertanyaan yang menginginkan dia menjadi pacarnya.


Vera lebih memilih mengorbankan perasaannya daripada harus terjebak dengan pria yang belum selesai dengan masalahnya.


Mungkin Jimmy memang mengatakan bahwa dia sudah move on dari wanita yang dia cintai, bahkan dia mengatakan jika tidak menyukai calon istrinya yang waktu itu.


Tapi tentu saja Vera lebih mengerti bagaimana kondisi hatinya jika dia tetap memaksakan untuk menerima Jimmy.


Sudah dia sematkan di dalam hati bahwa nama Jimmy akan menjadi musuh abadinya sampai Tuhan membolak-balik hati Vera agar dia menghilangkan semua perasaannya terhadap pria itu.


****


Keill masuk ke dalam kamar setelah berhasil mengusir Vero dan Vera dari rumahnya. Sepupunya itu memang benar-benar menguji kesabarannya karena membuat dia harus menahan diri sampe jam 11 malam.

__ADS_1


Mentang-mentang weekend.


Alhasil Keill mendapati istrinya sudah nyaman bergelung di bawah selimut tebal. Padahal rencananya tadi dia akan melakukan sunah rasul meskipun ini bukan malam jumat.


Gara-gara kedatangan sepupunya yang tidak pulang-pulang sampai jam 11 malam, membuat rencana Keill gagal total. Bukan maksud kill untuk menyalahkan Fero dan Vera karena mereka malah asik bermain video game tapi seharusnya mereka bisa memaklumi bagaimana romansa pengantin baru itu yang hanya ingin selalu berduaan dengan pasangannya.


Terlihat Fara tertidur begitu nyaman dan damai, wajah istrinya itu terlihat begitu cantik saat sedang tidur, mungkin benar apa yang dikatakan orang bahwa kecantikan alami itu terlihat pada saat mereka sedang terlelap seperti ini.


Karena pasti di saat kita tidur, tidak ada make up yang menempel di wajah, mungkin hanya krim malam dan pelembab saja yang menempel di sana.


Keill mendekati ranjang dan duduk di samping sang istri, memandang wajah lelap Fara, sungguh dia tidak menyangka takdir akan mempertemukannya dengan wanita yang menjadi Cinta pertamanya ini.


"I love you my wife," bisik Keill kemudian mencium kening istrinya.


Mana berani dia membangunkan Fara yang sudah sangat nyenyak dalam tidurnya seperti ini, mungkin sang istri sudah mimpi jalan-jalan ke awan. Akhirnya Keill memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi membasuh wajahnya.


Sedangkan Fara tiba-tiba tidurnya terganggu karena merasa ingin buang air, dia pun terbangun dan mendapati Keill tidak ada disampingnya.


Wanita itu kemudian menyibak selimutnya dan turun dari ranjang, perlahan berjalan menuju kamar mandi, dan terkejut saat pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan wajah Keill yang basah terkena sinar lampu temaran dari kamar mandi, membuat Fara merasa dia baru saja bertemu dengan seorang malaikat.


Sosok tampan, tinggi, gagah, bentuk tubuh atletis dan juga begitu macho, itulah gambaran sosok di hadapannya saat ini.


"Sayang, kamu terbangun?"


Fara mengerjab kan matanya beberapa kali.


"Sayang, iler kamu tuh!" Reflek Fara langsung mengusap bibirnya.


"Hahaha, bercanda sayang, habisnya kamu malah bengong," Fara mendengus kesal.


"Aku kira tadi itu ada malaikat tampan yang keluar dari dalam kamar mandi loh, mas, eh ternyata malaikat itu suamiku sendiri," ucap Fara terkikik.

__ADS_1


Keill menyentil kening sang istri, "sepertinya kamu masih mengantuk, sayang, cepat basuh wajahmu dan segera keluar, aku tunggu kamu di atas tempat tidur," Keill berlalu dari hadapan istrinya sambil tersenyum.


Sedangkan Fara hanya bisa melongo mendengar ucapan suaminya yang menjurus ke arah sana.


"Tunggu aku ya, Mas! awas lho kalau tertidur!" seru Fara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.


Sedangkan Keill tersenyum lebar mendengar teriakkan sang istri yang telah memberi lampu hijau.


"Berarti malam ini masih bisa menjalankan sunnah Rasul!"


*****


Fara terbangun kala mendengar alarm di ponselnya berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, tadi subuh Keill dan Fera sudah terbangun untuk mandi dan sholat subuh tapi kemudian tidur kembali karena masih kelelahan.


Ya tentu Fara saja begitu kelelahan karena tadi malam suaminya itu menggempur habis-habisan. Sungguh Fara tidak pernah menyangka jika Keill memiliki tenaga yang begitu besar tanpa mengenal lelah.


Bisa dipastikan dia tidak akan bisa berjalan dengan benar setelah ini. Tadi pada saat bangun untuk mandi dan Salat Subuh karena dibantu oleh suaminya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Jadi nyeri di bagian bawahnya belum begitu terasa, tapi untuk saat ini rasanya memang sedikit sakit, ah sepertinya dia harus membiasakan diri dengan suaminya yang tangguh itu.


Fara berusaha menyingkirkan tangan Keill yang berada di atas perutnya, hari ini rencananya dia akan memasak karena bertepatan dengan hari libur.


"Mau kemana? Ini masih gelap loh?" Lirih Keill saat merasakan pergerakan istrinya.


"Ini sudah jam 5,, aku mau turun dan bikinin sarapan untuk semua orang yang ada di rumah ini, sayang lepasin donk!" bukannya melepaskan pelukannya tetapi Keill malah semakin mendekap Fara.


"Udah ada asisten rumah tangga yang tugasnya untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga ini, jadi kamu nggak perlu repot masak, sayang!"


Fara cemberut mengetahui suaminya yang ternyata begitu posesif.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2